100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
491 tayangan23 halaman

Teknik Multiple Access: FDMA, TDMA, CDMA

1. FDMA membagi spektrum frekuensi radio menjadi beberapa saluran sempit yang memungkinkan beberapa transmisi untuk berlangsung secara bersamaan tanpa gangguan dengan menggunakan frekuensi pembawa yang berbeda. 2. FDMA digunakan pada sistem telepon selular analog awal seperti AMPS dan juga pada komunikasi satelit. 3. Kelemahan FDMA adalah fleksibilitas rendah dan mudah terjadi interferensi jika terdap

Diunggah oleh

Ibenk Myraldi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
491 tayangan23 halaman

Teknik Multiple Access: FDMA, TDMA, CDMA

1. FDMA membagi spektrum frekuensi radio menjadi beberapa saluran sempit yang memungkinkan beberapa transmisi untuk berlangsung secara bersamaan tanpa gangguan dengan menggunakan frekuensi pembawa yang berbeda. 2. FDMA digunakan pada sistem telepon selular analog awal seperti AMPS dan juga pada komunikasi satelit. 3. Kelemahan FDMA adalah fleksibilitas rendah dan mudah terjadi interferensi jika terdap

Diunggah oleh

Ibenk Myraldi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MULTIPLE ACCESS (FDMA,TDMA,CDMA)

Tugas ini dibuat untuk memenuhi nilai pada mata


Kuliah Sistem Komunikasi Bergerak Nirkabel











Disusun oleh :
Bambang Budiarto
( 460 921 6034 )







PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PANCASILA
2013





FDMA (Frequency-Division Multiple Access)
Modulasi frekuensi radio memungkinkan beberapa pengiriman untuk
berdampingan pada waktu dan ruang tanpa saling mengganggu oleh penggunaan
frekuensi pembawa yang berbeda. Sebagai contoh, untuk system penyiaran radio
atau televisi, beberapa stasiun penyiaran dalam daerah frekuensi radio berbeda tugas
juga bentuk sinyal spectra dari stasiun tidak saling meliputi. Radio dan pesawat
televisi dapat di setel ke penerima program khusus dengan mengatur bagian
perangkat Band Pass Filter (BPF). Band Pass Filter (BPF) melewatkan sinyal hanya
sekitar frekuensi tengah khusus dan menolak yang lain, dan menghasilkan sinyal
yang dapat dimodulasi tanpa gangguan dari stasiun lain. Sekarang ini, pengiriman
informasi paling diatas dari system penyiaran radio dan televisi adalah dalam bentuk
analog. Akan tetapi, system penyiaran digital memberikan kualitas lebih baik dari
audio dan video akan menjadi terkenal di masa depan.
Sebuah contoh dari sistem Frequency-Division Multiple Access ditunjukkan
pada gambar dibawah dimana pesan dianggap dalam bentuk digital. Contoh ini
dipertimbangkan seperti sebuah skenario uplink untuk sistem telepon bergerak,
dimana semua pengguna K ingin mengirim pesan ke stasiun dasar. Seperti
ditunjukkan, dalam system FDMA, semua pengguna aktif K ditugaskan dengan pita
frekuensi berbeda dengan frekuemsi tengah f1,f2,,fK sebelum pengiriman. Setiap
pengguna kemudian menempati pita frekuensi yang ditugaskan selama waktu tinggal
dari sambungan. Untuk pengguna ke-K, pesan mk adalah modulasi digital untuk pita
frekuensi yang ditugaskan fk. Kemudian, oleh sebuah penguat daya dan sebuah
antena, sinyal modulasi dikirim melalui udara sebagai sebuah gelombang
elektromagnetik (EM).






























Gambar 16: Block diagram system FDMA

Dalam FDMA frekuensi dibagi menjadi beberapa kanal frekuensi yang
lebih sempit. Tiap pengguna akan mendapatkan kanal frekuensi yang berbeda
untuk berkomunikasi secara bersamaan. Pengalokasian frekuensi pada FDMA
bersifat eksklusif karena kanal frekuensi yang telah digunakan oleh seorang
pengguna tidak dapat digunakan oleh pengguna yang lain. Antar kanal dipisahkan
dengan bidang frekuensi yang lebih sempit lagi (guard band) untuk menghindari
interferens antar kanal yang berdekatan (adjacent channel). Informasi bidang dasar
yang dikirim ditumpangkan pada isyarat pembawa (carrier signal) agar menempati
alokasi frekuensi yang diberikan











Gambar 17 : Cara kerja FDMA.
Gelombang elektromagnetik akan merambat dalam ruang ke tujuan dimana
terletak penerima. Semua sinyal pengirim dari semua pengguna akan kelihatan pada
antenna penerima. Pada penerima, sinyal kelihatan di antenna adalah gabungan dari
semua sinyal pengirim dari semua pengguna aktif. Akan mtetapi, sejak semua
pengguna aktif ditugaskan dengan pita frekuensi berbeda, sinyal pengirim pengguna
saling meliputi pada daerah frekuensi. Gambar 6-3 menjelaskan spektrum dari sinyal
penerima pada antena.
Sejak gelombang elektromagnetik (EM) dengan serius dilemahkan melalui
perambatan jarak jauh (long distance-propagation), penguat penerima perlu untuk
meningkatkan kekuatan dari sinyal penerima. Sinyal penerima kemudian memberi
ke Band Pass Filter K dengan frekuensi tengah f1,f2,,fK.








Gambar 18: Spektrum sistem FDMA


Sebagai contoh, Band Pass Filter untuk pengguna pertama hanya dapat
melewatkan sinyal sekitar frekuensi tengah f1 dan menolak yang lain. Oleh karena
itu, sinyal keluaran dari Band Pass Filter pertama hanya terdiri dari bentuk
gelombang pengirim dari pengguna pertama tanpa gangguan dari yang lain.
Demodulator digital kemudian mendapatkan kembali informasi yang diinginkan m1.
Karena efek tidak ideal dari Band Pass Filter, kami harus menyisipkan pita penjaga
(guardbands)diFDMA.

Aplikasi pada komunikasi satelit

Pada Satelit
FDMA (Frequency Division Multiple Access) melakukan pembagian
spektrum gelombang dalam beberapa kanal frekuensi. Setiap panggilan hubungan
akan memperoleh kanal tersendiri. Metode FDMA paling tidak efisien dan
umumnya digunakan pada jaringan analog seperti AMPS.


FDMA merupakan suatu teknik pengaksesan yang menggunakan frekkuensi
sebagai media perantaranya. System ini digunakan BTS pada saat
memancar/transmite dengan menggunakan frekuensi downlink dan pada saat BTS
menerima/receive dengan menggunakan frekuensi uplink. Penggunaan frekuensi
downlink dan uplink diatur sedemikian rupa sehingga tidak saling menggangu
frekuensi yang lainnya. Jika frekuensi ini tidak tepat pengaturannya maka antara satu
BTS dengan BTS yang lain frekuensinya akan saling menganggu (interference) yang
akan berakibat dengan kualitas suara yang kurang baik, drop call (komuniksai tiba-
tiba putus), sulitmelakukan panggilan atau tidak bias melakukan panggilan sama
sekali

Base Tranceiver Station (BTS)
Mengandung transceiver radio yang menangani sebuah cell dan hubungan
dengan mobile station dan jumlahnya lebih banyak
Untuk memahami FDMA, bisa dianalogikan tentang station radio
mengirimkan sinyalnya pada frekuensi yang berbeda pada kanal yang tersedia
kepada tiap-tiap pengguna ponsel. FDMA digunakan sebagian besar untuktransmisi
analog. Saat untuk membawa informasi digital, FDMA sudah tidak efisien lagi.
Dalam FDMA frekuensi dibagi menjadi beberapa kanal frekuensi yang lebih
sempit. Tiap pengguna akan mendapatkan kanal frekuensi yang berbeda untuk
berkomunikasi secara bersamaan. Pengalokasian frekuensi pada FDMA bersifat
eksklusif karena kanal frekuensi yang telah digunakan oleh seorang pengguna tidak
dapat digunakan oleh pengguna yang lain. Antar kanal dipisahkan dengan bidang
frkuensi yang lebih sempit lagi (guard band) untuk menghindari interverens antar
kanal yang berdekatan (adjacent channel) agar menempati alokasi frekuensi yang
diberikan
Teknik FDMA yang digunakan disatelit: Dalam system kerja FDMA ada
beberapa criteria yang dilakukan : menempatkan panggilan pada frekuensi yang
berlainan (multiple carried frequency) bisa digunakan untuk system selular analog
(AMPS). FDMA akan membagi spectrum dalam kanal yang berbeda kemudian
membagi bagian yang sama dalam sebuah bandwidth. FDMA membagi bandwidth
menjadi 124 buah frekuensi pembawa (carrier frequency) yang masing-masing
menjadi daerah fekuensi daerah selebar 200 kHz.
Satu atau lebih frekuensi pembawa dialamatkan pada masing-masing BTS (base
transceiver Station) yang tersedia.
Dalam system yang menggunakan frekuensi devisiion multiplex access ini
frekuensi yang digunakan adalah berbeda-beda dengan sistem time division
multiplex access pada sistem tersebut frekuensi sinyal yang digunakan adalah sama
untuk menghindari adanya interfrensi pada saat pentransmisian sinyal maka sistem
ini mentransmisikan sinyal dengan pengaturan waktu yang berbeda-beda namun
frekuensi yang digunakan adalah sama.

Aplikasi pada telepon seluler

FDMA (frekuensi Division Multiple Access) adalah pembagian pita
frekuensi yang dialokasikan untuk nirkabel telepon selular komunikasi ke dalam 30
saluran, masing-masing dapat membawa percakapan suara atau, dengan layanan
digital, membawa data digital. FDMA merupakan teknologi dasar dalam analog
Advanced Mobile Phone Service ( AMPS ), sistem telepon yang paling banyak
diinstal selular diinstal di Amerika Utara. Dengan FDMA, masing-masing saluran
dapat diberikan ke hanya satu pengguna pada suatu waktu. FDMA juga digunakan
dalam Sistem Komunikasi Akses Total (TACS).
Digital-Advanced Layanan Telepon selular ( D-AMPS ) juga menggunakan
FDMA tetapi menambah waktu akses beberapa divisi ( TDMA ) untuk mendapatkan
tiga saluran untuk setiap saluran FDMA, tiga kali lipat jumlah panggilan yang dapat
ditangani pada saluran

Kelebihan dan Kekurangan FDMA:
Beberapa kelemahan dari sistem frekuensi multiplex access adalah :
1. Pada saat penstransmisian sinyal jika antara BTS terdapat kanal yang sama
maka akan terjadi interferensi yang menyebabkan kerusakan sinyal, sulitnya
melakukan panggilan. Dengan kata lain system ini dapat terjadi interferensi
dari sesame BTS yang berdekatan
2. Daya tahan terhadap gangguan baik noise maupun jarak tempuh lebih lemah
dari pada komunikasi yang telah menggunakan system digital.




3. Dalam komunikasi ini juga harus memperhatikan beberapa hal seperti: line of
side dan topologi bumi sehingga sinyal dapat berjalan baik ke receiver
4. Fleksibilitas rendah kalau ada rekonfigurasi kapasitas. ( =lebar pita )
modifikasi diperlukan di TXR dan RXR ( untuk saluran tersebut, untuk
saluran bertetangga, filter dan peralatan lain mungkin perlu dirubah.
5. Kapasitas berkurang drastic sejalan dengan penambahan jumlah carrier
akibat noise intermodulasi dan back-off
6. Perlunya pemerataan daya tiap saluran di TXR untuk menghindari capture
effect ( harus real time mengantisipasi pelemahan akibat hujan, awan tebal
dsb )

Keuntungan :

1. System keseluruhan sederhana pengoperasian mudah, peralatan murah dan
terbukti handal.
2. Dimessioning stasiun bumi kecil.

















TDMA (Time Division Multiple Access)

Time Division Multiple Access (TDMA) diperkenalkan oleh Asosiasi Industri
Telekomunikasi (Telecommunications Industry Association, TIA) yang terakreditasi
oleh American National Standards Institute (ANSI), adalah teknologi transmisi
digital yang mengalokasikan slot waktu yang unik untuk setiap pengguna pada
masing-masing saluran, dan menjadi salah satu metode utama yang digunakan oleh
jaringan digital telepon seluler untuk menghubungkan panggilan telepon. Sinyal
digital dari jaringan digital dihubungkan ke pengguna tertentu untuk berhubungan
dengan sebuah kanal frekuensi digital tersendiri tanpa memutuskannya dengan
mengalokasikan waktu. TDMA juga merupakan metode pengembangan dari FDMA
yakni setiap kanal frekuensinya dibagi lagi dalam slot waktu sekitar 10 ms.
Pada sistem FDMA, domain frekuensi di bagi menjadi beberapa pita non-
overlaping, oleh karena itu setiap pesan pengguna dapat dikirim menggunakan band
yang ada tanpa ada inteferensi dari pengguna yang lain.
Pada sistem Time Division Multiple Access (TDMA), setiap pengguna menggunakan
pita frekuensi yang sama, tetapi domain waktu di bagi menjadi beberapa slot untuk
setiap pengguna.
Pengguna 1 dapat mengirimkan data pada slot waktu untuk pengguna 1,
pengguna 2 dapat mengirimkan berupa data pada slot waktu untuk pengguna 2, dan
seterusnya. Perlu diingat bahwa sistem FDMA mengizinkan transmisi yang tidak
teratur dalam domain waktu: tidak ada sinkronisasi waktu selama pengguna
menghendaki. Keuntungannya adalah tidak berbagi dengan sistem TDMA dimana
semua pemancar dan penerima harus memiliki akses pada waktu yang sama. Fitur
penting dari teknik TDMA dan FDMA adalah bahwa beraneka ragam pengguna
beroperasi dalam saluran non-interfering yang terpisah. Selain itu, saluran
sebelumnya, pemancar dan penerima tidak ideal, kita mungkin memerlukan
menyisipkan guard time antara antra slot waktu TDMA





























Gambar 19 : system TDMA


Setiap daerah layanan dalam sistem telepon seluler dibagi menjadi beberapa
kolom. Setiap kolomnya digunakan kurang lebih satu hingga tujuh kali dari kanal-
kanal yang tersedia. Kolom telepon digital mengubah panggilan telepon menjadi
digital sebelum berhubungan. Kolom ini menyediakan tempat yang besar dan
dengan baik menaikkan kapasitas dari setiap kolom. TDMA mengambil setiap kanal
dan membelahnya menjadi tiga kali celah. Setiap pembicaraan di telepon mendapat
sinyal radio untuk satu hingga tiga kali, dan sistem tersebut secara cepat mengubah
dari satu telepon ke telepon yang lain.
Hal ini diserahkan ke time-division multiplexing. Karena sinyal digital sangat
ditekan, pergantian di antara tiga pembicaraan yang berbeda di telepon
disempurnakan dengan tidak menghilangkan informasi.
Hasilnya berupa sistem yang mempunyai tiga kali dari kapasitas sebuah system
analog dan menggunakan kanal yang sama tanpa TDMA. Sebuah kolom yang
menggunakan TDMA dapat menangani 168 penggilan yang tidak teratur secara
menyeluruh. TDMA juga digunakan dalam GSM yang merupakan dasar dari PCS
(Personal Communication Service). Dengan PCS, kanalnya dibagi menjadi delapan
bagian. Pengoperasian TDMA membutuhkan kontrol outlink semua bagian pengatur
yang berisi beberapa informasi kontrol. Pembawa outlink ini juga memiliki struktur
bingkai yang menyediakan informasi waktu akurat untuk semua bagian pengontrol.
Peralatan teleport sentral computer.
VSAT mengatakan ke setiap situs slot waktu khusus untuk digunakan dalam struktur
TDMA dan rencana informasi ini disiarkan ke semua bagian secara berkala.
Rencana waktu ledakan mungkin sudah ditetapkan, sehingga setiap bagian
mengalokasikan proporsi tertentu dari keseluruhan struktur waktu TDMA atau
mungkin bersifat dinamis, dimana slot waktu yang ditempatkan disesuaikan sebagai
tanggapan terhadap kebutuhan lalu lintas setiap bagian.

Sebagai contoh dari sistem time division multiple access dapat dilihat pada
gambar dibawah. Hal ini berdasarkan skenario uplink untuk system seluler, dimana
seluruh pengguna K yang aktif ingin mengirim pesan ke base station. Semua
pengguna yang aktif pada sistem ini menggunakan pita frekuensi yang sama dengan
frekuensi tengah fc akan tetapi slot waktunya berbeda berdasarkan gambar diatas.
Pengguna pertama mengirimkan pesan menggunakan slot pertama, Pengguna kedua
mengirimkan pesan menggunakan slot kedua, dan seterusnya. Dengan daya penguat
dan antena, sinyal yang di modulasi dikirim melalui media udara menggunakan
gelombang elektromagnetik. Untuk pengguna tertentu, pemancar dapat
menggunakan mode daya yang rendah selama interval waktudari slot non-owing,
sehingga dapat mengurangi konsumsi daya di pemancar.

















Gambar 20 : block diagram TDMA




Pada penerima, semua sinyal yang ditransmisikan digabung bersama di
antena penerima. Selanjutnya, rangkaian penguat pada penerima digunakan untuk
menguatkan sinyal yang diterima dari antena, dan tapis band-pass digunakan untuk
menyaring keluar sinyal yang tidak dinginkan (noise). Setelah itu semua sinyal dari
pengguna adalah non-overlapping dalam domain waktu, kita dapat menggunakan
demodulator tunggal untuk memperoleh kembali pesan yang dikirim dari semua
pengguna. Selanjutnya, pesan yang didemodulasi akan didistribusikan ke pengguna
yang sesuai menggunakan demultiplexer. Multiplexer bekerja seperti switch. Jika
keluaran dari demultiplexer diperoleh dari slot 1, selanjutnya switch mengarahkan ke
output saluran dari pengguna 1, dan seterusnya. Oleh karena itu, semua pesan dari
pengguna dapat di peroleh kembali pada sisi akhir penerima.
Pada sistem TDMA, pengguna k dapat mengirimkan berupa data dalam slot
waktu yang ditugaskan untuk pengguna k. Oleh karena itu, setiap pengguna data
tidak ditransmisikan secara terus-menerus. Berdasar scenario ini, timbul pertanyaan
mengapa suara dapat ditransmisikan dan diterima secara terus menerus dalam sistem
TDMA tanpa ada pembagian waktu. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan
pembagian sinyal suara yang terus-menerus menjadi segmen kecil. Contoh, untuk
empat orang pengguna pada system TDMA, asumsikan bahwa setiap slot menempati
1 ms. Selanjutnya setiap pengguna dapat menggunakan 1 slot setiap 4 ms. Sinyal
suara selanjutnyadibagi dalam segmen masing-masing sebesar 4 ms. Setiap segmen
selanjutnya mengubah dan dikompresi menjadi bentuk digital. Asumsikan bahwa
total bits B dari data suara diproduksi untuk masing-masing segmen sinyal suara.
Selanjutnya pemancar mengirim bit B selama waktu yang diperbolehkan yaitu 1 ms
tiap slot, seperti terlihat pada gambar dibawah. Penerima menerima setiap data
pengguna pada slot waktu yang sesuai dan merekonstruksi sinyal suara seperti yang
disebutkan sebelumnya yaitu 4 ms. Semua rekonstruksi segmen suara digabungkan
dalam waktu, menghasilkan sinyal suara yang kontinu.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan TDMA dibanding teknologi telepon seluler lain
TDMA didesain untuk digunakan di setiap lingkungan dan situasi, dari
penggunaan tanpa kabel di daerah bisnis ke pengguna yang sering bepergian
pada kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan (TOL).
Dapat dengan mudah disesuaikan dengan transmisi data serta komunikasi suara.
TDMA menawarkan kemampuan untuk membawa kecepatan data dari 64 kbps
sampai 120 Mbps (diperluas dalam kelipatan 64 kbps) yang memungkinkan
operator untuk menawarkan komunikasi pribadi seperti faks, voiceband data, dan
layanan pesan singkat (SMS) serta aplikasi yang membutuhkan pitalebar secara
intensif seperti multimedia dan videoconference.
Tidak seperti teknik spread-spectrum yang dapat mengalami gangguan di antara
para pengguna yang semuanya berada pada pita frekuensi yang sama dan
berhubungan pada saat yang sama, teknologi TDMA memisahkan pengguna
dalam waktu, agar tidak mengalami gangguan dari hubungan simultan lainnya
TDMA menyediakan daya hidup baterai yang lama
TDMA menjalankan pengisian penyimpanan di stasiun dasar-peralatan ruang dan
pemeliharaan, merupakan faktor penting sebagai ukuran pertumbuhan sel yang
lebih kecil.
Biaya penggunaan TDMA sangat efektif untuk mengubah teknologi arus sistem
analog ke digital
TDMA adalah satu-satunya teknologi yang menawarkan pemanfaatan
yang efisien struktur sel hirarkis (HCS) menawarkan piko, mikro, dan macrocells.
HCS mencakup sistem yang akan disesuaikan untuk mendukung lalu lintas
tertentu dan kebutuhan pelayanan, membuat system kapasitas lebih dari 40-kali
AMPS dapat dicapai dengan biaya yang efisien.
Sistem layanan TDMA sesuai dengan penggunaan dual-mode handset karena
adanya kepentingan sesuai dengan sistem analog FDMA
Kelemahan TDMA dari telepon seluler lain
Penggunaan dari celah waktu yang sudah ditetapkan membuat sulit untuk
mengendalikan panggilan ke kolom berikutnya, menambah kemungkinan dari
sebuah panggilan akan terputus ketika panggilan tersebut bergerak di antara
kolom kolom.
TDMA merupakan pokok dari penggabungan bagian-bagian distorsi, yang
berdampak ketika potongan dari perbincangan melompat mengelilingi bangunan
dan kesulitan lainnya seperti sikap pada saat perbincangan sampai pada telepon
dari urutan





Aplikasi TDMA
Sistem telepon Seluler GSM yang menggunakan teknologi TDMA Global system
for Mobile atau GSM adalah generasi kedua dari standar sistem seluller yang
tengah dikembangkan untuk mengatasi roblem fragmentasi yang terjadi pada
standar pertama di negara Eropa
GSM adalah system standar sellular pertama didunia yang menspesifikasikan
digital modulation dan network level architectures and service.
Pada sistem GSM, frekuensi RF berada pada 900, 1800 dan 1900 MHz.
Berarti bahwa setiap perusahaan yang menyediakan layanan GSM harus
menggunakan frekuensi yang telah tersedia tersebut. Setiap saluran RF terdiri dari
124 sub saluran, dan setiap sub saluran memiliki bandwidth sekitar 0,2 MHz
dengan 8 sistem TDMA. Sehingga masing-masing GSM memiliki bandwidth
antara 124 x 0,2 25 MHz. Masing-masing frekunsi pembawa dibagi menjadi 8
pengguna dalam mode TDMA. Kita dapat melihat bahwa total jumlah dari
pengguna adalah 124 x 8 1000. Kita dapat mengatakan bahwa sistem GSM
menyediakan maksimal pengguna sebesar 1000 orang untuk mengakses satu base
station. Sistem GSM menggunakan Gaussian Minimal-Shift Keying (GMSK),
sebuah teknik yang serupa dengan teknik FSK untuk modulasi digital.
Digital Enhanced Cordless Telecomunication (DECT) menggunakan
teknologi TDMA.
Di rumah sering kita menjumpai telepon tanpa kabel. Sehingga, beberapa
teknik komunikasi tanpa kabel harus digunakan. Sistem telepon tanpa kabel yang
telah ada sebenarnya memperkenankan penghuni rumah tersebut untuk
berkomunikasi satu sama lain. Oleh karena itu membutuhkan teknik
multiplexing. Produk dari Digital Enhanced Cordless Telecomunication
(DECT) sekarang dapat diterima secara luas diseluruh dunia untuk kepentingan
dalam negeri, bisnis, industry dan aplikasi wireless local loop.






CDMA (Code division Multiple Access)
Dalam CDMA setiap pengguna menggunakan frekuensi yang sama
dalam waktu bersamaan tetapi menggunakan sandi unik yang saling
ortogonal. Sandi-sandi ini membedakan antara pengguna satu dengan
pengguna yang lain. Pada jumlah pengguna yang besar, dalam bidang
frekuensi yang diberikan akan ada banyak sinyal dari pengguna sehingga
interferens akan meningkat. Kondisi ini akan menurunkan unjuk-kerja sistem.
Ini berarti, kapasitas dan kualitas sistem dibatasi oleh daya interferens yang
timbul pada lebar bidang frekuensi yang digunakan
CDMA merupakan akses jamak yang menggunakan prinsip
komunikasi spectrum tersebar. Isyarat bidang dasar yang hendak dikirim
disebar dengan menggunakan isyarat dengan lebar bidang yang besar yang
disebut sebagai isyarat penyebar (spreading signal). Metode ini dapat
dianalogikan dengan cara berkomunikasi dalam satu ruangan yang besar.
Setiap pasangan dapat berkomunikasi secara bersama-sama tetapi dengan
bahasa yang berbeda, sehingga pembicaraan pasangan satu bisa dianggap
seperti suara kipas bagi pengguna yang lain, karena tidak diketahui maknanya.
Pada saat banyak yang berkomunikasi maka ruangan menjadi bising. Kondisi
ini membuat ruangan menjadi tidak kondusif lagi untuk berkomunikasi. Oleh
karena itu, jumlah yang berkomunikasimharus dibatasi. Agar jumlah yang
berkomunikasi bisa maksimal maka kuat suara tiap pembicara tidak boleh
terlalu keras.




















Gambar 21 : Analogi dan cara kerja CDMA

Sistem transmisi spektrum tersebar adalah sebuah teknik yang
mentransmisikan suatu isyarat dengan lebar bidang frekuensi tertentu menjadi suatu
isyarat yang memiliki lebar bidang frekuensi yang jauh lebih besar.
Aliran data asli dikalikan secara biner dengan sandi penyebar yang memilki lebar
bidang yang jauh lebih besar daripada isyarat asal. Bit-bit dalam sandi penyebar
dikenal dengan chip untuk membedakannya dengan bit-bit dalam aliran data yang
dikenal dengan simbol.
Setiap pengguna memiliki sandi penyebar yang berbeda dengan pengguna
yang lain. Sandi yang sama digunakan pada kedua sisi kanal radio, menyebarkan
isyarat asal menjadi isyarat bidang lebar, dan mengawasebarkan kembali isyarat
bidang lebar menjadi isyarat bidang sempit asal. Nisbah antara lebar bidang
transmisi dengan lebar bidang isyarat asal dikenal dengan processing gain. Secara
sederhana, processing gain menunjukkan berapa buah chip yang digunakan untuk
menyebarkan sebuah simbol data. Sandi-sandi penyebar bersifat unik, jika seorang
pengguna telah mengawasebarkan isyarat bidang lebar yang diterima, isyarat yang
dibawasebarkan hanyalah isyarat dari pengirim yang memiliki sandi penyebar yang
sama. Sebuah sandi penyebar memilki korelasi-silang yang rendah dengan sandi
penyebar yang lain. Jika sebuah sandi benar-benar ortogonal, maka korelasi-silang
antara sebuah sandi dengan sandi yang lainnya adalah nol. Hal ini berarti beberapa
isyarat bidang lebar dapat menggunakan frekuensi yang sama tanpa adanya
interferens satu sama lain. Energi isyarat bidang lebar disebarkan sepanjang lebar
bidang yang amat besar sehingga dapat dianggap sebagai derau jika dibandingkan
dengan isyarat aslinya atau dengan kata lain memiliki power spectral density yang
rendah. Ketika sebuah isyarat bidang lebar dikorelasikan dengan sandi penyebar
tertentu, hanya isyarat dengan sandi penyebar yang sama yang akan diawasebarkan,
sedangkan isyarat dari pengguna lain akan tetap tersebar.
Sistem spektrum tersebar memiliki beberapa kelebihan dibandingkan sistem
sistem lain yang telah ada sebelumnya
1) Dapat bertahan pada lingkungan dengan pudaran lintasan jamak yang
tinggi karena isyarat CDMA bidang lebar memiliki sandi penyebar dengan sifat
korelasi-diri yang baik.
2) Dapat mengirimkan informasi dengan daya yang kecil sehingga
memungkinkan peralatan yang kecil sekaligus juga dengan daya baterai yang lebih
tahan lama.
3) Dapat mengurangi interferens dengan baik karena pada saat terjadinya
proses pengawasebaran pengganggu akan mengalami proses sebaliknya sehingga
dayanya akan lebih kecil dibandingkan isyarat asli.
4) Dapat menghindari penyadapan karena menggunakan sandi unik yang
mirip derau dengan spectrum frekuensi yang amat lebar
5) Dapat melakukan kemampuan panggilan terpilih (selective calling
capability).
6) Dapat melakukan penjamakan pembagian sandi sehingga dimungkinkan
untuk akses jamak dengan kapasitas yang lebih besar.
Definisi Sistem Spektrum Tersebar
Secara definitif, sistem komunikasi spektral tersebar merupakan suatu teknik
modulasi dimana pengirim sinyal menduduki lebar pita frekuensi yang jauh lebih
besar dari pada spektrum minimal yang dibutuhkan untuk menyalurkan suatu
informasi. Konsep ini didasarkan pada teori C.E Shannon untuk kapasitas saluran,
yaitu :
C = W log2 (1 + S/N)
Dimana : C = kapasitas kanal transmisi (bps)
W = lebar pita frekuensi transmisi (Hz)
N = daya derau (Watt)
S = daya sinyal (Watt)




Dari teori diatas terlihat bahwa untuk menyalurkan informasi yang lebih
besar pada saluran ber-noise dapat ditempuh dengan dua cara yaitu :
1) Dengan cara konvensional, dimana W kecil dan S/N besar.
2) Cara penyebaran spektrum, dimana W besar dan S/N kecil.
Pada sistem spektral tersebar sinyal informasi disebar pada pita frekuensi
yang jauh lebih lebar dari pada lebar pita informasinya. Penyebaran ini dilakukan
oleh suatu fungsi penebar yang bebas terhadap sinyal informasinya berupa sinyal
acak semu (psedorandom) yang memiliki karakteristik spektral mirip derau (noise),
disebut pseudorandom noise (PN code).

Teknik Modulasi Sistem Spektrum Tersebar
CDMA (Code Division Multiple Access), menggunakan teknologi spread
spectrum untuk mengedarkan sinyal informasi yang melalui bandwith yang lebar
(1,25 MHz). Teknologi ini asalnya dibuat untuk kepentingan militer, menggunakan
kode digital yang unik, lebih baik daripada channel atau frekuensi RF. Ada beberapa
teknik modulasi yang dapat digunakan untuk menghasilkan spektrum sinyal tersebar
antara lain Direct Sequence Spread Spectrum (DS-SS) dimana sinyal pembawa
informasi dikalikan secara langsung dengan sinyal penyebar yang berkecepatan
tinggi, Frequency Hopping Spred Spectrum (FH-SS)
Dimana frekuensi pembawa sinyal informasi berubah-ubah sesuai dengan
deretan kode yang diberikan dan akan konstan selama periode tertentu yang disebut
T (periode chip). Time Hopping Spread Spectrum (THSS) dimana sinyal pembawa
informasi tidak dikirimkan secara kontinu tetapi dikirimkan dalam bentuk short burst
yang lamanya burst tergantung dari sinyal pengkodeannya, dan hybrid modulation
yang merupakan gabungan dari dua atau lebih teknik modulasi di atas yang
bertujuan untuk menggabungkan keunggulan masing-masing teknik. Teknik
modulasi yang paling banyak dipakai saat ini, termasuk pada system CDMA2000
1x, adalah Direct Sequence Spread Spectrrum (DS-SS) karena realisasinya lebih
sederhana dibandingkan teknik modulasi lainnya.
Pada DS-SS, sinyal pembawa didemodulasi secara langsung oleh data
terkode yang merupakan deretan data yang telah dikodekan dengan deretan kode
berkecepatan tinggi yang dibangkitkan oleh suatu Pseudo Random Generator (PRG)
dan memiliki karakteristik random semu karena dapat diprediksi dan bersifat
periodik. Sinyal yang telah tersebar ini kemudian dimodulasi dengan menggunakan
teknik modulasi BPSK, QPSK, atau MSK. Pada sistem CDMA2000 1x digunakan
teknik modulasi QPSK.







Gambar22 : blok diagram pemancar DS-SS

Sedangkan pada sisi penerima, DS-SS terdiri dai tiga bagian utama yaitu
demodulator, despreader dan blok sinkronisasi deret kode






Gambar 23 : blok diagram penerima DS-SS

Ketika sinkronisasi deret kode telah tercapai antara pengirim dan penerima
(akuisisi dan code trackling loop telah berjalan sempurna), maka dilakukan proses
despreading sinyal DS-SS. Dan dengan asumsi bahwa beda fasa pada frekuensi
pembawa lokal antara pengirim dan penerima dapat dihilangkan dengan carrier
recovery maka sinyal informasi yang sebenarnya akan dapat diperoleh kembali.
Keuntungan CDMA
Teknologi CDMA sendiri memiliki berbagai keuntungan jika
diaplikasikan dalam sistem seluler. Keuntungan-keuntungan tersebut antara
lain :
Hanya membutuhkan satu frekuensi yang dibutuhkan untuk beberapa
sektor/cell
Tidak membutuhkan equalizer untuk mengatasi gangguan spectrum sinyal
dapat bergabung dengan metode akses lainnya, tidak membutuhkan
penghitung waktu (guard time) untuk melihat rentang waktu dan penjaga pita
(guard band) untuk menjaga intervensi antarkanal


tidak membutuhkan alokasi dan pengelolaan frekuensi
memiliki kapasitas yang halus untuk membatasi para pengguna akses
memiliki proteksi dari proses penyadapan

Penggunaan di dalam telepon bergerak

Sejumlah istilah yang berbeda digunakan untuk mengacu pada penerapan
CDMA. Standar pertama yang diprakarsai oleh QUALCOMM dikenal sebagai IS
95, IS mengacu pada sebuah Standar Interim dari Asosiasi Industri Telekomunikasi
(Telecommunications Industry Association, TIA) yang terakreditasi oleh American
National Standards Institute (ANSI)[1]. IS- 95 sering disebut sebagai 2G atau
seluler generasi kedua. Merk dagang cdmaOne dari QUALCOMM juga digunakan
untuk menyebut standar 2G CDMA.
Setelah beberapa kali revisi, IS-95 digantikan oleh standar IS-2000. Standar
ini diperkenalkan untuk memenuhi beberapa kriteria yang ada dalam spesifikasi
IMT-2000 untuk 3G, atau selular generasi ketiga. Standar ini juga disebut sebagai
1xRTT yang secara sederhana berarti "1 times Radio Transmission Technology yang
mengindikasikan bahwa IS-2000 menggunakan kanal bersama 1.25-MHz
sebagaimana yang digunakan standar IS-95 yang asli. Suatu skema terkait yang
disebut 3xRTT menggunakan tiga kanal pembawa 1.25-MHz menjadi sebuah lebar
pita 3.75-MHz yang memungkinkan laju letupan data (data burst rates) yang lebih
tinggi untuk seorang pengguna individual, namun skema 3xRTT belum digunakan
secara komersil. Yang terbaru, QUALCOMM telah memimpin penciptaan teknologi
baru berbasis CDMA yang dinamakan 1xEV-DO, atau IS-856, yang mampu
menyediakan laju transmisi paket data yang lebih tinggi seperti yang dipersyaratkan
oleh IMT-2000 dan diinginkan oleh para operator jaringan nirkabel.
System CDMA QUALCOMM meliputi sinyal waktu yang sangat akurat
(biasanya mengacu pada sebuah receiver GPS pada stasiun pusat sel (cell base
station)), sehingga jam berbasis telepon seluler CDMA adalah jenis jam radio yang
semakin populer untuk digunakan pada jaringan komputer. Keuntungan utama
menggunakan sinyal telepon seluler CDMA untuk keperluan jam referensi adalah
bahwa mereka akan bekerja lebih baik di dalam bangunan, sehingga menghilangkan
kebutuhan untuk memasang sebuah antena GPS di luar bangunan.

Yang juga sering dikacaukan dengan CDMA adalah W-CDMA. Teknik
CDMA digunakan sebagai prinsip dari antarmuka udara W-CDMA, dan antarmuka
udara W-CDMA digunakan di dalam Standar 3G global UMTS dan standar 3G
Jepang FOMA, oleh NTT DoCoMo and Vodafone; namun bagaimanapun, keluarga
standar CDMA (termasuk cdmaOne dan CDMA2000) tidaklah compatible dengan
keluarga standar W-CDMA.
Aplikasi penting lain daripada CDMA, mendahului dan seluruhnya berbeda
dengan seluler CDMA, adalah Global Positioning System, GPS.



























DAFTAR PUSTAKA

FDMA :

[Link]
akses jamak_60_61_sulistyaningsih.pdf
[Link]
[Link]
ltiple%[Link]

TDMA :

[Link]
Multiple_Access.pdf
[Link]
6-3-_suthami_.pdf
[Link]
ltiple%[Link]

CDMA :

[Link]
ed=0CHAQFjAH&url=http%3A%2F%[Link]%2Fflash%2FC
[Link]&ei=vYrST6aqAYrirAexptH7Dw&usg=AFQjCNFiY3I9WS-
teM2aRmJYBiel_s5_4A&sig2=qocqdj0FXngN8B7XKutUAQ
[Link]
[Link]
[Link]

Common questions

Didukung oleh AI

Metode TDMA meningkatkan efisiensi spektrum dibandingkan FDMA dengan membagi satu kanal frekuensi dalam beberapa slot waktu dan mengalokasikan setiap slot untuk pengguna yang berbeda. Ini memungkinkan beberapa pengguna membuat panggilan pada frekuensi yang sama dengan hanya menggunakan waktu yang berbeda, sehingga lebih efisien dalam memanfaatkan bandwith yang tersedia daripada mengalokasikan frekuensi eksklusif untuk setiap pengguna seperti dalam FDMA. Hasilnya adalah peningkatan kapasitas kanal tanpa perlu memperlebar spektrum frekuensi .

Perbedaan utama antara FDMA dan TDMA dalam alokasi sumber daya frekuensi adalah pada FDMA setiap pengguna dialokasikan frekuensi yang berbeda secara eksklusif, sehingga tidak ada interferensi antar pengguna selama alokasi frekuensi dilakukan dengan benar. Sedangkan pada TDMA, frekuensi digunakan secara bersamaan oleh beberapa pengguna, tetapi masing-masing mendapatkan slot waktu tertentu untuk transmisi, yang memerlukan sinkronisasi waktu yang lebih ketat .

Keunggulan CDMA dibandingkan sistem komunikasi yang menggunakan alokasi kanal frekuensi secara eksklusif, seperti FDMA, termasuk fleksibilitas yang lebih tinggi dalam menambah kapasitas pengguna, tidak membutuhkan pengaturan frekuensi yang rumit, dan kemampuannya untuk beroperasi dengan daya lebih rendah secara efisien. CDMA juga menawarkan perlindungan terhadap penyadapan dan memiliki kemampuan untuk mengelola gangguan spektrum lebih baik karena sinyal penyebarannya yang menyerupai noise bagi pengguna lain yang tidak selaras .

Keuntungan modulasi Direct Sequence Spread Spectrum (DS-SS) dalam sistem CDMA adalah kemampuannya untuk mentransmisikan dan menerima sinyal dengan lebih andal karena sifat penyebaran yang membuat sinyal lebih tahan terhadap interferensi dan noise. DS-SS juga lebih sederhana dalam implementasinya dibandingkan dengan teknik modulasi lainnya seperti Frequency Hopping Spread Spectrum (FH-SS) dan Time Hopping Spread Spectrum (THSS), sehingga lebih banyak digunakan dalam aplikasi CDMA modern seperti CDMA2000 1x .

Teknik CDMA meminimalkan interferensi antar pengguna dengan menggunakan sandi unik yang saling ortogonal untuk setiap pengguna. Sandi ini membedakan sinyal pengguna satu dengan yang lain dalam spektrum yang sama. Ketika sebuah sinyal bidang lebar dikorelasikan dengan sandi penyebar tertentu, hanya sinyal yang mempunyai sandi penyebar yang sama yang bisa dilakukan despreading, sedangkan sinyal dari pengguna lainnya tetap tersebar dan dianggap sebagai noise bagi pengguna lainnya .

Tantangan utama dalam implementasi CDMA di lingkungan dengan banyak pengguna aktif adalah peningkatan interferensi akibat banyaknya sinyal pengguna yang menggunakan bidang frekuensi yang sama. Kapasitas dan kualitas sistem dibatasi oleh daya interferensi yang timbul, dan ini dapat menyebabkan penurunan signifikan dalam kualitas layanan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, terdapat batasan jumlah pengguna yang dapat dilayani secara efektif dalam sistem CDMA .

TDMA lebih efisien dalam meningkatkan kapasitas kanal karena setiap kanal frekuensi dibagi ke dalam beberapa slot waktu dan secara simultan digunakan oleh beberapa pengguna, efektifnya membagi waktu dari penggunaan satu kanal untuk lebih dari satu sambungan. Ini mengizinkan untuk menggandakan atau bahkan melipatgandakan kapasitas panggilan yang dapat ditangani tanpa meningkatkan bandwidth frekuensi yang dibutuhkan seperti pada FDMA .

Sistem CDMA dapat mengoptimalkan penggunaan tenaga baterai pada perangkat seluler dengan mentransmisikan informasi dengan daya yang relatif kecil. Kemampuan CDMA untuk mengirim informasi dengan daya rendah terjadi karena CDMA memiliki sifat spektrum tersebar yang dapat mengurangi kebutuhan daya transmisi. Sifat korelasi yang baik dari sandi penyebar juga memastikan bahwa hanya sedikit daya yang diambil oleh interferensi, sehingga memperpanjang masa pakai baterai perangkat .

Keuntungan utama dari penggunaan FDMA dalam aplikasi telekomunikasi analog adalah kesederhanaannya dalam pengoperasian, peralatan yang lebih murah, dan keandalan yang sudah terbukti. Sistem FDMA tidak memerlukan sinkronisasi waktu seperti TDMA dan dapat mengalokasikan kanal frekuensi eksklusif untuk setiap pengguna sehingga menghindari interferensi antar pengguna jika alokasi frekuensi dilakukan dengan hati-hati .

Guard bands pada sistem FDMA diperlukan untuk menghindari interferensi antar kanal yang berdekatan atau adjacent channel interference. Karena pengguna FDMA menggunakan kanal frekuensi yang eksklusif, adanya guard bands membantu meminimalisir risiko tumpang tindih atau kebocoran sinyal antar kanal yang berpotensi menurunkan kualitas transmisi dan menyebabkan gangguan komunikasi .

Anda mungkin juga menyukai