BANGUNAN INTAKE
Macam Intake
- Intake biasa
Intake dengan pintu berlubang satu atau lebih dan dilengkapi dengan pintu dinding
banjir.
Lebar pintu 2,5 m dan diletakkan dibagian udik. Pengaliran melalui bawah pintu.
Besarnya debit diatur melalui tinggi bukaan pintu.
- Intake Gorong-Gorong
Tanpa pintu di bagian udik. Pintu diletakkan dibagian hilir gorong-gorong. Lubang
intake lebih dari satu dengan lebar masing-masing lubang < 2,5 m
- Intake frontal
Intake diletakkan di tembok pangkal, jauh dari bangunan pembilas/bendung. Arah
aliran dari udik frontal terhadap mulut intake sehingga tidak menyulikan
penyadapan aliran, tetai angkutan sedimen relatif banyak masuk ke intake yang
dapat ditanggulangi dengan bangunan sand ejector dan kantong sedimen
- Dua intake di salah satu sisi bendung
Pintu intake untuk sisi yang lain diletakkan di pilar pembilas bendung. Pengaliran di
sisi yang lain melalui gorong-gorong di dalam tubuh bendung. Jumlah gorong-gorong
dapat dua buah.
Arah Intake
Arah intake terhadap sumbu sungai dapat diatur
- Tegak lurus ( 90
o
)
terhadap sumbu sungai
- Membentuk sudut 45
o
60
o
terhadap sumbu sungai
- Keadaan tertentu yang ditetapkan berdasarkan hasil uji model hidrolik di
laboratorium
Komponen utama bangunan intake
- Ambang/lantai, dinding bangunan tembok sayap
- Pintu dan perlengkapannya serta dinding penahan banjir
- Pilar penempatan pintu bila pintu lebih dari satu buah
- Jembatan Pelayanan
- Rumah pintu
- Saringan Sampah
Letak Intake
Ditempatkan di tikungan luar aliran, sehingga pada keadaan sungai banjir, angkutan
sedimen dasar yang mendekat ke intake akan berpindah ke tikungan dalam. Tikungan luar
aliran dapat dibentuk dengan penempatan tembok pangkal bendung, pilar pilar pembilas,
tembok sayap bendung sedemkian sehingga menjadi deflector.
Perencanaan Hidraulik
- Lantai Intake
Lantai intake dirancang datar ( tanpa kemiringan ). Di hilir pintu lantai dapat
berbentuk miring sehingga membentuk terjunan sekitar 0,5 m. Ketinggian lantai
intake bila ditempatkan pada bangunan pembilas dengan undersluice yaitu :
o Sama tinggi dengan plat lantai undersluice
o 0,5 m di atas plat undersluice
Jika intake ditempatkan pada bangunan pembilas tanpa undersluice maka
ketinggiannya di lantai udik bendung adalah :
o 0,5 m jika sungai mengangkut lanau
o 1,00 m jika sungai mengangkut pasir dan kerikil
o 1,50 m jika sungai mengangkut kerakal dan bongkah
Pada keadaan di atas makin tinggi lantai dari dasar sungai akan semakin baik untuk
mencegah masuknya angkutan sedimen dasar ke intake. Tetapi bila lantai intake
terlalu tinggi maka debit air yang dapat disadap menjadi sedikit. Untuk mengatasi hal
ini maka perlu dibuat pintu intake arah melebar agar penyadapan air dapat dipenuhi
dan pencegahan sedimen masuk ke intake dapat dihindari. Olehnya itu perlu diambil
perbandingan tertentu antara lebar dan tinggi bukaan.
- Lebar dan tinggi lubang
Dimensi lubang penyadap aliran harus ditentukan berdasarkan kebutuhan air
maksimum baik untuk pasokan kebutuhan air maupun untuk pembilasan sedimen.
Lebar lubang intake dapat dihitung dengan :
atau
Dimana
= debit intake m
3
/det
= koefisien pengaliran
= 1,7
= 0,8 0,9
= tinggi bukaan lubang (m)
= percepatan grafitasi (m/s
2
)
= kehilangan tinggi energi ( m )
Contoh
Diketahui debit Intake 8 m
3
/det, tinggi air h = 1,25 m. Perbedaan ketinggian muka air
di udik dan hilir z = 0,45 m. Hitung dimensi lubang !
lebar lubang intake dibuat 2 buah dengan lebar masing-masing 2m
2
- Lebar lubang intake bila menggunakan pintu sorong yang dioperasikan secara
manual adalah b < 2,5 m untuk satu pintu. Bila diinginkan b > 2,5 m maka harus
dibuatkan beberapa pintu dan pilar untuk penempatan pintu.
- Tinggi pintu (h)
Tinggi pintu dapat diambil dengan perbandingan
b : h = 1:1
b : h = 1,5 : 1
b : h = 2 : 1
BANGUNAN PEMBILAS
Bangunan pembilas adalah bangunan yang berdekatan dengan bendung dan menjadi satu
kesatuan dengan bangunan intake yang berfungsi untuk mencegah angkutan sedimen dasar
dan mengurangi angkutan sedimen layang masuk ke intake.
Tinggi tekan yang cukup diperlukan untuk evektifitas pembilasan sehingga penentuan
elevasi mercu bendung perlu mempertimbangkan hal ini.
- Sistem Kerja Pembilas dengan Undersluice
Aliran sungai dari udik menuju bangunan akan terbagi dua lapis oleh plat
undersluice
Aliran sungai lapis atas yang relatif tidak mengandung sedimen dasar
mengalir ke intake
Aliran sungai di lapis bawah bersama-sama dengan sedimen dasar mengalir
dan masuk ke lubang undersluice yang akhirnya terbuang ke hilir bendung
melalui pembilas
- Tata Letak
Merupakan satu kesatuan dengan bangunan intake
Pintu pembilas diletakkan segaris dengan sumbu bendung
Mulut undersluice mengarah ke udik, bukan ke samping
- Tata Cara Perencanaan
Dalam mendesain bangunan undersluice harus mempertimbangkan lokasi bangunan
intake dan merupakan satu kesatuan dari bangunan intake. Urutan kegiatan dalam
mendesain undersluice
Tentukan lebar undersluice dengan memperhatikan lebar pintu bilas dan
pintu lebar intake
Tentukan arah dan letak mulut undersluice
Tentukan panjang undersluice dengan memperhatikan bahwa mulut
undersluice harus terletak diudik intake, panjang undersluice biasanya
berkisar antara 5 20 m
Tentukan letak elevasi plat bagian atas undersluice dengan memperhatikan
elevasi ambang/lantai intake
Tentukan tinggi lubang dan elevasi lantai undersluice biasanya setinggi 1,50
m.
Dimensi Bangunan Undersluice
- Bentuk Mulut
Diletakkan di udik mulut intake dengan arah tegak lurus aliran menuju intake
atau menyudut 45
o
terhadap tembok pangkal.
Lebar mulut undersluice 1,2 kali lebar intake
- Lebar bangunan
Lebar pembilas total diambil 1/6 - 1/10 dari lebar bentang bendung untuk
sungai-sungai yang lebarnya < 100 m
Lebar satu lubang maksimum 2,5 m
BANGUNAN PEREDAM ENERGI
Bangunan peredam energi bendung adalah struktur dari bangunan di hilir tubuh
bendung yang terdiri dari berbagai type dan bentuk. Di kanan dan kirinya dibatasi
oleh tembok pangkal bendung dilanjutkan dengan tembok sayap hilir dengan bentuk
tertentu.
Fungsi bangunan untuk meredam energi air akibat pembendungan, agar air di hilir
bendung tidak menimbulkan penggerusan setempat yang membahayakan struktur.
Desain Hidraulik Peredam Energi
Mercu bendung bertype bulat
Tubuh bendung bagian hilir dengan kemiringan 1:1
Cekungan berbentuk lengkung dengan satu radius
Di hilir cekungan harus ada ambang akhir
Harus dilengkapi dengan tembok sayap hilir
Contoh desain Hidrolik Peredam Energi tipe cekung berdasarkan KP 02
Diketahui hal-hal seperti berikut :
Debit banjir Desain Q
d
= 278 m
3
/det
Lebar efektif bendung B
c
= 27,50 m
Debit persatuan panjang lebar q = 10,11 m
3
/dt/m
Tinggi air di udik bendung h = 2,49 m
Tinggi air di hilir bendung Tw = + 139,60 m
Tinggi air kritis (h
c
)
Radius lengkung ( R
min
)
untuk
Kedalaman air minimum ( T
min
)
Dasar Cekungan ( bucket invert ) = + 139,69 T
min
= + 139,69 - 4,21 = + 135,48
Contoh perhitungan Hidroulik Bangunan Intake
Diketahui data sebagai berikut
Debit intake = 7,70 m
3
/det
Koefisien debit = 0,85
Tinggi bukaan = 1,20 m
Kehilangan tinggi energi pada bukaan = 0,2 m
Dimensi lubang Intake
Dibuat dua bukaan dengan lebar pintu 2x2,00 m
Kesimpulan :
Lebar bukaan pintu intake = 2 x 2,00 m
Tinggi bukaan lubang intake = 1,20 m
TUGAS
Diketahui Data
- Lebar Palung sungai antara 55 m 70 m
- Elevasi dasar sungai rata-rata disekitar rencana bendung = + 80,60 m
- Luas daerah irigasi yang akan diairi 6000 Ha
- Elevasi lahan tertinggi yang akan diairi = + 82,70 m
- Debit Banjir Desain dan elevasi muka air hilir pada Q
100
= + 83,35 m
- Debit Desain Intake = 7,50 m
3
/det
Tentukan
Elevasi Mercu Bendung
Panjang mercu bendung
Lebar lubang pembilas
Panjang Mercu Bendung efektif
Hitung tinggi muka air banjir di Udik Bendung
nilai jari-jari mercu bendung
Dimensi Peredam Energi
Dimensi lubang intake