LOGO
Kelompok 3
Nuryasin 11518241010
Nanang Yuniantoro 12518244001
Inspection
Pengertian
Pemeriksaan dengan seksama,
pemeriksaan secara langsung tentang
pelaksanaan peraturan (KBBI).
Merupakan aktivitas untuk menguji produk,
komponen, perakitan, material yang akan
diproses, agar sesuai dengan spesifikasi
desain.
Tujuan Inspeksi
Menjaga standarisasi kualitas produk
Menjaga proses produksi agar tetap
lancar
Teknologi Inspeksi
Otomasi Inspeksi
Metrologi Inspeksi
Teknik Inspeksi
OTOMASI INSPEKSI
Dapat didefinisikan satu atau beberapa
langkah prosedur inspeksi yang
terotomasi.
Alternatif Otomasi Inspeksi
Pengambilan komponen otomatis dengan
sistem handling, pengujian dan
pengambilan keputusan menggunakan
manusia
Pengujian dan pengambilan keputusan
menggunakan otomasi, dan pengambilan
komponen secara manual
Sistem inspeksi komplet terotomasi
METROLOGI INSPEKSI
Metrologi adalah ilmu yang mempelajari
tentang pengukuran kuantitas tertentu
dibandingkan dengan standarnya.
Karakteristik Pengukuran
Akurat dan
Presisi
Resolusi
dan
Sensitivitas
Instrument
analog dan
digital
Kalibrasi
TEKNIK INSPEKSI
Contact
Non
Contact
Inspeksi Contact
Inspeksi yang melibatkan penggunaan
alat yang dapat membuat hubungan
dengan objek selama diinspeksi.
Contohnya
CMM
Alat Pengukuran tradisional
Inspeksi Non Contact
Inspeksi yang menggunakan sensor yang
dilokasikan pada jarak tertentu.
Dibedakan menjadi 2
Optical Inspection Techniques
Menggunakan cahaya untuk pengukuran
Contoh : Machine Vision
Non Optical Inspection Techniques
Menggunakan sensor untuk pengukuran
Contoh : elektrical fields, dan ultasonics
CMM (Coordinate Measuri Mechines)
Suatu alat elektro-mekanik yang
dirancang untuk melakukan koordinat
metrologi.
Video
MACHINE VISION
Alat untuk memindahkan data berupa
gambar untuk beberapa diikuti dengan
proses dan interpretasi data tersebut ke
komputer.
Video
Packaging
(Pengemasan)
DASAR DASAR PENGEMASAN
Packaging (Pengemasan)
Adalah mengisolasi barang guna
melindungi dan juga menyiapkan untuk
pengiriman dari produsen ke konsumen
maupun distributor.
Tujuan Pengemasan
Melindungi barang produksi dari ancaman luar.
Menjaga kualitas barang produksi
Mempermudah dalam pengiriman barang
Mempermudah dalam memberi label pada
barang produksi
Sebagai identitas barang
Membantu dalam penataan barang
Membantu merangsang daya tarik konsumen
pada barang produksi
Prasyarat Pengemasan
Mampu melindungi barang produksi dari
ancaman ancaman yang dapat merusak
barang
Mudah dibuka dan di tutup, dan dapat
mempermudah dalam pengiriman barang
Mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang
sesuai dengan standar yang ada
Mampu menginformasikan barang yang
dikemas sehingga dapat membantu dalam
promosi.
Penggolongan Kemasan
Frekuensi pemakaian
Struktur sistem kemasan
Sifat kekakuan bahan kemas
Sifat perlindungan terhadap lingkungan
Kemasan siap pakai
Frekuensi pemakaian
Kemasan Sekali Pakai (Disposable)
Kemasan yang Dapat Dipakai Berulang
Kali (Multi Trip),
Kemasan yang Tidak Dibuang (Semi
Disposable).
Struktur sistem kemasan
Kemasan Primer: bahan kemas langsung
mewadahi bahan pangan.
Ex: kaleng susu
Kemasan Sekunder: melindungi kelompok
kemasan lain.
Ex: Kotak wadak pembungkus susu SGM.
Kemasan Tersier dan Kuartener:
Ex: Laptop-plastik-sterofoam-kardus
Sifat kekakuan bahan kemas
Kemasan fleksibel: lentur, ex: plastik
Kemasan kaku: keras, ex: kayu, logam.
Kemasan semi kaku/semi fleksibel: antara
fleksibel dan kaku, ex: botol plastik kecap.
Sifat perlindungan terhadap lingkungan
Kemasan Hermetis: wadah secara
sempurna tidak dilalui oleh gas, ex:
kaleng.
Kemasan Tahan Cahaya: tidak
transparan, ex: logam, aluminium foil.
Kemasan Tahan Suhu Tinggi: kemasan
tahan panas, sterilisasi, pasteurisasi.
Kemasan siap pakai
Wadah Siap Pakai: sudah siap untuk diisi
dengan bentuk sempurna. Ex: wadah
botol.
Wadah Siap Dirakit atau disebut juga
wadah lipatan: masih butuh tahap
perakitan.
TEKNOLOGI PENGEMASAN
Syarat Teknik Pengemasan
Kemampuan/daya membungkus yang baik untuk memudahkan
dalam penanganan, pengangkutan, distribusi, penyimpanan dan
penyusunan/ penumpukan.
Kemampuan melindungi isinya dari berbagai risiko dari luar,
misalnya perlindungan dari udara panas/dingin, sinar/cahaya
matahari, bau asing, benturan/tekanan mekanis, kontaminasi
mikroorganisme.
Kemampuan sebagai daya tarik terhadap konsumen. Dalam hal ini
identifikasi, informasi dan penampilan seperti bentuk, warna dan
keindahan bahan kemasan harus mendapatkan perhatian.
Persyaratan ekonomi, artinya kemampuan dalam memenuhi
keinginan pasar, sasaran masyarakat dan tempat tujuan pemesan
Mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan standar
yang ada, mudah dibuang, dan mudah dibentuk atau dicetak.
Bersifat non toksik dan inert (tidak bereaksi) sehingga dapat
mempertahankan warna, aroma, dan cita rasa produk yang
dikemas.
Kedap air (mampu menahan air atau kelembaban udara
sekitarnya).
Kuat dan tidak mudah bocor.
Relatif tahan terhadap panas
Mudah dikerjakan secara massal dan harganya relatif murah.
Perkembangan Pengemasan
Tradisional
Bambu
Kulit pohon
Daun
Rongga batang pohon
Gerabah
Modern
Plastik
Kaleng
Kayu
Aluminium Foil
Kertas
Faktor Penyebab
Pola hidup masyarakat berubah
Meningkatnya industri
Kemajuan IPTEK
Hal yang harus diperhatikan
Kesesuaian antara produk dengan bahan
pengemasnya.
Ukuran Kemasan dan ketebalan bahan
kemasan.
Bentuk kemasan.
Video
Tidak akan ada Kepompong yang bisa
menjadi Kupu-kupu jika Kepompong itu
terus berdiam diri dan tidak bergerak
sedikitpun dari kenyamanannya
- Yasin Yuniantoro -
Terimakasih