0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
115 tayangan5 halaman

Model Matematika Program Linear

Merancang atau menyelesaikan model matematika dari masalah program linear dengan langkah-langkah: 1. Menyusun model matematika berupa fungsi kendala dan objektif 2. Menggambar daerah penyelesaian 3. Menentukan nilai optimum fungsi objektif

Diunggah oleh

Abu Alzam
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
115 tayangan5 halaman

Model Matematika Program Linear

Merancang atau menyelesaikan model matematika dari masalah program linear dengan langkah-langkah: 1. Menyusun model matematika berupa fungsi kendala dan objektif 2. Menggambar daerah penyelesaian 3. Menentukan nilai optimum fungsi objektif

Diunggah oleh

Abu Alzam
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

h

t
t
p
:
/
/
m
a
t
e
m
a
t
r
i
c
k
.
b
l
o
g
s
p
o
t
.
c
o
m





1. Dalam permasalahan program linear dikenal dua istilah ,
yaitu :
a. Fungsi Kendala/ pembatas, berupa pertidaksamaan
pertidaksamaan linear
0 ; 0 ; ; 0 s + > + < + > + by ax by ax p by ax by ax
b. Fungsi/ bentuk objektif, berupa fungsi linear
by ax z + =
2. Terkait bentuk objektif, biasanya yang dicari adalah
memaksimalkan atau meminimalkan nilai
by ax z + = yang secara singkat disebut mengoptimalkan
3. Langkah dalam menentukan nilai optimum adalah :
a. gambar garis dari semua fungsi kendala yang ada ( jika
persamaan garis belum ada maka harus dicari dahulu )






b. tentukan daerah penyelesaian yang memenuhi syarat
fungsi kendala ( jika belum ada )
c. tentukan titik titik fisible, yaitu titik sudut dari daerah
penyelesaian ( jika belum ada )
d. periksa nilai bentuk objektif by ax z + = pada titik
titik fisible tersebut
Catatan :
Untuk memeriksa nilai Z pada titik titik fisible, jangan
diperiksa semua, pilih saja sesuai permintaan, dengan
asumsi :
( i ). Jika pada by ax z + = nilai b a > dan
masalahnya adalah memaksimalkan, maka periksa
saja titik titik yang nilai x-nya besar, dan
sebaliknya jika masalahnya meminimalkan maka
periksa saja nilai Z dari titik titik yang nilai x-nya
kecil
( ii ). Jika pada by ax z + = nilai b a < dan
masalahnya adalah memaksimalkan, maka periksa
saja titik titik yang nilai y-nya besar, dan
sebaliknya jika masalahnya meminimalkan maka
periksa saja nilai Z dari titik titik yang nilai y-
nya kecil
e. pilih nilai Z yang sesuai dengan permintaan ( yang
paling besar/ maksimal atau yang paling kecil /
minimal )


1. Pada gambar di bawah, daerah yang diarsir merupakan
grafik himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan
linear. Nilai maksimum dari bentuk obyektif 5x + y dengan
x, y e C himpunan penyelesaian itu adalah
a. 21 (1,5)
b. 24 (4,4)
c. 26 (0,2)
d. 27
e. 30 (2,0)
Penyelesaian :
Jelas z = 5x + y, ditanya Z
maks
= ... ?
dan
Jelas a = 5, b = 1, maka pilih saja titik yang x nya besar
yaitu titik ( 4, 4) dan ( 5,1 )
Z ( 4,4 ) = 5.4 + 4 = 20 + 4 = 24
Z ( 5,1 ) = 5.5 + 1 = 25 + 1 = 26
Jadi Z
maks
= 26 ( jawaban C )

2. Daerah yang diarsir pada gambar merupakan himpunan
penyelesaian suatu sistem pertidaksamaan linear. Nilai
maksimum dari f (x, y) = 5x + 6y adalah ....
0 5 6
5
4
y
x


Penyelesaian :
Jelas Z = 5x + 6y, ditanya Z
maks
= ....
Jelas bahwa antara a ( koefisien variabel x ) dan b
( koefisien variabel y ) perbedaannya tidak terlalu besar,
maka nanti yang akan memberi nilai maksimum adalah
titik yang x dan y-nya sama sama besar, maka pasti titik
potong kedua garis tersebut.
(5,1)
Cara Menentukan Persamaan garis :
Jika titik potong dg sb-Xnya ( p,0 ) dan titik
potong dg sb-Ynya ( 0,q ); maka persamaan
garisnya adalah :
q x + p y = p.q
( untuk ruas kiri hanya saling tukar saja, dan
untuk ruas kanan kalikan saja )

a. 18
b. 20
c. 27
d. 28
e. 45




h
t
t
p
:
/
/
m
a
t
e
m
a
t
r
i
c
k
.
b
l
o
g
s
p
o
t
.
c
o
m


Sayangnya titik potong belum diketahui, maka harus dicari,
dan untuk mencari titik potong perlu persamaan garisnya.
( i ) buat persamaan garis :
Garis yang memotong sb-X di titik ( 5,0 ), dan sb- Y di
titik ( 0,5 ) adalah :
5x + 5y = 5.5 ( bagi dg 5 )
x + y = 5
Garis yang memotong sb-X di titik ( 6,0 ), dan sb- Y di
titik ( 0,4 ) adalah :
4x + 6y = 4.6 ( bagi dg 2 )
2x + 3y = 12
( ii ) titik potong kedua garis

= +
= +
12 3 2
5
y x
y x
dapat kita
tebak yaitu : ( 3,2 ) ( ingat ! SPLDV )
Jadi Z
maks
= 5.3 + 6.2 = 15 + 12 = 27 ( jawaban C )
3. Daerah penyelesaian sistem pertidaksaan linier
3x + 5y 15, 2x + y 6, x 0, y 0 yang ditunjukkan gambar
berikut adalah ....





Penyelesaian :
Jelas jawabannya adalah A karena 3x + 5y 15 dan 2x + y
6
( tandanya semuanya ), maka daerah penyelesaiannya
yang berada di atas kanan ( daerah I )


1. Untuk daerah penyelesaian yang diarsir pada gambar berikut
nilai maksimum dari fungsi obyektif f(x,y) = 5x + 4y adalah .






2. Untuk daerah yang diarsir pada gambar berikut , nilai
minimum dari fungsi obyektif f(x,y) = 5x + 4y adalah .







3. Nilai maksimum f ( x , y ) = 15x + 20y, dari daerah yang
diarsir pada gambar disamping, adalah







4. Nilai maksimum fungsi objektif y x y x f 3 ) , ( + = untuk
himpunan penyelesaian seperti pada grafik di bawah ini
adalah ....








5. Diketahui sistem pertidaksamaan linear 2x + y 6,5x + 6y
30, x + y 6, x 0, y 0, x, y e R. Daerah himpunan
penyelesaian yang memenuhi sistem pertidaksamaan
linear tersebut adalah ....







6. Perhatikan gambar ! ( UN 2011 )
Nilai minimum fungsi objektif f(x, y) = 3x + 2y dari daerah
yang diarsir pada gambar adalah .
a. 4
b. 6
c. 7
d. 8
e. 9

a. 14
b. 16
c. 20
d. 23
e. 26
a. 14
b. 16
c. 20
d. 23
e. 26
a. 165
b. 150
c. 140
d. 90
e. 60

(0,1)

(2,5)
(6,4)
(4,1)
(2,0)
X
Y a. 50
b. 22
c. 18
d. 17
e. 7
0 3 5
3
6
III
II
IV
I
Y
X

a. I
b. II
c. III
d. IV
e. II dan IV













6 12 X
7
12
Y
a. I
b. II
c. III
d. IV
e. V

6
5
X
6
3
III
II
I
IV
V
Y
4
4
X

Y
6
8

4
2 3
3
X
Y
Y
X
8
4

6 4



h
t
t
p
:
/
/
m
a
t
e
m
a
t
r
i
c
k
.
b
l
o
g
s
p
o
t
.
c
o
m


Merancang atau menyelesaikan model matematika dari
masalah program linear

Dalam Kisi ini ada 2 hal yang difokuskan :
a. Merancang model, dan
b. Menyelesaikan model


1. Menyusun model matematika dari fungsi kendala yang
berupa pertidaksamaan pertidaksamaan linear dan fungsi
objektif
2. Menggambar / memilih gambar daerah penyelesaian
3. Menentukan nilai optimum ( maksimum/ minimum ) dari
fungsi objektif yang telah disusun


1. Pedagang sepatu mempunyai kios yang hanya cukup
ditempati 40 pasang sepatu. Sepatu jenis I dibeli dengan
harga Rp60.000,00 setiap pasang dan sepatu jenis II dibeli
dengan harga Rp80.000,00 setiap pasang. Jika pedagang
tersebut mempunyai modal Rp3.000.000,00 untuk
membeli sepatu jenis I dan jenis II. Maka model
matematika dari masalah tersebut adalah ....
a. 3x + 4y > 150, x + y s 40, x > 0, y > 0
b. 3x + 4y > 150, x + y > 40, x > 0, y > 0
c. 3x + 4y s 150, x + y s 40, x > 0, y > 0
d. 6x + 8y s 300, x + y > 40, x > 0, y > 0
e. 6x + 4y s 300, x + y s 40, x > 0, y > 0
Penyelesaian :
Buat tabel :
Jenis
sepatu
Harga /
jenis
Permisalan/
jenis sepatu
I 60.000 X
II 80.000 Y
batasan 3.000.000 40

Maka model fungsi kendala dari permasalahan tersebut :
( i ). 60.000 x + 80.000 y 3.000.000 ( bagi dg 20.000 )
3 x + 4 y 150
( ii ). x + y 40
( iii ). x 0, dan y 0 ( karena banyak sepatu tidak mungkin
negatif ).
Jadi jawabannya : 3 x + 4 y 150, x + y 40, x 0,y 0(C )

2. Seorang penjahit membuat dua jenis pakaian untuk
dijual, pakaian jenis I memerlukan 2 m kain katun dan 4
m kain sutera, dan pakaian jenis II memerlukan 5 m kain
katun dan 3 m kain sutera. Bahan katun yang tesedia 70
m dan sutera 84 m. Pakaian jenis I dijual dengan laba
Rp25.000,00/buah dan pakaian jenis II mendapat laba
Rp50.000,00/buah. Agar ia memperoleh laba yang
sebesar-besarnya, maka banyaknya pakaian jenis I dan
jenis II berturut-tururtadalah ....
a. 15 dan 8
b. 8 dan 15
c. 20 dan 3
d. 13 dan 10
e. 10 dan 13
Penyelesaian :
( i ) rancang model
Jenis
pakaian
Permisalan
/ jenis
pakaian
Kebutuhan
Bahan
Katun (m)
Kebutuhan
Bahan
sutera (m)
Laba
( Z )
I X 2 4 25.000
II y 5 3 50.000
batasan 70 84

Modelnya fungsi kendalanya :
2 x + 5 y 70
4 x + 3 y 84 ; x 0, y 0
Model fungsi objektifnya :
Z = 25.000 x + 50.000 y
Yang ditanyakan : berapa x dan y agar Z
maks.
( ii ) gambar daerah penyelesaian :








Dari daerah yang diarsir tampak titik titik fisibelnya adalah (
21,0 ), ( 0,14 ) dan titik potong kedua garis ( 15, 8 ), dan
dengan melihat pilihan maka pasti jawabannya adalah titik
potong kedua garis tersebut, yaitu titik potong antara garis :
2x + 5y = 70 dan 4x + 3y = 84,
maka jawabannya A ( 15,8 )

35
14
28
21
2x + 5y = 70
( 15,8
)
Titik potong
dicari
menggunakan
metode
eliminasi atau
subtitusi/ cara
lain



h
t
t
p
:
/
/
m
a
t
e
m
a
t
r
i
c
k
.
b
l
o
g
s
p
o
t
.
c
o
m


Catatan : untuk mencari titik potong dua garis, sama halnya
kita mencari penyelesaian sistem persamaan linear dua
variabel ( lihat kisi 11 )


Seorang pembuat mebel akan membuat meja dan kursi yang
terbuat dari kayu. Untuk membuat sebuah meja diperlukan 6
lembar papan .Sedangkan untuk membuat sebuah kursi
diperlukan 3 lembar [Link] yang tersedia sebanyak
900 lembar. Jika banyaknya meja x buah dan kursi y
[Link] membuat sebuah meja memerlukan biaya
Rp.30.000,00 dan sebuah kursi Rp.25.000,00 Dana yang
tersedia Rp. 6.000.000,00 .
Model matematika dari uraian di atas adalah .
a. 2x + y 300 , 6x + 5y 1200 , x 0 , y 0
b. x + 2y 300 , 6x + 5y 1200 , x 0 , y 0
c. 2x + y 300 , 6x + 5y 1200 , x 0 , y 0
d. 2x + y 300 , 5x + 6y 1200 , x 0 , y 0
e. 2x + y 300 , 6x + 5y 1200 , x 0 , y 0

1. Sebuah industri kecil memproduksi 2 jenis barang ( barang A
dan barang B) yang dikerjakan dengan 2 mesin (mesin M1
dan mesin M2). Satu unit barang A dikerjakan M1 selama 2
menit dan M2 selama 4 menit. Barang B dikerjakan M1
selama 8 menit dan M2 selama 4 menit. Dalam sehari M1
dan M2 masing-masing bekerja tidak lebih dari 8 jam.
Model matematika dari uraian di atas adalah .
a. x + 2y 240 , 2x + y 120 , x 0 , y 0
b. x + 2y 240 , 2x + y > 120 , x 0 , y 0
c. x + 2y >240 , 2x + y 120 , x 0 , y 0
d. x + 4y < 240 , x + y 120 , x 0 , y 0
e. x + 4y > 240 , x + y > 120 , x 0 , y 0

2. Daerah penyelesaian suatu sistem pertidaksamaan linier
dalam x dan y, ditunjukkan oleh daerah yang diraster pada
gambar di bawah ini. Sistem pertidaksamaannya adalah .










3. Suatu pabrik roti memproduksi 120 kaleng roti setiap hari
yaitu roti asin dan roti manis. Setiap hari diproduksi paling
sedikit 30 kaleng roti asin dan 50 kaleng roti manis.
Misalkan x adalah banyak kaleng roti asin dan y adalah
banyak kaleng roti manis maka model matematika yang
memenuhi permasahan diatas adalah ....
a. x + y 120, x 30, y 50, x, y e C
b. x + y 120, x 30, y 50, x, y e C
c. x + y 120, x 30, y 50, x, y e C
d. x + y = 120, x 30, y 50, x, y e C
e. x + y = 120, x = 30, y = 50, x, y e C

4. Sebuah pabrik menggunakan bahan A, B dan C untuk
memproduksi 2 jenis barang, yaitu barang jenis I dan jenis
II. Sebuah barang jenis I memerlukan 1 kg bahan A, 3 kg
bahan B dan 2 kg bahan C. Sedangkan barang jenis II
memerlukan 3 kg bahan A, 4 kg bahan B dan 1 kg bahan C.
Bahan baku yang tersedia 480 kg bahan A, 720 kg bahan B
dan 360 kg bahan C. Model matematika dari uraian di atas
adalah .
a. x + 3y 480 ; 3x + 4y 720 ; x + 2y 360 ; x 0 ; y 0
b. x + 3y 480 ; 3x + 4y 720 ; 2x + y 360 ; x 0 ; y 0
c. 3x + y 480 ; 3x + 4y 720 ; 2x + y 360 ; x 0 ; y 0
d. 3x + y 480 ; 4x + 3y 720 ; 2x + y 360 ; x 0 ; y 0
e. 3x + 4y 480 ; x + 3y 720 ; 2x + y 360 ; x 0 ; y 0

5. Seorang penjahit membuat 2 model pakaian . Model
pertama memerlukan 4 m kain polos dan 2 m kain
[Link] kedua memerlukan 3 m kain polos dan 3m
kain bercorak. Dia hanya mempunyai 41 m kain polos dan
31 m kain bercorak. Jumlah maksimum pakaian yang dapat
dibuat adalah potong.
a. 10
b. 12
c. 14
d. 15
e. 19

6. Tempat parkir seluas 600 m
2
hanya mampu menampung
58 bus dan mobil. Tiap mobil membutuhkan tempat seluas
6 m
2
dan bus 24 m
2
. Biaya parker tiap mobil Rp. 2.000,00
dan bus Rp. 3.000,00. Jika tempat parkir penuh, maka hasil
dari biaya parkir maksimum dalam satu kali parkir sebesar
.
a. 0 , 0 , 2 , 12 3 2 > > > + s + y x y x y x
b. 0 , 0 , 2 , 12 3 2 > > > + > + y x y x y x
c. 0 , 0 , 2 , 12 3 2 > > s + s + y x y x y x
d. 0 , 0 , 2 , 12 3 2 > > s + > + y x y x y x
e. 0 , 0 , 2 , 12 2 3 > > s + s + y x y x y x

4
6 0 -2
2
X



h
t
t
p
:
/
/
m
a
t
e
m
a
t
r
i
c
k
.
b
l
o
g
s
p
o
t
.
c
o
m


a.
b.
c.
d.
e.
Rp. 75.000,00
Rp.116.000,00
Rp.130.000,00
Rp.174.000,00
Rp.290.000,00

7. Seorang pedagang buah menjual mangga dan pisang dengan
menggunakan gerobak. Pedagang tersebut membeli mangga
dengan harga Rp 8.000/kg dan pisang Rp 6.000/kg. Modal
yang tersedia Rp 1.200.000 dan gerobag hanya dapat
memuat mangga dan pisang sebanyak 180 kg ,jika harga jual
mangga Rp 9200/ kg dan pisang Rp 7000/kg maka laba
maksimum yang dapat diperoleh adalah ....
a. Rp 150000
b. Rp 180 000
c. Rp 192 000
d. Rp 204 000
e. Rp 216 000
8. Pedagang makanan membeli tempe seharga Rp 2.500 per
buah di jual dengan laba Rp 50 per buah, sedangkan tahu
seharga Rp 4.000 per buah dan di jual dengan laba Rp 1.000 .
Pedagang tersebut mempunyai modal Rp 1.450.000 dan kios
hanya mampu menampung tempe dan tahu sebanyak 400
buah, maka keuntungan maksimum pedagang tersebut
adalah....
a. Rp 250.000
b. Rp 350.000
c. Rp 362.000
d. Rp 400.000
e. Rp 500.000

9. Sebuah butik memiliki 4m kain satin dan 5m kain prada. Dari
bahan tersebut akan dibuat dua baju pesta. Baju jenis I
memerlukan 2m kain satin dan 1m kain prada, baju jenis II
memerlukan 1m kain satin dan 2m kain prada. Jika harga
jual baju jenis I Rp. 500.000 dan jenis II Rp. 400.000, maka
hasil penjualan maksimum butik tersebut adalah ....
a. Rp800.000
b. Rp1.000.000
c. Rp1.300.000
d. Rp1.400.000
e. Rp2.000.000

10. Sebuah pabrik memproduksi dua jenis barang. Barang jenis I
dengan modal Rp30.000,00/buah member keuntungan
Rp4.000,00/buah dan barang jenis II dengan modal
Rp25.000,00/buah member keuntungan
Rp5.000,00/buah. Jika seminggu dapat diproduksi 220
buah dan modal yang dimiliki Rp6.000.000,00 maka
keuntungan terbesar yang diperoleh adalah. ( UN 2010 )
a. Rp800.000,00
b. Rp880.000,00
c. Rp1.000.000,00
d. Rp1.100.000,00
e. Rp1.200.000,00

11. Seorang peternak ikan hias memiliki 20 kolam untuk
memelihara ikan koki dan ikan koi. Setiap kolam dapat
menampung ikan koki saja sebanyak 24 ekor, atau ikan koi
saja sebanyak 36 ekor. Jumlah ikan yang direncanakan
akan dipelihara tidak lebih dari 600 ekor. Jika banyak
kolam berisi ikan koki adalah x , dan banyak kolam berisi
ikan koi adalah y, maka model matematika untuk masalah
ini adalah . (UN11)
a. x + y 20, 3x + 2y 50, x 0, y 0
b. x + y 20, 2x + 3y 50, x 0, y 0
c. x + y 20, 2x + 3y 50, x 0, y 0
d. x + y 20, 2x + 3y 50, x 0, y 0
e. x + y 20, 3x + 2y 50, x 0, y 0

12. Seorang ibu memproduksi dua jenis keripik pisang, yaitu
rasa coklat dan rasa keju. Setiap kilogram keripik rasa
coklat membutuhkan modal Rp10.000,00, sedangkan
keripik rasa keju membutuhkan modal Rp15.000,00 per
kilogram. Modal yang dimiliki ibu tersebut Rp500.000,00.
Tiap hari hanya bisa memproduksi paling banyak 40
kilogram. Keuntungan tiap kilogram keripik pisang rasa
coklat adalah Rp2.500,00 dan keripik rasa keju Rp3.000,00
per kilogram. Keuntungan terbesar yang dapat diperoleh
ibu tersebut adalah .(UN 2011)
a. Rp110.000,00
b. Rp100.000,00
c. Rp99.000,00
d. Rp89.000,00
e. Rp85.000,00

Common questions

Didukung oleh AI

Graphically determining solution regions illustrates the feasible area where constraints intersect, allowing visual identification of optimal points, particularly beneficial in two-variable problems. Algebraic methods can then precisely calculate these vertices and provide robust validation through precise algebraic manipulation and equations solving. This graphical and algebraic synergy enhances comprehension and accuracy of optimality locations .

To design an effective mathematical model from a real-world linear programming problem, you must: (1) articulate all constraint equations or inequalities based on resource limitations; (2) define the objective function that reflects the goal of the problem, either maximizing or minimizing some value; (3) ensure non-negativity constraints are included; and (4) visually represent the solution area for clear optimal point determination .

Resource limitations in a manufacturing problem involving multiple items are incorporated by setting up inequalities for each resource type; for example, total consumption of each resource cannot exceed its availability. For instance, if producing two items uses different amounts of materials, the constraints will reflect sums of material usage for each product against available quantities, ensuring the total used does not exceed what is available .

In scenarios beyond linear inequalities, factors such as integer constraints (e.g., whole units of products), specific resource allocations, time-dependent processes, synergy effects between resources, and qualitative factors like market demand or risk mitigation might be considered. These increase the model's sophistication by incorporating real-world specifics and possible discontinuities that affect outcomes and decision-making .

The steps involved in determining the optimum value in a linear programming problem include: (1) drawing lines for all constraint functions; (2) determining the solution area satisfying the constraints; (3) identifying feasible points, which are corner points of the solution area; (4) evaluating the value of the objective function at these feasible points, focusing on points with larger x-values for maximization if the coefficient of x is larger than that of y, otherwise focus on larger y-values .

Two feasible points have different values in an objective function because the function evaluates weighted sums of x and y, influenced by coefficients. Coefficients determine the significance of each variable in the function's value: larger coefficients cause more significant changes in the output when the variable changes, necessitating strategic evaluation to understand the contribution of each point in maximizing or minimizing objective function's outcome .

To identify the point that gives the maximum value of a linear objective function like Z = 5x + 6y, determine where the slopes of constraint lines are similar while maximizing the coefficients of variables. Choose the feasible region's vertices with equal emphasis on the largest possible x and y, indicated by similarity in coefficients. Thus, evaluate at the vertex (3,2) since it equates the constraints for maximum output .

The feasible region, defined by the intersection of all constraints' inequalities, determines where maximum profit can possibly be achieved. The vertex points of this region form the candidates for evaluation of the objective function since only within this region are all constraints satisfied simultaneously. Profit maximization necessitates evaluating the objective function at all these corner points .

Identifying the intersection points of constraint lines is significant as they are potential optimal solutions since the feasible region's vertices are formed at these intersections. At these points, the objective function must be evaluated to determine maximum or minimum values. Careful evaluation of these intersections identifies the true optimal point based on the objective function's coefficients .

Linear programming applies to maximize resources in a constrained parking space by formulating constraints on capacity (e.g., space per vehicle type) and optimizing revenue through formulas capturing revenue per unit of space (derived from fees per vehicle type). The objective function will define the cost trade-offs of parking various vehicles, with inequalities reflecting spatial constraints to ensure solutions yield the maximum profit feasible under these space constraints .

Anda mungkin juga menyukai