0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan5 halaman

Jenis-Jenis Regulator Tegangan

Regulator adalah rangkaian yang menjaga kestabilan tegangan keluaran dari catu daya agar tidak terpengaruh oleh fluktuasi tegangan jaringan atau perubahan beban. Terdapat beberapa jenis regulator seperti regulator zener, regulator zener follower menggunakan transistor, regulator op-amp, dan regulator IC. Regulator IC merupakan regulator yang paling praktis karena sudah terintegrasi dalam satu komponen.

Diunggah oleh

qwkerbk090909
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan5 halaman

Jenis-Jenis Regulator Tegangan

Regulator adalah rangkaian yang menjaga kestabilan tegangan keluaran dari catu daya agar tidak terpengaruh oleh fluktuasi tegangan jaringan atau perubahan beban. Terdapat beberapa jenis regulator seperti regulator zener, regulator zener follower menggunakan transistor, regulator op-amp, dan regulator IC. Regulator IC merupakan regulator yang paling praktis karena sudah terintegrasi dalam satu komponen.

Diunggah oleh

qwkerbk090909
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rectifier, Filter & Regulator

DEFINISI REGULATOR

Regulator adalah rangkaian regulasi atau pengatur tegangan keluaran
dari sebuah catu daya agar efek darinaik atau turunnya tegangan jala-
jala tidak mempengaruhi tegangan catu daya sehingga menjadi stabil.
Rangkaian penyearah sudah cukup bagus jika tegangan ripple -nya
kecil, tetapi ada masalah stabilitas. Jika tegangan PLN naik/turun,
maka tegangan outputnya juga akan naik/turun. Seperti rangkaian
penyearah di atas, jika arus semakin besar ternyata tegangan dc
keluarannya juga ikut turun. Untuk beberapa aplikasi perubahan
tegangan ini cukup mengganggu, sehingga diperlukan komponen aktif
yang dapat meregulasi tegangan keluaran ini menjadi stabil.
Perlunya Regulator
Ada beberapa alasan yang mungkin diperlukannya sebuah regulator....
1. Fluktuasi tegangan jala-jala
2. Perubahan tegangan akibat beban (loading)
3. Perlu pembatasan arus dan tegangan untuk keperluan tertentu
Ada 4 jenis regulator :
1. Regulator dengan Zener
2. Regulator Zener Follower
3. Regulator dengan op-amp
4. Regulator dengan IC (Integrated Circuit)
1. Regulator Dengan Zener

Rangkaian regulator yang paling sederhana, zener
bekerja pada daerah breakdown sehingga
menghasilkan tegangan output yang sama dengan
tegangan zener atau :
Vout = Vz
Namun, rangkaian ini hanya bermanfaat jika arus
beban tidak lebih dari 50mA.
2. Regulator Zener Follower

Regulator ini pada dasarnya adalah
regulator zener yang dikonfigurasikan
dengan sebuah transistor NPN untuk
menghasilkan arus yang cukup besar. V
BE adalah tegangan base-emitor dari
transistor Q1 yang besarnya antara 0.2 -
0.7 volt bergantung pada jenis transistor
yang digunakan. Dengan mengabaikan
arus I B yang mengalir pada base
transistor, dapat dihitung besar tahanan
R2 yang diperlukan adalah :

Iz adalah arus minimum yang diperlukan
oleh dioda zener untuk mencapai
tegangan breakdown zener tersebut.
Besar arus ini dapat diketahui
dari datasheet yang besarnya lebih kurang
20 mA
Jika diperlukan catu arus yang lebih besar, tentu perhitungan arus
base I B pada rangkaian di atas tidak bisa diabaikan lagi. Seperti yang
diketahui, besar arus I C akan berbanding lurus terhadap arus I B atau
dirumskan dengan :
IC = IB .
Untuk keperluan itu, transistor Q1 yang dipakai bisa diganti dengan
tansistor darlington yang biasanya memiliki nilai b yang cukup besar.
Dengan transistor darlington , arus base yang kecil bisa menghasilkan
arus Ic yang lebih besar

3. Regulator Op-Amp

Teknik regulasi yang lebih baik
lagi adalah dengan menggunakan
Op-Amp untuk men-drive
transistor Q. Dioda zener di sini
tidak langsung memberi umpan
ke transistor Q, tetapi sebagai
tegangan referensi bagi Op-Amp
IC1. Umpan balik pada pin
negatif Op-amp adalah cuplikan
dari tegangan keluar regulator,
yaitu :
V in(-) =
(R2/(R1+R2)) V out
Jika tegangan keluar V out
menaik, tegangan V in(-) juga
akan menaik sampai tegangan ini
sama dengan tegangan referensi
Vz. Demikian sebaliknya jika
tegangan keluar V out menurun,
misalnya karena suplai arus ke
beban meningkat, Op-amp akan
menjaga kestabilan di titik
referensi V z dengan memberi
arus IB ke transistor Q1 sehingga
pada setiap saat Op-amp
menjaga kestabilan:

V in(-) = V z
Dengan mengabaikan tegangan VBE transistor Q1 dan mensubsitusi
rumus, diperoleh hubungan matematis :
V out = (
(R1+R2)/R2) V z

Pada rangkaian ini tegangan output dapat diatur dengan mengatur
besar R1 dan R2.

4. Regulator IC (Integrated Circuit)

Sekarang
mestinya tidak
perlu susah payah
lagi mencari op-
amp, transistor
dan komponen
lainnya untuk
merealisasikan
rangkaian
regulator seperti
di atas karena
rangkaian
semacam ini
sudah dikemas
menjadi satu IC
regulator
tegangan tetap.
Saat ini sudah
banyak dikenal
komponen
seri78XX sebagai
regulator
tegangan tetap
positif dan
seri 79XX yang
merupakan
regulator untuk
tegangan tetap
negatif.
Bahkan komponen ini biasanya sudah dilengkapi dengan pembatas
arus ( current limiter ) dan juga pembatas suhu ( thermal shutdown ).
Komponen ini hanya tiga pin dan dengan menambah beberapa
komponen saja sudah dapat menjadi rangkaian catu daya yang ter-
regulasi dengan baik.
Misalnya 7805 adalah regulator untuk mendapat tegangan 5 volt, 7812
regulator tegangan 12 volt dan seterusnya, sedangkan seri 79XX
misalnya adalah 7905 dan 7912 yang berturut-turut adalah regulator
tegangan negatif 5 dan 12 volt.

Anda mungkin juga menyukai