50% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
889 tayangan25 halaman

Program Management Trainee: Panduan Lengkap

Dokumen tersebut membahas mengenai program Management Trainee (MT) yang bertujuan untuk mencari dan memilih calon eksekutif muda berpotensi secara sistematis melalui pemagangan dan pelatihan kerja. Program MT dilaksanakan selama 1-2 tahun dan mencakup proses rekrutmen, pelatihan, rotasi departemen, evaluasi, hingga pengangkatan.

Diunggah oleh

Ajie Hartawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
50% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
889 tayangan25 halaman

Program Management Trainee: Panduan Lengkap

Dokumen tersebut membahas mengenai program Management Trainee (MT) yang bertujuan untuk mencari dan memilih calon eksekutif muda berpotensi secara sistematis melalui pemagangan dan pelatihan kerja. Program MT dilaksanakan selama 1-2 tahun dan mencakup proses rekrutmen, pelatihan, rotasi departemen, evaluasi, hingga pengangkatan.

Diunggah oleh

Ajie Hartawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Intensive Course

Human Resources Development


Management
Management Trainee Program





Delivered by :
[Link].,MM
Management Trainee (MT) program
adalah upaya mencari dan memilih calon
executive muda yang potential secara
sistimatis, dengan waktu yang cukup, tepat dan
berorientasi pada konsep pemagangan dan
On the Job Training
3
Overview
Mengapa diperlukan MT Program.
Hubungan kerja
Lama program
Sistim mentoring
Rotation assignment
Sistim yang makin populer dalam mencari tenaga executive
Banyaknya perusahaan yang gagal dan tutup karena
succession planningnya tidak jalan.
Hidup perusahaan seumur pendirinya.

4
Alasan mengapa diadakan
MT Program
Perusahaan butuh tenaga executive muda yang
potential.
Adanya perkembangan perusahaan yang terencana
dengan time frame yang jelas.
Mendapatkan executive berpengalaman dan siap
pakai sangat costly (mahal).
Mempunyai cukup waktu untuk mencari pengganti
executive yang akan pensiun.
Untuk menilai calon executive yang handal butuh
waktu lama.
Sistim recruitment yang ketat tidak menjamin
mendapatkan executive muda yang baik.
Bisa lebih flexible dalam menyusun program traning
sesuai kebutuhan perusahaan bagi calon executive.
5
Alasan mengapa diadakan
MT Program
Mencari tenaga executive muda yang potential untuk
dikembangkan dan dipersiapkan menjadi team
Management perusahaan.
Mempersiapkan pengganti para executives yang akan
pensiun atau resign.
Memastikan succession plan tidak terganggu karena
kekurangan potential candidates dari staff yang ada.
MT akan lebih mendalami pola kerja diperusahaan,
coping with the corporate culture.
Akan lebih mengenal operational perusahaan secara
detailed.
Work attitude MT mudah dibentuk untuk menjadi
executive professional.
6
Sistim Pemagangan dalam
UU 13/2003
Dalam UU 13/2003 Program Management Trainee
ini tercantum pada Bab V mengenai PELATIHAN
KERJA, yang terdapat pada Pasal 21 s/d. Pasal 27
sebagai Pemagangan.
Berikut adalah isi dari pasal-pasal tersebut
sebagai pedoman membuat program MT.
7
Sistim Pemagangan dalam
UU 13/2003
Pasal 21 :
Pelatihan Kerja dapat diselenggarakan dengan sistim
pemagangan.
8
Sistim Pemagangan dalam
UU 13/2003
Pasal 22 :
(1) Pemagangan dilaksanakan atas dasar perjanjian pemagangan antara
peserta dengan pengusaha yan dibuat secara tertulis.
(2) Perjanjian pemagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekurang-
kurangnya memuat ketentuan hak dan kewajiban peserta dan pengusaha
serta jangka waktu pemagangan. Hak peserta pemagangan antara lain
memperoleh uang saku dan/atau uang transpor, memperoleh jaminan
sosial tenaga kerja, memperoleh setifikat apabila lulus diakhir program.
Hak pengusaha antara lain berhak atas hasil/jasa peserta pemagangan,
merekrut pemagang sebagai pekerja/buruh bila memenuhi persyaratan.
Kewajiban peserta pemagangan antara lain menaati perjanjian
pemagangan, dan mengikuti tata tertib perusahaan. Adapun kewajiban
pengusaha antara lain menyediakan uang saku dan/atau uang transpor
bagi peserta pemagangan, menyediakan fasilitas pelatihan, menyediakan
instruktur, dan pelengkapan keselamatan dan kesehatan kerja. Jangka
waktu pemagangan bervariasi sesuai dengan jangka waktu yang
diperlukan untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan dalam
program pelatihan pemagangan.

9
Sistim Pemagangan dalam
UU 13/2003
Pasal 22 :
(3) Pemagangan yang disertakan tidak melalui perjanjian
pemagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
dianggap tidak sah dan status peserta berubah
menjadi pekerja/buruh perusahaan yang bersangkutan.
Dengan status sebagai pekerja/buruh diperusahaan
yang bersangkutan, maka berhak atas segala hal yang
diatur dalam peraturan perusahaan atau perjanjian
kerja bersama.

10
Sistim Pemagangan dalam
UU 13/2003

Pasal 23 :
Tenaga kerja yang telah mengikuti program pemagangan
berhak atas pengakuan kualifikasi kompetensi kerja dari
perusahaan atau lembaga sertifikasi. Sertifikasi dapat
dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang dibentuk dan/atau
diakreditasi oleh pemerintah bila programnya bersifat
umum, atau dilakukan oleh perusahaan yang bersangkutan
bila programnya bersifat khusus.
11
Sistim Pemagangan dalam
UU 13/2003
Pasal 24 :
Pemagangan dapat dilaksanakan diperusahaan sendiri atau
ditempat penyelenggaraan pelatihan kerja, atau
perusahaan lain, baik didalam maupun diluar wilayah
Indonesia.

Sanksi administratif (diatur lebih lanjut oleh Menteri).

12
Sistim Pemagangan dalam
UU 13/2003
Pasal 25 :
(1) Pemagangan yang dilakukan diluar wilayah Indonesia
wajib mendapat izin dari Menteri atau pejabat yang
ditunjuk.
(2) Untuk memperoleh izin sebagaimana yang dimaksud
pada ayat (1), penyelenggara pemagangan harus
berbentuk badan hukum Indonesia sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(3) Ketentuan mengenai tata cara perizinan pemagangan
diluar wilyah Indonesia sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dan ayat (2), diatur dengan Keputusan
Menteri.
Sanksi administratif (diatur lebih lanjut oleh Menteri).

13
Sistim Pemagangan dalam
UU 13/2003
Pasal 26 :
(1) Penyelenggaraan pemagangan diluar wilayah Indonesia
harus memperhatikan :
a. Harkat dan martabat bangsa Indonesia.
b. Penguasaan kompetensi yang lebih tinggi; dan
c. Perlindungan dan kesejahteraan peserta pemagangan,
termasuk pelaksanaan ibadahnya.

(2) Menteri atau pejabat yang ditunjuk dapat menghentikan
pelaksanaan pemagangan diluar wilayah Indonesia
apabila didalam pelaksanaannya ternyata tidak sesuai
dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).


14
Sistim Pemagangan dalam
UU 13/2003
Pasal 27 :
(1) Menteri dapat mewajibkan kepada perusahaan yang memenuhi
persyaratan untuk melaksanakan program pemagangan.
(2) Dalam menetapkan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), Menteri harus memperhatikan kepentingan perusahaan,
masyarakat, dan negara.

Yang dimaksud dengan kepentingan perusahaan dalam ayat ini
adalah agar terjamin tersedianya tenaga kerja terampil dan ahli
pada tingkat kompetensi tertentu seperti juru las spesialis dalam
air. Yang dimaksud dengan kepentingan masyarakat misalnya untuk
membuka kesempatan bagi masyarakat memanfaatkan industri yang
bersifat spesifik seperti teknologi budidaya tanaman dengan kultur
jaringan. Yang dimaksud dengan kepentingan negara misalnya untuk
menghemat devisa negara, maka perusahaan diharuskan
melaksanakan program pemagangan seperti keahlian membuat alat-
alat pertanian modern.
15
Sistim Pemagangan dalam
UU 13/2003
Pasal 28 :
(1) Untuk memberikan saran dan pertimbangan dalam
penetapan kebijakan serta melakukan koordinasi
pelatihan kerja dan pemagangan dibentuk lembaga
koordinasi pelatihan kerja nasional.
(2) Pembentukan, keanggotaan, dan tata cara lembaga
koordinasi pelatihan kerja sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) diatur dengan Keputusan Menteri.

16
Sistim Pemagangan dalam
UU 13/2003
Pasal 29 :
(1) Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah
melakukan pembinaan pelatihan kerja pemagangan.
(2) Pembinaan pelatihan kerja dan pemagangan yang
ditujukan ke arah peningkatan relevansi, kualitas, dan
effisiensi penyelenggaraan pelatihan kerja dan
produktivitas.
(3) Peningkatan produktivitas sebagaimana dimaksud pada
ayat (2), dilakukan melalui pengembangan budaya
produktif, etos kerja, teknologi, dan effisiensi kegiatan
ekonomi, menuju terwujudnya produktivitas nasional.
17
Sistim Pemagangan dalam
UU 13/2003
Pasal 30 :
(1) Untuk meningkatkan produktivitas sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 29 ayat (2) dibentuk lembaga
produktivitas yang bersifat nasional.
(2) Lembaga produktivitas sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) berbentuk jejaring kelembagaan pelayanan
peningkatan produktivitas, yang bersifat lintas sektor
maupun daerah.
(3) Pembentukan, keanggotaan, dan tata kerja lembaga
produktivitas nasional sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), diatur dengan Keputusan Menteri.


18
MT Program - Schedule
Recruitment &
selection
Fresh graduate through University,
advertisement. Interview & Selection, Medical
Test, Psychological Assessment (optional).
Month 1

Signing MT Contract PKWT, 6 months, 1 or 2 years as Trainee.
Trainees will be evaluated on monthly basis by
the respective mentor and subject to contract
discontinuation.
Month 1
Training program Corporate induction, Policy & Procedure,
Supervisory & Managerial skill, technical skills,
Executive Development Training, Project
Assignment.
Month 1 6
Rotating Assignment
/ OJT
@ 3 months in each department, max 6 months.
Dept. Heads will submit report and evaluation.
Month 1 24
Final Evaluation By Management team, coordinated by HRD Mgr.
Each Trainee will conduct a presentation to the
Management Team. See Sistim Penilaian MT.
Month 24
Appointment for
placement
At the most suitable area based on the
requirement and potential of the Trainee.
Month 24
19
Compensation
Tidak disebut sebagai gaji, tapi sebagai honor, uang
saku, uang transport, tunjangan trainee, dll.
Rate khusus dalam struktur dan skala penggajian
perusahaan.
Diberikan secara bulanan, tanpa uang lembur.


20
Content of Agreement
Tanggal perjanjian
Komparasi / para pihak
Scope perjanjian
Jangka waktu perjanjian
Jam kerja
Kewajiban para pihak
Kompensasi
Evaluasi berkala
Evaluasi terakhir
Penempatan
Medical chek up
Kerahasiaan perusahaan

21
Keuntungan & Kerugian



KEUNTUNGAN ANTARA LAIN KERUGIAN ANTARA LAIN
Lebih mudah menseleksi Trainee. Risiko biaya yang telah dikeluarkan
kalau trainee tidak jadi diangkat.
Bisa menempatkan calon sesuai
dengan kompetensinya (Job Fits
Person).
Trainee mengundurkan diri dengan
alasan tidak mampu.
Persiapan succession plan akan
lebih baik.
Sering menghadapi sikap yang tidak
menerima dari karyawan lama
karena takut tersaingi.
Mudah menilai Trainee karena ada
program training dan assignment
yang harus dilakukan.
Para mentor kurang serius
memberikan bimbingan.
Trainee membawa keahlian
akademis yang berguna
diperusahaan.
Porsi dikelas lebih banyak dari actual
work, sehingga terlihat kurang
produktif.
22
Performance Evaluation
Evaluasi dilakukan on monthly basis, oleh
mentor yang bertanggung jawab.
Trainee yang tidak perform segera diputus
kontraknya, tidak harus menunggu sampai
akhir kontrak.
Selain monthly evaluation juga di-evaluate
pada saat Trainee melakukan presentasi
akhir.

Contoh
Evaluation Form MT
pada presentasi akhir
NAMA MT

NAMA PENILAI JABATAN
DEPARTEMEN DIVISI
TANDATANGAN TANGGAL

KETERANGAN BAGI PENILAI :
Penilaian Management Trainee (MT) ini khusus dilakukan pada saat masing-masing MT
menyampaikan presentasi mereka kepada para Direktur dan Manager terkait setelah melaksanakan
program MT. Penilaian harus dilakukan secara objective berdasarkan kriteria sebagaimana tersebut
dalam formulir ini. Para penilai memberikan penilaian menggunakan skala penilaian (5-1).
Tentukan penilaian Saudara secara objective dengan memberikan tanda silang (X) pada angka yang
Saudara pilih kemudian kalikan dengan bobot masing-masing.

KRITERIA PENILAIAN

BOBOT 5 4 3 2 1

NILAI

1. ATTITUDE / SIKAP KERJA
Menunjukan penampilan yang professional, sopan santun,
berwibawa dan energetic.
10 .
2. LEADERSHIP
Memperlihatkan kedewasaan menghadapi lingkungan
kerja, kondisi kerja, dan kemampuan untuk
mengkordinasikan dan memimpin sumberdaya yang
tersedia.
25




3. PENGETAHUAN KERJA
Memperlihatkan penguasaan terhadap apa yang telah
dipelajari, dianalisa dan dikerjakan selama periode MT
Program.
30
4. TANYA JAWAB
Kemampuan menjawab pertanyaan secara memuaskan,
teknik yang baik dalam berkomunikasi, memperhatikan
aspek observasi dan analisis dalam menyampaikan
pendapat.
15
5. PROPOSAL
Menampilan usulan, saran dan proposal terhadap keadaan
yang perlu diperbaiki secara mendesak,mencarikan solusi
dalam jangka pendek ataupun dalam jangka panjang.
20




TOTAL NILAI


Contoh
Evaluation Form MT
oleh Mentor
Bobot Rating Nilai
11
11
11
5
5
5
6
5
5
7
10
9
5
5
100
Baik sekali BS 401 - 500 5 Istimewa, sangat baik
Baik B 301 - 400 4 Baik
Cukup C 201 - 300 3 Rata-rata
Kurang K 101 - 200 2 Di bawah rata-rata
Kurang sekali KS s.d. 100 1 Kurang sekali/jelek
Lulus masa percobaan/kontrak Tanda Tangan
Tidak lulus masa percobaan/kontrak
Nama
Tanggal
Catatan HRD
Kepribadian
Akhir kontrak
8
Antusias dan kemampuan menerima pembelajaran
Leadership
Kemampuan Analisa
Inisiatif dalam pekerjaan
6
7
Kepatuhan pada peraturan / disiplin
Tanggung jawab pada pekerjaan
Konfirmasi dari Penilai
2
5
11
Rating
Nilai adalah bobot
dikalikan dengan
rating.
Total Nilai
Sistim Penilaian
1 Pengetahuan Teknis dan keterampilan kerja
Kualitas kerja
4
3
Hubungan dan kerjasama dalam pekerjaan
Kuantitas & produktifitas kerja
Nama Trainee
No. Faktor Penilaian
Mulai kontrak BN (Batch No.)
Jabatan
Dept. / Divisi
12
13
14
Kerajinan/kerapihan
PENILAIAN MT (Management Trainee)
Evaluasi terhadap MT dilakukan on monthly basis, dan penilaian akhir hendaknya dilakukan minimal 2 minggu sebelum masa
kontrak berakhir.
9
10
Kepedulian pada 5 R & keselamatan kerja
Motivasi Kerja
Semoga Bermanfaat

Anda mungkin juga menyukai