PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI
TUGAS AKHIR
PERENCANAAN PRODUKSI
(Studi Kasus pada Pusat Inovasi Material Vulkanis Merapi UII)
Disusun oleh :
1. Arief Faizin (11522204)
2. Taufiq Setya Rifai (11522205)
3. Anggitan Haryo Wicaksono (11522220)
4. Muh. Shidiq Arfiyanto (11522223)
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
TAHUN AJARAN 2014
Latar Belakang
Pusat Inovasi Material Vulkanis Merapi - UII merupakan unit bisnis yang didukung oleh
Laboratorium Bahan Konstruksi Teknik, Prodi Teknik Sipil - Fakultas Teknik Sipil dan
Perancangan Universitas Islam Indonesia yang terletak di Jl. Kimpulan 3, Umbulmartani,
Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Unit bisnis ini mengembangkan produk yang berasal dari bahan
material vulkanis merapi dan dibuat menjadi beberapa jenis produk. Produk dari unit bisnis ini
antara lain berupa batako ekspos, paving block holland, paving block topi uskup, paving block
segi enam, grass block bulat, paving block biopori, paving block difable dan ground water tank.
Namun, dari beberapa produk tersebut, hanya produk batako ekspos dan paving block yang
selalu memperoleh permintaan dari konsumen setiap bulannya. Sehingga diperlukan sebuah
perencanaan produksi pada kedua jenis produk tersebut. Produk paving block terbagi menjadi 2
versi, yaitu versi k200 untuk jalan kecil (perumahan atau pedesaan) dan versi k300 untuk jalan
raya.
Data Permintaan
Data permintaan pada Pusat Inovasi Material Vulkanis Merapi UII terdapat pada tabel di
bawah ini.
Tabel 1. Data Permintaan
Periode
(bulan)
Batako
Paving Block
k200
Paving Block
k300
1 500
660 610
2 750 675 500
3 500 560 690
4 750 690 670
5 500
580 525
6 500 650 680
7 450 600 680
8 550 660 540
9 500
610 510
10 600 510 650
11 550 610 610
12 650 580 590
Plotting Data Permintaan
Untuk menentukan metode peramalan yang sesuai, maka dilakukan plotting data untuk
mengetahui pola data permintaan. Plotting data permintaan pada Pusat Inovasi Material Vulkanis
Merapi UII terdapat pada gambar di bawah ini.
Gambar 1. Data Permintaan
Berdasarkan plotting data permintaan, pola permintaan pada Pusat Inovasi Material Vulkanis
Merapi UII termasuk dalam pola stasioner, metode yang sesuai dengan pola stasioner antara
lain adalah simple moving average dan center moving average. Sehingga metode peramalan
yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan 3 periode simple moving average dan 3
periode center moving average.
Model Forecasting
Rumus metode moving average adalah sebagai berikut :
Y = data aktual ke-j
J = periode ke-n
n = jumlah periode peramalan yang digunakan (3 periode)
0
100
200
300
400
500
600
700
800
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Data Permintaan
batako paving block k200 paving block k300
Metode 3 period simple moving average (SMA)
Pada metode 3 periode simple moving average, data yang digunakan untuk meramalkan
permintaan berikutnya adalah 3 data aktual sebelumnya. Hasil forecast menggunakan 3 periode
simple moving average adalah sebagai berikut.
Tabel 2. Hasil Forecast Produk Batako Menggunakan Metode SMA
3
Periode Demand Forecast
Periode Demand Forecast
1 500
9 500 500
2 750
10 600 500
3 500
11 550 550
4 750 584
12 650 550
5 500 667
13 - 600
6 500 584
14 - 600
7 450 584
15 - 600
8 550 484
Tabel 3. Hasil Forecast Produk Paving Block K200 Menggunakan Metode SMA
3
Periode Demand Forecast
Periode Demand Forecast
1 660
9 610 625
2 675
10 510 637
3 560
11 610 607
4 500 632
12 580 577
5 625 579
13 - 567
6 575 562
14 - 567
7 600 567
15 - 567
8 700 600
Tabel 4. Hasil Forecast Produk Paving Block K300 Menggunakan Metode SMA
3
Periode Demand Forecast
Periode Demand Forecast
1 610
9 510 634
2 500
10 650 577
3 690
11 610 567
4 670 600
12 590 590
5 525 620
13 - 617
6 680 629
14 - 617
7 680 625
15 - 617
8 540 629
Metode 3 period center moving average (CMA)
Pada metode 3 periode center moving average, data yang digunakan untuk meramalkan
permintaan berikutnya adalah 3 data aktual yang berada diantara hasil peramalan. Hasil forecast
menggunakan 3 periode center moving average adalah sebagai berikut.
Tabel 5. Hasil Produk Batako Menggunakan Forecast Metode CMA
3
Periode Demand Forecast
Periode Demand Forecast
1 500
9 500 550
2 750 583.333
10 600 550
3 500 666.667
11 550 600
4 750 583.333
12 650 600
5 500 583.333
13 - 600
6 500 483.333
14 - 600
7 450 500
15 - 600
8 550 500
Tabel 6. Hasil Produk Paving Block K200 Menggunakan Forecast Metode CMA
3
Periode Demand Forecast
Periode Demand Forecast
1 660
9 610 607
2 675 632
10 510 577
3 560 595
11 610 567
4 550 579
12 580 567
5 625 584
13 - 567
6 575 600
14 - 567
7 600 625
15 - 567
8 700 637
Tabel 7. Hasil Produk Paving Block K300 Menggunakan Forecast Metode CMA
3
Periode Demand Forecast
Periode Demand Forecast
1 610
9 510 567
2 500 600
10 650 590
3 690 620
11 610 617
4 670 629
12 590 617
5 525 625
13 - 617
6 680 629
14 - 617
7 680 634
15 - 617
8 540 577
Validasi Model Forecasting
Model Forecasting yang terbaik adalah model yang memiliki tingkat error yang minimal atau
antara data aktual dan peramalan yang diperoleh tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Untuk
mengetahui tingkat error pada model forecasting maka digunakan rumus Mean Absolute
Deviation (MAD) dan Tracking Signal. Hasil Perhitungan MAD pada 2 jenis model peramalan
yang digunakan pada 3 jenis produk adalah sebagai berikut.
Hasil Perhitungan MAD
Tabel 8. Hasil Perhitungan MAD
Jenis Produk
Nilai MAD
SMA
3
CMA
3
Batako 68.06 61.08
Paving Block K200 39.44 27.00
Paving Block K300 50 41.33
Berdasarkan perhitungan MAD, nilai MAD terkecil adalah pada metode 3 periode center moving
average .Sehingga model peramalan yang terbaik untuk meramalkan ketiga jenis produk diatas
adalah menggunakan metode 3 periode center moving average.
Hasil Perhitungan Tracking Signal
Setelah dilakukan perhitungan MAD, maka dilakukan perhitungan tracking signal. Hasil
perhitungan tracking signal adalah sebagai berikut.
Gambar 2. Grafik Tracking Signal pada Produk Batako
-6.00
-4.00
-2.00
0.00
2.00
4.00
6.00
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Metode CMA
3
pada Produk Batako
Hasil Peramalan UCL LCL
Berdasarkan hasil grafik tracking signal, model peramalan tersebut layak untuk digunakan
karena masih berada dalam batas atas dan batas bawah tracking signal.
Gambar 3. Grafik Tracking Signal pada Produk Paving Block K200
Berdasarkan hasil grafik tracking signal, model peramalan tersebut layak untuk digunakan
karena masih berada dalam batas atas dan batas bawah tracking signal.
Gambar 4. Grafik Tracking Signal pada Produk Paving Block K300
Berdasarkan hasil grafik tracking signal, model peramalan tersebut layak untuk digunakan
karena masih berada dalam batas atas dan batas bawah tracking signal.
-5.00
-4.00
-3.00
-2.00
-1.00
0.00
1.00
2.00
3.00
4.00
5.00
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Metode CMA
3
pada Produk Paving Block K200
Hasil Peramalan UCL LCL
-5.00
-4.00
-3.00
-2.00
-1.00
0.00
1.00
2.00
3.00
4.00
5.00
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Metode CMA
3
pada Produk Paving Block K300
Hasil Peramalan UCL LCL
Aggregate Planning
Aggregate Planning (AP) adalah suatu aktivitas operasional untuk menentukan jumlah
dan waktu produksi pada waktu dimasa yang akan datang. AP juga didefinisikan sebagai
usaha untuk menyamakan antara supply dan demand dari suatu produk atau jasa dengan jalan
menentukan jumlah dan waktu input, transformasi, dan output yang tepat.
Dimana keputusan AP dibuat untuk produksi, staffing, inventory, dan backorder level.
Disebut juga penjadwalan agregat (Scheduling aggregate) yang merupakan penentuan
kuantitas dan waktu produksi pada jangka menengah, biasanya antara 3 hingga 18 bulan
kedepan.
Jumlah produksi tergantung pada :
1. Jumlah dan kapasitas tenaga kerja
2. Tingkat persediaan
3. Subkontrak
4. Waktu lembur
Tujuan dari AP adalah untuk meminimasi biaya akhir pada periode perencanaan dengan
mengatur Production rates, Labor levels, Inventory levels, Overtime work,
Subcontracting, dan variabel yang terkontrol lainnya. Bisa dikatakan bahwa tujuan AP
pada dasarnya adalah membangkitkan (generate) suatu rencana produksi dalam
tingkatan top level production plan.
Batako
Data Biaya Produksi
Jenis Biaya Satuan
Bahan baku 1250 Rp/unit
Holding costs 700 Rp/unit per minggu
Biaya stockout 500 Rp/unit per mingggu
Hiring and training cost 600000 Rp/pekerja
Layoff costs (firing) 300000 Rp/pekerja
Waktu produksi 0.08 jam/unit
Biaya pekerja 12500 Rp/jam
Inventori awal 100 unit
Waktu produktif/ pekerja/ hari 6 jam
Jam kerja yang dibayar/ pekerja 10 jam
Jumlah pekerja 3 orang
Biaya lembur (overtime) 20000 Rp/ jam/ pekerja
Hasil Peramalan
Permintaan (unit)
Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Rata-Rata
600 600 600 600
Perhitungan Data Kebutuhan Produksi Tahun 2013
Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Jumlah hari 5 6 5
Jam/pekerja/minggu 30 36 30
Unit/ pekerja 375 450 375
Rp/pekerja/minggu Rp 625.000 Rp 750.000 Rp 625.000
Kapasitas Produksi Maksimum 1125 1350 1125
PERHITUNGAN LEVEL STRATEGY
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Jumlah hari 25 24 24
Jam/pekerja/minggu 30 36 30
Unit/ pekerja 375 450 375
Rp/pekerja/minggu Rp 625.000 Rp 750.000 Rp 625.000
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Permintaan 600 600 600
Inv. Awal 100 100 100
Net req. 500 500 500
Pekerja 3 3 3
Produksi 600 600 600
Inv. Akhir 100 100 100
Surplus 100 100 100
Shortage 0 0 0
PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI
Biaya Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Costs
Pekerja (Rp) Rp 1.875.000 Rp 2.250.000 Rp 1.875.000 Rp 6.000.000
Bhn baku (Rp) Rp 750.000 Rp 750.000 Rp 750.000 Rp 2.250.000
Holding cost (Rp) Rp 70.000 Rp 70.000 Rp 70.000 Rp 210.000
Stockout cost (Rp) Rp 0 Rp 0 Rp 0 Rp 0
Total Rp 8.460.000,00
PERHITUNGAN CHASE STRATEGY
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Jumlah hari 5 6 5
Jam/pekerja/minggu 30 36 30
Unit/ pekerja 375 450 375
Rp /pekerja/minggu Rp 625.000 Rp 750.000 Rp 625.000
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Permintaan 600 600 600
Inv. awal 100 0 0
Net req. 500 600 600
Produksi 500 600 600
Kbthn pekerja 1 2 2
Hired 0 1 0
Fired 2 0 0
Pekerja 1 2 2
Inv. akhir 0 0 0
PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI
Biaya Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Costs
Bhn baku (Rp ) Rp 625.000,00 Rp 750.000,00 Rp 750.000,00 Rp 2.125.000,00
Pekerja (Rp ) Rp 625.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 1.250.000,00 Rp 3.375.000,00
Hiring cost (Rp ) Rp 0,00 Rp 600.000,00 Rp 0,00 Rp 600.000,00
Firing cost (Rp ) Rp 600.000,00 Rp 0,00 Rp 0,00 Rp 600.000,00
Total Rp 6.700.000,00
WORKFORCE AND OVERTIME STRATEGY
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Jumlah hari 5 6 5
Jam/pekerja/minggu 30 36 30
Unit/ pekerja 375 450 375
Rp /pekerja/minggu Rp 625.000 Rp 750.000 Rp 625.000
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Permintaan 600 600 600
Inv. Awal 100 0 0
Net req. 500 600 600
Pekerja 3 3 3
Produksi 1.125 1.350 1.125
Kekurangan produksi 625 750 525
Surplus 0 0 0
Produksi lembur 625 750 525
Jam lembur/ pekerja 3,333333333 3,333333333 2,8
PERHTIUNGAN BIAYA PRODUKSI
Biaya Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Costs
Pekerja (Rp) Rp 1.875.000,00 Rp 2.250.000,00 Rp 1.875.000,00 Rp 6.000.000,00
Bahan baku (Rp ) Rp 1.406.250,00 Rp 1.687.500,00 Rp 1.406.250,00 Rp 4.500.000,00
Holding cost (Rp ) Rp 0,00 Rp 0,00 Rp 0,00 Rp 0,00
Biaya Lembur (Rp ) Rp 66.666,67 Rp 66.666,67 Rp 56.000,00 Rp 189.333,33
Total Rp 10.689.333,33
K200
Data Biaya Produksi
Jenis Biaya Satuan
Bahan baku 1250 Rp/unit
Holding costs 600 Rp/unit per minggu
Biaya stockout 400 Rp/unit per mingggu
Hiring and training cost 600000 Rp/pekerja
Layoff costs (firing) 300000 Rp/pekerja
Waktu produksi 0.07 jam/unit
Biaya pekerja 12500 Rp/jam
Inventori awal 150 unit
Waktu produktif/ pekerja/ hari 6 jam
Jam kerja yang dibayar/ pekerja 10 jam
Jumlah pekerja 3 orang
Biaya lembur (overtime) 20000 Rp/ jam/ pekerja
Hasil Peramalan
Permintaan (unit)
Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Rata-Rata
567 567 567 567
Perhitungan Data Kebutuhan Produksi Tahun 2013
Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Jumlah hari 5 6 5
Jam/pekerja/minggu 30 36 30
Unit/ pekerja 428,5714286 514,2857143 428,5714286
Rp/pekerja/minggu Rp 625.000 Rp 750.000 Rp 625.000
Kapasitas Produksi Maksimum 1285,714286 1542,857143 1285,714286
PERHITUNGAN LEVEL STRATEGY
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Jumlah hari 25 24 24
Jam/pekerja/minggu 30 36 30
Unit/ pekerja 428,5714286 514,2857143 428,5714286
Rp/pekerja/minggu Rp 625.000 Rp 750.000 Rp 625.000
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Permintaan 567 567 567
Inv. Awal 150 150 150
Net req. 417 417 417
Pekerja 3 3 3
Produksi 567 567 567
Inv. Akhir 150 150 150
Surplus 150 150 150
Shortage 0 0 0
PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI
Biaya Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Costs
Pekerja (Rp) Rp 1.875.000 Rp 2.250.000 Rp 1.875.000 Rp 6.000.000
Bhn baku (Rp) Rp 708.750 Rp 708.750 Rp 708.750 Rp 2.126.000
Holding cost (Rp) Rp 90.000 Rp 90.000 Rp 90.000 Rp 270.000
Stockout cost (Rp) Rp 0 Rp 0 Rp 0 Rp 0
Total Rp 8.396.250,00
PERHITUNGAN CHASE STRATEGY
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Jumlah hari 5 6 5
Jam/pekerja/minggu 30 36 30
Unit/ pekerja 428,5714286 514,2857143 428,5714286
Rp /pekerja/minggu Rp 625.000 Rp 750.000 Rp 625.000
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Permintaan 567 567 567
Inv. awal 150 0 0
Net req. 417 567 567
Produksi 417 567 567
Kbthn pekerja 1 2 2
Hired 0 1 0
Fired 2 0 0
Pekerja 1 2 2
Inv. akhir 0 0 0
PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI
Biaya Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Costs
Bhn baku (Rp ) Rp 521.250,00 Rp 708.750,00 Rp 708.750,00 Rp 1.938.750,00
Pekerja (Rp ) Rp 625.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 1.250.000,00 Rp 3.375.000,00
Hiring cost (Rp ) Rp 0,00 Rp 600.000,00 Rp 0,00 Rp 600.000,00
Firing cost (Rp ) Rp 600.000,00 Rp 0,00 Rp 0,00 Rp 600.000,00
Total Rp 6.513.750,00
WORKFORCE AND OVERTIME STRATEGY
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Jumlah hari 5 6 5
Jam/pekerja/minggu 30 36 30
Unit/ pekerja 428,5714286 514,2857143 428,5714286
Rp /pekerja/minggu Rp 625.000 Rp 750.000 Rp 625.000
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Permintaan 567 567 567
Inv. Awal 150 0 0
Net req. 417 567 567
Pekerja 3 3 3
Produksi 1.286 1.543 1.286
Kekurangan produksi 869 976 719
Surplus 0 0 0
Produksi lembur 869 976 719
Jam lembur/ pekerja 4,054 3,795 3,354
PERHTIUNGAN BIAYA PRODUKSI
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Costs
Pekerja (Rp) Rp 1.875.000,00 Rp 2.250.000,00 Rp 1.875.000,00 Rp 6.000.000,00
Bahan baku (Rp ) Rp 1.607.142,86 Rp 1.928.571,43 Rp 1.607.142,86 Rp 5.142.857,14
Holding cost (Rp ) Rp 0,00 Rp 0,00 Rp 0,00 Rp 0,00
Biaya Lembur (Rp ) Rp 81.080,00 Rp 75.900,00 Rp 67.080,00 Rp 224.060,00
Total Rp 11.366.917,14
K300
Data Biaya Produksi
Jenis Biaya Satuan
Bahan baku 1500 Rp/unit
Holding costs 600 Rp/unit per minggu
Biaya stockout 400 Rp/unit per mingggu
Hiring and training cost 600000 Rp/pekerja
Layoff costs (firing) 300000 Rp/pekerja
Waktu produksi 0.09 jam/unit
Biaya pekerja 12500 Rp/jam
Inventori awal 125 unit
Waktu produktif/ pekerja/ hari 6 jam
Jam kerja yang dibayar/ pekerja 10 jam
Jumlah pekerja 3 orang
Biaya lembur (overtime) 20000 Rp/ jam/ pekerja
Hasil Peramalan
Permintaan (unit)
Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Rata-Rata
617 617 617 617
Perhitungan Data Kebutuhan Produksi Tahun 2013
Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Jumlah hari 5 6 5
Jam/pekerja/minggu 30 36 30
Unit/ pekerja 333,3333333 400 333,3333333
Rp/pekerja/minggu Rp 625.000 Rp 750.000 Rp 625.000
Kapasitas Produksi Maksimum 1000 1200 1000
PERHITUNGAN LEVEL STRATEGY
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Jumlah hari 25 24 24
Jam/pekerja/minggu 30 36 30
Unit/ pekerja 333,3333333 400 333,3333333
Rp /pekerja/minggu Rp 625.000 Rp 750.000 Rp 625.000
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Permintaan 617 617 617
Inv. Awal 125 125 125
Net req. 492 492 492
Pekerja 3 3 3
Produksi 617 617 617
Inv. Akhir 125 125 125
Surplus 125 125 125
Shortage 0 0 0
PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI
Biaya Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Costs
Pekerja (Rp ) Rp 1.875.000 Rp 2.250.000 Rp 1.875.000 Rp 6.000.000
Bhn baku (Rp ) Rp 925.500 Rp 925.500 Rp 925.500 Rp 2.776.500
Holding cost (Rp ) Rp 75.000 Rp 75.000 Rp 75.000 Rp 225.000
Stockout cost (Rp ) Rp 0 Rp 0 Rp 0 Rp 0
Total Rp 9.001.500,00
PERHITUNGAN CHASE STRATEGY
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Jumlah hari 5 6 5
Jam/pekerja/minggu 30 36 30
Unit/ pekerja 333,3333333 400 333,3333333
Rp /pekerja/minggu Rp 625.000 Rp 750.000 Rp 625.000
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Permintaan 617 617 617
Inv. awal 125 0 0
Net req. 492 617 617
Produksi 492 617 617
Kbthn pekerja 1 2 2
Hired 0 1 0
Fired 2 0 0
Pekerja 1 2 2
Inv. akhir 0 0 0
PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI
Biaya Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Costs
Bhn baku (Rp ) Rp 738.000,00 Rp 925.500,00 Rp 925.500,00 Rp 2.589.000,00
Pekerja (Rp ) Rp 625.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 1.250.000,00 Rp 3.375.000,00
Hiring cost (Rp ) Rp 0,00 Rp 600.000,00 Rp 0,00 Rp 600.000,00
Firing cost (Rp ) Rp 600.000,00 Rp 0,00 Rp 0,00 Rp 600.000,00
Total Rp 7.164.000,00
WORKFORCE AND OVERTIME STRATEGY
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Jumlah hari 5 6 5
Jam/pekerja/minggu 30 36 30
Unit/ pekerja 333,3333333 400 333,3333333
Rp /pekerja/minggu Rp 625.000 Rp 750.000 Rp 625.000
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3
Permintaan 617 617 617
Inv. Awal 125 0 0
Net req. 492 617 617
Pekerja 3 3 3
Produksi 1.000 1.200 1.000
Kekurangan produksi 508 583 383
Surplus 0 0 0
Produksi lembur 508 583 383
Jam lembur/ pekerja 3,048 2,915 2,298
PERHTIUNGAN BIAYA PRODUKSI
Biaya Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Costs
Pekerja (Rp) Rp 1.875.000,00 Rp 2.250.000,00 Rp 1.875.000,00 Rp 6.000.000,00
Bahan baku (Rp ) Rp 1.500.000,00 Rp 1.800.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 4.800.000,00
Holding cost (Rp ) Rp 0,00 Rp 0,00 Rp 0,00 Rp 0,00
Biaya Lembur (Rp ) Rp 60.960,00 Rp 58.300,00 Rp 45.960,00 Rp 165.220,00
Total Rp 10.965.220,00
MPS
Item: Batako
Order Policy 650
Lead Time = 1 minggu
On Hand = 100
Periode 1 2 3 4
Sales Plan (sales forecast) 600 600 600 600
Actual Orders 0 0 0 0
Projected on hand inventory 700 100 150 200
MPS quantity 650
650 650
MPS Start
650 650
ATP 1250
1250 1250
Item: K200
Order Policy 700
Lead Time = 1 minggu
On Hand = 150
Periode 1 2 3 4
Sales Plan (sales forecast) 567 567 567 567
Actual Orders 0 0 0 0
Projected on hand inventory 717 150 283 416
MPS quantity 700
700 700
MPS Start
700 700
ATP 1267
1267 1267
Item: K300
Order Policy 650
Lead Time = 1 minggu
On Hand = 125
Periode 1 2 3 4
Sales Plan (sales forecast) 617 617 617 617
Actual Orders 0 0 0 0
Projected on hand inventory 742 125 158 191
MPS quantity 650
650 650
MPS Start
650 650
ATP 1267
1267 1267
MRP
Semen
Holding Cost
5000
Setup Cost
30000
Gross Requirements Average per Week 675
Lead Time
1 week
Periode 1 2 3 4
Gross Requirements
675 675
Scheduled Receipts
Projected on Hand 0 0 0 0
Net Requirements 0 675 675 0
Planned Order Receipts 675 675 0
Planned Order Release 675 675
Total Cost 2 x 30000 = 60000
Pasir
Holding Cost
5000
Setup Cost
50000
Gross Requirements Average per Week 675
Lead Time
1 week
Periode 1 2 3 4
Gross Requirements
675 675
Scheduled Receipts
Projected on Hand 0 0 0 0
Net Requirements 0 675 675 0
Planned Order Receipts 675 675 0
Planned Order Release 675 675
Total Cost 2 x 50000 = 100000
Abu
Holding Cost
5000
Setup Cost
15000
Gross Requirements Average per Week 675
Lead Time
1 week
Periode 1 2 3 4
Gross Requirements
675 675
Scheduled Receipts
Projected on Hand 0 0 0 0
Net Requirements 0 675 675 0
Planned Order Receipts 675 675 0
Planned Order Release 675 675
Total Cost 2 x 15000 = 30000