RESUME
TEKNIK PEMBORAN
SISTEM-SISTEM RIG DAN SEJARAH PEMBORAN PERTAMA
DI DUNIA
DISUSUN OLEH :
Nama : Zakaria Yahya
NIM : 1201237
JURUSAN S1 TEKNIK PERMINYAKAN
KONSENTRASI GEOLOGI
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI
BALIKPAPAN
2014
Sistem Utama Pada Rig
Sistem rig dapat digolongkan menjadi lima bagian besar yaitu:
1. Sistem pengkerekan (hoisting system)
2. Sistem pemutaran (rotating system)
3. Sistem sirkulasi (circulating system)
4. Sistem tenaga (power system)
5. Sistem pencegahan peluapan (blowout prevention system)
1. Sistem Pengkerekan (hoisting system)
Fungsi utamanya adalah untuk menurunkan dan. menaikkan tubular (pipa pemboran, peralatan
completion atau pipa produksi) masuk-keluar lubang sumur. Menara rig (mast atau derrick)
termasuk dalam sistem ini.
Sistem ini terdiri dari dua komponen utama yaitu :
a. Supporting Structure (rig), yang terbuat dari kerangka baja, yang terletak tepat di atas lubang
pemboran. Struktur ini terdiri dari:
Drilling tower (derick atau mask)
Substructure, memberikan ruang bebas untuk dudukan BOP
Rig floor, memberikan ruang bebas untuk kegiatan pemboran
b. Hoisting equipment, peralatan pengangkat ini berfungsi untuk mengangkat dan menurunkan
peralatan ke dan dari dasar sumur, yang terdiri dari:
Draw works
Crown blocks
Traveling blocks
Hook
Elevator
Drilling line
2. Sistem pemutaran (rotating system)
Berfungsi untuk memutarkan pipa-pipa tersebut di dalam sumur. Pada pemboran konvensional,
pipa pemboran (drill strings) sehingga daya yang dihasilkan oleh prime mover dapat
ditransmisikan sampai ke bawah permukaan memutar mata-bor (drill bit) untuk menggali sumur.
sehingga daya yang dihasilkan oleh prime mover dapat ditransmisikan sampai ke bawah
permukaan.
Rotating System ini terdiri dari :
a. Rotary assembly, yang terdiri dari :
Ratary table
Master bushing
Kelly bushing
Rotary slips
Make up dan break out tongs
b. Drillstem, menghubungkan rangkaian dari swivel sampai bit, yang terdiri dari :
Swivel
Kelly
Kelly saver sub
Drillpipe
Drill collar
BHA (bottom hole assembly)
c. Bit
Rotating Syste
3. Sistem sirkulasi (circulating system)
Merupakan komponen utama lainnya yang berfungsi untuk mensirkulasikan fluida pemboran
keluar masuk sumur dan menjaga agar properti lumpur seperti yang diinginkan. Peralatan ini
berfungsi untuk memberikan service berupa penyediaan lumpur serta penyediaan sifat-sifat
fisiknya selama perboran berlangsung, termasuk dengan peralatan conditioning equipment.
Sistem ini meliputi:
(A) pompa tekanan tinggi untuk memompakan lumpur keluar masuk-sumur dan pompa tekanan
rendah untuk mensirkulasikannya di permukaan,
(B) peralatan untuk mengkondisikan lumpur: shale shaker berfungsi untuk memisahkan solid
hasil pemboran (cutting) dari lumpur; desander untuk memisahkan pasir; degasser untuk
mengeluarkan gas, desilter untuk memisahkan partikel solid berukuran kecil, dsb.
4. Sistem tenaga (power system)
Yaitu merupakan komponen yang memberikan sumber tenaga untuk menggerakan semua sistem
di atas dan juga untuk suplai listrik. Sebagai sumber tenaga, biasanya digunakan mesin diesel
berkapasitas besar.
Power system ini dapat dibagi menjadi :
Primary power source
Power transmision
Power System
5. Sistem pencegahan peluapan (blowout prevention system)
Peralatan yang digunakan untuk mencegah blowout (meledaknya sumur di permukaan akibat
tekanan tinggi dari dalam sumur selama pemboran berlangsung). Yang utama adalah BOP (Blow
Out Preventer) yang tersusun atas berbagai katup (valve) dan dipasang di kepala sumur
(wellhead). Peralatan ini berfungsi untuk menutup sumur bila terjadi kick atau sembur liar yang
mungkin terjadi selama pemboran akibat masuknya gas/fluida formasi dan mengalir secara liar
ke permukaan.
BOP (Gambar ) ini terbagi menjadi :
a. BOP Stack dan Accumulator, yang terdiri dari :
Annular preventer
Pipe ram preventer
Blind ram preventer
b. Supproting Choke dan Kill System, yang terdiri dari :
Choke manifold
Kill line
Blow Out Preventer (BOP)
Sejarah pengeboran pertama di dunia
1500 SM Di China telah ada pengeboran untuk memproduksi garam dan menggunakan
primitive cable tools dan bisa mencapai kedalaman 2000 ft.
2.1859 Di daerah TITUSVILLE PENNSILVANIA, KOL. DRAKE membuat sumur dengan
kedalaman 65 ft dan memperoleh sumur minyak dengan memproduksikan 2000 bbl oil pada
tahun pertama.
3.1863 Ahli Sipil Perancis bernama LESCHOT menjadi orang yang pertama menggunakan
metoda ROTARY DRILLING untuk sumur air.
4.1901 Penggunaan pertama kali ROTARY DRILLING pada sumur minyak
DISPINDLETOP-TEXAS
5.1914 Hampir 10 % pemboran minyak menggunakan TEKHNOLOGI ROTARY
DRILLING
SEJARAH PERMINYAKAN INDONESIA
Di Indonesia ekplorasi minyak bumi diawali sejak tahun 1870 oleh [Link], seorang
insinyur [Link] tersebut di daerah Purwodadi Semarang, pengamatannya
melalui rembesan-rembesan minyak dipermukaan.
Pengeboran minyak pertama di Indonesia,dilakukan oleh J. REERINK tahun 1871, didaerah
Majalengka. Berselang sekitar 12 tahun dari pengeboran pertama yang dilakukan oleh
Kolonel L. [Link] J. Reerink menjadi tonggak berkembangnya pemboran di
[Link] periode 1882-1898, telah dilakukan pemboran di daerah-daerah lain
Antara lain daerah Langkat (Sumut), Surabaya (Jatim), Kutai (Kaltim), dan Palembang
(Sumsel).Aeilko Janszoon Zeilker, merupakan orang pertama yang memperoleh konsesidi
daerah Langkat tersebut, tepatnya didaerah Telaga Said.
Antara lain daerah Langkat (Sumut), Surabaya (Jatim), Kutai (Kaltim), dan Palembang
(Sumsel). Aeilko Janszoon Zeilker, merupakan orang pertama yang memperoleh konsesidi
daerah Langkat tersebut, tepatnya didaerah Telaga Said.