0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan14 halaman

Strategi Manajemen PT Kereta Api Indonesia

Dokumen tersebut membahas tentang manajemen strategi PT Kereta Api Indonesia. PT KAI merupakan perusahaan jasa transportasi kereta api tunggal di Indonesia yang menawarkan efisiensi waktu dan harga terjangkau. Namun, masih terdapat tantangan seperti kemacetan, kecelakaan, dan pencurian rel yang mengurangi minat pengguna. Dokumen ini menganalisis lingkungan umum dan sosial ekonomi PT KAI.

Diunggah oleh

andiratnapalenna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan14 halaman

Strategi Manajemen PT Kereta Api Indonesia

Dokumen tersebut membahas tentang manajemen strategi PT Kereta Api Indonesia. PT KAI merupakan perusahaan jasa transportasi kereta api tunggal di Indonesia yang menawarkan efisiensi waktu dan harga terjangkau. Namun, masih terdapat tantangan seperti kemacetan, kecelakaan, dan pencurian rel yang mengurangi minat pengguna. Dokumen ini menganalisis lingkungan umum dan sosial ekonomi PT KAI.

Diunggah oleh

andiratnapalenna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Lelly Biana

JUMAT, 08 JANUARI 2010


Manajemen Strategi PT. Kereta Api Indonesia ( UAS. hhuhuuu susaahh
yaa ternyata)
BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Perusahaan Kereta Api Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dibidang
penyedia jasa transportasi darat, namun lebih spesifik lagi yaitu penyedia jasa kereta
api. Perusahaan Kereta Api Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang
menyediakan jasa kereta api baik kereta api penumpang maupun kereta api
pengangkut barang (cargo) di Indonesia. Kereta api penumpang dibagi berdasarkan
kelasnya yaitu ekonomi,eksekutif, dan bisnis.
Penggunaan kereta api di Indonesia mulai menjadi pilihan alternative bagi para
pengguna transportasi umum. Disamping dengan efisiensi waktu yang dijanjikan, harga
dan kapasitasnya pun menjadi perhitungan bagi para penggunanya. Kereta api juga
merupakan kendaraan favorit bagi pada pemudik yang hendak pulang ke kampung
halaman. Karena itu setiap musim liburan dan perayaan hari besar, tiket kereta api ke
tujuan tertentu sudah pasti habis terjual.
Efisiensi waktu yang ditawarkan memang menjadi kelebihan dari penggunaan
kereta api ini, kemacetan di Jakarta membuat para penduduknya beralih menggunakan
kereta api dibandingkan bus kota. Misalnya saja Depok-Rawamangun yang memakan
waktu 2,5 jam bila menggunakan bus kota biasa, namun bisa ditempuh dalam waktu
tidak kurang dari 45 menit bila menggunakan kereta api.
Selain efisiensi waktu, keunggulan menggunakan kereta api juga adalah harganya
yang sangat terjangkau. Misalnya saja kereta api ekonomi Jakarta-Bogor yang menjadi
favorit bagi para penggunanya. Harga yang ditawarkan kereta ini sangat terjangkau
yaitu Rp.1.500,- saja satu penumpang. Bila dibandingkan dengan bus kota AC Depok
Pulogadung yang bertarif Rp. 7000,- per orangnya. Dikarenakan hal hal tersebut
diatas, banyak orang yang lebih memilih kereta api sebagai alat transportasinya.
Namun dibalik semua keunggulan dan kebaikan yang diatawarkan, ternyata
banyak kekurangan yang dimiliki oleh penggunaan kereta api. Dari sebagian besar
orang, ternyatabanyak yang enggan menggunakan jasa kereta api diantaranya
dikarenakan situasi kereta api yang terlalu sesak (ekonomi), banyak tindak kriminal (
pencopetan hingga pelecehan seksual ). Masalah selanjutnya adalah masih tingginya
tingkat kecelakaan kereta api yang terjadi di Indonesia. Hal hal ini membuat sebagian
besar orang enggan bahkan takut menggunakan jasa kereta api.
Disamping semua itu juga sering terjadinya pencurian besi rel kereta api yang
menyebabkan kecelakaan dan menelan banyak korban luka maupun jiwa. Belum
adanya penanganan pemerintah secara signifikan yang berkelanjutan mengakibatkan
kejadian ini terulang lagi dan lagi. Masyarakat memerlukan informasi yang baik
mengenai citra PTKAI secara menyeluruh.
II. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, dalam karya ilmiah ini dapat
dirumuskan sebagai berikut :
Strategi apa yang perlu diterapkan oleh PT. Kereta Api Indonesia?
BAB II
PROFIL PT KERETA API INDONESIA
I. Sejarah
Kehadiran kereta api di Indonesia ditandai dengan pencangkulan pertama
pembangunan jalan KA didesa Kemijen Jum'at tanggal 17 Juni 1864 oleh Gubernur
Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan
diprakarsai oleh "Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg
Maatschappij" (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju
desa Tanggung (26 Km) dengan lebar kereta 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk
angkutan umum pada Hari Sabtu, 10 Agustus 1867.
Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun jalan KA antara Kemijen-
Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota
Semarang - Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun
jalan KA didaerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan panjang jalan rel
antara 1864 - 1900 tumbuh dengan pesat. Kalau tahun 1867 baru 25 km, tahun 1870
menjadi 110 km, tahun 1880 mencapai 405 km, tahun 1890 menjadi 1.427 km dan pada
tahun 1900 menjadi 3.338 km.
Selain di Jawa, pembangunan jalan KA juga dilakukan di Aceh (1874), Sumatera
Utara (1886), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), bahkan tahun 1922 di
Sulawasi juga telah dibangun jalan KA sepanjang 47 Km antara Makasar - Takalar,
yang pengoperasiannya dilakukan tanggal 1 Juli 1923, sisanya Ujungpandang - Maros
belum sempat diselesaikan. Sedangkan di Kalimantan, meskipun belum sempat
dibangun, studi jalan KA Pontianak - Sambas (220 Km) sudah diselesaikan. Demikian
juga di pulau Bali dan Lombok, juga pernah dilakukan studi pembangunan jalan KA.
Sampai dengan tahun 1939, panjang jalan KA di Indonesia mencapai 6.811 km.
Tetapi, pada tahun 1950 panjangnya berkurang menjadi 5.910 km, kurang lebih 901 km
raib, yang diperkirakan karena dibongkar semasa pendudukan Jepang dan diangkut ke
Burma untuk pembangunan jalan KA disana.
Jenis jalan rel KA di Indonesia semula dibedakan dengan lebar kereta 1.067 mm;
750 mm (di Aceh) dan 600 mm dibeberapa lintas cabang dan tram kota. Jalan rel yang
dibongkar semasa pendudukan Jepang (1942 - 1943) sepanjang 473 km, sedangkan
jalan KA yang dibangun semasa pendudukan Jepang adalah 83 km antara Bayah -
Cikara dan 220 km antara Muaro - Pekanbaru. Ironisnya, dengan teknologi yang
seadanya, jalan KA Muaro - Pekanbaru diprogramkan selesai pembangunannya
selama 15 bulan yang memperkerjakan 27.500 orang, 25.000 diantaranya adalah
Romusha. Jalan yang melintasi rawa-rawa, perbukitan, serta sungai yang deras
arusnya ini, banyak menelan korban yang makamnya bertebaran sepanjang Muaro -
Pekanbaru.
Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945,
karyawan KA yang tergabung dalam "Angkatan Moeda Kereta Api" (AMKA) mengambil
alih kekuasaan perkeretaapian dari pihak Jepang. Peristiwa bersejarah yang terjadi
pada tanggal 28 September 1945, pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan
sejumlah anggota AMKA lainnya, menegaskan bahwa mulai tanggal 28 September
1945 kekuasaan perkeretaapian berada ditangan bangsa Indonesia. Orang Jepang
tidak diperkenankan lagi campur tangan dengan urusan perkeretaapian di Indonesia.
Inilah yang melandasi ditetapkannya 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api di
Indonesia, serta dibentuknya "Djawatan Kereta Api Republik Indonesia" (DKARI).
II. Visi dan Misi PT. Kereta Api Indonesia
Visi Perusahaan :
Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan
pelanggan dan memenuhi harapanstakeholders.
Misi Perusahaan :
Menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha penunjangnya,
melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah
yang tinggi bagi stakeholders dan kelestarian lingkungan berdasarkan 4 pilar utama
yaitu keselamatan, ketepatan waktu, pelayanan dan kenyamanan.
III. Bidang Usaha
Walaupun PT. Kereta Api Indonesia adalah BUMN, dan merupakan satu-
satunya perusahaan yang menguasai di bidang jasa angkutan kereta api, namun PTKAI
masih termasuk perusahaan profit oriented. Hal ni dapat dilihat dari masih di pungutnya
biaya tiket kereta api kepada setiap penumpang.
PT. Kereta Api Indonesia dapat dikategorikan sebagai perusahaan persero.
Persero adalah salah satu Badan Usaha yang dikelola oleh Negara atau Daerah.
Tujuan didirikannya Persero yang pertama adalah mencari keuntungan dan yang kedua
memberi pelayanan kepada umum. Modal pendiriannya berasal sebagian atau
seluruhnya dari kekayaan negara yang dipisahkan berupa sahamsaham. Persero
dipimpin oleh direksi. Sedangkan pegawainya berstatus sebagai pegawai
swasta. Dengan demikian jelaslah bahwa PT. Kereta Api Indonesia masih mencari
keuntungan. Padahal modal pendirian perusahaan dan operasional masih dibantu oleh
kucuran dana APBN.
BAB III
ANALISA DAN DIAGNOSA MANAJEMEN STRATEGI
I. Lingkungan Umum
Lingkungan umum merupakan suatu lingkungan dimana mencakup
keseluruhan aspek sebuah lembaga atau perusahaan yang menggambarkan tentang
keadaan atau kondisi dari lembaga atau perusahaan tersebut. Dalam lingkungan
umum terdapat sektor sosioekonomis, sektor teknologi dan sektor pemerintah.
Lingkungan umum dari PT. Kereta Api Indonesia adalah di Jalan Perintis
Kemerdekaan No. 1 Bandung 40117. PT. Kereta Api Indonesia juga mampunyai
beberapa kantor cabang disetiap daerah. Fungsi dari PT. Kereta Api Indonesia
sendiri adalah menjadi naungan dan pusat bergeraknya kegiatan operasional
perkeretaapian indonesia.
A. Sektor Sosioekonomis
Keadaan perekonomian di Indonesia yang belum stabil, diantaranya tingkat
inflasi yang tinggi dan pendapatan perkapita Indonesia yang masih cenderung
rendah menyebabkan keadaan ekonomi masyarakat Indonesia juga rendah.
Banyaknya jumlah masyarakat indonesia kalangan menengah kebawah
menyebabkan banyak masyarakat yang menggunakan angkutan umum yang
terjangkau dan mempunyai efisiensi waktu.
Dilihat dari segi sosio, banyak masyarakat yang bertempat tinggal suatu
daerah tetapi pekerjaan dan melakukan aktivitas di daerah lain sehingga memaksa
mereka untuk menggunakan transportasi yang bebas macet.
Untuk mengatasi kemacetan dan juga keterlambatan dalam beraktivitas, maka
pilihan jatuh kepada kereta api. Penggunaan kereta api didasari oleh keefisienan
waktu yang ditawarkan. Namun, hal ini sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi PT.
Kereta Api Indonesia untuk memaksimalkan serta mengelola sarana dan prasarana
yang dimiliki oleh PT. Kereta Api Indonesia.
B. Sektor Teknologi
Untuk memberikan informasi kepada publik tentang PT. Kereta Api Indoensia,
pengelola telah membuat home pageatau website PT. Kereta Api Indoensia
yaitu [Link] yang bisa diakses melalui internet di mana saja. Selain itu,
PT. Kereta Api Indoensia juga melayani pembelian tiket melalui loket yang tersedia di
stasiun atau di pusat reservasi, melalui agen, call centre dan melalui PT. POS
Indonesia.
Teknologi yang digunakan dalam kereta api penumpang dibedakan menjadi tiga
macam, kereta eksekutif, bisnis dan ekonomi. Untuk kelas eksekutf pelayanannya
dilengkapi dengan K8/NT.60 system suspense conical rubber boundeddan coil
spring dilengkapi bolster anchor serta vertical shock absorber untuk memperhalus
goncangan.
Sedangkan untuk kelas bisnis dilengkapi oleh K5/TB.398 dengan system
suspense ganda : rubber pad dan coil springdilengkapi bolster anchor serta vertical
shock [Link] kelas dalam kereta api juga menyediakan tabung pemadam
kebakaran dan emergency brake.
Selanjutnya PT. Kereta Api Indoensia juga menggunakan sistem signal block .
Teknologi ini memudahkan dalam pengaturan keluar masuk kereta api, jadi bila signal
di track hijau apabila diinjak roda kereta signal nya akan berbubah menjadi merah. Bila
signal sudah menjadi merah maka itu menandakan kereta telah berangkat.
C. Pemerintah
Kebijakan pemerintah yang juga mempengaruhi kebijakan dan perubahan dalam
PT. Kereta Api Indoneisa antara lain UU Perkeretaapian yang disahkan DPR dan
pemerintah, terdiri atas 19 bab dan 216 pasal atau lebih komprehensif dari Undang-
Undang (UU) No.13/1992 tentang Perkeretaapian yang terdiri 12 bab dan 46
pasal. Menhub menjelaskan RUU itu mengatur tatanan, sarana, prasarana dan lalu
lintas perkeretaapian di seluruh Indonesia.
Selanjutnya Pasal 214 ayat dua, yaitu kewajiban Pemerintah untuk melakukan
langkah-langkah penyehatan PT Kereta Api Indonesia dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
a. melakukan audit secara menyeluruh terhadap PT. Kereta Api Indonesia
b. melakukan inventarisasi aset prasarana dan sarana PT Kereta Api Indonesia
c. menegaskan status kewajiban pelayanan publik (Public Service Obligation)
dan kewajiban masa lalu penyelenggaraan program pensiun pegawai PT
Kereta Api Indonesia eks Pegawai Negeri Sipil PJKA atau Departemen
Perhubungan (Past Service Liability);
d. membuat neraca awal PT Kereta Api Indonesia
Peraturan dan pasal diatas merupakan dasar PT. Kereta Api Indonesia dalam
melakukan kegiatan operasionalnya didalam kegiatan internal preusan. Selain itu perpu
dan perda yang mendukung antara lain keputusa Pemprov DKI Jakarta yang
membatasi kuota kendaraan pribadi.
Langkah terobosan itu sendiri, yang diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo,
tentang melarang mobil pribadi dengan tahun pembuatan di bawah tahun 2000,
pengaturan operasional mobil pribadi berdasarkan nomor polisi genap-ganjil,
pemberlakuan tiket elektronik (electronic road pricing) untuk akses jalan protokol,
memberlakukan kebijakan three in one sepanjang hari, dan mengenakan pajak
progresif bagi mobil pribadi.
Dengan adanya keputusan pemprov tersebut, maka para pengguna kereta api otomatis
akan bertambah, dan sudah seharusnya pemerintah juga memperhatikan sarana serta
menimbankan fasilitas dan jumlah kereta api dengan kuota penumpang.
II. Lingkungan Industri
Lingkungan industri adalah semua yang berkaitan dengan lingkungan dan srategi
PT. Kereta Api Indonesia tersebut. Dalam hal ini PT. Kereta Api Indonesia adalah
perusahaan yang bergerak dibidang jasa angkutan umum khususnya kereta api. PT
Kereta Api Indonesia mempunyai kelebihan yaitu tarif yang sangat terjangkau dan juga
efisiensi waktu demi menghindari kemacetan kota jakarta.
Oleh karena itu PT. Kereta Api Indonesia mempunyai banyak sekali penumpang
yang rela berdesakan didalam kereta. Hal ini sangat erat kaitannya dengan sarana dan
prasarana yang disediakan oleh PT. Kereta Api Indonesia apakah sudah memadai atau
masih jauh dari memadai.
A. Sektor Pelanggan
1. Identifikasi pembeli
Pengguna jasa PT. Kereta Api Indonesia rata rata mempunyai tingkat
menengah kebawah. Para penggunanya adalah penduduk yang bertempat tinggal di
pinggiran kota Jakarta yang mana mereka bekerja maupun mempunyai aktivitas di DKI
Jakarta.
Selain penduduk yang bertempat tinggal di pinggir kota jakarta, penumpang yang
menggunakan jasa kereta api adalah orang orang perantauan yang hendak pulang ke
kampung halaman. Tak heran jika setiap liburan atau hari raya stasiun kereta api akan
sangat ramai oleh penumpang dan tiket aka cepat terjual.
Disamping itu pengguna PT Kereta Api Indonesia juga mempunyai jasa angkut
barang yang bekerjasama dengan perusahaan tambang di seluruh Indonesia. Misalnya
perusahaan baja yang berada di cilegon, harus mengantarkan baja baja tersebut ke
lain daerah secara cepat. Ini akan membuka peluang bagi PT. Kereta Api Indonesia
agar menggunakan jasa kereta api selain terjangkau tetapi juga menghemat waktu.
Pelayanan angkutan barang selama ini disegmentasikan berdasarkan jenis
komoditi yang diangkut, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Angkutan Batu Bara, merupakan angkutan dengan volume terbesar yang
mayoritas berada di wilayah sumatera selatan.
2. Angkutan BBM, merupakan angkutan produk [Link] yang tersebar
pada beberapa supply pointdi Jawa dan Sumatera.
3. Angkutan Peti Kemas, angkutan dengan menggunakan sarana gerbong datar
yang terbagi ke dalam beberapa relasi asal tujuan di pulau Jawa, termasuk
pelayanandry port terminal peti kemas Gedebage.
4. Angkutan BHP, Parcel dan ONS, merupakan angkutan hantaran barang
ekspedisi yang diangkut dengan gerbong jenis B (Begasi) baik dioperasikan
dengan KA tersendiri maupun dirangkaikan dengan KA penumpang.
5. Angkutan Semen, merupakan angkutan beberapa perusahaan penghasil
semen di Indonesia.
6. Angkutan Barang Cepat, merupakan angkutan yang memiliki karakteristik
hampir sama dengan angkutan Parcel tetapi memiliki level pelayanan yang
berbeda dari sisi frekuensi serta sarana gerbong yang digunakan
7. Angkutan CPO, merupakan angkutan hasil perkebunan yang terdapat di
wilayah Sumatera Utara yang berasal dari beberapa perusahaan perkebunan
ternama
8. Angkutan PULP, merupakan bagian dari kerjasama investasi [Link] dan PT.
Kereta Api berupa angkutan pulp (bubur kayu)
2. Sektor Demografis
Sektor demografis dalam hal ni berkaitan dengan angka pertumbuhan
penduduk di Indonesia dan juga jumlah angkatan kerja. Tercatat di website
Badan Pusat Statistik (BPS) diperkirakan, jumlah penduduk Indonesia akan
mencapai 231 juta orang, atau naik 29 juta orang ketimbang hasil pendataan
Sensus Penduduk 2000 lalu yang tercatat sebanyak 202 juta [Link]
lonjakan cukup besar tersebut adalah kurang optimalnya Program Keluarga
Berencana (KB) dalam lima tahun terakhir.
Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2008 mencapai
111,95 juta orang bertambah 470 ribu orang dibanding jumlah angkatan kerja
pada bulan februari 2008 sebesar 111.48 juta orang.
3. Sektor Geografis
Keadaan geografis PT Kereta Api Indonesia yaitu kantor pusatnya
berada di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 1 Bandung 40117
Telepon Kantor : (022) 423001, 4230039, 4230054 Teleks Kantor : 28263,
28358.
Sedangkan PT Kereta Api Indonesia sendiri tidak mempunyai kantor
cabang melainkan hanya stasiun stasiun sebagai persinggahan para
penumpang dan para awak kereta api.
B. Sektor Pemasok
Sektor pemasok disini adalah berkenaan dengan tersedianya factor
produksi yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia berkenaan dengan biaya
serta tenaga kerja.
1. Ketersediaan bahan baku
Ketersediaan bahan baku di dalam PT. Kereta Api Indonesia meliputi
sarana dan prsarana yang ada di dalam PT. Kereta Api Indonesia. Sarana
dan prasarana tersebut meliputi rel, jembatan, sinyal telekomnikasi dan listrik
yang menunjang kegiatan sehari - hari PT. Kereta Api Indonesia.
Berikut adalah ketersediaan sarana si PT. Kereta Api Indonesia
Aset Sarana KA
Uraian
Realisasi
Tahun 2007
Tahun 2008
Program Realisasi
1 2 3 4
1. Armada (A)
Lokomotif 485 491 495
KRD 88 98 111
KRL 407 449 456
Kereta Raya 1.505 1.543 1.576
Kereta Lokal 14 14 14
Gerbong 6.267 4.704 4.816
2. Siap Guna (SG)
Lokomotif 392 404 401
KRD 67 72 75
KRL 391 428 414
Kereta Raya 1.394 1.438 1.481
Kereta Lokal 14 14 14
Gerbong 4.383 4.400 4.131
3. Siap Guna Operasi (SGO)
Lokomotif 366 371 373
KRD 63 69 66
KRL 335 328 376
Kereta Raya 1.255 1.321 1.352
Kereta Lokal 13 12 13
Gerbong 4.039 3.974 3.809
4. Siap Operasi (SO)
Lokomotif 334 335 352
KRD 49 55 55
KRL 319 340 344
Kereta Raya 1.204 1.224 1.302
Kereta Lokal 11 12 11
Gerbong 3.316 3.551 3.554

2. Ketersediaan Uang
Ketersediaan uang disini berkaitan dengan dana yang dikucurkan
pemerintah untuk dana operasional [Link] Api Indonesia dan juga dana
untuk perbaikan sarana serta prasarana yang ada.
Pemerintah akan mengalokasikan dana rutin Rp 170 miliar hingga Rp 250
miliar setiap tahun untuk produksi kereta api. Dana ini berasal dari dana
depresiasi yang terdapat dalam alokasi dana Public Service Obligation
(PSO). Dana yang dikeluarkan tersebut nantinya akan diberikan kepada PT.
Inka yaitu perusahaan pembuat kereta api.
Demi menunjang sarana dan prasarana yang memadai dalam kegiatan
operasional dan juga menghadapi banyaknya pengguna jasa kereta api
pemerintah meningkatkan alokasi APBN ke sektor perkeretaapian yang nilainya
menjadi Rp2,5 triliun pada 2006 ini. Public Servic Obligation (PSO) 2006 pun
juga sudah disetujui naik menjadi Rp350 miliar. Belum lagi alokasi APBN-P
yang direncanakan Rp100 miliar. Totalnya mencapai Rp457 miliar.
Anggaran tersebut guna menjawab subsidi operasi dan dukungan
investasi pemerintah dalam upaya pemberian pelayanan transportasi yang
murah dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
C. Sektor Pesaing
Pesaing dalam hal ini adalah kendaraan umum lain yang juga
menawarkan kecepatan dan harga yang terjangkau. Dalam hal ini bus trans
jakarta adalah pesaing terberat kereta api karena bus trans jakarta mempunyai
jalur khusus yang tidak dilewati kendaraan lainnya. Sehingga Bus Trans Jakarta
tidak terkena macet, selain itu harga yang ditawarkan juga terjangkau yaitu Rp.
3500,- dengan rute se- Jakarta.
Dalam kegiatan mudik pulang ke kampung halaman bus antar kota dan
juga pesawat juga bisa menjadi pesaing dari kereta api. Namun bila masih di
dalam kota jakarta hal ini tidak berlaku.
Yang ketiga adalah issue akan hadirnya monorail yang akan menjadi
kendaraan bebas macet baru di [Link] pembuatan monorail ini masih
belum berjalan, tetapi ketika proyek ini berhasil, maka monorail akan menjadi
pesaing berat bagi Kereta Api Indonesia.
D. Ancaman Bagi Aktivitas Internasional
Ancaman yang mungkin terjadi dari aktivitas Internasional adalah terjadinya
krisis global terjadi di negara adi kuasa seperti Amerika Serikat yang
mengakibatkan terjadinya pergolakan ekonomi di negara-negara berkembang,
termasuk Indonesia.
Akibat secara langsung dalam perekonomian di Indonesia adalah makin
rendahnya masyarakat dan berdampak pada daya beli masyarakat terhadap
barang barang yang bersifat sekunder. Maka akan makin sedikit masyarakat
yang mau membeli tiket kereta api.
III. Analisa dan Diagnosa Internal
1. Pemasaran
Pemasaran PT. Kereta Api Indonesia adalah pemasangan iklan melalui
website, koran, dan juga media cetak lainnya. Selain itu pembelian tiketnya bisa
dilakukan di kantor pos terdekat dan travel agent. Pemesanan tiket bisa dilakukan
30 hari sebelum keberangkatan, tentu ini akan sangat mempermudah para
penggunanya.
2. Distribusi
Pembelian tiket kereta api bisa dilakukan dikantor pos, agen agen
perjalanan dan juga bisa memesan tiket melalui call centre PT. Kereta Api
Indonesia. Pendistribusian ini bisa dilakukan secara langsung oleh PT. Kereta Api
Indonesia sendiri.
3. Faktor Penelitian, Pengmbangan, dan Faktor Rekayasa
Perkeretaapian di Indonesia secara umum masih belum dapat memenuhi
kepuasan penumpang sehubungan dengan keterbatasan sarana dan prasarana
yang dimiliki. Dari data Perusahaan PT. Kereta Api Indonesia jumlah penumpang
setiap tahun meningkat 3%.
Dalam penelitian ini dilakukan survei terhadap penumpang kereta api jalur
Surabaya - Banyuwangi dengan metode kuisioner. Hasil survei menunjukkan
bahwa 75% penumpang memilih kereta api dan 67% kurang puas atas pelayanan
yang diberikan selama ini, terutama karena sering terjadi keterlambatan.
Penelitian ini dilanjutkan dengan melakukan analisa penambahan rangkaian,
penambahan jam operasi dan pembangunan double track terhadap kelayakan
investasinya.
Namun PT. Kereta Api Indonesia juga selalu berusaha menambah aset
perusahaan yang dimiliki seperti yang dilakukan oleh Departemen Perhubungan
(Dephub) tahun ini ternyata sudah menganggarkan dana USD 4,5 juta untuk
pembelian 3 unit Stimulator Lokomotif terbaru. Stimulator tersebut akan
melengkapi Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT) [Link] Api Indonesia.
IV. Analisis SWOT
Strength ( S )
1. Memperoleh supportdana dari
pemerintah
2. Mempunyai website dan call
centre
3. Mempunyai banyak distributor
4. Perusahaan monopoli
Weakness ( W )
1. Sarana dan prasarana yang
kurang memadai
2. Pelayanan yang kurang
memusakan
3. Sumber Daya Manusia yang
belum merata tingkat
pendidikannya
Opportunity ( O )
1. Kemacetan yang membuat
masyarakat lebih cenderung
memilih kendaraan yang
bebas macet yaitu kereta api
2. Biayanya yang terjangkau
Threats ( T )
1. Munculnya Bus Trans Jakarta
2. Rencana pembuatan monorail
3. Krisis global
V. Matriks Pertumbuhan Pangsa Pasar
Dari pembahasan diatas dapat dilihat bahwa PT. Kereta Api Indonesia sudah
mencapai posisi sapi perah. Hal ini diindikasikan oleh pertumbuhan PT. Kereta Api
Indonesia yang masih sangat rendah. Meski pertumbuhan PT. Kereta Api Indonesia
masih tergolong rendah, ternyata PT. Kereta Api Indonesia masih terus eksis dari
pertama kali berdiri hingga sekarang.
Pertimbangan mengapa para pengguna jasa kereta api masih setia salah satunya
adalah karena harganya yang sangat terjangkau. Perbandingan harga kereta api
dengan kendaraan darat lainnya bisa dibilang berselisih jauh.
Selain dari segi harga, kereta api juga memberikan jaminan keamanan yang relatif
lebih besar karena tingkat kecelakaan kereta api relatif lebih kecil bila dibandingkan
dengan menggunakan bus atau berkendara dengan sepeda motor. Selain itu banyak
dari para ibu yang lebih memilih kereta api karena tidak tahan bila menggunakan jenis
transportasi seperti bus atau mobil karena takut mabuk perjalanan.
VI. Strategi Utama
Strategi utama yang hendaknya diterapkan oleh PT. Kereta Api Indonesia adalah
strategi kombinasi antara strategi stabilitas dan ekspansi. PT. Kereta Api Indonesia
menerapkan strategi stabilitas, karena pada awal berdirinya PT. Kereta Api Indonesia
harus berfokus pada penyedia jasa angkutan kereta api saja agar kebutuhan
masyarakat akan angkutan kereta api terpenuhi.
Namun seiring berkembangnya zaman bertambah pula kebutuhan PT. Kereta
Api Indonesia maka sebaiknya PT. Kereta Api Indonesia mengambil kesempatan bisnis
dengan memperluas bidang usahanya dan melakukan strategi ekspansi yang bergerak
di bidang cafe dan juga tour travel.
Ekspansi di bidang cafe dipilih karena masih jarang adanya cafe di stasiun
kereta api, ini membuka peluang bisnis bagi PT. Kereta Api Indonesia untuk
memperluas bidang usahanya. Lalu pemilihan tour travel didasari oleh makin
menjamurnya tour travel yang menggunakan bus, ini membuat PT. Kereta Api
Indonesia mempunyai peluang dengan melakukan inovasi dengan menyediakan tour
travel menggunakan kereta api.
Hal yang disebutkan diatas merupakan perluasan bidang usaha saja. Namun hal
hal diatas harus pula dibarengi oleh perbaikan sarana dan prasarana PT. Kereta Api
Indonesia. Seringnya keterlambatan kereta menjadi komplain untuk PT. Kereta Api
Indonesia. Selain itu kurangnya gerbong atau perbaikan sistem dalam pengangkutan
penumpang juga merupakan masalah mendasar bagi PT. Kereta Api Indonesia.
Untuk memperbaiki masalah yang timbul di dalam PT. Kereta Api Indonesia
sebaiknya PT. Kereta Api Indonesia juga memperbaiki kinerja, pelayanan dan juga
sarana dan prasarana di PT. Kereta Api Indonesia. PT. Kereta Api Indonesia bisa
menjalankan semuanya dengan baik jika [Link] Api Indonesia bisa
mempergunakan dana APBN dan hasil usaha dengan baik.
Pemilihan strategi ekspansi dengan menambah anak preusan tersebut adalah
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan juga mengambil kesempatan bisnis yang
ada, ketika semuanya sudah berjalan dengan baik maka hendaknya PT. Kereta Api
Indonesia mempergunakan strategi stabilitas kembali dengan berfokus sebagai
penyedia jasa angkutan kereta api.
BAB IV
KESIMPULAN
1. Perusahaan Kereta Api Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dibidang
penyedia jasa transportasi darat khususnya kereta api. PT Kereta Api Indonesia
merupakan perusahaan persero. Persero adalah salah satu Badan Usaha yang dikelola
oleh Negara atau Daerah. Tujuan didirikannya Persero yang pertama adalah mencari
keuntungan dan yang kedua memberi pelayanan kepada umum.
2. Permasalahan yang timbul di perusahaan ini adalah kurangnya sarana dan
prasarana yang sarana dan prasarana PT. Kereta Api Indonesia yang kurang baik.
Seringnya keterlambatan kereta menjadi komplain untuk PT. Kereta Api Indonesia.
Selain itu kurangnya gerbong atau perbaikan sistem dalam pengangkutan penumpang
juga merupakan masalah mendasar bagi PT. Kereta Api Indonesia.
3. Dalam analisis SWOT PT. Kereta Api Indonesia mempunyai beberapa kelebihan
tetapi yang paling menonjol adalah PT. Kereta Api Indonesia mendapatkan support
dana dari pemerintah karena perusahaan ini dikuasai penuh oleh [Link] yang
menjadi weakness adalah sarana dan prasarana yang belum memadai di PT. Kereta
Api Indonesia. Selanjutnya opportinities dari PT. Kereta Api Indonesia adalah
banyaknya kemacetan yang terjadi mengakibatkan masyarakat memilih menggunakan
kendaraan bebas macet. Ancaman bagi PT. Kereta Api Indonesia adalah munculnya
Bus Trans Jakarta dan juga rencana pembuatan monorail oleh pemerintah Pemda
Jakarta.
4. Strategi utama yang diterapkan oleh PT. Kereta Api Indonesia adalah strategi
kombinasi, karena pada awal berdiri PT. Kereta Api Indonesia menerapkan strategi
stabilitas. Hal ini bisa dilihat dari awal berdirinya PT. Kereta Api Indonesia hanya
berfokus pada penyedia jasa angkutan kereta api. Namun berubah strategi menjadi
ekspansi untuk mengikuti kebutuhan masyarakat. Setelah semuanya berjalan dengan
baik dan stabil, maka hendaknya menggunakan strategi stabilitas kembali.
Diposkan oleh Lelly Bianadi 21.14

Anda mungkin juga menyukai