Optimasi Perikanan dengan L.P.
Optimasi Perikanan dengan L.P.
I. PENDAHULUAN
Linier Programming (L.P) atau program linier adalah salah satu teknik analisis dari kelompok teknik Riset Operasi (Operation Research/OR) yang memakai model matematika. Tujuannya adalah untuk mencari, memilih dan menentukan alternatif yang terbaik dari sekian alternatif layak yang tersedia. Dikatakan linier karena peubah-peubah yang membentuk L.P dianggap linier. Riset Operasi adalah metode yang memungkinkan para manajer mengambil keputusan mengenai kegiatan yang mereka tangani dengan dasar kuantitatif. Riset Operasi merupakan salah satu peralatan manajemen yang menyatukan ilmu pengetahuan, matematika dan logika dalam kerangka pemecahan masalah yang dihadapi, sehingga akhirnya permasalahan tersebut dapat dipecahkan secara optimal. Riset operasi ini merupakan sebagian dari terapan matematika yang baru berkembang disamping matematika terapan yang lama yang biasanya digunakan dalam fisika, kimia, teknik dan lain-lain. Matematika baru ini terutama menunjang pemilihan dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan dapat dijumpai di segala bidang yaitu politik, ekonomi, sosial, industri, manajemen, pertanian termasuk perikanan, teknik dan lain-lain. Sejauh masalah yang dihadapi bersifat kuantitatif, dapat dipecahkan dengan matematika terapan baru ini. Jadi riset operasi dapat disebut sebagai metode kuantitatif untuk menyelesaikan masalah optimisasi atau model matematis untuk masalah
1 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
optimisasi. Dalam pelaksanaan penerapannya, riset operasi terkait erat dengan analisis sistem. Sistem adalah suatu himpunan atau kumpulan tertentu yang terdiri dari anggota-anggota dimana antar anggota tersebut mempunyai relasi atau hubungan yang disusun berdasarkan tujuan (obyektive) tertentu yang sama. Pada umumnya dalam masalah optimisasi akan terdapat fungsi sasaran yaitu fungsi yang dioptimalkan disertai dengan seperangkat kendala pembatas. Ada beberapa model dalam riset operasi yang banyak dipelajari orang yaitu model deterministik meliputi program matematis, masalah angkutan (Transportation), jaringan (Net work), program dinamik,dll. Model probabilistik meliputi teori permainan (Theory Games), teori antrean (Queueing Theory), Inventori,dll. Program matematis dibagi dua yaitu Program Linier (Linier programming/ L.P) dan program non matematis. Persoalan transportasi dan penugasan merupakan program linier berstruktur khusus. Sedangkan pengembangan program linier antara lain program integer, metode cabang dan batas, program tujuan, heuristik. Masalah jaringan kerja dalam riset operasi misalnya PERT (program evaluation and review technique), CPM (critical path methode). Diantara model-model tersebut program linier dan variasinya seperti transportasi, integer linier programming paling dominan digunakan karena banyak penggunaannya, paling sederhana, fungsi sasaran juga kendala semua berbentuk linier.
2 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Pengertian Linier Programming Linier programming merupakan teknik perencanaan yang bersifat
analistis yang analisisnya memakai model matematika. Tujuannya adalah menemukan beberapa kombinasi alternatif pemecahan masalah kemudian dipilih mana yang terbaik diantaranya. Tujuan tersebut dalam rangka menyusun strategi dan langkah-langkah kebijakan lebih lanjut tentang alokasi sumberdaya dan dana yang terbatas guna mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan secara optimal. Penekanannya disini adalah pada alokasi optimal atau kombinasi optimum, artinya suatu langkah kebijakan yang
pertimbangannya telah dipertimbangkan dari segala untung dan rugi secara baik, seimbang dan serasi. Artinya yang berdaya guna (efisien) dan berhasil guna (efektif). Alokasi optimal tersebut adalah memaksimalkan atau meminimumkan fungsi tujuan yang memenuhi persyaratan yang dikehendaki oleh kendala dalam bentuk ketidaksamaan linier (Nasendi dan Afendi, 1985). Selanjutnya dikatakan oleh Soekartawi, 1992 tentang pengertian L.P adalah suatu metode programasi yang variabelnya disusun dengan persamaan linier. Linier programming adalah suatu model umum yang dipakai untuk menyelesaikan masalah pengalokasian sumberdaya yang terbatas secara optimal. Pengertian linier adalah semua persamaan dan fungsi matematis yang digunakan merupakan fungsi linier. Programming berarti berkaitan dengan perencanaan. Jadi L.P adalah mencakup perencanaan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dengan menggunakan anggapan-anggapan hubungan linier untuk mencapai hasil yang maksimal (Marwan dan Wahyu, 1984).
3 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Dari beberapa pengertian L.P diatas dalam kedudukannya sebagai alat bantu analisis dalam manajemen kuantitatif dan hubungannya dengan riset operasi dapat dijelaskan melalui skema 1 : Pada skema 1 tampak bahwa dalam suatu usaha atau semua kegiatan baik berkaitan dengan bisnis maupun tidak akan selalu berhubungan dengan manajemen. Manajemen adalah sekumpulan orang-orang atau badan usaha yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Manajemen juga berhubungan erat dengan pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang tepat sangat membantu manajemen untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Salah satu alat yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang bersifat kuantitatif adalah linier programming. Demikian juga riset operasi yang mana L.P merupakan bagian dari program-programnya dapat membantu untuk keperluan analisis dalam mengambil keputusan secara kuantitatif. Dalam suatu usaha umumnya sumberdaya yang dimiliki sangat terbatas. Sumberdaya dapat berupa alam, tenaga kerja, dan buatan. Misalnya lahan, jam kerja, kapasitas mesin, ruangan, modal kerja dan lain-lain.
Permasalahannya adalah bagaimana dengan sumberdaya yang terbatas tersebut hasil yang dicapai maksimum dan penggunaan input dapat efektif dan efisien. Untuk dapat mencapai tujuan itu dapat digunakan linier programming dan variasinya. Walaupun L.P sering digunakan dalam
menganalisis pengambilan keputusan secara kuantitatif bukan berarti tidak mempunyai kelemahan. Kelebihan dan kelemahan L.P sebagai alat bantu manajemen kuantitatif adalah :
4 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
a. Kelebihan : Mudah dilaksanakan apalagi kalau dengan menggunakan komputer Dapat menggunakan banyak variabel, sehingga berbagai kemungkinnan untuk memperoleh pemanfaatan sumberdaya yang optimum dapat dicapai Fungsi tujuan dapat difleksibelkan sesuai dengan tujuan penelitian atau berdasarkan data yang tersedia.
b. Kelemahan : Bila alat bantu komputer tidak tersedia, maka cara L.P dengan menggunakan banyak variabel akan menyulitkan analisisnya. Variabel 5 sampai 6 masih dapat dianalisis atau diselesaikan dengan manual. Sedangkan jika variabelnya lebih dari 6 maka sebaiknya harus diselesaikan dengan menggunakan komputer. Penggunaan asumsi linieritas, karena kenyataan yang sebenarnya kadangkadang asumsi ini tidak sesuai. Dalam buku ini akan dibahas penyelesaian persoalan dengan analisa L.P dan variasinya di bidang perikanan dengan menggunakan metode aljabar, grafik, simpleks, transportasi, dan integer L.P. Semua model menggunakan model matematika. Persoalan L.P yang akan disajikan baik dengan tujuan
memaksimalkan hasil ataupun meminimalkan biaya. Hasil disini dapat berupa penerimaan, atau keuntungan. Sedangan minimal biaya misalnya dalam hal biaya produksi atau biaya pemasaran.
5 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
6 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Ada beberapa istilah yang harus dipahami jika akan menyelesaikan persoalan dengan analisa L.P yaitu Fungsi Fungsi adalah suatu aturan yang menghubungkan beberapa buah variabel. Contoh : P = f (JK,JP) Dimana : P = Upah pekerja ; JK = Jumlah jam kerja ; JP = Jumlah produksi Persamaan diatas dibaca upah pekerja adalah fungsi dari JK dan JP. Artinya upah pekerja yang akan diperoleh dipengaruhio atau ditentukan oleh jumlah jam kerja dan jumlah produksi. Selanjutnya fungsi dapat dikembangkan menjadi bentuk yang lebihg lengkap menunjukkan hubungan variabelvariabelnya sebagai berikut : Y=4+2X Dari dua contoh diatas P dan Y adalah variabel dependent (tergantung) sedangkan JK, JP dan X adalah variabel independent (tidak tergantung). Fungsi tujuan dalam persoalan L.P yang mana dapat berupa
maksimalisasi atau minimalisasi merupakan fungsi dari beberapa aktivitas produksi. Secara umum dapat ditulis seebagai berikut : Z = f (x1, x2, x3 ..., xn) Persamaan tersebut dibaca Z fungsi dari variabel x1, x2, x3 ... xn. Selanjutnya hubungan tersebut lebih jelas dituangkan dalam persamaan yaitu Z = c1x1 + c2x2 + c3x3+ ... + cnxn
7 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Linier Linier merupakan hubungan antara beberapa variabel independent dan satu variabel dependent, dimana apabila dilakukan penambahan yang sama di satu pihak, maka akan menimbulkan efek konstan bagi pihak lainnya. Persamaan linier adalah suatu bentuk persamaan yang bila digambarkan pada grafik akan berbentuk garis lurus seperti tampak pada gambar 2 berikut X2
X1 Gambar 2. Grafik dari persamaan linier Persamaan/pertidaksamaan linier ditandai dengan variabel yang berpangkat satu . Misalnya 2 x1 + 4 x2 8. Pertidaksamaan tersebut bila digambar dalam grafik akan tampak pada gambar 3 berikut : X2
X1 Gambar 3. Grafik pertidaksamaan Keterangan : Arah panah menunjukkan daerah atau himpunan penyelesaian (H.P) dari ketidaksamaan
8 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Model Model adalah abstraksi dan penyederhanaan dari dunia atau keadaan yang nyata. Karena merupakan abstraksi dari keadaan nyata, maka strukturnya tidak seruwet keadaan nyata. Didalam menganalisis program linier dan variasinya, pembentukan model memegang peranan penting, karena salah dalam menentukan atau menyusun model hasilnyapun tidak ada artinya. Model adalah suatu gambaran yang sistematis dan abstrak, dimana menggambarkan potensi-potensi tertentu yang berkaitan dengan berbagai aspek dari sebuah proses (Book dalam Cangara, 1998). Ada juga yang menggambarkan model sebagai cara untuk menunjukkan sebuah obyek, dimana didalamnya dijelaskan kompleksitas suatu proses, pemikiran dan hubungan antara unsur-unsur yang mendukungnya. Model dibangun agar kita dapat mengidentifikasi, menggambarkan atau mengkatagorisasikan komponen-
komponen yang relevan dari suatu proses. Sebuah model dapat dikatakan sempurna jika mampu memperlihatkan semua aspek-aspek yang mendukung terjadinya sebuah proses. Misalnya dapat melakukan spesifikasi dan menunjukkan kaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya dalam satu proses serta keberadaannya dapat ditunjukkan secara nyata (Cangara, 1998). Secara garis besar model dapat dibedakan atas dua macam, yaitu model fungsional dan operasional. Model operasional menggambarkan proses dengan cara melakukan baik pengukuran terhadap dan luaran proyeksi maupun kemungkinan-kemungkinan faktor-faktor lain yang
operasional,
9 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
menspesifikasi hubungan-hubungan tertentu diantara berbagai unsur dari suatu proses serta menggeneralisasinya menjadi hubungan-hubungan baru. Secara skematik penyusunan model dapat dilihat pada gambar 4 dibawah ini : Masalah nyata Masalah nyata disederhanakan Model matematika
Pelaksanaan
Tafsiran, penyelesaian
Gambar 4. Proses penyusunan model matematika dalam L.P Suatu model yang baik adalah yang dapat memenuhi tiga kriteria sebagai berikut : a) Kesesuaian yaitu model harus mampu merangkum unsur-unsur yang sangat pokok dari persoalan yang dihadapi b) Kesederhanaan, model harus dibuat sesederhana mungkin sesuai dengan kemampuan yang ada dan sesuai dengan urgensi permasalahan yang dihadapi c) Keserasian yaitu model tersebut harus mampu mengenyampingkan hal-hal yang kurang berguna. L.P sebagai suatu teknik perencanaan, maka tidak terlepas dari proses pengambilan keputusan. Teknik pengambilan keputusan yang menggunakan L.P
10 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
prosesnya dikembangkan secara bertahap dan sistematis yaitu terdiri dari 5 tahap sebagai berikut :
1. Identifikasi persoalan, meliputi a. Penentuan dan perumusan tujuan yang jelas dari persoalan dalam sistem model yang dihadapi b. Identifikasi peubah yang dipakai sebagai kriteria untuk pengambilan keputusan c. Kumpulan data tentang kendala atau pembatas
2. Penyusunan model meliputi a. Memilih model yang cocok dan sesuai dengan permasalahan b. Merumuskan segala macam faktor yang terkait dalam model yang bersangkutan secara simbolik ke dalam rumusan model matematikanya c. Menentukan peubah-peubah beserta kaitan-kaitannya satu sama lainnya d. Tetapkan fungsi tujuan dan kendala-kendala dengan nilai-nilai dan parameter yang jelas
3. Analisis model a. Melakukan analisis terhadap model yang telah disusun dan dipilih tersebut b. Memilih hasil-hasil analisis yang terbaik (optimal) c. Melakukan uji kepekaan dan analisis post optimal terhadap hasil-hasil analisis model tersebut
11 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
4. Pengesahan Analisis pengesahan model menyangkut penilaian terhadap sebuah model yaitu dengan cara mencocokan model dengan keadaan dan data nyata. Selain itu pengesahan model juga diperlukan dalam rangka menguji dan mengesahkan asumsi-asumsi yang membentuk model tersebut secara struktural yaitu peubahnya, hubungan-hubungan fungsionalnya dan lain-lain. Setelah dicocokan dengan data dan keadaan nyata tersebut, dan ternyata model ini cocok karena mendekati kenyataan, maka model yang bersangkutan dianggap sah atau dapat dipercaya untuk dapat dipakai dalam analisis-analisis pengambilan keputusan. Pengembangan sustu model yang dapat diterapkan (aplicable) untuk suatu proses pengambilan keputusan yang baik, akan mengikuti suatu proses yang panjang, sebagaimana tampak pada gambar 5. Dengan berjalannya waktu dan berkembangnya keadaan permasalahan, maka model yang kita anggap sah tadi pada situasi dan kondisi lain kiranya perlu disesuaikan dan disempurnakan lagi untuk mendapatkan hasil analisis yang tepat, serasi dan sesuai. Proses ini akan berjalan secara terus menerus.
Model 1 Model 2 Model 3
Data D
Data baru
Data baru
Data baru
Gambar 5. Proses pengesahan model, peranannya dalam L.P dan variasinya sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan yang baik
12 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Model Matematika Model yang digunakan dalam penyelesaian persoalan L.P adalah
menggunakan mpdel matematika. Model matematika atau model simbolik ini mempunyai ciri utama bahwa keadaan yang nyata harus disusun dalam abstraksi dengan simbol-simbol matematika, bagaimanapun kompleksnya suatu persoalan, sepanjang dapat diidentifikasikan. Kemudian disusun dalam sebuah model simbolik, maka disitulah L.P dan variasinya berperanan. Bahasa yang dipakai oleh model ini adalah logika simbolik ( Nasendi dan Anwar, 1985).
Persoalan Optimasi (Optimation Problem) Persoalan optimasi adalah suatu upaya untuk memperoleh hasil,
penerimaan, pendapatan, keuntungan dsb dengan memperhatikan pembatasanpembatasan yang ada. Pada dasarnya persoalan optimasi adalah suatu persoalan untuk membuat nilai suatu fungsi beberapa variabel menjadi maksimum atau minimum dengan memperhatikan pembatasan-pembatasan yang ada. Biasanya pembatasan tersebut meliputi tenaga kerja (labour), Uang (money), material yang merupakan input serta waktu dan ruang. Dibawah ini akan diuraikan contoh persoalan optimasi yang dihadapi oleh pemilik perusahaan dan direktur pemasaran a) Pemilik perusahaan yang mempunyai beberapa jenis bahan mentah ingin menentukan besarnya produksi dari beberapa jenis barang agar supaya diperoleh suatu hasil penjualan yang maksimal. Didalam memproduksi barang-barang tersebut pemilik perusahaan dihadapkan kepada
13 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
untuk menyimpan barang yang terbatas . Persoalan tersebut apabila diringkas akan tampak sebagai berikut
Tabel 1. Matrik analisis dalam persoalan L.P Sumber X1 Bhn mentah Wkt mesin gudang [Link] a31 C1 a32 C2 ........ ......... a3n Cn bn a21 a22 ......... a2n b2 a11 X2 a12 ......... Aktivitas Xn a1n Batas sumber b1
b) Direktur pemasaran suatu perusahaan akan mengangkut suatu jenis barang tertentu (minyak, pupuk, semen, beras, telur, ikan, udang, pindang, ikan kaleng, dan lain-lain) dari beberapa tempat asal (pabrik, pusat produksi, gudang, tempat konsumen, pasar, dan lain-lain. Didalam mengangkut barang tersebut harus diatur sedemikian rupa sehingga jumlah biaya transportasi minimum dengan memperhatikan bahwa suplai barang tersebut dari setiap tempat asal terbatas, sedangkan permintaan barang dari setiap tempat tujuan harus memenuhi sejumlah tertentu. Dua contoh diatas yaitu memperoleh jumlah hasil penjualan yang maksimum dan jumlah biaya pengangkutan yang minimum dengan
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Penerimaan, biaya dan keuntungan Penerimaan dari suatu usaha adalah merupakan perkalian antara produk yang dihasilkan dengan harga per unit dari produk tersebut. Sedangkan keuntungan adalah penerimaan setelah dikurangi dengan biaya yang
dikeluarkan. Atau dapat dikatakan besarnya penerimaan dari suatu usaha adalah harga jual dikurangi biaya per unit dikalikan volume produksi. Hal tersebut dengan asumsi bahwa produk yang dihasilkan habis terjual. Contoh 1: Perusahaan pengalengan ikan memproduksi ikan kaleng jenis tuna. Harga per kaleng Rp. 2.500,- Selama bulan Maret perusahaan dapat menjual habis produksinya yaitu sebanyak 1.000.000 kaleng. Berapa penerimaan perusahaan dalam bulan Maret tersebut ? Jawab : Penerimaan = harga/kaleng x Jumlah produk = C = 1.000.000 x X x Rp. 2.500
= Rp. [Link] Contoh 2 Informasi lainnya dari perusahaan pengalengan adalah biaya per kaleng Rp. 1.500,-. Berapa keuntungan perusahaan? Jawab : 1) Keuntungan = Penerimaan total biaya = Rp. [Link] (1.500 x 1.000.000) = Rp. 1000.000.000 Atau :
15 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
2) Keuntungan = (Harga jual /unit biaya/unit) x volume produksi = (Rp. 2.500 Rp. 1.500) x 1.000.000 = Rp. 1000.000.000 Contoh 3 Dalam perkembangannya perusahaan memproduksi lebih dari satu jenis produk yaitu ikan kaleng jenis tuna dan lemuru. Harga ikan lemuru adalah Rp. 2.000. Biaya per kaleng Rp. 1.300 dan volume pemasaran 750.000 kaleng. Berapa penerimaan dan
= (Rp 2500 x 1000000) + (2000 x 750000) = [Link] Contoh 4 Jawab : 3) Keuntungan = Penerimaan total biaya = Rp. [Link] (1.500 x 1.000.000)+(1300 x 750.000 = Rp. [Link] Atau : 4) Keuntungan = (Harga jual 1/unit biaya 1/unit) x volume produksi 1 + (Harga jual 2/unit biaya 2/unit) x volume produksi 2 = (Rp. 2.500 Rp. 1.500) x 1.000.000 + (Rp. 2000 Rp. 1.300) x 750.000 = Rp. [Link]
16 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Persoalan Programming Persoalan programming pada dasarnya berkenaan dengan penentuan alokasi yang optimal daripada sumber-sumber yang langka (Limited
Persoalan Linier Programming (L.P) Persoalan L.P adalah persoalan untuk menentukan besarnya masing-masing nilai variabel sedemikian rupa sehingga (s.r.s) nilai fungsi tujuan (objective function) yang linier menjadi maksimum atau minimum Dengan demikian maka teknik L.P dapat digunakan dalam 2 cara yaitu : a. Memaksimumkan total penerimaan atau total keuntungan pada kendala sumberdaya yang terbatas yang selanjutnya disebut dengan istilah program memaksimumkan atau maksimisasi (maximize) b. Meminimumkan biaya dalam rangka tetap mendapatkan total penerimaan atau total keuntungan sebesar mungkin atau minimisasi (minimize) Penggunaan salah satu dari cara tersebut dilakukan karena tersedianya data yang berbeda.
Asumsi Dasar L.P Beberapa asumsi digunakan dalam memecahkan persoalan L.P yaitu 1) Proportionality :
17 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Asumsi
ini
mempunyai
arti
naik
turunnya
dan
penggunaan
sumber/fasilitas akan berubah sebanding (proportional) dengan perubahan tingkat aktivitas 2) Nilai tujuan tiap aktivitas tidak saling mempengaruhi. Nilai tujuan (Z) yang diakibatkan oleh kenaikan suatu aktivitas dapat ditambahkan tanpa mempengaruhi bagian nilai Z yang didapat dari aktivitas lain. 3) Divisibility : Output setiap kegiatan dapat berupa bilangan pecahan. Demikian pula dengan Z (hasil). Misalnya x1 = 6,5 ; Z = 1000,75 4) Deterministic Parameter yang terdapat dalam model L.P (aij;bi;cj) dapat diperkirakan dengan pasti, meskipun kurang tepat (presisi) 5) Accountability For Resources Sumber yang ada harus dapat dihitung, sehingga dapat dipastikan berapa bagian yang terpakai dan tak terpakai. 6) Linierity of Objectives Fungsi tujuan dan faktor pembatasnya harus dapat dinyatakan sebagai fungsi linier
Kesamaan dan Ketidaksamaan Kesamaan dan ketidaksamaan merupakan suatu hubungan penting dalam L.P. Kesamaan digambarkan oleh tanda sama dengan yaitu =, dan ini merupakan pernyataan khusus dalam bentuk matematik. Misalnya Z = 2500 (jumlah ikan kaleng tuna) + 2000 (jumlah ikan kaleng lemuru).
18 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Namun banyak persoalan perusahaan tidak dapat dinyatakan dalam bentuk kesamaan yang jelas dan rapi. Hitungan yang dicari tidak selalu satuan bulat, tetapi juga bisa berupa angka kira-kira. Untuk itu diperlukan ketidaksamaan yaitu hubungan lain yang dinyatakan dalam bentuk matematik (Richard I. Levin, dkk, 2000). Misalnya pernyataan bahwa total biaya produksi ikan kaleng tuna Rp. 1500 per kaleng dan ikan kaleng lemuru Rp. 1300 per kaleng tidak boleh lebih dari Rp. 500.000.000. Dalam ketidaksamaan ditulis sebagai berikut : 5 X1 + 4 X2 500.000.000 Tanda berarti lebih kecil atau sama dengan. Setiap nilai yang lebih kecil dari atau sama dengan 500.000.000 memenuhi ketidaksamaan tersebut. Bila ini merupakan kesamaan, biaya produksi ikan kaleng tuna dan lemuru harus sama dengan 500.000.000. Tanda berarti lebih besar dari atau sama dengan. Setiap nilai lebih besar dari atau sama dengan 500.000.000 akan memenuhi ketidaksamaan ini. Sebagian besar batasan dalam persoalan L.P dinyatakan sebagai ketidaksamaan. Seperti akan terlihat nanti dalm contoh-contoh soal, kebanyakan dinyatakan diatas atau dibawah batas, dan tidak dinyatakan pada tingkat yang pasti, sehingga membuka banyak kemungkinan (Richard I. Levin, dkk, 2000) Untuk memudahkan dalam hal memahami pengertian dari persoalan L.P tersebut, perhatikan contoh dibawah ini : Pemilik perusahaan ikan kaleng memiliki 2 macam bahan mentah yaitu ikan tuna dan tomat. Ikan tuna yang dimiliki sebanyak 60 ton dan lemuru 48 ton. Dari 2 bahan mentah tersebut akan diproduksi 2 macam ikan kaleng
19 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
jenis tuna kualitas 1 dan 2. Baik kualitas I dan II memerlukan bahan mentah ikan tuna dan tomat sebagai inputnya. Perincian penggunaan bahan mentah adalah sebagai berikut : kualitas 1, per ikan kaleng memerlukan 0,25 kg ikan tuna dan 0,15 kg tomat, kualitas 2 memerlukan 0,15 kg ikan tuna dan 0,10 kg tomat. Apabila ikan kaleng kualitas 1 dijual per kaleng laku Rp. 2500 dan ikan kaleng kualitas 2 laku Rp. 2000. Berapa besarnya produksi ikan kaleng kualitas 1 dan 2 agar supaya penerimaan seluruh hasil penjualan maksimum dengan memperhatikan pembatasan bahwa
penggunaan bahan mentah ikan tuna dan tomat tidak boleh melebihi 60 ton dan 48 ton. Diasumsikan semua produk ikan kaleng baik kualitas 1 dan 2 habis terjual. Untuk memudahkan perumusan persoalan L.P diatas, dapat dibuat tabel yang berisi rinkasan soal cerita diatas sebagai berikut : Tabel 2. Matrik untuk merumuskan persoalan L.P Input Produksi ikan kaleng (x) X1 Ikan tuna Tomat Max penerimaan 0,25 0,15 2500 X2 0,15 0,10 2000 60 48 Batas
Perumusan persoalan dengan model matematik Misal : Ikan kaleng kualitas 1 = x1 Ikan kaleng kualitas 2 = x2 Cari x1, x2 s.r.s Z = 2500 x1 + 2000 x2 : maksimum
20 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
d.p 0,25 x1 + 0,15 x2 60.000 0,15 x1 + 0,10 x2 48.000 x1 , x2 0 Keterangan : Z = f ( x1, x2 ) = 2500 x1 + 2000 x2 fungsi tujuan yang linier S.r.s = sedemikian rupa sehingga artinya lebih besar atau sama artinya lebih kecil atau sama (simbol ketidaksamaan untuk menunjukkan pembatasan) ikan kaleng kualitas 1 (x1) per kaleng laku Rp. 2500 penerimaan dari x1 = 2500 x1 Ikan kaleng kualitas 2 (x2) per kaleng laku Rp. 2000 penerimaan dari x2 = 2000 x2 Jumlah hasil penjualan atau penerimaan total = Z = 2500 x1 + 2000 x2 harus maksimum Ketidaksamaan kendala/pembatas dapat dijelaskan sebagai berikut untuk memproduksi ikan kaleng kualitas 1 per unit/kaleng memerlukan 0,25 kg ikan tuna, jadi jumlah bahan baku ikan tuna yang dibutuhkan untuk memproduksi ikan kaleng kualitas 1 sebanyak 0,25 X x1 Untuk memproduksi ikan kaleng kualitas 2 per unit/kaleng memerlukan 0,15 kg ikan tuna. Jadi jumlah bahan baku ikan tuna yang dibutuhkan untuk memproduksi ikan kaleng kualitas 2 sebanyak 0,15 X x2 Dengan demikian jumlah bahan mentah ikan tuna yang dibutuhkan untuk memproduksi ikan kaleng kualitas satu dan 2 sebesar 0,25 x1 + 0,15 x2 60.000
21 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
untuk memproduksi ikan kaleng kualitas 1 per unit/kaleng memerlukan 0,15 kg tomat, jadi jumlah bahan baku tomat yang dibutuhkan untuk memproduksi ikan kaleng kualitas 1 sebanyak 0,15 X x1 Untuk memproduksi ikan kaleng kualitas 2 per unit/kaleng memerlukan 0,10 kg tomat. Jadi jumlah bahan baku tomat yang dibutuhkan untuk memproduksi ikan kaleng kualitas 2 sebanyak 0,15 X x2 Dengan demikian jumlah bahan mentah tomat yang dibutuhkan untuk memproduksi ikan kaleng kualitas satu dan 2 sebesar 0,15 x1 + 0,10 x2 48.000 x1 0 dan x2 0 artinya x1 dan x2 tidak boleh mengambil nilai negatif, karena produksi sebanyak tertentu tidak bisa dilakukan dan tidak rasional. Minimal tidak berproduksi atau produksi = 0. Apabila diperhatikan perumusan persoalan L.P diatas maka dapat dilihat unsur yaitu tujuan, alternatif pemecahan (tujuan maksimum) dan sumberdaya yang terbatas. Supranto, 1983 mengatakan bahwa suatu persoalan disebut persoalan L.P apabila memenuhi hal-hal berikut : 1. Tujuan (objective) yang akan dicapai harus dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi linier. Fungsi ini disebut fungsi tujuan (Objective function). 2. Harus ada alternatif pemecahan. Pemecahan yang membuat nilai fungsi tujuan optimum (laba yang maksimum, biaya yang minimum yang harus dipilih). 3. Sumber-sumber tersedia dalam jumlah yang terbatas (bahan mentah, modal, ruangan untuk menyimpan, waktu yang digunakan untuk bekerja, kapasitas mesin, dan lain-lain). Pembatasan-pembatasan harus dinyatakan didalam ketidaksamaan linier (linier inequality) ( Supranto, 1983)
22 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Model dasar atau model baku L.P dapat dirumuskan sebagai berikut : Cari x1, x2, ..., xn s.r.s Z = C1 X1 + C2 X2 + C3 X3 + ... + CnXn Fungsi Tujuan dengan kendala (d.k) a11 x1 + a12 x2 + ... + a1n xn atau b1 a21 x1 + a22 x2 + ... + a2n xn atau b2 . . . .
am1 x1 + am2 x2 + ... + amn xn atau bm dan xj 0, untuk j = 1,2,...,n (syarat non negatif) Model tersebut jika diringkas akan menjadi sebagai berikut : Optimumkan (maksimumkan atau minimumkan) n Z = Cj Xj , untuk j = 1,2,...,n J=1 Dengan pembatas/kendala n aij Xj atau bi j=1 Untuk i = 1,2,...,n dan Xj 0 dimana j = 1,2,...,n (syarat tak negatif) Keterangan : Cj = parameter yang dijadikan kriteria optimum atau koefisien peubah pengambilan keputusan dalam fungsi tujuan. Xj = peubah pengambilan keputusan atau kegiatan (yang ingin dicari, yang tak diketahui)
23 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
aij = koefisien teknologi peubah pengambilan keputusan (kegiatan yang bersangkutan dalam kendala ke i bi = sumberdaya yang terbatas, yang membatasi kegiatan atau usaha yang bersangkutan disebut pula konstanta atau nilai sebelah kanan dari kendala ke- i Z = nilai skalar kriteria pengambilan keputusan suatu fungsi tujuan (Nasendi dan Anwar, 1985) Secara aplikatif Cj adalah harga masing-masing produk untuk kasus maksimalisasi dan minimalisasi Cj merupakan biaya untuk memproduksi masing-masing produk. Sedangkan Xj adalah kegiatan dalam memproduksi yaitu dalam contoh ini adalah memproduksi ikan kaleng tuna dan lemuru. Z adalah besarnya penerimaan yang diperoleh dari memproduksi semua produk. aij adalah jumlah sumberdaya misalnya bahan baku tuna dan lemuru yang dibutuhkan dalam memproduksi masing-masing produk. bi adalah jumlah keterbatasan sumberdaya dalam contoh ini misalnya jumlah ikan tuna dan lemuru yang dimiliki perusahaan ikan kaleng, dan lain-lain. Keterangan lebih lanjut tentang model matematika L.P adalah sebagai berikut : a) Ada m macam input b) Ada n macam output (hasil produksi) c) Cn : harga per satuan output d) Xn : output ke n yang dihasilkan e) amn : banyak input ke m yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan output ke n f) bm : banyaknya input ke-m yang tersedia
24 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Apabila dalam suatu persoalan L.P tujuannya memaksimumkan keuntungan, maka fungsi tujuan merupakan profit function yang secara umum dapat dituliskan sebagai berikut : Z = c1 x1 + c2 x2 + ... + cn xn Keterangan : a) Xn = banyaknya barang yang diproduksikan = n buah aktivitas yang menghasilkan n macam barang b) Cn = harga barang ke n c) Dengan pembatas a11 x1 + a12 x2 + .... + a1n xn b1 a21 x1 + a22 x2 + ... + a2n xn b2 am1 x1 + am2 x2 + ... + amn xn bm Dengan syarat : X1 0 dan x2 0 Jika banyaknya input ke m yang tersedia sebanyak bm, berarti pemakaian input tidak boleh melebihi bm. Pemakaian input 1 untuk menghasilkan x1 satuan barang 1 = a11 x1; pemakaian input 1 untuk menghasilkan x2 satuan barang 2 = a12 x2 dan pemakaian input ke-m untuk menghasilkan xn satuan barang ke-n = amn xn. Pemakaian input ke-m untuk seluruh aktivitas adalah : amn x 1 + am2 x2 + .... + amn xn bm bm artinya pemakaian input tidak boleh melebihi jumlah input yang tersedia (bm)
25 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Ulangan Konsep a) Linier programming adalah teknik yang mencoba untuk menentukan alokasi terbaik dari ---------------------- untuk mencapai -----------b) Tiap persoalan L.P meliputi suatu ---------------- yang menghubungkan variabel dalam persoalan tersebut dengan tujuan perusahaan, dan ---------- yang menggambarkan keterbatasan sumber-sumber yang tersedia bagi perusahaan. c) Batasan dalam L.P ysng mengharuskan semua variabelnya nol atau positif disebut sebagai batasan ------------d) Semua batasan lainnya yang merupakan hasil dari sumber batasan disebut batasan ----------e) Suatu batasan dalam L.P harus dinyatakan baik sebagai suatu -----------linier atau suatu -------------- linier f) Bila ada pemecahan optimal dalam suatu persoalan L.P, ini akan terletak di -------- daerah yang memungkinkan g) Bila dua variabel selalu merupakan nilai dalam proporsi yang sama , variabel tersebut adalah berhubungan secara ---------h) Semua kemungkinan pemecahan yang memenuhi semua ketidaksamaan kendala terdapat dalam -----------
26 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
1. PROGRAM LINIER METODE ALJABAR Untuk memberikan contoh pemecahan persoalan L.P dengan cara aljabar, perhatikan persoalan L.P yang telah dirumuskan sebagai berikut : Contoh persoalan maksimum Cari x1, x2 s.r.s Z = 8 x1 + 6 x2 : Maksimum d.k 4 x1 + 2 x2 60 2 x2 + 4 x2 48 x1 0 ; x2 0 Langkah-langkah pemecahan persoalan L.P secara aljabar : Ketidaksamaan kendala harus diubah dahulu menjadi persamaan dengan jalan memasukkan slack variabel (misalnya x3 dan x4). Slack variabel ialah suatu variabel yang ditambahkan di sebelah kiri tanda ketidaksamaan, agar ketidaksamaan menjadi persamaan. Dengan memasukkan slack variabel x3 dan x4 kita peroleh 2 persamaan berikut : 4 x1 + 2 x2 + x3 2 x1 + 4 x2 + x4 = 60 = 48
Persoalan L.P yang ketidaksamaannya sudah dirubah menjadi persamaan disebut persoalan L.P yang standard. Dalam prakteknya x3 dan x4
27 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
merupakan bahan mentah sisa yaitu yang tidak diproduksi, maka dari itu c3 dan c4 masing-masing nilainya sama dengan 0. Menyusun persoalan L.P standard Cari x1, x2, x3, x4 s.r.s : Z = 8 x1 + 6 x2 + 0 x3 + 0 x4 d.p 4 x1 + 2 x2 + x3 2 x1 + 4 x2 + x4 = 60 = 48 : Maksimum
x1, x2, x3, x4 0 Jika ada n variabel yaitu x1, x2, ..., xn akan tetapi hanya ada m persamaan, maka bisa diperoleh sebanyak K persamaan, dimana K = kombinasi, dihitung berdasarkan rumus berikut : n! K = --------------m! (n-m) ! Keterangan : N ! = dibaca n faktorial N ! = n (n-1) (n-2) ... 2.1 Contoh : 0!=1 2 ! = 2.1 = 2 3 ! = 3.2.1 = 6 4 ! = [Link] = 24 Dalam contoh persoalan diatas ini n = 4, m = 2, sehingga 4! 24 K = ----------------- = ---------- = 6 2 ! (4-2) ! 2 (2)
28 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Dari persoalan diatas ada 2 persamaan dan 4 variabel (x1, x2, x3, x4). Nilai-nilai x1, x2, x3 dan x4 yang memenuhi persamaan tersebut disebut pemecahan dari persamaan tersebut. Jadi apabila ada n variabel dan m persamaan maka variabel yang diperoleh dari m persamaan tersebut disebut variabel dasar (basic variables). Sedangkan pemecahannya disebut pemecahan dasar (basic solution). Pemecahan yang memenuhi semua syarat pembatasan disebut pemecahan fisibel (feasible solution). Kalau
pemecahan fisibel maka merupakan pemecahan dasar fisibel (basic feasible solution). Pemecahan yang menghasilkan paling sedikit satu variabel yang negatif, maka disebut pemecahan tidak fisibel (not feasible
solution)
Menyusun 6 persamaan dasar dan mencari pemecahannya (1) Jika X1 = x2 = 0 (tidak ada produksi) 4 x1 + 2 x2 + x3 x3 2 x1 + 4 x2 + x4 x4 = 60 = 60 = 48 = 48
(2) x1 = x3 = 0 4 x1 + 2 x2 + x3 = 60 2 x2 x2 = 60 = 30
29 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
2 x1 + 4 x2 + x4 = 48 4 x2 + x4 = 48 4 (30) + x4 = 48 x4 = 48 120 = - 72 (tidak fisibel) Z2 tidak dihitung karena x4 negatif, jadi pemecahan tidak fisibel.
(3) x1 = x4 = 0 4 x1 + 2 x2 + x3 2 x2 + x3 2 x1 + 4 x2 + x4 4 x2 x2 2 x2 + x3 2 (12) + x3 x3 = 60 = 60 = 48 = 48 = 12 = 60 = 60 = 60 24 = 36
(4) x2 = x3 = 0 4 x1 + 2 x2 + x3 = 60 4 x1 x1 2 x1 + 4 x2 + x4 = 60 = 15 = 48
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
(5) x2 = x4 = 0 4 x1 + 2 x2 + x3 = 60 4 x1 + x3 = 60
2 x1 + 4 x2 + x4 = 48 2 x1 x1 = 48 = 24
(6) x3 = x4 = 0 4 x1 + 2 x2 + x3 4 x1 + 2 x2 = 60 = 60
2 x1 + 4 x2 + x4 2 x1 + 4 x2 Persamaan simultan 4 x1 + 2 x2 2 x1 + 4 x2 2 x1 + x2
= 48 = 48
= 60 = 48 = 30
x 1/2 x1
2 x1 + 4 x2 = 48 - 3 x2 = - 18 x2 =6
2 x1 + 4 x2 = 48
31 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
2 x1 + 4 (6) = 48 2 x1 = 24 x1 = 12 Z6 = 8 (12) + 6 (6) + 0 (0) + 0 (0) = 132 (terbesar/maksimum) Oleh karena Z6 yang memberikan nilai tujuan terbesar maka Z6 = Z maksimum. Jadi pemecahan dasar ke-6 merupakan pemecahan dasar yang optimal. Misalkan satuannya dalam ribu, maka jumlah hasil penjualan maksimum = 132 ribu dengan keputusan yang harus dibuat oleh pemilik perusahaan ialah bahwa barang A dan B dimana A = x1 dan B = x2 masingmasing harus diproduksi sebesar 12 satuan dan 6 satuan.
Model diatas harus diubah dahulu menjadi persamaan standard dengan memasukkan surplus variabel x3 dan x4, yaitu variabel yang harus dikurangkan didalam suatu ketidaksamaan agar supaya menjadi persamaan. Persoalan yang standard adalah sebagai berikut : Cari x1, x2, x3 dan x4 s.r.s Z = 5 x1 + 3 x2 0 x3 0 x4 : Minimum d.p 2 x1 + x2 x3 = 3
32 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
x1 + x2
- x4 = 2
x1 + x2 - x4 = 2 - x4 = 2 x4 = -2 Z1 tidak perlu dihitung karena pemecahan ini tidak fisibel, x3 dan x4 tidak memenuhi syarat (nilainya negatif) (2) x1 = x3 = 0 2 x1 + x2 x3 = 3 x2 = 3 x1 + x2 x4 = 2 3 - x4 = 2 x4 = -1 x4 = 1
(2) x1 = x4 = 0 2 x1 + x2 x3 = 3 x2 x3 = 3 x1 + x2 x4 = 2
33 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
x2 2 x3 -
= 2 =3 x3 = 1 x3 = - 1
Z3 tidak perlu dihitung karena pemecahan ini tidak fisibel, x3 tidak memenuhi syarat (negatif).
(4) x2 = x4 = 0 2 x1 + x2 x3 = 3 2 x1 x3 = 3 x1 + x2 x4 = 2 x1 = 2 2 (2) x3 = 3 x3 = -1
34 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
x3
=1
(5) x3 = x4 = 0 2 x1 + x2 x3 = 3 2 x1 + x2 = 3
x1 + x x4 = 2 x1 + x2 = 2 Persamaan simultan : 2 x1 + x2 = 3 x1 + x2 = 2 x1 = 1
1 + x2 = 2 x2 = 1 Z6 = 5 (1) + 3 (1) 0 (0) 0 (0) = 8 Dari 6 pemecahan dasar dipilih nilai Z yang paling kecil yaitu Z6 = Z minimum = 8. Interpretasi lebih lanjut dari penyelesaian persoalan L.P dengan metode aljabar adalah sebagai berikut : (a) Kombinasi 1 pada kasus maksimalisasi yaitu x1 = 0 dan x2 = 0 artinya perusahaan tidak berproduksi. Dengan tidak berproduksi maka
sumberdaya yang dimiliki tidak terpakai artinya sisa sumberdaya sebanyak jumlah yang dimiliki yaitu x3 = 60 dan x4 = 48 (b) Kombinasi ke 3 dngan tidak memproduksi produk 1 ( x1 = 0), memproduksi produk 2 sebanyak 12 unit ( x2 = 12) maka penerimaan yang diperoleh
35 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
sebesar 72. Dengan kombinasi tersebut sumberdaya 1 tersisa 36 unit dan sisa sumberdaya 2 adalah 0 atau habis terpakai. (c) Kombinasi ke 4 dengan tidak memproduksi produk 2 (x2 = 0), memproduksi produk 1 sebanyak 15 unit ( x1 = 15) maka penerimaan yang diperoleh sebanyak 120. Dengan kombinasi tersebut sumberdaya 1 habis terpakai dan sumberdaya ke 2 sisa 18 unit. (d) Kombinasi ke 6 dimana diupayakan sumberdaya habis terpakai yaitu sisa masing-masing sumberdaya adalah 0 maka diproduksi produk 1 sebanyak 12 unit dan produk 2 sebanyak 6 unit. Dengan demikian penerimaan yang diperoleh adalah sebanyak 132 unit. Kombinasi terbaik adalah kombinasi ke 6 karena nilai Z tertinggi dan penggunaan sumberdaya paling efisien karena kedua sumberdaya habis terpakai.
2. LINIER PROGRAMMING METODE GRAFIK Persoalan L.P dengan dua variabel/peubah dapat diselesaikan dengan pertolongan grafik. Tetapi soal dngan tiga variabel atau lebih harus diselesaikan secara aljabar matrik yaitu menggunakan metode simpleks. Contoh : soal maksimalisasi Cari x1, x2 s.r.s Z = 2,5 x1 + 2 x2 --- (5) : maksimum d.k x1 + 2 x2 8 3 x1 + 2 x2 9 x1, x2 0 Jawab:
36 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
(1) x1 + 2 x2 = 8 Jika x1 = 0, maka 2 x2 = 8 X2 = 4 -- A (0,4) Jika x2 = 0, maka x1 = 8 -- B (8,0) (2) 3 x1 + 2 x2 = 9 Jika x1 = 0, maka 2 x2 = 9 X2 = 4,5 -- C(0;4,5) Jika x2 = 0, maka 3 x1 = 9 X1 = 3 -- D (3,0) (5) Z = 2,5 x1 + 2 x2 Misal Z = 0 -- 2,5 x1 + 2 x2 = 0 X1 = 0 -- 2 x2 = 0 X2 = 0 -- (0,0) Misal Z = 10 -- 2,5 x1 + 2 x2 = 10 X1 = 0 -- 2 x2 = 10 X2 = 5 -- (0,5) X2 = 0 -- 2,5 x1 = 10 X1 = 4 -- (4,0)
37 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
X2
Z=0
X1 Z=5 Gambar 6. Grafik persoalan L.P contoh soal maksimalisasi dengan metode grafik Keterangan model : (1) .... (4) disebut ketidaksamaan kendala Kendala (3), (4) disebut kendala tak negatif, yang ditambahkan sendiri, karena x1 0 dan x2 0 tidak memberi arti. Kendala (1), (2) disebut kendala utama Fungsi Z disebut fungsi sasaran atau tujuan.
Keterangan Grafik : Setiap kendala menghasilkan himpunan penyelesaian (H.P) berupa setengah bidang yang tertutup (artinya batasnya termasuk) Irisan ke empat bidang menghasilkan daerah segi empat OABC beserta batasnya
38 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Pasangan (x1,x2) yang memenuhi semua kendala disebut penyelesaian fisibel (P.F) atau Feasible Solution. Pada grafik akan disebut titik fisibel, sehingga daerah OABC merupakan himpunan titik fisibel, disebut daerah fisibel (fesible
Region)
Penyelesaian fisibel yang juga mengoptimalkan fungsi sasaran disebut penyelesaian optimal (P.O). Inilah yang dicari dalam suatu soal L.P. Gambarnya disebut titik optimal (Optimal Solution) Cara mencari titik optimal (1) Berikan dua nilai kepada Z misalnya Z = 0 dan Z = 5. Lukis kedua grafiknya. Jadi lukislah garis-garis 2,5 x1 + 2 x2 = 0 dan 2,5 x1 + 2 x2 = 5. Keduanya saling sejajar dan disebut garis selidik atau Iso profit untuk kasus maksimalisasi dan Isocost untuk kasus minimalisasi. Karena dari garis tersebut dapat dilihat kemiringan garis. Z = tetap dan digeser ke arah mana harus digeser supaya tercapai maksimal untuk Z. Titik optimal diperoleh sebagai titik fisibel terakhir yang dilalui oleh garis Z = tetap sebelum keluar dari daerah fisibel yaitu titik B. (2) Setelah dihitung diperoleh koordinat B yaitu ( 0,5;3,75) sebagai perpotongan atau persamaan simultan dari batas kendala (1) dan (2) sebagai berikut : (1) (2) x1 + 2 x2 = 8 3 x1 + 2 x2 = 9 3 x1 + 6 x2 = 24 3 x1 + 2 x2 = 4 x2 = 15
39 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
x3 x1
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Dengan demikian penyelesaian Optimal (P.O) nya adalah (x1,x2) = (0,5;3,75) P.O ini akan menghasilkan fungsi sasaran/tujuan sebagai berikut : Z (0,5;3,75) = 2,5 (0,5) + 2 (3,75) = 8,75 8,75 ini adalah merupakan nilai program yang tidak lain adalah Z maksimal.
Contoh soal minimisasi (minimize) Cari x1, x2 s.r.s : Z = 1,5 x1 + 2,5 x2 : Minimum ........ (5) d.p x1 + 3 x2 3 ..........................................(1) x1 + x2 2 ..........................................(2)
x1, x2 0 ...............................................(3), (4) Jawab : (1) x1 + 3 x2 = 3 x1 = 0 3 x2 = 3 x2 = 1 A (0,1) x2 = 0 x1 = 3 B (3,0) (2) x1 + x2 = 2 x1 = 0 x2 = 2 C (0,2) x2 = 0 x1 = 2 D (2,0) (5) Z = 1,5 x1 + 2,5 x2
40 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
0 = 1,5 x1 + 2,5 x2 x1 = 0 ; x2 = 0 (0,0) 7,5 = 1,5 x1 + 2,5 x2 x1 = 0 2,5 x2 = 7,5 x2 = 3 (0,3) x2 = 0 1,5 x1 = 7,5 x1 = 5 (5,0) Semua titik jika dituangkan dalam grafik maka akan tampak sebagai berikut : X2
A X2
Z = 7,5 Gambar 7. Grafik persoalan minimisasi L.P Garis selidik (Z) digeser ke kiri terakhir menyentuh titik C. Dengan demikian P.O adalah titik C (0,2) sehingga nilai program yaitu Z minimal = 1,5 x1 + 2,5 x2 = 1,5 (0) + 2,5 (2) = 5.
41 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Contoh soal cerita Perusahaan pengalengan ikan memproduksi dua jenis produk ikan kaleng jenis tengiri dan tongkol. Kedua jenis produk tersebut diproses melalui tiga tahap yaitu pemotongan, pengolahan dan pengkemasan. Rata-rata setiap unit produk ikan kaleng jenis tengiri diproses selama 2 menit pada mesin pemotong, 2 menit pada mesin pengolah, 4 menit pada mesin pengkemas. Sedangkan rata-rata setiap unit produk ikan kaleng jenis tongkol diproses selama 1 menit pada mesin pemotong, 3 menit pada mesin pengolah dan 3 menit pada mesin pengkemas. Kapasitas waktu pengoperasian mesin sangat terbatas, yaitu kapasitas operasi mesin pemotong 300 menit/hari, mesin pengolah 600 menit/hari dan mesin pengkemas 720 menit/hari. Harga jual produk ikan kaleng jenis tengiri dan tongkol masing-masing Rp. 3.000/unit. Dengan kapasitas pengoperasian mesin-mesin yang terbatas, perusahaan ingin memperoleh keuntungan maksimum. Selesaikan dengan metode aljabar. Jawab : Dengan sumberdaya terbatas harus mengoptimalkan hasil. Masalah tersebut dapat dipecahkan dengan L.P. Untuk memudahkan menyusun model
matematika dari persoalan L.P diatas dengan menggunakan matrik sebagai berikut : Tabel 3. Matrik untuk memudahkan menyusun model matematika persoalan L.P Sumber daya 1. 2. F. Tujuan Pilihan kegiatan Batas Sumber Satuan
42 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Matrik tersebut jika diterapkan dengan persoalan L.P diatas akan tampak sebagai berikut : Tabel 4. Matrik penyusunan model matematika persoalan L.P Sumber daya Pemotongan Pengolahan Pengkemasan Maks keuntg Keterangan : X1 = ikan kaleng jenis tengiri X2 = ikan kaleng jenis tongkol Kegiatan Tengiri (x1) Tongkol (x2) 2 1 2 3 4 3 3000 3000 Batas sumber 300 600 720 Satuan Menit/hr Menit/hr Menit/hr Rp/unit
Model matematika persoalan L.P diatas adalah sebagai berikut : Cari x1, x2 s.r.s Z = 3000 x1 + 3000 x2 : maksimal ............................... (6) d.p 2 x1 + x2 300 ............................................. (1) 2 x1 + 3 x2 600 ........................................... (2) 4 x1 + 3 x2 720 ........................................... (3) x1, x2 0 (1) 2 x1 + x2 = 300 x1 = 0 x2 = 300 A (0,300) X2 = 0 2 x1 = 300 X1 = 150 B (150,0) (2) 2 x1 + 3 x2 = 600 x1 = 0 3 x2 = 600
43 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
.......................................... (4),(5)
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
x2 = 200 C (0,200) x2 = 0 2 x1 = 600 x1 = 300 D (300,0) (3) 4 x1 + 3 x2 = 720 x1 = 0 3 x2 = 720 x2 = 240 E (0,240) x2 = 0 4 x1 = 720 x1 = 180 F (180,0) Semua titik jika dituangkan dalam grafik akan tampak sebagai berikut : X2
X1
Z = 300.000 Gambar 8. Grafik persoalan L.P perusahaan pengalengan ikan Misal Z = 300.000 = 3000 x1 + 3000 x2 X1 = 0 3000 x2 = 300.000 X2 = 100 (0,100)
44 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
X2 = 0 x1 = 100 (100,0) Keterangan : Daerah OGHIJ adalah merupakan daerah fisibel (Feasible Region) Garis selidik atau garis isopenerimaan dari perusahaan pengalengan ikan yang ditunjukkan oleh garis Z = 300.000 untuk mencari titik mana yang merupakan penyelesaian optimal, maka garis tersebut digeser ke kanan dan ternyata terakhir menyinggung titik H yaitu perpotongan antara kendala pengolahan (2) dan pengkemasan (3). Koordinat titik H dapat dicari dengan menggunakan persamaan simultan antara kendalan 2 dan 3 sebagai berikut : 2 x1 + 3 x2 = 600 4 x1 + 3 x2 = 720 2 x1 = - 120 x1 = 60 2 (60) + 3 x2 = 600 3 x2 = 480 x2 = 160 Jadi titik H adalah (60,160) Koordinat titik I adalah perpotongan antara kendala pemotongan (1) dan pengkemasan (3). Dengan persamaan simultan maka dapat dicari sebagai berikut : 2 x1 + x2 = 300 4 x1 + 3 x2 = 720 x3 6 x1 + 3 x2 = 900 x1 4 x1 + 3 x2 = 720 2 x1 = 180 x1 = 90
45 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Nilai x1 masuk ke persamaan (1), maka 2 (90) + x2 = 300 X2 = 120 Jadi koordinat titik I adalah (90,120). Jadi koordinat daerah fisibel (OGHIJ) adalah O (0,0); G(200,0); H (60,160); I (90,120) dan J (0,150) Titik optimal dapat dicari dengan 2 cara yaitu (1) Dengan garis selidik yaitu garis Z = 3000 x1 + 3000 x2 Misal Z = 300.000, bila x1 = 0 x2 = 100 (0,100) X2 = 0 x1 = 100 (100,0) Titik (0,100) dihubungkan dengan titik (100,0) merupakan garis Z = 300.000. Apabila garis selidik digeser ke kanan pada daerah fisibel, maka nilai Z semakin besar, sehingga Z maksimal adalah merupakan perpotongan garis selidik dengan titik terakhir pada daerah fisibel yaitu titik H (60,160). Kalau dimasukkan dalam fungsi Z, maka memeberi keuntungan sebesar : Z = 3000 x1 + 3000 x2 = 3000 (60) + 3000 (160) = 660.000 (2) Dengan menggunakan aljabar Kemungkinan titik yang menghasilkan keuntungan maksimal ada di 4 titik ekstrim pada daerah fisibel yaitu titik G,H,I,dan J. Untuk mengecek mana yang memberikan nilai Z maksimal dengan jalan memasukkan nilai x1 dan x2 pada masing-masing titik ke dalam fungsi Z sebagai berikut Titik G (0,200) Z = 3000 (0) + 3000 (200) = 600.000
46 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Titik H (60,160) Z = 3000 (60) + 3000 (160) = 660.000 Titik I (90,120) Z = 3000 (90) + 3000 (120) = 630.000 Titik J (150,0) Z = 3000 (150) + 3000 (0) = 450.000 Ringkasan analisis grafik pada persoalan L.P kasus pada perusahaan pengalengan ikan diatas adalah sebagai berikut : Tabel 5. Kombinasi optimum dan penerimaan maksimum pada usaha pengalengan ikan
No 1 2 3 4 Alternatif 1 2 3 4 Titik G H I J Kombinasi Output X1 X2 150 0 90 120 60 160 0 200 Maksimum penerimaan (Z=3000 x1 + 3000 x2) 450.000 630.000 660.000 600.000
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa alternatif 3 atau titik I merupakan titik sudut optimal (penyelesaian optimal) karena pada titik sudut tersebut perusahaan pengalengan ikan ini mendatangkan nilai penerimaan yang tertinggi sebesar Rp. 660.000. Kombinasi output produksi yang efisien dan efektif (berdaya guna dan berhasil guna) adalah 60 unit untuk produk x1 dan 160 unit untuk produk x2
Pengecekan Untuk mengetahui apakah benar bahwa sumber daya yang terbatas itu telah dipergunakan atau dimanfaatkan secara tepat guna dan berdaya guna, maka perlu dilakukan pengecekan. Dalam hubungannya dengan perusahaan
pengalengan ikan tersebut, pengecekan dilakukan dengan mensubstitusikan nilai-nilai x1 dan x2 dalam tabel kedalam rumusan (1), (2), dan (3). Untuk mengecek alternatif 3 yaitu pada fungsi-fungsi kendalanya atau pembatas. Kendala (1) 2 x1 + x2 300
47 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
2 (60) + 160 = 280 300 Kendala (2) 2 x1 + 3 x2 600 2 (60) + 3 (160) = 600 Kendala (3) 4 x1 + 3 x2 720 4 (60) + 3 (160) = 720 Ternyata sumberdaya yang tersedia pada perusahaan pengalengan tersebut untuk proses pemotongan belum efisien dan efektif karena masih tersisa yaitu kelebihan waktu 20 menit. Sedangkan untuk proses pengolahan dan pengkemasan sudah efisien, karena tidak tersisa. Syarat tidak negatif juga telah terpenuhi yaitu x1 0 dan x2 0 yaitu x1 = 60 dan x2 = 160. Jika perusahaan pengalengan ikan ingin meningkatkan penerimaan dengan jalan meningkatkan produksi maka yang perlu ditambah terutama adalah waktu pengolahan dan pengkemasan karena dua sumberdaya tersebut habis terpakai. Sedangkan waktu pemotongan sementara tidak perlu ditambah karena untuk apa ditambah sedangkan sejumlah itu saja tersisa.
Masalah Teknis Dalam Linier Programming (1) Titik Ekstrim Dalam menganalisis persoalan L.P dengan metode grafik, maka
penyelesaian optimal (P.O) pasti salah satu terdapat dalam titik ekstrim dari daerah kelayakan yang ada. Contoh : Cari M,K s.r.s Z = 8 M + 6 K d.k : Maksimum ..................(5)
Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
M, K 0 ............................................(3), (4) Model matematika persoalan L.P diatas jika diselesaikan dengan metode grafik akan tampak sebagai berikut : (1) 4 M + 2 K = 60 M = 0 K = 30 (0,30) K = 0 M = 15 (15,0) (2) 2 M + 4 K = 48 M = 0 K = 12 (0,12) K = 0 M = 24 (24,0) (5) Z = 48 M = 0 K = 8 (0,8) K = 0 M = 6 (6,0) Semua titik digambar dalam grafik akan tampak sebagai berikut : K
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Dari gambar tersebut jika iso profit (garis Z) digeser ke kanan maka titik terakhir yang disentuh adalah titik B dengan koordinat dicari melalui persamaan simultan yaitu perpotongan antara kendala (1) dan (2) sebagai berikut : (1) 4 M + 2 K = 60 (2) 2 M + 4 K = 48 x2 8 M + 4 K = 120 x1 2 M + 4 K = 48 6 M = 72 M = 12 2 (12) + 4 K = 48 4K = 24 K=6 P.O pada soal diatas adalah di titik B dengan koordinat (6,12). Dengan demikian nilai Z maksimal = 8 (12) + 6 (6) = 132 Untuk menjelaskan adanya masalah teknis dalam L.P tentang titik ekstrim, maka dimisalkan adanya perubahan harga masing-masing produk M dan K. Karena adanya pengaruh politik, ekonomi, sosial dan lain-lain menyebabkan adanya perubahan harga bersih (laba) M dari $8 turun menjadi $2 per unit. Sedangkan laba produk K meningkat dari $ 6 menjadi $ 10 per unit. Apa yang terjadi dengan penyelesaian optimal dengan adanya perubahan laba masing-masing produk tersebut ? Fungsi tujuan setelah ada perubahan digambar dalam grafik akan tampak sebagai berikut :
50 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
K Keterangan : Z =8M+6K Z1 = 2 M + 10 K Z2 = 12 M + 3 K A
C O Z2 = 48 Z = 48 Z1 = 24 M
Gambar 10. Grafik soal L.P dengan perubahan harga bersih masingmasing produk menjadi $ 2 dan $ 10 Jika Z1 digeser ke kanan akan menyentuh terakhir di titik A dengan koordinat (0,12), sehingga Zmaksimal = 2 (0) + 10 (12) = 120. Pada gambar 10 tampak garis Z3 dimana itu terjadi jika ada perubahan laba pada masing-masing produk M dan K. Perubahan yang terjadi pada laba yaitu dari $ 8 menjadi $12 untuk M dan dari $ 6 menjadi $ 3 untuk K. Dengan adanya perubahan ini penyelesaian optimal terjadi di titik C karena garis Z3 jika digeser ke kanan akan menyentuh titik terakhir di titik C dengan koordinat (15,0). Dengan demikian Z maksimal = 12 (15) + 3 (0) = 180. Dari beberapa perubahan yang terjadi pada laba masing-masing produk tersebut akan memepengaruhi kemiringan dari garis selidik atau isoprofit, sehingga penyelesaian optimalnya juga berubah. Namun dapat diperhatikan
51 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
bahwa perubahan penyelesaian optimal tersebut selalu terjadi pada salah satu titik ekstrim pada daerah kelayakan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa bila persoalan L.P mempunyai penyelesaian optimal (P.O), maka P.O itu terletak pada paling tidak satu titik ekstrim atau sudut dari daerah kelayakan.
(2) Kejadian Tidak ada P.O/Kemustahilan Kemustahilan (Infeasibility) berarti tidak ada pemecahan yang memenuhi semua batasan/kendala. Secara grafik, kemustahilan berarti tidak ada daerah memungkinkan yang memenuhi semua batasan (Levin, dkk, 2000). Dari persoalan (1) diatas jika ada tambahan 2 batasan pemasaran yaitu (a) Manajer pemasaran harus mempunyai paling sedikit 16 produk M dan (2) Manajer pemasaran paling sedikit harus mempunyai 12 K, maka jika batasan tersebut digambar dalam grafik akan tampak sebagai berikut : K
52 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Dalam gambar 11 dapat dilihat bahwa tidak ada kombinasi produk M dan K yang memenuhi kedua kelompok batasan yaitu bidang produksi ACDE dan bidang pemasaran baru. Jadi tidak ada pemecahan yang memungkinkan untuk persoalan diatas kecuali manajer meningkatkan kapasitas sumberdaya yang dimiliki. Masalahnya berapa banyak manajer harus meningkatkan sumberdaya. Jumlah yang dibutuhkan adalah sebesar untuk memenuhi batasan manajer pemasaran yaitu memproduksi 16 produk M dan 12 produk K. Sesuai dengan data persoalan, maka produksi membutuhkan 4 (16) + 2 (12) = 88 unit untuk sumberdaya ke satu dan 2 (16) + 4 (12) = 80 unit untuk sumberdaya ke dua. Tanpa penambahan kapasitas sumberdaya tersebut, batasan pemasaran tidak dapat terpenuhi.
(3) Ketidakterbatasan/penyelesaian tanpa batas (unbounded solution) Penyelesaian tanpa batas biasanya disebabkan karena kesalahan dalam merumuskan model matematika dalam persoalan L.P, karena tidak ada situasi yang memungkinkan manajemen mangatasi masalah yang tidak terbatas besarnya atau mencapai laba tidak terbatas. Dengan kasus yang sama yaitu dengan adanya kendala pemasaran, maka jika garis iso profit digambarkan dalam grafik akan tampak sebagai berikut : K
M Z1 Z2 Z3 Z4 Z5
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Gambar 12 diatas menunjukkan persoalan L.P dengan hanya batasan pemasaran. Dalam rumus persoalan ini, daerah yang memungkinkan meluas secara tidak terbatas dalam dua arah. Jika digambarkan garis isoprofit kekanan maka tidak akan pernah menyentuh satu titikpun dalam daerah kelayakan, karena himpunan penyelesaian persoalan tersebut tidak terbatas. Dengan demikian persoalan ini tidak ada penyelesaian optimalnya.
(4) Redandensi/Wilayah Kelayakan yang tidak terikat Batasan yang tidak mempengaruhi daerah kelayakan disebut
redandansi. Keadaan ini terjadi apabila salah satu diantara kelompok fungsi
batasan/kendala yang mengikat fungsi tujuan berada di luar batas wilayah kelayakan. Dengan demikian, kendala tersebut tidak lagi merupakan persoalan yang perlu diperhatikan. Dalam praktek biasanya sulit menebak atau mengetahui secara langsung mana fungsi kendala yang sebenarnya bukan syarat ikatan atau redundant constraint , sehingga biasanya memerlukan waktu komputasi yang lebih lama dalam komputer. Masih dalam persoalan L.P yang sama yaitu produksi barang M dan K, namun ada tambahan kendala pemasaran yaitu bahwa manajer pemasaran tidak dapat menjual lebih dari 20 K. Dengan demikian kendala tambahannya adalah K 20. Jika digambar dalam grafik akan tampak sebagai berikut : K K 20
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Dalam gambar 13 tampak bahwa karena produk K maksimum hanya berjumlah 12 (lihat halaman 51) yaitu titik optimal pada titik B, maka batasan baru manajer pemasaran itu merupakan kelebihan. Jadi batasan pemasaran itu dapat dihilangkan guna menghemat waktu perhitungan. Dalam banyak persoalan L.P, kelebihan batasan tidak dihilangkan karena belum diketahui sebagai kelebihan sampai persoalan dipecahkan. Dengan menggunakan komputer untuk memecahkan persoalan L.P, kelebihan batasan tidak menimbulkan kesulitan.
(5) Pemecahan Optimal Lebih dari Satu (Alternative Optima) Pada kasus yang sama seperti terlihat pada grafik halaman 50, namun jika garis isoprofit digeser ke kanan terakhir menyentuh garis AB atau BC atau dapat dikatakan garis isoprofit terjauh dari poros sumbu menyatu dengan salah satu garis batasan misalnya garis AB atau BC. Atau juga dapat dikatakan struktur fungsi tujuan yang kebetulan berimpit dengan fungsi kendala/batasan. Keadaan demikian berarti ada lebih dari satu optimal. Selain penyelesaian optimal ada pada titik ekstrim juga terdapat pada semua titik sepanjang garis, sehingga P.O ada lebih dari satu atau disebut Alternative
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
(6) Penyelesaian Tidak Layak Penyelesaian tidak layak (Infeasible Solution) terjadi apabila persoalan L.P yang dianalisis tidak menghasilkan penyelesaian yang layak atau disebut juga penyelesaian kosong yaitu suatu penyelesaian L.P dimana tidak ada satu titik pun dari berbagai kombinasi hasil dari fungsi tujuan yang memenuhi (memuaskan) semua batasan yang diminta oleh fungsi kendala/batasan. Keadaan ini terjadi bisa disebabkan karena adanya kesalahan dalam merumuskan persoalan L.P (Nasendi dan Anwar, 1985) Misal kesalahan yang terjadi harusnya fungsi kendala tandanya ditulis , maka yang terjadi adalah tidak ada himpunan penyelesaiannya (H.P). Untuk lebih jelas masih dengan kasus yang sama namun fungsi kendala satu dan kendala pemasaran tandanya . Jadi model menjadi : Cari M,K s.r.s Z = 8 M + 6 K d.k : Maksimum ..................(5)
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Penyelesaian persoalan ini secara grafis, seperti tampak pada gambar 15 yang menyatakan bahwa penyelesaian persoalan L.P tersebut adalah tidak layak. Dalam praktek, apabila kita menghadapi keadaan seperti ini yang dapat diketahui setelah dilakukan komputasi, maka kita perlu adakan penilaian kembali terhadap perumusan model matematika L.P yang kita rumuskan tersebut, khususnya menyangkut tanda-tanda ketidaksamaan fungsi kendala sebagai batasan yang diperlukan.
Ulangan Konsep A. Benar - salah (1) Istilah total kontribusi terkadang menggantikan istilah laba dalam fungsi tujuan memaksimalkan sesutu karena laba tidak berhubungan secara linier dengan volume penjualan, sedang total kontribusi memiliki hubungan it. (2) Syarat L.P yang membuat linier adalah bahwa fungsi tujuan dan batasan harus dapat dinyatakan sebagai kesamaan atau ketidaksamaan linier. (3) Metode grafik dari pemecahan L.P berguna karena mampu memecahkan persoalan dengan banyak variabel. (4) Total kontribusi dipengaruhi oleh volume penjualan tetapi tidak oleh biaya tetap. (5) Tiap pemecahan yang memenuhi paling sedikit satu dari batasan dalam L.P termasuk dalam daerah yang memungkinkan. (6) Perpotongan tiap dua batasan adalah titik ekstrim yang merupakan sudut daerah yang memungkinkan
57 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
(7)
Pemecahan optimal tidak perlu menggunakan seluruh sumber-sumber yang serba terbatas
(8)
Persoalan kemustahilan dalam L.P hanya dapat dipecahkan dengan membuat tambahan sumber, yang dalam gilirannya mengubah batasan dari persoalan.
(9)
Ketidakterbatasan terjadi dalam persoalan maksimisasi bila garis isoprofit dapat digeser jauh dari poros sumbu seperti diinginkan dan tetap menyentuh paling tidak satu titik dalam daerah yang
memungkinkan (10) Bila ada lebih dari satu pemecahan optimal terhadap persoalan yang ada, perusahaan justru rugi karena ia tidak mengetahui pemecahan optimal yang terbaik. (11) (12) Kesamaan lebih terbatas cakupannya daripada ketidaksamaan. Karena batasan persoalan L.P selalu linier, kita dapat membuat grafiknya dengan menempatkan hanya dua titik berbeda pada garis. (13) Suatu pemecahan optimal terhadap persoalan L.P selalu berada pada perpotongan dua batasan (14) Bila pemecahan tidak terbatas, biasanya itu berarti batasan tidak dirumuskan dengan benar (15) Bila ada lebih dari satu pemecahan optimal terhadap persoalan L.P, maka jumlahnya tidak terbatas
Pilihan Berganda (16) Mana dari pernyataan berikut ini yang bukan merupakan syarat pokok persoalan L.P
58 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
a. Harus ada alternatif tindakan yang harus dipilih b. Tujuan perusahan harus ada c. Masalahnya harus memaksimalkan sesuatu d. Sumber harus terbatas (17) Semua variabel dalam pemecahan persoalan L.P positif atau nol karena adanya : a. Fungsi Tujuan b. Batasan Struktural c. Keterbatasan Sumber d. Semua salah (18) Garis isoprofit menunjukkan a. Jumlah pemecahan tak terbatas untuk menghasilkan laba yang sama b. Jumlah pemecahan tak terbatas yang biayanya sama c. Batas daerah yang memungkinkan d. Jumlah pemecahan optimal yang tak terbatas (19) Mana dari pernyataan berikut yang benar, sehubungan dengan pemecahan optmal dari L.P dengan dua variabel keputusan ? a. Hanya ada satu pemecahan L.P b. Pemecahan optimal, bisa berupa sebuah titik ekstrim atau sebentuk garis yang menghubungkan titik-titik ekstrim c. Semua sumber-sumber harus digunakan berdasarkan pemecahan optimal d. Semua hal diatas
59 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
(20)
Perbedaan satu-satunya antara pemecahan persoalan maksimisasi atau minimisasi secara grafik adalah bahwa dalam pemecahan persoalan minimisasi : a. Kita gambar garis isocost dan kita cari satu yang terdekat ke poros sumbu tetapi tetap menyinggung daerah yang memungkinkan b. Tidak ada batasan non neatif c. Batasannya bisa berupa kesamaan atau ketidaksamaan d. Pemecahan optimalnya selalu membuat semua variabel sama dengan nol
(21)
Adalah mungkin untuk memecahkan persoalan L.P secara grafik bila tidak lebih dari dua : a. Batasan b. Ketidaksamaan c. Variabel d. Garis isoprofit dan isocost
(22)
L.P adalah teknik untuk mencari penggunaan terbaik atas a. Tenaga manusia b. Uang c. Mesin d. Semua diatas
(23)
Dalam L.P, istilah non negatif artinya suatu variabel tidak dapat mempunyai : a. Koefisien negatif dalam fungsi tujuan b. Koefisien negatif dalam kesamaan batasan c. Koefisien negatif dalam ketidaksamaan batasan
60
Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
d. Tidak semua diatas Dalam pertanyaan 24 sampai dengan 28, asumsikan bahwa semua koefisien dalam batasan L.P dan fungsi tujuan adalah non negatif. (24) Bila dua ketidaksamaan tidak memotong satu sama lain dalam kuadran grafik dimana kedua variabel positif, maka : a. Persoalannya mustahil dipecahkan b. Satu dari batasan adalah redanden (kelebihan) c. Pemecahan tidak terbatas d. Tidak dari semua diatas (25) Bila semua batasan ketidaksamaan untuk persoalan L.P disertai fungsi tujuan memaksimumkan, maka : a. Persoalannya mustahil dipecahkan b. Satu dari batasan adalah redanden (kelebihan) c. Pemecahan tidak terbatas d. Tidak dari semua diatas (26) Bila suatu persoalan mempunyai satu batasan dan satu batasan serta keduanya tidak berpotongan dalam kuadran grafik dimana kedua variabel positif, maka a. Persoalannya mustahil dipecahkan b. Satu dari batasan adalah redanden (kelebihan) c. Pemecahan tidak terbatas d. Tidak dari semua diatas (27) Misalkan anda mempunyai persoalan L.P dengan dua variabel, tetapi hanya ada satu batasan . Bila hanya ada satu pemecahan optimal memaksimumkan laba, maka ada kemungkinan :
61 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
a. Kedua produk akan diproduksi b. Paling banyak, hanya satu produk akan diproduksi c. Satu atau dua produk bisa diproduksi d. Tidak satupun di atas (28) Misalkan kita mempunyai dua batasan , lalu kita ganti kondisi kesamaan = pada keduanya dan memecahkannya secara simultan. Bila jawaban kita membuat satu atau kedua variabel menjadi nilai negatif maka : a. Salah satu batasan adalah redanden (kelebihan) b. Pemecahan optimal persoalan mustahil dilakukan c. Pemecahan tak terbatas d. Tidak dari semua diatas (29) Bila garis isoprofit yang menghasilkan laba optimal terletak langsung pada garis batasan, bukannya di titik pada salah satu atau lebih batasan, maka : a. Pemecahan tak terbatas b. Salah satu batasan adalah redanden (kelebihan) c. Pemecahannya mustahil dilakukan d. Tidak dari semua diatas (30) Persoalan yang disebabkan oleh batasan redanden (kelebihan) adalah : a. Dua garis isoprofit tidak sejajar satu sama lain b. Pemecahan tak terbatas c. Batasan kelebihan tidak pernah dapat dipenuhi d. Tidak dari semua diatas
62 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
Latihan Soal-soal Cerita (1) Lahan tambak dapat dipergunakan untuk usaha budidaya secara monokultur udang windu (x1), bandeng (x2), nila merah (x3) dan polikultur udang windu dan bandeng (x4). Jika dari 10 sampel yang ada diketahui total lahan yang ada 35 ha, produktivitas udang windu untuk x1 = 500 kg/ha/th; x2 = 1500 kg bandeng/ha/th; x3 = 2000 kg nila merah/ha/th; x4 = 300 kg udang/ha/th dan 500 kg bandeng/ha/th. Harga rata-rata udang windu Rp. 50.000/kg, bandeng Rp. 15.000/kg, nila merah Rp. 12.000/kg. Total biaya tiap ha/th untuk x1 = Rp. 5 juta, x2 = Rp. 3 juta, x3 = 1 juta dan x4 = Rp. 4 juta. Modal kerja tersedia Rp. 10 juta. Susun model matematika persoalan L.P diatas ! (2) Sebuah pabrik tepung ikan memproduksi dua macam tepung ikan yaitu kualitas A dan B. Bahan baku dasarnya terdiri ikan lemuru dan ikan rucah. Untuk memproduksi 1 ton tepung ikan kualitas A diperlukan bahan baku dasar ikan lemuru 4 kw dan ikan rucah 2 kw. Sedangkan untuk memproduksi tepung ikan kualitas B diperlukan bahan baku dasar ikan lemuru 3 kw dan ikan rucah 4 kw. Harga jual produk tepung ikan kualitas A Rp. 700/kg dan kualitas B Rp 500/kg. Pabrik tersebut hanya mempunyai persediaan bahan baku dasar ikan lemuru 100 kw dan ikan rucah 100 kw. Berapa produksi yang optimal masing-masing tepung ikan kualitas A dan B, agar diperoleh penerimaan yang maksimal. Susun model matematika persoalan L.P diatas dan selesaikan dengan metode grafik !
63 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
(3)
Seorang pengusaha pengeringan ikan teri nasi untuk tujuan ekspor mempunyai 2 lokasi pengeringan yaitu di Banyuwangi dan pasuruan. Produk yang dihasilkan mempunyai 3 kualitas yaitu A, B, dan C. Kapasitas produksi/hari di masing-masing lokasi pengeringan yaitu sebagai berikut : Kualitas Kapasitas Produksi (ton) Banyuwangi A B C 3 1 2 Pasuruan 1 1 6
Pengusaha tersebut harus mengirim/menjual kepada eksportir dalam satu bulan minimal 24 ton kualitas A, 16 ton kualitas B dan 48 ton kualitas C. Biaya produksi per hari untuk masing-masing lokasi pengeringan adalah banyuwangi Rp 6 juta dan Pasuruan Rp. 4 juta. Agar permintaan eksportir bisa dipenuhi, dan pengeluaran biaya seminimal mungkin maka pengusaha tersebut harus mengalokasikan frekuensi produksi dalam satu bulan untuk masing-masing lokasi pengeringan Susun model matematika pola minimal persoalan L.P diatas dan selesaikan dengan metode grafik! (4) Sebuah perusahaan pengeringan ikan teri memproduksi 2 kualitas yaitu A dan B. Lokasi pengeringan ada di 3 tempat yaitu Banyuwangi, Pasuruan, dan Tuban. Direncanakan dalam 1 bulan akan diproduksi minimal 80 ton teri kering kualitas A dan minimal 100 ton untuk kualitas B. Pengeringan di Banyuwangi berkapasitas maksimal 50 ton
64 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
kualitas A atau B, Pasuruan 90 ton A atau B dan Tuban 60 ton A atau B per bulan. Biaya produksi/ton masing-masing kualitas, masing-masing lokasi tidak sama sebagai berikut : Lokasi Banyuwangi Pasuruan Tuban A 700.000 900.000 600.000 B 500.000 600.000 700.000
Jika kapasitas produksi terbatas, target produk yang direncanakan bisa dicapai dan fungsi biaya yang minimal. Susun model matematika persoalan L.P diatas. (5) Untuk suatu petumbuhan ikan/udang yang baik, maka pada pakannya minimal setiap harinya harus mengandung unsur-unsur sebagai berikut : Unsur Protein Kalori Calsium/zat kapur Zat besi Kebutuhan minimal/hari 70 gr 3000 kal 800 miligram 12 miligram
Jika misalkan pakan udang tersebut dibuat dari campuran 5 bahan dengan harga dan kandungan unsur-unsurnya sebagai berikut :
Bahan
Harga Rp/kg
Protein (gr) 8
Calsium (mg) 17
Telur ayam
2.400
Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
25 1 6,0 5
243 794 93 26
810 15 62 595
0,5 0,2 2 4
Susun model matematika persoalan L.P diatas! (6) Usaha budidaya ikan memproduksi 4 jenis ikan yaitu tosa (x1), read head (x2), lion head (x3) dan Manvis (x4). Tenaga kerja tersedia untuk tahap persiapan 144 jam per musim tanam (m.t), pemeliharaan 4.296 jam/m.t dan lahan tersebut digunakan untuk membudidayakan 4 jenis ikan hias (tersebut diatas). Modal kerja tersedia sebanyak Rp. 4.618.000. Sedangkan kebutuhan sumberdaya yang diperlukan untuk memproduksi masing-masing jenis ikan tampak pada tabel berikut : SD TK Persiapan TK Pemeliharaan TK panen Modal Kerja Lahan 30 1070 14 1.095.000 190,2 X1 30 1068 10 869.000 190 X2 20 1068 14 867.000 190 X3 48 1070 48 1.383.000 420 X4 Satuan Jam/mt Jam/m.t Jam/m.t Rp/m.t M2
Jumlah produksi ikan hias tosa 2.820/ekor/m.t, lion head 3945 ekor/m.t, read head 4052 ekor/m.t dan manvis 6580 ekor/m.t. Harga jenis ikan hias tosa Rp. 3.700 per ekor, lion head Rp. 3.600 per ekor, red head Rp. 3.500 per ekor dan manvis Rp. 3.000 per ekor. Susun model L,P persoalan pada usaha budidaya ikan hias diatas!
66 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
(7)
Sebuah pabrik tepung ikan menghasilkan dua jenis produk yaitu tepung halus dan kasar. Produk tepung ikan halus diproses melalui tiga tahap yaitu perebusan, pengeringan dan penggilingan. Sedangkan tepung kasar hanya diproses melalui 2 tahap yaitu perebusan dan pengeringan. Setiap ton tepung ikan diproses secara berurutan selama 2 menit pada mesin perebus, 4 menit pada mesin pengering, dan 3 menit pada mesin penggiling. Sedangkan produk tepung kasar diproses selama 5 menit pada mesin perebus dan 2 menit pada mesin pengering, masing-masing bagian (perebusan, pengeringan dan penggilingan) tersedia tenaga kerja 10 orang dengan waktu kerja 8 jam sehari. Harga jual produk tepung halus Rp. 800/kg, tepung kasar Rp. 400/kg. Agar tenaga kerja yang terbatas dapat digunakan secara optimal, sehingga keuntungan dapat maksimal. Berapa jumlah masing-masing tepung ikan halus dan kasar yang harus diproses?
(8)
Linier programming merupakan suatu teknik perencanaan yang bersifat analistis. Analisis-analisisnya menggunakan model matematika. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan L.P. Bila bagaimana persoalan dapat diselesaikan dengan L.P? Usaha Perikanan terdiri dari usaha penangkapan, budidaya dan penanganan pasca panen (pengolahan ikan, pemasaran ikan). Mungkinkah linier programming diterapkan pada ketiga jenis usaha tersebut? Jelaskan !
67 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang
Model Optimasi Di Bidang Perikanan Dengan Pendekatan Linier Programming Dan Transportasi
68 Disusun oleh : [Link]. Harsuko Riniwati, MP Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Ilmu Kelautan - FPIK UB - Malang