0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
250 tayangan35 halaman

Definisi dan Contoh Ring Matematis

1. Dokumen tersebut membahas tentang definisi ring, contoh ring, sifat-sifat ring seperti ring komutatif, daerah integral, subring, dan pembagi nol. 2. Ring didefinisikan sebagai himpunan dengan dua operasi biner yang memenuhi sifat tertentu. Contoh ring adalah Z, Q, R, C, sedangkan contoh yang bukan ring adalah operasi di Z6. 3. Daerah integral adalah ring komutatif yang tidak memil

Diunggah oleh

beni_pridika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
250 tayangan35 halaman

Definisi dan Contoh Ring Matematis

1. Dokumen tersebut membahas tentang definisi ring, contoh ring, sifat-sifat ring seperti ring komutatif, daerah integral, subring, dan pembagi nol. 2. Ring didefinisikan sebagai himpunan dengan dua operasi biner yang memenuhi sifat tertentu. Contoh ring adalah Z, Q, R, C, sedangkan contoh yang bukan ring adalah operasi di Z6. 3. Daerah integral adalah ring komutatif yang tidak memil

Diunggah oleh

beni_pridika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

19

BAB II
RING, LAPANGAN DAN DAERAH INTEGRAL


Definisi :
Diberikan himpunan R = | dan dua operasi biner + dan dibaca
penjumlahan dan pergandaan.
R disebut ring jika dipenuhi sifat berikut :
1. < R, + > merupakan grup komutatif
2. < R, > memenuhi sifat asosiatif
3. Memenuhi sifat distributif yaitu :
( a, b, c e R ) a . (b + c) = ab + ac
(a + b) . c = ac + bc

Contoh :
1. Terhadap operasi jumlahan dan pergandaan yang biasa kita kenal, maka Z, Q,
K dan C maka disebut ring.
Jadi :
< Z, + > grup
( a, b, c e R ) (a . b) c = a (b c)
( a, b, c e R ) a.(b + c) = ab + ac
(a + b).c = ac + bc
2. Jika diberikan ring R, dibentuk :
Mn(R) =

e
|
|
|
|
|
.
|

\
|
R a /
a . . a
. . . .
. . . .
a . . a
ij
nn n1
1n 11

Terhadap operasi Jumlahan danPenggandaan matriks, maka
< Mn (R), +, . > merupakan ring.
3. R adalah himpunan semua bilangan riil
F = { f : R R }
20
Untuk setiap f, g e F didefinisikan
(f + g) (x) = f(x) + g(x)
(f . g) (x) = f(x) . g(x)
Untuk setiap x e R
maka < F, + . > merupakan ring, karena
1. < F, + > grup komutatif
* < F, + > tertutup

* < F, + > assosiatif
[ f + (g + h) ] (x) = f(x) + (g + h)(x)
= f(x) + (g(x) + h(x))
= (f(x) + g(x)) + h(x)
= [ (f + g) + h ] (x)
Jadi f + (g + h) = (f + g) + h
* ada elemen identitas : yaitu fungsi nol
u : R R
u (x) = 0, x e R
dan
f e F, f + u = u + f = f
* Untuk setiap f e F punya invers : yaitu -f
dengan (-f)(x) = -f(x), x e R dan berlaku
(-f + f) = (f + (-f)) = u
* ( f, g e F) berlaku
(f + g)(x) = f(x) + g(x)
eR eR
= g(x) + f(x)
= (g + f)(x)
Jadi f + g = g + f
2. Sifat distributif
( f, g, e F ) berlaku
[ f . (g + h)](x) = f(x) [(g + h)(x)]
21
= f(x) [g(x) + h(x)]
eR eR eR
= f(x).g(x) + f(x).h(x)
= (f.g)(x) + (f.h)(x)
= (f.g + f.h)(x)
Jadi f.g + f.h = f.(g + h)
3. Sifat assosiatif
( f, g, h e F ) f.(g.h)(x) = f(x) . gh(x)
= f(x) . [g(x).h(x)]
eR eR eR
= [f(x) . g(x)] . h(x)
= (f.g)(x) . h(x)
= (f.g).h (x)

4. Misalkan Z : Himpunan semua bilangan bulat didefinisikan operasi +
dan . sebagai berikut :
a + b = a - b
a b = ab, a, b e Z
Apakah < Z, +, > merupakan ring ?
diperiksa
Apakah < Z, + > merupakan grup ?
- Tertutup
- Tidak assosiatif
Misal : a = 2
b = 3
c = 7
maka (a + b) + c = a + (b + c)
Jadi :
Berarti tidak grup tidak ring
5. Diberikan himpunan S = |
Dibentuk :
22
Z
S
= { K / k _ S }
Diberikan aturan + dan . sebagai berikut :
( k
1
, k
2
e Z
S
)
1. k
1
+ k
2
= k
1
k
2

k
1
. k
2
= k
1
k
2

Apakah < Z
S
, +, > merupakan ring ?
Soal sebagai latihan
2. k
1
+ k
2
= k
1
k
2

k
1
. k
2
= k
1
k
2

Apakah < Z
S
, +, > merupakan ring ?
Soal sebagai latihan
Teorema :
Jika R ring dan 0 adalah elemen identitas terhadap operasi jumlahan, maka :
1. a . 0 = 0 . a = 0, a e R
2. a (-b) = (-a).b = -a.b
3. (-a)(-b) = ab

Bukti :
1. a.0 + a.0 = a.(0 + 0)
= a.0
a.0 + a.0 + (-a.0) = a.0 + (-a.0)
a.0 + 0 = 0
0.a + 0.a = (0 + 0).a
dan seterusnya identik
2. a.(-b) + a.b = a.(-b + b)
= a.0
= 0
Sehingga a.(-b) merupakan invers dari a.b terhadap operasi jumlahan.
Padahal invers dari a.b adalah -a.b sehingga
a.(-b) = -a.b
23
(-a).b = -a.b identik
3. (-a)(-b) = -((-a)(b)) = -(-(a.b))
-(-(a.b)) adalah elemen yang kalau kita tambahkan dengan -(a.b) akan
memberikan hasil 0. Dengan kata lain -(-(a.b)) adalah invers dari -(a.b). Jadi
-(-(a.b)) = a.b

Definisi :
Suatu elemen a = 0 dari ring R disebut Pembagi Nol, jika terdapat b = 0 e R
dengan sifat a . b = 0.

Contoh :
R = Z
6

= { } 5 , 4 , 3 , 2 , 1 , 0
Ingat bahwa Z
n
adalah merupakan ring terhadap operasi jumlahan dan
penggandaan modulo n.
Z
6

+
0 1 2 3 4 5
0
0 1 2 3 4 5
1
1 2 3 4 5 0
2
2 3 4 5 0 1
3
3 4 5 0 1 2
4
4 5 0 1 2 3
5
5 0 1 2 3 4


0 1 2 3 4 5
0
0 0 0 0 0 0
1
0 1 2 3 4 5
2
0 2 4 0 2 4
3
0 3 0 3 0 3
24
4
0 4 2 0 4 2
5
0 5 4 3 4 2

3 = 0 , 2 = 0

3 . 2
=
6
=
0
3
,
2
merupakan pembagi 0
4 , dan lain-lain.

Definisi :
Ring R disebut ring komutatif jika dipenuhi
a.b = b.a, a, b e R

Contoh : Z, Q, R, C
Contoh ring yang bukan komutatif : M
n
(R)
R a /
a . . a
. . . .
. . . .
a . . a
(R) M
j i,
nn n1
1n 11
n

e
|
|
|
|
|
.
|

\
|
=
Definisi :
Ring R disebut daerah integral (integral domain) jika R mempunyai sifat :
1. Komutatif (terhadap .)
2. Tidak memuat pembagi nol
3. Ada elemen satuan (Herstein)

Contoh : Z, Q, R, C
Contoh yang bukan daerah integral : Z
6


Definisi :
Ring R dikatakan mempunyai elemen satuan, jika terdapat ee R sehingga berlaku
e.a = a.e = a, a e R
25

Contoh : Z, Q, R, C
Contoh ring yang tidak mempunyai elemen satuan : { Z {1}}

Definisi :
Suatu ring R disebut division ring jika semua elmen-elemen yang bukan nol
membentuk suatu grup terhadap operasi penggandan.
R division ring { R {0}} merupakan grup terhadap operasi penggandaan

Contoh :
Apakah Q ring ?
{ Q {0}} = { a / b | a, b e R, a,b = 0 } Q division ring.

Apakah R, C ring ?
Z bukan division ring, Z
6
bukan division ring.

Definisi :
Jika R ring dengan elemen satuan 1. Elemen U e R disebut Unit jika terdapat
U* e R dengan sifat :
U.U* = 1
Ring disebut division ring jika { R {1}} membentuk unit.

Definisi :
Suatu ring R disebut lapangan (field) jika dipenuhi R {0} membentuk grup
komutatif terhadap operasi penggandaan.

Catatan :
Dalam Aljabar Linear, { F, +, . } merupakan field bila hanya bila :
1. { F, +, . } grup komutatif
2. { F {0}, . } grup komutatif
3. Distributufitas
26
a.(b + c) = a.b + a.c
(a + b).c = ac + bc

Contoh :
Q, R, C, Z
p
dimana p bilangan prima

Definisi :
Diberikan ring R dan himpunan S = 0 dengan S _ R. S disebut subring dari R jika
S merupakan ring terhadap operasi yang sama pada R.

Contoh :
Z merupakan ring dan 2Z _ Z
2z = { 0, 2, 4, 6, 8, }

Q : merupakan ring, Z _ Q
* < 2Z, + > grup komutatif
* < 2Z, . > tertutup assosiatif
* memenuhi distributifitas
< 2Z, +, . > ring
Jadi 2Z subring dari Z

Teorema :
Diberikan ring R.
Himpunan S _ R merupakan subring jika dan hanya jika :
1. 0 e S
2. (a b) e S a, b e S
3. a.b e S a, b e S

Bukti :

Z Q R C
27
Diketahui S subring R
maka 1, 2, 3 dipenuhi

:
Diketahui : Sifat 1, sifat 2, sifat 3
Dibuktikan S merupakan subring dari ring R
Coba anda teruskan lengkapi sebagai latihan.

Definisi :
Ring komutatif R (dengan elemen satuan) disebut daerah integral jika tidak
memuat pembagi nol.
Selanjutnya,
Elemen a e R dengan a = 0 disebut pembagi nol, jika - b e R dengan b = 0
dengan a.b = 0

Contoh :
Z
6
= {0, 1, 2, 3, 4, 5}
2 . 3 = 6
= 0, 2 = 0
3 = 0
Jadi 2, 3 pembagi nol

Teorema :
Jika p bilangan prima maka Z
p
merupakan daerah integral.

Bukti :
Z
n
: merupakan ring komutatif dengan elemen satuan n e Z
+

P prima, Z
p
daerah integral
a = 0, b = 0 e Z
p
a.b = 0

p prima
28
Z
p
= {0, 1, 2, , (p-1)}
Ambil a, b e Z
p
, a = 0, b = 0
a = 0 g.c.d (a, p) = 1
b = 0 g.c.d (b, p) = 1

0 < a < p
0 < b < p
a.b = 0 (modulo p)
Z
p
tidak memuat pembagi nol
n e Z
+

Zn = {0, 1, 2, , (n-1)}
a e Z
n
merupakan pembagi nol - b e Zn. a.b = k.n
a.b = k.p untuk suatu k e Z
a e Z
n
{0} merupakan pembaginol jika dan hanya jika g.c.d (a, n)
g.c.d (a, n) = d
a.(n/d) = (a/d) . n = b.n = 0

Z
p
, a e Z
p
, a = 0, g.c.d (a, p) = 1
Semua e Zp bukan pembagi nol.
Jadi Z
p
daerah integral.

Teorema :
Setiap daerah integral yang berhingga merupakan field.

Bukti :
Misalkan D daerah integral berhingga
D = {0,1, d
1
, d
2
, ,d
n
}
Jadi | D | = n + 2
Akan ditunjukkan D merupakan field.
29
(Ring R disebut field { R {0}} merupakan grup komutatif terhadap
penggandaan)
Tinggal ditunjukkan bahwa : setiap elemen yang bukan nol dari D mempunyai
invers terhadap penggandaan.
Ambil sebarang a e D {0}
Akan ditunjukkan bahwa a mempunyai invers terhadap penggandaan
( - b e D {0} s.d.h a.b = 1 )

Kita bentuk himpunan a.{ D {0}}
Yaitu : D* = a.{ D {0}}
= { a.1, a.d
1
, a.d
2
, , a.d
n
}
Kita klaim : anggota-anggota D* semuanya berbeda.
Andaikan ada 2 anggota dari D* yang sama, yaitu ;
a.d
i
= a.d
j
dengan i = j
maka a.d
i
[Link] = 0
a.(d
i
d
j
) = 0
Karena D daerah integral dan a = 0, maka d
i
d
j
= 0 sehingga d
i
=d
j

Kontradiksi : Karena d
i
= d
j
, jika i = j
Sehingga yang benar ;
Anggota-anggota dari D* berbeda dan | D | = n + 2
Padahal | D {0}| = n + 1 dan D* = D {0}
Akibatnya
Diantara a.1, a.d, , a.d
n
ada yang sama dengan 1
Sehingga ( a e D {0} ) ( - b e D {0} ) a.b = b.a=1

Teorema :
Z
p
field p prima

Bukti :

30
Z
p
field
Andaikan p = prima
P = a . b, 0 < a.b < p a punya invers
0 < b < p b punya invers
p = a . b | x . a
-1

a
-1
. p = a
-1
. a . b 0 = b kontradiksi

p = a . b | x . b
-1

b
-1
. p = a . b .b
-1
0 = a kontradiksi
yang benar p prima

:
p prima Z
p
daerah integral berhingga Z
p
field

Definisi :
Diberikan ring komutatif R dengan elemen satuan 1.
Jika terdapat bilangan bulat positif n dengan sifat n . a = 0, a e R maka
bilangan bulat positip terkecil dengan sifat demikian disebut kharacteristik dari
ring R. Ini berlaku untuk semua ring.
Catatan :
Jika tidak ada bilangan bulat positip dengan sifat di atas, dikatakan ring R
mempunyai kharakteristik nol.

Contoh :
1. Z
n
dengan characteristik n
2. Z, Q, R, C dengan karakteristik (karena tidak ada bilangan bulat positip yang
memenuhi sifat jika dipekalikan hasilnya nol)

Teorema :
Jika D adalah daerah integral dengan karakteristik n. Tunjukkan bahwa n pasti
merupakan bilangan prima.
31

Bukti :
Andaikan n tidak prima.
Maka n = a . b dengan 1 < a < n
1 < b < n
a, b e Z
+

ambil x e D
a.x = 0 e D
b.x = 0 e D
a.x . b.x = x . a.b
= x . 0
= 0
a.x . b.x = x.(a.b.x)
= x.n.x
= x . 0
= 0 (kontradiks)
Karena kontradiksi yang benar pengandaian harus diingkari, yaitu n prima.

HOMOMORFISMA RING
Definisi :
Diberikan ring R dan R
Pemetaan Q : R R disebut homomorfisma jika dipenuhi :
1. Q (a + b) = |(a) + |(b)
2. Q (a.b) = |(a).|(b)
Untuk setiap a,b e R

Contoh :
1. Untuk setiap ring R, maka pemetaan I : R R dengan I(x) = x, x e R
merupakan homomorfisma.
2. Misalkan :
32
J( 2 ) = [ m + n 2 | m, n e Z }
(J( 2 ), +, .) yang didefinisikan dengan
(m
1
+ n
1
2 ) + (m
2
+ n
2
2 ) = (m
1
+ m
2
) + (n
1
+ n
2
) 2
(m
1
+ n
1
2 ) + (m
2
+ n
2
2 ) = (m
1
.m
2
+ 2.n
1
.n
2
) + (m
1
n
2
+ m
2
n
1
) 2
maka (J( 2 ) + i) merupakan ring.
- kita berikan aturan perkalian
Q : J( 2 ) J( 2 ) dengan
Q (m + n 2 ) = m - n 2
Maka Q adalah homomorfisma.

Ditunjukkan :
1. Ditunjukkan suatu pemetaan
Ambil t
1
, t
2
e J 2 dengan t
1
= t
2

Misalkan t
1
= m
1
+ n
1
2
t
2
= m
2
+ n
2
2
karena t
1
= t
2
, yaitu m
1
+ n
1
2

= m
2
+ n
2
2

m
1
= m
2
, n
1
= n
2

sehingga m
1
- n
1
2 = m
2
+ n
2
2
atau (t
1
) = (t
2
)
2. Ditunjukkan bahwa suat homomorfisma
Ambil J
1
, J
2
e J( 2 ) dengan
J
1
= k
1
+ l
1
2
J
2
= k
2
+ l
2
2
(J
1
+ J
2
) = ((k
1
+ l
1
2 ) + (k
2
+ l
2
2 ))
= ((k
1
+ k
2
) + (l
1
+ l
2
) 2 )
= (k
1
+ k
2
) - (l
1
+ l
2
) 2
= (k
1
- l
1
2 ) + (k
2
- l
2
2 )
= (k
1
+ l
1
2 ) + (k
2
+ l
2
2 )
33
= (J
1
) + (J
2
)
(J
1
J
2
) = ((k
1
k
2
+ 2.l
1
l
2
) + (k
1
l
2
+ k
2
l
1
) 2 )
= (k
1
k
2
+ 2.l
1
l
2
) - (k
1
l
2
+ k
2
l
1
) 2
= (k
1
- l
1
2 ) (k
2
- l
2
2 )
= (J
1
) (J
2
)
3. F = { f : R R / f fungsi dari riil ke riil }
(F, +, .) merupakan ring dengan
(f + g) (x) = f(x) + g(x)
(f - g) (x) = f(x) . g(x)
Jika diambil aeR (a bilangan riil tertentu) dibuat aturan perkawanan

a
dari F ke R
Dengan
a
(f) = f(a)
Tunjukkan

homomorfisma
1.
a
pemetaan
ambil f , g e F dengan f = g
karena f = g maka f(x) = g(x) , x e R
sehingga karena a e R, maka
f(a) = g(a)
Padahal f(a) =
a
(f)
g(a) =
a
(g)
sehingga
a
(f) =
a
(g)
2. Ambil sembarang h, j e F
Maka

a
(h+g) = (h + g) a
= h(a) + g(a)
=
a
(h) +
a
(g)

a
(h . j) = (h . j) (a)
= h(a) . j(a)
=
a
(h) .
a
(j)
f -
g -
i -

- f(a)
- g(a)
- i(a)

F R

a

34
Jadi
a
homomorfisma dari F ke R

Definisi :
Jika : R R' adalah homomorfisma ring
maka
disebut epimorfisma jika surjective
disebut monomorfisma jika injective
disebut isomorfisma jika epimorfisma dan monomorfisma

Notasi : Jika isomorfisma dari ring R ke ring R' maka R dan R' disebut
isomorfik dengan notasi R ~ R'

Contoh :
1. : J( 2 ) j 2 ) dengan
(m + n 2 ) = m - n 2
Apakah isomorfisma ?
Jika homomorfisma
Jelas homomorfisma ( ditunjukkan injektif)
Misal t
1
, t
2
e J( 2 )
t
1
= t
2

t
1
= m
2
+ n
1
2
t
2
= m
2
+ n
2
2
t
1
= t
2
m
1
= m
2
v n
1
= n
2

karena m
1
= m
2
dan n
1
= n
2
maka
m
1
- n
1
2

= m
2
- n
2
2
(m
1
+ n
1
2 )

= (m
2
+ n
2
2 )
Jadi jika t
1
= t
2
(t
1
) = (t
2
)
Jadi injective *

35
Ditunjukkan surjective
Ambil sebarang t e J( 2 ) dengan t = m + n

2
Dimana m,n e Z
Maka m - n 2

= e J( 2 ) dan
(m - n 2 )

= m - (-n 2 )
= m + n 2
= t
Jadi surjective **
Dari * dan ** isomorfisma
2. : Z 2 Z dengan
(x) = 2 (x)
Apakah ini merupakan isomorfisma ?

Jika Z dipandang sebagai grup jumlahan
Apakah : Z 2 Z dengan
(x) = 2 (x) merupakan isomorfisma ?
(x + y) = 2 (x + y) = 2x + 2y = (x) + (y) homomorfisma
x = y 2x = 2y
(x) = (y) injective
Ambil 2t e 2Z t e Z
(x . y) = 2.x.y
= 2x . 2y = (x) . (y)
Meskipun Z dan 2Z dua grup yang isomorfik tetapi Z dan 2Z bukan ring yang
isomorfik.

Teorema :
Diberikan ring R dan R dan homomorfisma : R R
Maka berlaku (0) = 0 (nol aksen)
(a) = (b), a e R
36



Definisi :
Jika : R R merupakan homomorfisma dari ring kernel dari adalah
himpunan semua anggota dari R yang dibawa oleh ke 0.
Notasi : ker ()
Ker () = { x e R | (x) = 0 }

Lemma :
Jika : R R merupakan hmomorfisma ring, maka :
1. Ker () merupakan s.g dari R terhadap operasi julahan
2. Jika a e Ker () dan r e R, maka r.a dan a.r berada di dalam Ker ().

Bukti :
1. Ambil a, b e Ker ()
Akan ditunjukkan a b e Ker ()
(a b ) = (a) + (b)
= (a) - (b)
= 0 0
= 0
2. Misal a e Ker ()
(a) = 0
sehingga untuk setiap r e R maka
(a . r) = (a) . (r)
= 0 . (r)
= 0
(r . a) = (r) . (a)
= (r) . 0
= 0
37
Jadi a.r dan r.a berada dalam Ker ().
Teorema :
Jika : R R merupakan homomorfisma ring.
Maka Ker () dan Im () merupakan subring dari R ke R.








Im () subring dari R
1. Jelas 0 e Im ()
2. Jika a, b e Im () maka
Terdapat r
1
, r
2
e R sedemikian hingga
(r
1
) = a
(r
2
) = b
---------------------------------
(r
1
) - (r
2
) = (r
1
r
2
)
= a b
sehingga terdapat r
1
- r
2
e R dengan
(r
1
- r
2
) = a b. Jadi a b e Im ()
a . b e Im () a.b e Im ()
karena a = (r
1
)
b = (r
2
)
a . b = (r
1
) . (r
2
)
= (r
1
. r
2
), denga r
1
, r
2
e R

Contoh :
Ker()
o
-

R R Im ()
38
F = { f : [0, 1] R / f kontinu }
Dibuat aturan perkawanan : F R
Dengan (f) = f(), f e F






Tunjukkan : nomomorfisma !
Cek apakan injektif, surjektif
Tentukan kernel
f, g e F f, g kontinu
f = g, f(x) = g(x), x e [0, 1]
sehingga f() = g()
(f) = (g) pemetaan
(f
1
+ g
1
) = (f
1
+ g
1
) ()
= f
1
() + g
1
()
= (f
1
) + (g
1
) homomorfisma
f, g eF
f = g






(f) = f() = 1
(g) = g() = 1
g(x) = ..
g -
h -
- g()
- h()

F R
0 1
g = 2y
f
-
-
- 1
F R
39
surjektif, tidak injektif
Ker : Semua f yang berharga 0 untuk x =
(semua f kontinu yang berharga 0 untuk x = )

tidak injektif karena untuk f, g e F
misal f = g tetapi terdapat (f) = (g), contohnya yaitu f = 1, g = 2x
maka (f) = f() = 1 dan (g) = g() = 1
sehingga f = g dan (f) = (g)
tidak injektif.

surjektif, bukti :
ambil a e R, maka dapat ditentukan suatu fungsi e F, sebutlah fungsi itu h
yang mana (h) = h() = a
a e R (- h e F). (h) = h() = a

Catatan :
Ring Subring (S e R, S Subring S merupakan ring
terhadap operasi yang sama pada R)
Field Subfield (S e F, S Subfield S merupakan field
terhadap operasi yang sama pada R)

Contoh :
R = Himpunan semua bilangan riil
Z = Himpunan semua bilangan bulat
Q = Himpunan semua bilangan rasional
Z _ Q _ R
Q dab R merupakan field
Z subring dari Q dan dari R.
Tetapi Z bukan subfield dari Q dan R sedangkan Q merupakan subring sekaligus
subfield dari R.
40
R merupakan subfield dari C. Jadi
Q subfield dari R dan dari C

LAPANGAN HASIL BAGI
Diberikan aturan Integral D akan dikonstruksikan field yang memuat D (D _ F)
Contoh :
Diberikan Z : himp. semua bilangan bulat (merupakan daerah integral)
Diberikan Q : himp. semua bilangan rasional (merupakan field yang memuat Z)
Q = { a/b / a, b e Z, b = 0 }
= { (a, b) / a, b e Z, b = 0 }
Secara umum.
Misalkan diberikan daerah integral D, kita bentuk D x D
D x D = { (a, b) | a, b e D }
S _ D x D dimana
S = { (a, b) / a, b e D, b = 0 }
Dibuat relasi ~ pada S dengan sifat :
untuk setiap (a, b), (c, d) e S
(a, b) ~ (c, d) a.d = b.c
Ternyata relasi ~ merupakan relasi ekuivalen pada S. Mengapa ?
Karena :
1. Untuk setiap (a, b) e S, maka
a.b = b.a sehingga (a. b) ~ (a, b)
Jadi ~ bersifat refleksif
2. Jika (a, b), (c, d) e S dengan sifat :
(a, b) ~ (c, d) a.d = b.c
atau c.b = d.a sehingga
(c, d) ~ (a, b)
Jadi ~ bersifat simetris
3. Jika (a, b), 9c, d), (p, q)
Dengan
41
(a, b) ~ (c, d) a.d = b.c
(c, d) ~ (p, q) c.q = d.p
a.d = b.c | x q
a.d.q = b.c.q
a.d.q = b.d.p
(a.q b.p).d = 0
a.q b.p = 0
a.q = b.p
(a, b) ~ (p, q)
Jadi ~ bersifat transitif
Karena ~ mempunyai sifat refleksif, simetris, dan transitif maka ~ merupakan
relasi ekuivalensi pada S.
Sehingga himpunan S dan terpartisi menjadi himpunan yang saling asing. S akan
terbagi atas kelas-kelas yang saling asing. Kelas tersebut disebut kelas
ekuivalensi.



Misalkan [(a, b)] = { (x, y) e S / (x, y) ~ (a, b) }
Sehingga
Jika (p, q) e [(a, b)] maka
[(p, q)] = [(a, b)]
kita bentuk himpunan F dengan
F = { [(a, b)] / (a, b) e S }

Pada F didefinisikan
Aturan jumlahan dan
penggandaan

Yaitu :
(a, b)
S
- - [(a, b)]
- - [(c, d)]
S / ~
F
42
[(a, b)] + [(c, d)] = [(a.d + b.c, bd)]
[(a, b) . [(c, d)] = [(a.c, b.d)]

Langkah I :
Diperlihatkan operasi + dan . Well defined.
Artinya jka (a
1
, b
1
) e [(a, b)]
(c
1
, d
1
) e [(c, d)] maka
akan diperlihatkan
(a
1
.d
1
+ b
1
.c
1
, b
1
.d
1
) e [(a.d + b.c, b.d)] (1)
(a
1
.c
1
, b
1
.d
1
) e [(a.c, b.d)] (2)

(a
1
, b
1
) e [(a, b)] (a
1
, b
1
) ~ (a, b) a
1
.b = b
1
.a
(c
1
, d
1
) e [(c, d)] (c
1
, d
1
) ~ (c, d) c
1
.d = d
1
.c

a
1
.b = b
1
.a | x d
1
.d
a
1
.b.d
1
.d = b
1
.a.d
1
.d

c
1
.d = d
1
.c | x b
1
.b
c
1
.d.b
1
.b = d
1
.c.b
1
.b

Dijumlahkan :
a
1
.b.d
1
.d + c
1
.d.b
1
.b = b
1
.a.d
1
.d + d
1
.c.b
1
.b

Disederhanakan :
(a
1
.d
1
+ b
1
.c
1
) . b.a = (a.d + b.c) . b
1
.d
1
(a
1
.d
1
+ b
1
.c
1
, b
1
.d
1
) ~ (a.d + b.c, bd)
(a
1
.d
1
+ b
1
.c
1
, b
1
.d
1
) e [(a.d + b.c, bd)]

(1) terbukti.

43
a
1
.b = b
1
.a
c
1
.d = d
1
.c

a
1
.b.c
1
.d = b
1
.a.d
1
.c
d
1
.c
1
.b.a = b
1
.d
1
.a.c
(a
1
.c
1
, b
1
.d
1
) ~ (a.c, b.d)
(a
1
.c
1
, b
1
.d
1
) e [(a.c, b.d)]

(2) terbukti.

Jadi operasi + dan . well defined pada F.
Jadi + dan . dua operasi biner pada F

Langkah II :
Akan diperlihatkan (F, +, .) merupakan field
I. (F, +) merupakan grup komutatif
a. Tertutup : jelas, karena operasi, biner
b. Assosiatif [(a, b)], [(c, d)], [p, q)] e F berlaku
( [(a, b)] + [(c, d)] ) + [(p, q)] = [(a, b)] + ( [(c, d)] + [(p, q)] ), tunjukkan!
c. Ada [(x, y)] e F, [(a, b)] e F, berlaku :
[(a, b)] + [(x, y)] = [(x, y)] + [(a, b)] = [(a, b)]
[(a, b)] + [(x, y)] = [(a, b)]
[(a.y + b.x, by)] = [(a, b)]
(a.y + b.x, by) ~ (a, b)
artinya :
(a.y + b.x, b.y) . b = b.y.a
a.y.b + b.x.b = b.y.a
b.x.b = 0, maka
b.x = 0
x = 0
Jika y = b
44
[(a, b)] + [(0, b)] = [(a.b, bb)] = [(a, b)]
[(a, b)] + [(0, b)] = [(a, b)]
b = 0
[(a, b)] + [(0, c)] = [(a.c, b.c)] = [(a, b)]
c = 0
[(0, 1)] = [(0, c)] = [(0, b)] = [(0, y)], y = 0 semua elemen berada
[(0, 1)] = { (x, y) e S / (x, y) ~ (0, 1) }
= { (x, y) e S / x = 0 }
= { (0, y) e S }
d. Invers ada.
e. Komutatif
II. (F, .) assosiatif a, b, c e f
III. (F, +, .) distributif ( a, b, c e f ) a.(b + c) = a.b + a.c
( a, b, c e f ) b.(c + a) = b.c + b.a
IV. ( { F [(0, 0)] }, . ) grup komutatif atau
( F, . ) grup komutatif karena [(0, 0)] bukan e F

Sehingga
- < F, + > grup komutatif
- < F {[(0, 0)}], . > grup komutatif
- F didtributif
Jadi F field
< F, +, . > merupakan field.

Contoh :
Z daerah integral, D = Z
D x D = Z x Z = { (a, b) / a, b e Z }
S = { (a, b) e D x D / a, b e D, b = 0 }
= { a / b | a, b e Z, b = 0 }
= { , 1, 0, , 2/4, )
45
F = { [(a, b)] / (a, b) e S }
= Q

Teorema :
Jika D daerah integral maka D dapat diperluas menjadi suatu field (D bisa
disisipkan ke dalam suatu field) F sehingga setiap elemen dari F bisa disajikan
sebagai kuosen (pecahan) dari anggota-anggota D.

D diambil alih D
x e F, x = a/b, a, b e D



dapat dibuat field
D = daerah integral ------------------------> F = { [(a, b)] / a,b e D, b = 0 }

D F

Dibuat aturan : D F
Sebagai berikut :
(a) = [(a, 1)], a e D
Akan ditunjukkan merupakan homomorfisma yang injektif dan bijektif.
1. pemetaan
karena a, b e D, dengan a = b [(a, 1)] = [(b, 1)]
maka (a) = (b)
homomorfisma
karena jika a, b e D maka
(a + b) = [(a + b, 1)] = [(a, 1)] + [(b, 1)]
= (a) + (b)
(a . b) = [(a . b, 1)] = [(a, 1)] . [(b, 1)]
D D = Im
F

x
46
= (a) . (b)
injektif
misalkan (a) = (b)
[(a, 1)] = [(b, 1)] (a, 1) e [(b, 1)] (a, 1) ~ (b, 1)
a = b
surjektif di D ke (D), (D) e F
Padahal D daerah integral, F daerah integral dan homomorfisma maka
(D) = Im() sub daerah integral dari F
karena apa ?
Ingat :

R R
Ker() subring R
Im() subring R

Akibatnya :
homomorfisma dari D ke Im()
monomorfisma dari D ke Im()
epimorfisma dari D ke Im()

karena Im() _ F
Jadi F memuat sub daerah integral yaitu Im(), yang isimorfik dengan D







Sehingga Im() _ F bisa kita keluarkan dari posisinya
D
Im D
F

47
Bisa diganti oleh D (dengan kata lain D bisa disisipkan dalam F)

Bukti teoremanya :
Ambil sebarang [(a, b)] e F
[(a, b)] = [(a, 1)] . [(1, b)] = [(a, 1)].[(b, 1)]
-1

= [(a, 1)] / [(b, 1)] = a / b
Field F yang kita konstruksikan dari daerah D ini disebut field quotient dari D

Contoh :
Z (daerah integral) Field quotient dari Z adalah Q
Q (daerah integral) Field quotient dari Q adalah Q
R (daerah integral) Field quotient dari R adalah R
C (daerah integral) Field quotient dari C adalah C
Jika daerah integral itu field Field quotientnya field itu sendiri

M
2
(R) =
|
|
.
|

\
|
d c
b a
/ a, b, c, d e R,
|
|
.
|

\
|
d c
b a
invertible
- M
2
(R) daerah integral ?
- Field quotient-nya apa ?
bukan daerah integral karena tidak komutatif.

Teorema :
Jika F field quotient dari daerah integral D dan L sebarang field yang memuat D,
maka terdapat suatu pemetaan : F L
yang memberikan suatu isomorfisma antara field F dengan suatu subfield dari L.
F, L memuat D
F dan L tidak berhubungan
: F ke subfield L
(a) = a
a e D
F

D
L

48
Bukti :
Anggota-anggota F bisa disajikan dalam a / b, dengan b e D
atau a | b
F
Sedangkan, D e L jka a, b e D maka a / b e L
Kita notasikan : a | b
L
Dibuat aturan perkawan - ~ F ke L sebagai berikut :
(a) = Q, a e D
(a | b) = (a) | (b)
F L
ini well defined dan sensible
a | b = (a, b)
(a) | (b) b e D dan b = 0 (b) = | sensible
well defined artinya :
a | b = c | d (a | b) = (c | d)
F F F F
a | b = c | d a.d = b.c di dalam D
F F
Maka (a.d) = (b.c)
(a).(d) = (b).(c)
a | b = (c) | (d), akibat :
L L
(a | b) = (c | d)
F F
: homomorfisma

ambil x, y e F dengan x = a | b, y = c | d
F F

49
( x + y) = ( a | b + c | d )
F F
= ( a.d + b.c | b.d )
F
= (a.d + b.c) | (b.d)
L
= (a.d) + (b.c) | (b) . (d)
L
= (a) . (d) + (b) . (c) | (b) . (d)
L
= (a) | (b) + (c) | (d)
L L
= (x) + (y)
(x . y) = (a | b . c | d )
F F
= ( a.c | b.d )
F
= (a.c) | (b.d)
L
= (x) . (y)
: F L
: homomorfisma
surjektif dari F ke (F) = Im(), ditunjukkan injektif dari F ke Im()
misal (a) | (b) = (c) | (d)
L L
(a) .(d) = (c) . (b)
(a.d) = (b.c)
a.d = b.c
a | b = d | c
F F
50
Jadi : pemetaan 1 1 dari F ke Im()
Sehingga isomorfisma dari F ke Im() padahal Im() adalah subfield dari L.
Jadi F isomorfik dengan suatu subfield.






Im() dapat diganti oleh F
Akibatnya :
1. Setiap field L yang memuat daerah integral D pasti memuat field quotient dari
D, mengapa ?
kembali ke



2. Jika F
1
dan F
2
masing-masing merupakan field quotient dari daearah integral
D maka F
1
isomorfik ~ F
2

Bukti :


Field yang isomorfik dengan F
1
F1 _ F2



F
2
_ F
1
akibatnya F
1
= F
2




Andaikan
F
2
D
F
1

F
1
f.q-nya
D (daerah integral)
F
2

F

D
L
F
D
L
D Im()

51
D field dan daerah integral sekaligus field quotient-nya = D

D _ F dan F ~ K _ D K = D


Diantara Q dan R tidak ada field
Diantara R dan C tidak ada field
























C
R
Q
Z
f.q Q
F
D = F
D
52
SOAL-SOAL TEORI RING
1) Diberikan himpunan S = |
Dibentuk :
Z
S
= { K / k _ S }
Diberikan aturan + dan . sebagai berikut :
( k
1
, k
2
e Z
S
)
k
1
+ k
2
= k
1
k
2

k
1
. k
2
= k
1
k
2

Apakah < Z
S
, +, > merupakan ring ?
2) Diberikan himpunan S = |
Dibentuk :
Z
S
= { K / k _ S }
Diberikan aturan + dan . sebagai berikut :
( k
1
, k
2
e Z
S
)
k
1
+ k
2
= k
1
k
2

k
1
. k
2
= k
1
k
2

Apakah < Z
S
, +, > merupakan ring ?
3) Konstruksikan suatu field yangterdiri atas 3 elemen .
4) Dalam suatu ring R dengan tepat n elemen berlakulah na=0 untuk setiap aeR
5) Suatu pembagi nol kiri tidak mempunyai invbers kanan atau sekurang-
kurangnya mempunyai dua inver kanan, buktikan !
6) Suatu elemen dengan tepat satu invers kanan mempunyai suatu invers,
buktikan !
7) Tunjukkan bahwa dalam sautu ring dengan elemen satuan e, maka suatu
elemen yang yang mmpunyai dua invers kanan, pasti mempunayi tak hingga
banyak invers kanan !
8) Jika a dan b adalah elemen-elemen nilpoten dalam suatu ring yang komutatif
maka a+b pun nilpoten, buktikan !
9) Diberikan R ring komutatif dengan elemen satuan. Jika elemen a mepunayi
invers dan b.b=o maka buktikan bahwa a+b mempunyai invers!
53
10) Jika a adalah unit buktika bahwa -a juga adalah unit !
11) Diberikan R suatu ring dengan elemen satuan. Buktikan bahwa unit-unit
dalam R adalah sutu grup !
12) Buktikan bahwa satu-satunya elemen nilpoten dalam suatu daerah integral
adalah elemen netral terhadap jumlahan !
13) Buktikan bahwa selain 0, maka e adalah satu-satunya elemen nilpoten dalam
suatu daerah integral !
14) Bila suatu ringtidak memuat pembagi nol sejati dan apabila a dalam R
merupakan elemen idempoten maka a adalah elemen satuan untuk R,
tunjukkan !
15) Diberikan ring R. Tunjukkan bahwa R tidak empunyai elemen - elemen
nilpoten sejati bila dan hanya bila a berada di R dan berlaku a.a=0 maka a=0

Anda mungkin juga menyukai