0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
122 tayangan18 halaman

Pengertian dan Komponen Database

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian database. Database didefinisikan sebagai kumpulan data yang saling berhubungan dan disimpan dalam berkas. Dokumen tersebut juga menjelaskan sistem manajemen basis data (DBMS) beserta fungsinya, dan contoh beberapa jenis database yang umum digunakan."

Diunggah oleh

Aufast
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
122 tayangan18 halaman

Pengertian dan Komponen Database

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian database. Database didefinisikan sebagai kumpulan data yang saling berhubungan dan disimpan dalam berkas. Dokumen tersebut juga menjelaskan sistem manajemen basis data (DBMS) beserta fungsinya, dan contoh beberapa jenis database yang umum digunakan."

Diunggah oleh

Aufast
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengertian DataBase

Apr 11 Posted by Dian Novtani

Database adalah kumpulan dari data-data yang membentuk suatu berkas (file) yang saling berhubungan (relation). Database adalah tempat penyimpanan sebuah data yang berupa informasi. Database sangat berpengaruh penting terhadap penyimpanan sebuah aplikasi tertentu, jadi sobat novtani mungkin sebagian sudah pernah mendengar atau sudah memakainya untuk pembuatan aplikasi dan sebagainya. Database adalah makanan setiap hari para programmer maupun developer, memang jelas sudah bidangnya setiap hari bergelut dengan script dan database serta web server. Begitu terasa manfaat dari database ini, terutama dunia website yang harus menyimpan file, gambar dsb. Berikut ini ada bahasan mengenai teori dan berbagai macam database yang perlu kita ketahui. Data Base Management System ( DBMS ) DBMS merupakan software ,firmware dan hardware yang diciptakan untuk melindungi dan manajemen data base. DBMS dilengkapi dengan berbagai bahasa generasi 4 atau bahasa tingkat tinggi yang dapat di pahami oleh seorang programmer. Fungsi dari DBMS yaitu sebagai berikut : 1. Definisi data dan hubungannya 2. Manipulasi data 3. Keamanan dan integritas data

4. 5. 6. 7.

Security dan integritas data Recovery/perbaikan dan concurrency data Data dictionary Unjuk kerja / performance

Macam Macam Data Base Management System ( DBMS ) Beberapa software DBMS yang sering digunakan atau yang sudah ada saat ini antara lain sebagai berikut : 1. MySql 2. Postgre Sql 3. MS SQL 4. Maria DB 5. Percona 6. Mongo DB 7. Fire Bird 8. Oracle 9. SQL Server 10. Visual FoxPro 11. Paradox 12. DB2 13. dBase 14. Microsoft Access 15. Ingres

Pengertian Sistem Basis Data (Database)

Disusun oleh: Kelompok 1 Kelas L Fariz Ardian Victor Dwi Agustin <672012034> <672012190>

Ramadhani Osa Irawan <682012019> Pradipta Angga Saputra <682012008> Sandhy Kurniawan <672012155>

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatNyalah maka kami dapat menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu. Berikut ini kami mempersembahkan sebuah makalah dengan judul Pengertian Sistem Basis Data(Database), yang menurut kami dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajari dan mengetahui apa itu Sistem basis data (database). Melalui kata pengantar ini kami lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bilamana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang kami buat kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca. Dengan ini kami persembahkan makalah ini dengan penuh rasa terimakasih dan semoga Tuhan memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.

Salatiga, 24 Januari 2013 Penulis

DAFTAR ISI
Halaman Judul

i
Kata Pengantar Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Perumusan Masalah Tujuan Manfaat BAB II PEMBAHASAN Pengertian Sistem Basis Data Komponen Utama Sistem Basis Data Abstraksi Data Penyusun Abstraksi Data Hubungan Abstraksi Data Manfaat Sistem Basis Data BAB III SIMPULAN DAFTAR PUSTAKA ii iii 1 1 1 2 3 3 3 6 6 7 8 9 10

A. B. C. D.

A. Pengertian Sistem
B. C. D. E. F. G.

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Basis data terdiri dari dua kata yaitu basis dan data. Basis dapat diartikan sebagai tempat berkumpul, markas atau sarang, sedangkan data suatu fakta dari dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti kaset ( lagu, penyanyi, pencipta dan lain-lain ) atau kendaraan (mobil, motor, bus, dan lain-lain). Basis data dan lemari kaset memiliki prinsip kerja dan tujuan yang sama, yaitu pengaturan, kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan suatu objek. Pengaturan yang dilakukan pada lemari kaset merupakan pengaturan secara manual di mana pengaturan tersebut dapat diaplikasikan dalam ke dalam suatu data abstrak yang berisi karakteristik dari suatu kaset dan disimpan didalam suatu basis data atau tempat penyimpanan data tau file. Sehingga perbedaannya ada pada media penyimpanannya. Basis data menggunakan media penyimpanan elektronis sedangkan kaset menggunakan lemari untuk media penyimpanannya. Perbedaan ini akan mengakibatkan perbedaan-perbedaan lainnya seperti jenis metode / cara yang digunakan dalam upaya penyimpanan atau jumlah yang akan disimpan. Sebuah basis data dapat dipandang sebagai suatu jenis filing cabinet elektronik yang disebut juga sebuah tempat penyimpanan untuk files data yang terkomputerisasi. B. Perumusan Masalah Masalah yang akan dibahas di karya ilmiah ini adalah : Apakah sistem itu? Apakah sistem basis data itu? Sebutkan dan jelaskan komponen utama SBD! Jelaskan tentang abstraksi data! Sebutkan dan jelaskan bagian-bagian penyusun abstraksi data! Gambarkan dan jelaskan hubungan antara bagian dalam pertanyaan di atas! 7. Sebutkan dan jelaskan manfaat SBD! C. Tujuan Tujuan dari penulisan karya ini adalah untuk:

1. 2. 3. 4. 5. 6.

1. Memberikan pengetahuan tentang apa itu sistem , system database. 2. Agar pembaca mengetahui apa saja komponen utama sistem basis data. 3. Pembaca mengerti tentang abstraksi data , bagian bagian penyusun abstraksi data , dan gambaran hubungannya. 4. Menjelaskan manfaat sistem basis data.

E. Manfaat Manfaat dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk: 1. Memberikan penjelasan tentang Sistem Basis Data 2. Menggambarkan dengan jelas gambaran hubungan abstraksi data

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systma) dan bahasa Yunani (sustma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut. Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.[1]

B. PENGERTIAN SISTEM BASIS DATA


SISTEM DATABASE adalah suatu sistem penyusunan dan pengelolaan recordrecord dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan, sehingga mampu menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusan.

C. KOMPONEN UTAMA SISTEM BASIS DATA


KOMPONEN SISTEM BASIS DATA Lebih lanjut lagi, dalam sebuah sistem basis data, secara lengkap akan terdapat komponen-komponen utama sbb:

1. Perangkat Keras (Hardware) 2. Sistem Operasi (Operating System) 3. Basis Data (Database) 4. Sistem (Aplikasi/Perangkat Lunak) Pengelola Bisnis Data (DBMS) 5. Pemakai (User) 6. Aplikasi (perangkat lunak) lain (bersifat opsional)[2] Komponen Utama Database Untuk membuat suatu database kalian harus mengetahui komponen-komponen apa saja yang diperlukan dalam membuat database. Untuk itu saya akan memberitahu komponen-komponen dasar apa saja yang dibutuhkan dalam membuat database.

Perangkat Keras ( Hardware ) Perangkat keras yang dibuthkan dalam pengolaan database berupa computer beserta kelengkapannya seperti monitor, memory, keyboard, mouse dan lain-lain. Data Komponen yang akan diolah sehingga bernilai informasi dan dapat dijadikan sebagai bahan pengambilan keputusan. Perangkat Lunak ( Sotware ) Aplikasi yang digunakan untuk mengelola database misalnya Visual Basic Pengguna ( User ) Pengguna atau user ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu 1. Database Manager 2. Database administrator ( DBA ) 3. Database User Nah database user ini juga dibagi menjadi beberapa macam yaitu * Programer Aplikasi * User Mahir * User Umum * User Khusus Ini adalah pengertian pengertian dari Pengguna ( User ) dia atas : 1. Database Manager Modul program menyediakan antar muka ( Interves ) antara penyimpanan data tingkat rendah dalam databasedengan program aplikasi dan query yang diajukan system database. 2. Database Administrator Orang yang mempunyai kekuasaan sebagai pusat pengontrol terhadap seluruh system baik data maupun program yang mengakses data. 3. Database User Pemakai database berdasarkan cara berinteraksi terhadap system. database user ini juga dibagi menjadi beberapa macam yaitu Program Aplikasi

Seorang prefesional computer yang berinteraksi terhadap system Database dengan penulis program dan menggunakan Data Manipulation Language ( DML ) yang dibuat bahasa pemrograman seperti , bahasa c, pascal cobol, dll. Program program yang dibuatnya disebut dengan program aplikasi.

User Mahir Pemakai yang berinterkasi terhadap system database menggunkan fasilitas query yang telah disediakan oleh DBMS dan telah mahir mengggunakannya.

User Umum Pemakai yang tidak berpengalaman, berinteraksi dengan system database tanpa menulis program dan query, tapi hanya menjalankan program- program aplikasi yang dibuat oleh Programer Aplikasi. User Khusus Pemakai yang menulis aplikasi data secara traditional, tetapi untuk keprluan khusus, sperti untuk aplikasi Artificial Intelegen, system pakar, pengolahan dll.[3]

D. Abstraksi Data
Salah satu tujuan dari DBMS adalah untuk menyediakan fasilitas/antarmuka ( interface) kepada [Link] itu system tersebut akan menyembunyikan detail tentang bagaimana data disimpan dan dipelihara, sehingga data yang terlihatoleh user sebenarnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik. Abstraksi data merupakan tingkatan-tingkatan pengguna dalam memandang bagaimana sebenarnya data diolah dalam sebuah sistem database sehingga menyerupai kondisi yang sebenarnya dihadapi oleh pengguna sehari-hari.. Sebuah DBMS seringkali menyembunyikan detail tentang bagaimana sebuah data disimpan dan dipelihara (diolah) dalam sebuah sistem database, dengan tujuan untuk memudahkan pengguna dalam menggunakan DBMS tersebut. Karena itu seringkali data yang terlihat oleh pemakai sebelumnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik.

E. Penyusun Abstraksi Data


Terdapat 3 level abstraksi : 1. Level Fisik (Physical Level) Lapis fisik merupakan lapis terendah, lapis ini menjelaskan bagaimana ( how) data sesungguhnya disimpan. Pada lapis inilah struktur data dijabarkan secara rinci. 2. Level Logik / Konseptual (Conceptual Level) Lapis konseptual lebih tinggi dari lapis fisik. Lapis ini menjabarkan data apa (what) saja yang sesungguhnya disimpan pada basisdata, dan juga menjabarkan hubungan-hubungan antardata secara keseluruhan. Seorang pengguna dalam level ini dapat mengetahui bahwa data mahasiswa disimpan pada tabel mahasiswa, tabel krs, tabel transkrip dan lain sebagainya. Level ini biasa dipakai oleh DBA. 3. Level Penampakan/pandangan (View Level)

Lapis pandangan merupakan lapis tertinggi pada abstraksi data. Pada lapis ini pengguna hanya mengenal struktur data yang sederhana, yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Data yang dikenal oleh masing-masing pengguna bisa berbeda-beda dan barangkali hanya mencakup sebagian dari basis data. Misalnya: Bagian keuangan hanya membutuhkan data keuangan, jadi yang digambarkan hanya pandangan terhadap data keuangan saja, begitu juga dengan bagian akuntansi, hanya membutuhkan data akuntansi saja. Jadi tidak semua pengguna database membutuhkan seluruh informasi yang terdapat dalam database tersebut. Sebagai gambaran , misalnya terdapat struktur data bertipe record seperti berikut : Pegawai = RECORD Nama : STRING; Alamat : STRING; Bagian : STRING; Gaji : LongInt; End:
Pada contoh ini record pegawai berisi 4 buah field (nama, alamat, bagian, gaji ). Setiap field memiliki nama, dan setiap nama memiliki tipe data. Pada level fisik, pegawai dapat dijabarkan sebagai blok data yang terletak pada lokasi berurutan (satuan byte). Pada lapis konseptual masing-masing record dijabarkan dengan definisi tipe data . pada lapis view, user tertentu hanya boleh mengakses data tertentu, contohnya, seorang yang menangani penggajian berhak mengetahui gaji seseorang bahkan mengubahnya, tetapi orang yang bekerja di bagian lain tentu tidak boleh melihatnya.[4]

F. Hubungan Abstraksi Data


1. Level Fisik (Physical Level)

Merupakan level terendah dalam abstraksi data, yang menunjukkan bagaimana sesungguhnya suatu data disimpan. Melalui level ni, pemakai dapat melihat gambaran struktur datanya secara [Link] level ini, pemakai melihat data sebagai gabungan dari struktur dan datanya sendiri. Pemakai juga kompeten dalam mengetahui bagaimana representasi fisik dari penyimpanan/pengorganisasian data. Pada level ini kita berurusan dengan data sebagai teks, sebagai angka atau bahkan himpunan bit data. 2. Level Lojik/Konseptual (Conseptual Level) Merupakan level berikutnya yang menggambarkan data yang disimpan dalam basis data serta hubungan anatar data. Pada level ini pemakai dapat mengetahui misalnya data pegawai yang disimpan atau direpresentasikan dalam beberapa file/tabel, seperti file pribadi, file pendidikan, file pekerjaan. 3. Level View (View Level) Merupakan level tertinggi dari abstraksi data yang hanya menunjukkan sebagian dari basis data. Para user umumnya hanya membutuhkan sebagian data/informasi dalam basis data yang kemunculannya di mata user (pemakai) diatur oleh aplikasi end-user. Kegunaan level ini adlah untuk menyederhanakan interaksi antara pemakai (user) dengan sistem.[5]

G . Manfaat Sistem Basis Data


Manfaat SBD:

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Kemandirian data Akses Data efisien Integritas dan keamanan data Administrasi data Akses Konkruen dan Crash Recovery Waktu Pengembangan aplikasi terkurangi [6]

BAB III SIMPULAN


Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user. Penyusunan basis data meliputi proses memasukkan data kedalam media penyimpanan data dan diatur dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System DBMS). Manipulasi basis data meliputi pembuatan pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan pembaharuan atau penggantian (update) data, serta pembuatan report data. Tujuan utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan abstrak dari data bagi user. Jadi sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data disimpan dan dirawat, tetapi data tetap dapat diambil dengan efisien. Pertimbangan efisien yang digunakan adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks, tetapi tetap dapat digunakan oleh pengguna yang masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas struktur data. Basis data menjadi penting karena munculnya beberapa masalah bila tidak menggunakan data yang terpusat, seperti adanya duplikasi data, hubungan antar data tidak jelas, organisasi data dan update menjadi rumit. Jadi tujuan dari pengaturan data dengan menggunakan basis data adalah : Menyediakan penyimpanan data untuk dapat digunakan oleh organisasi saat sekarang dan masa yang akan datang. Kemudahan pemasukan data, sehingga meringankan tugas operator dan menyangkut pula waktu yang diperlukan oleh pemakai untuk mendapatkan data serta hak-hak yang dimiliki terhadap data yang ditangani. Pengendalian data untuk setiap siklus agar data selalu up-to-date dan dapat mencerminkan perubahan spesifik yang terjadi di setiap sistem. Pengamanan data terhadap kemungkinan penambahan, pengubahan, pengerusakan dan gangguan-gangguan lain.

DAFTAR PUSTAKA

1. Wikipedia , Diakses pada 24 Januari 2013 2. Nico , Basis Data , [Link] , Diakses pada 24 Januari 2013 3. Komponen Utama Database , [Link] , Diakses pada 24 Januari 2013 4. Abstraksi Data , [Link] , Diakses pada 24 Januari 2013 5. Abstraksi Data , [Link] , Diakses pada 24 Januari 2013 6. Manfaat Sistem Basis Data , [Link] , Diakses pada 24 Januari 2013

Pengertian Basis Data, Tujuan, Manfaat dan Contoh Kasus Basis Data
Diposkan oleh Reyditz Tya di 17.06 . 8 Apr 2013 Label: Basis Data

Kali ini saya akan share mengenai Materi Basis Data, berikut materi materi yang akan dijelaskan sbb

Pengertian basis data Istilah-istilah basis data Komponen sistem basis data Tujuan dan manfaat basis data Kelemahan sistem basis data Contoh penggunaan Aplikasi basis data dalam dunia bisnis Contoh basis data Database Management System (DBMS) Manfaat DBMS

Pengguna basis data Model Basis Da

Pengertian Basis Data Basis data adalah kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file lain sehingga membentuk suatu bangunan data untuk menginformasikan suatu perusahaan atau instansi dalam batasan tertentu

Istilah-istilah Basis data Beberapa hal yang termaksud unsur-unsur dari basis data adalah sebagai berikut: Entititas Entititas adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam. Pada bidang kesehatan Entity adalah Pasien, Dokter, Kamar. Field Setiap entity mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Seorang siswa dapat dilihat dari atributnya misalnya, NIM, Nama_siswa, Alamat. Record Record adalah kumpulan isi elemen data (atribut) yang saling berhubungan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. Contoh Kumpulan atribut NIP, Nama, dan alamat berisikan 01001245566, Sanusi, Jl. Hati suci No 2 Kupang.

Data Value Merupakan data aktual atau infomasi yang disimpan ditiap data elemen. Isi atribut disebut nilai data. Kunci Elemen Data ( Key Data Element ) Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas. Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm. Komponen-komponen Sistem Basis Data ( Database ) Basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan dan Database Management System ( DBMS ) yang memungkinkan beberapa pemakai untuk mengakses dan manipulasi file-file tersebut ( Fathansyah, 1999). Dalam Sistem Basis data memiliki beberapa komponen yaitu: Perangkat Keras ( Hardware ) Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sistem basis data adalah memori sekunder hardisk. Sistem Operasi ( Operating System ) Sistem Operasi (Operating System) merupakan program yang mengaktifkan atau mengfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dan melakukan operasi-operasi dalam komputer. Sistem Operasi yang banyak digunakan seperti: MS-DOS, MS-Windows 95 MS Windows NT, dan Unix. B a s i s da t a ( Da t a b a se ) Sebuah basis data ( Database ) dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat berisi atau memiliki sejumlah objek basis data seperi file atau tabel. Database Management System ( DBMS ) Pengolahan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak yang disebut DBMS yang menentukan bagaimana data disimpan, diubah dan diambil kembali. Pemakai ( User ) Bagi pemakai dapat berinteraksi dengan basis data dan memanipulasi data dalam program yang ditulis dalam bahasa pemograman.

Tujuan dan Manfaat Basis Data Tujuan utama dalam pengolahan data dalam sebuah basis data adalah agar kita dapat memperoleh data yang kita cari dengan mudah dan cepat (Fathansyah,1999). Pemanfaatan basis data dilakukan dengan tujuan yaitu: Kecepatan dan kemudahan (Speed ) Pemanfaatan Database memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan ( manipulasi ) dan menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah, dari pada kita menyimpan data secara manual. Efisien ruang penyimpanan (Space) Dengan Database penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan karena kita dapat melakukan penekanan jumlah pengulangan data dengan menerapkan sejumlah pengkodean . Keakuratan (Acuracy) Pemanfatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data dengan penerapan aturan atau batasan tipe data dapat diterapkan dalam Database yang berguna untuk menentukan ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan. Keamanan (Security) Dalam sejumlah sistem ( apilkasi ) pengelolah database tidak menerapkan aspek keamanan dalam penggunaan database. Tetapi untuk sistem yang besar dan serius, aspek keamanan juga dapat diterapkan. Dengan begitu kita dapat menentukan siapa yang boleh menggunakan database dan menentukan jenis operasi-operasi apa saja yang boleh dilakukan. Terpeliharanya keselarasan data (Consitant) Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan Data dapat dipakai secara bersama (shared) Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line) pada saat bersamaan. Dapat diterapkan standarisasi (standardization) Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data. Kelemahan Sistem Basis Data

Memerlukan tenaga spesialIS Kompleks Memerlukan tempat yang besar Mahal

Pengguna Basis Data System Engineer Tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan Sistem Basis Data, dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada pihak penjual Database Administrator (DBA) Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan mengaturnya. Tugas DBA

Mengontrol DBMS dan software-software Memonitor siapa yang mengakses basis data Mengatur pemakaian basis data Memeriksa security, integrity, recovery dan concurency Loading Routines, Membangun versi utama dari basis data Reorganization Routines, Mengatur / mengorganisasikan kembali basis data Journaling Routines, Mencatat semua operasi pemakaian basis data Recovery Routines, Menempatkan kembali data, sebelum terjadinya kerusakan Statistical Analysis Routines, Membantu memonitor kehandalan sistem

Program Utilitas yang digunakan oleh DBA :


End User (Pemakai Akhir) Ada beberapa jenis (tipe) pemakai terhadap suatu sistem basis data yang dapat dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem : Programmer aplikasi Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML), yang disertakan (embedded) dalam program yang ditulis pada bahasa pemrograman induk (seperti C, pascal, cobol, dll) Pemakai Mahir (Casual User) Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS

Pemakai Umum (End User / Nave User) Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen (executable program) yang telah ditulis (disediakan) sebelumnya Pemakai Khusus (Specialized/Sophisticated User) Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluankeperluan khusus seperti aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dll, yang bisa saja mengakses basis data dengan atau tanpa DBMS yang bersangkutan. Contoh penggunaan Aplikasi basis data dalam dunia bisnis

Bank : Pengelolaan data nasabah, akunting, semua transaksi perbankan Bandara : Pengelolaan data reservasi, penjadualan Universitas : Pengelolaan pendaftaran, alumni Penjualan : Pengelolaan data customer, produk, penjualan Pabrik : Pengelolaan data produksi, persediaan barang, pemesanan, agen Kepegawaian: Pengelolaan data karyawan, gaji, pajak Telekomunikasi : Pengelolaan data tagihan, jumlah pulsa

Anda mungkin juga menyukai