0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan8 halaman

Optimasi Produksi dan Limbah Pabrik

Pabrik perlu mengoptimalkan produksi dan limbah untuk memaksimalkan keuntungan dengan mempertimbangkan kapasitas pengolahan limbah dan ambang batas pembuangan limbah ke sungai. Model matematika dirumuskan untuk menentukan produksi optimal dan jumlah limbah yang dibuang dengan memaksimalkan laba yang dihasilkan.

Diunggah oleh

Holy
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan8 halaman

Optimasi Produksi dan Limbah Pabrik

Pabrik perlu mengoptimalkan produksi dan limbah untuk memaksimalkan keuntungan dengan mempertimbangkan kapasitas pengolahan limbah dan ambang batas pembuangan limbah ke sungai. Model matematika dirumuskan untuk menentukan produksi optimal dan jumlah limbah yang dibuang dengan memaksimalkan laba yang dihasilkan.

Diunggah oleh

Holy
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA SISTEM DAN OPTIMASI

Dr. Ir. NIEKE KARNANINGROEM MSc TEKNIK LINGKUNGAN -ITS (nieke@[Link])

Insititut Teknologi Sepuluh Nopember

Contoh Untuk bisa memaksimumkan keuntungannya, sebuah pabrik harus memperhatikan kendala jumlah limbahnya. Proses pembuatan menghasilkan limbah 2 kali satuan output produksi. Pembuangan limbah ke sungai dibatasi dan dikenai biaya retribusi untuk setip satuan limbah. UPL dibuat hanya mampu mengolah limbah dengan batas efisiensi 80 %. Permasalahannya ingin ditetapkan berapa keputusan produksi optimalnya serta berapa limbah yang bisa dibuang ke sungai dengan memperhatikan pembatas ambang batasnya. (Sumber: Nadjadji Anwar, 2002)

Harga jual produk/satuan Rp 10000, dengan biaya produksi Rp 3000/[Link] memiliki kapasitas sebesar 10 satuan limbah dengan biaya pengolahan Rp 600/satuan limbah dengan efisiensi reduksi 80%. Biaya pungutan limbah Rp 2000/satuan dengan ambang batas buangan tidak lebih dari 4 satuan Bagaimana formulasi model (matematika) persoalan tersebut ? Untuk menjawab jumlah produksi optimal serta limbah yang bisa dibuang ke sungai. (Sumber: Nadjadji Anwar, 2002)

Deskripsi/pemaparan problem dalam model


X1 (satuan produksi)

Pabrik
2X1= limbah 2X1

Asumsikan :
X1= jumlah produks X2= limbah tanpa diolah

Point Source

UPL
2X1- X2
0.2 (2X1 - X2)

X2 =dibuang langsung

X2

Badan Sungai (Sumber: Nadjadji Anwar, 2002)

Formulasi Problem Identifikasi komponen sistem yang terlibat Penetapan variabel keputusan (X1 dan X2) Maksimasi keuntungan Penjualan (Rp) = 10000 X1 Biaya produksi (Rp) = 3000 X1 Biaya pengolahan limbah (Rp) = 600 (2X1 - X2 ) Biaya retribusi (Rp) = 2000[X2 + 0.2(2X1 - X2 )] Fungsi keuntungan diperoleh

Max. Z = 10000 X1 - 3000 X1 - 600 (2X1 - X2 ) 2000[X2 + 0.2(2X1 - X2 )]

Pembatasan kapasitas UPL: 2X1 - X2 <= 10 Pembatasan buangan limbah ke sungai:


(1)

X2 + 0.2(2X1 - X2 ) <= 4
Pembatasan limbah yang diolah tidak boleh negatif :

(2)

2X1 - X2 >= 0 (3) Pembatasan variabel tidak boleh negatif : X1 >= 0 X2 >= 0

X2
10 9 8

7
6 5 4 3 2 1

B (2,4)

C (6,2)
E (10,0) X1
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

A (0,0)

D (5,0)

X1 = 6 dan x2 = 2

Fungsi keuntungan diperoleh Max. Z = 10000 X1 - 3000 X1 - 600 (2X1 - X2 ) 2000[X2 + 0.2(2X1 - X2 )] Max. Z = 10000 (6) - 3000 (6) - 600 {(2 x 6) 2} 2000[2 + 0.2(2 x 6 - 2 )] = 60.000 18.000 - 6000 8.000 = 28.000 Jadi maksimum keuntungan yang diperoleh pabrik adalah Rp. 28.000,-

Anda mungkin juga menyukai