OSILOSKOP
Osiloskop adalah alat ukur besaran listrik yang dapat memetakan sinyal listrik. Pada kebanyakan aplikasi, grafik yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana sinyal berubah terhadap waktu. Gambar 1memperlihatkan bentuk fisik osiloskop.
Gambar 1 : Osiloskop GOS 6050 Layar osiloskop dibagi atas 8 kotak skala besar dalam arah vertikal dan 10 kotak dalam arah horizontal. Tiap kotak dibuat skala yang lebih kecil. Sejumlah tombol pada osiloskop digunakan untuk mengubah nilai skala-skala tersebut. Bentuk dari osiloskop ini menyerupai sebuah pesawat televisi dengan beberapa tombol pengatur, namun terdapat garis-garis (grid) pada layarnya.
Gambar 2: Tampilan osiloskop
Contoh beberapa kegunaan osiloskp: Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu. Mengukur frekuensi sinyal. Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik. Membedakan arus AC dengan arus DC. Mengecek noise pada sebuah rangkaian listrik dan hubungannya terhadap terhadap waktu. Berdasarkan cara kerjanya osiloskop dapat dibedaka atas 2 kelompok: 1. Osiloskop Analog menggunakan tegangan yang diukur untuk menggerakan berkas elektron dalam tabung gambar ke atas atau ke bawah sesuai dengan bentuk gelombang yang diukur. Pada layar osiloskop dapat langsung ditampilkan bentuk gelombang tersebut. 2. Osiloskop Digital mencuplik bentuk gelombang yang diukur dan dengan menggunakan ADC (Analog to Digital Converter) untuk mengubah besaran tegangan yang dicuplik menjadi besaran digital.
Gambar 3: Blok diagram osiloskop
Gambar4: Tabung sinar katoda (CRT) CRT : cathode ray tube Bagian Osiloskop: Probe adalah kabel penghubung yang ujungnya diberi penjepit, dengan penghantar, yang dapat meredam sinyal-sinyal gangguan seperti sinyal radio atau noise yang kuat. Pengendali intensitas digunakan untuk mengatur intensitas cahaya gambar gelombang yang ditampilkan pada monitor osiloskop Pengendali focus digunakan untuk mengatur ketajaman gambar
[Link] ini hanya terdapat pada osiloskop analog Tombol posisi vertikal digunakan untuk menggerakan gambar gelombang pada layar ke arah atas atau arah bawah Tombol pengendali horizontal digunakan untuk mengatur posisi dan skala pada bagian horizontal gelombang Tombol volts/div mengatur skala tampilan pada arah vertical Pengendali Trigger digunakan untuk membuat tampilan gambar menjadi tampak [Link] trigger membuat kita dapat menstabilkan pengulangan sinyal gelombang dan menangkap satu bagian berjalan Osiloskop biasanya dilengkapi dengan suatu sinyal kalibrasi yang mempunyai bentuk tegangan serta periode tertentu
Pengukuran Tegangan Tegangan adalah besar beda potensial listrik, dinyataka dalam volt, antara dua titik pada rangkaian. Pengukuran tegangan dengan osiloskop dapat dihitung dengan persamaan:
Keterangan: Vpp = tegangan puncak ke puncak Vrms = tegangan efektif Vp = tegangan puncak Mengukur tegangan DC
Gambar 5: Mengukur tegangan DC dengan osiloskop Contoh: tinggi gelombang =3 , v/div=5 VDC = 3 x 5 v/div = 15 volt Mengukur tegangan AC
Gambar 6: Mengukur tegangan AC dengan osiloskop
4
Contoh: tinggi gelombang =6, v/div=2 Vpp = 6 x 2 v/div = 12 V Vp = 3 x 2 v/div = 6 V V Mengukur Beda Phasa
= x/XT .3600 atau t/ T x 360 Mengukur frekuensi T = banyaknya kotak horizontal x time /div F = 1 /T
Kelebihan dan Kekurangan Osiloskop Analog Kelebihan osiloskop analog antara lain: 1. Mampu menggambarkan nilai-nilai arus atau tegangan yang dihasilkan yang selalu berubah terhadap waktu secara periodik, sehingga memperlihatkan bentuk gelombang 2. Osiloskop analog dapat digunakan untuk menentukan periode, frekuensi, tegangan, dan amplitudo sinyal listrik sekaligus dengan cara yang relatif mudah.
5
Selain kelebihan, osiloskop analog juga memiliki kekurangan, yaitu: 1. Pengamatan sinyal-sinyal listrik dengan osiloskop mempunyai keterbatasan dalam perbandingan frekuensi antar sinyal-sinyal tersebut (perbandingan maksimum 10:1) sehingga penggunaannya cukup terbatas. 2. Harganya relatif mahal. Kelemahan tersebut semakin terasa sejak terciptanya penghitung frekuensi digital dengan harga yang lebih rendah dipasarkan ke publik.
Osiloskop Digital
Blok diagram osiloskop digital (Gambar 8) semua sinyal analog akan digitalisasi. Osiloskop digital, misalnya storage osciloscope terdiri dari: ADC (Analog-to-Digital Converter) DAC (Digital-to-Analog Converter) Penyimpan Elektronik
Gambar 8 Blok diagram osiloskop digital Perbedaan antara osiloskop analog dan digital hanya pada pemproses sinyal ADC. Pengarah pancaran elektron pada osiloskop ini sama dengan pengarah pancaran elektron pada osiloskop analog.