Perancangan Pabrik Kimia: Konsep dan Proses
Perancangan Pabrik Kimia: Konsep dan Proses
PENDAHULUAN
A. PENGERTIAN PERANCANGAN PABRIK KIMIA Perancangan pabrik kimia atau pabrik sintesis adalah suatu kegiatan yang mencakup aplikasi berbagai dasar ilmu pengetahuan teknik dan didukung oleh ilmu ekonomi teknik dan bertujuan mentranslasi gagasan atau ide menjadi suatu bentuk fasilitas fisik (pabrik) untuk pengubahan bahan baik secara kimia, fisika maupun biologi sehingga diperoleh produk yang memiliki nilai tambah. Secara nyata fasilitas fisik tersebut dibangun sedemikian hingga berpotensi mengembalikan modal investasi dalam jangka waktu tertentu serta memberikan keuntungan untuk pengembangan lebih lanjut. Dalam mentranslasi ide tersebut, dimulai dari tahap penelitian lapangan, tahap penelitian laboratorium, tahap pengembangan dan seterusnya sampai tahap operasi skala komersial. Analisis dan sintesis merupakan suatu perangkat dasar yang penting dalam mencari jawaban persoalan-persoalan yang terdapat dalam perancangan pabrik kimia. Seorang perancang yang bertugas untuk merancang pabrik kimia perlu memiliki konsep fundamental teknik kimia yang merupakan perangkat ilmu teknik kimia yang biasa disebut: chemical engineering tools.
Termasuk dalam perancangan pabrik kimia (PPK) adalah: 1. Mendirikan pabrik baru Pabrik betul-betul baru (data belum lengkap) Pabrik baru yang sudah ada/sejenis (data sudah ada) 2. Memperluas/mengembangkan pabrik yang sudah ada Kebutuhan masyarakat yang masih kurang, baik di dalam negeri maupun luar negeri Mis: Kebutuhan plastik yang sangat pesat 3. Mendirikan pabrik dengan teknologi baru Mengubah limbah menjadi produk yang berharga Memproduksi produk yang telah ada dengan teknologi baru yang ditemukan Dll B. KONSEP FUNDAMENTAL TEKNIK KIMIA Seorang perancang yang bertugas dalam merancang pabrik kimia perlu memiliki konsep fundamental teknik kimia yang merupakan perangkat ilmu teknik kimia yang biasa disebut: chemical engineering tools.
Chemical Engineering Tools 1. Neraca massa (material balances) 2. Neraca energi (energy balances) 3. Kesetimbangan (equilbrium)
Fisika (kesetimbangan fasa) Kimia 4. Proses-proses kecepatan (rate process) Fisis (transfer phenomena : tr. momentum, panas, massa) Kimia ( kinetika reaksi kimia)
5. Ekonomi 6. Humanitas.
Pendekatan Teknik Kimia Modern: Chemical engineering tools + advanced computation Sangat diperlukan kemampuan penyusunan model matematis dan penyelesaian numerik (komputasi proses).
Chemical engineering tools merupakan perangkat teknik kimia yang disusun menurut urutan tertentu yang dapat mempermudah dan memperlancar usaha mencari pendekatan jawaban suatu persoalan. 1. Neraca bahan/ massa Neraca bahan disusun pertama kali sebelum dikerjakan perhitungan neraca panas. Pada permulaan disusun diagram alir sederhana, kemudian dilakukan perhitungan neraca bahan di sekitar unit alat masing-masing dan perhitungan neraca bahan secara keseluruhan (overall), dengan menghitung kebutuhan bahan baku yang akan diolah hingga menghasilkan produk yang dihasilkan. Neraca bahan ini berlaku umum, baik untuk proses kimia maupun proses fisika (tanpa reaksi kimia). Dari hasil penyusunan neraca bahan dapat disusun diagran alir kuantitatif.
2. Neraca energi/panas Neraca energi/panas disusun setelah penyusunan neraca bahan selesai. Secara umum sebenarnya semua bentuk neraca energi perlu diperhitungkan, tetapi pada proses-proses kimia, proses pemanasan atau pendinginan umumnya perhitungan neraca panas lebih diperhitungkan dari pada neraca energi. Dari perhitungan neraca energi/ panas dapat diketahui berapa kebutuhan pemanas atau pendingin yang harus disediakan oleh fasilitas utilitas maupun penukar panas (heat exchanger) yang dapat dimanfaatkan. Dari perhitungan neraca energi/panas dapat digunakan untuk membantu dalam perhitungan pembuatan diagram alir kualitatif. 3. Neraca Kesetimbangan a. Kesetimbangan statis Misalnya kesetimbangan tekanan, panas, fasa dan reaksi kimia, yang terjadi pada sistem batch atau kontinyu. Tetapi kesetimbangan ini tidak menjalankan tentang ukuran alat.
b. Kesetimbangan dinamik Dalam kesetimbangan dinamik ini, kecepatan transfer, transformasi massa dan energi merupakan variabel esensial. Dalam sistem kontinyu dapat terjadi keadaan kesetimbangan dinamik, walaupun gaya-gaya pendorong neto (net driving force) seperti pada suhu, tekanan maupun konsentrasi mungkin tidak nol. Keadaan kesetimbangan dinamik ini sering disebut steady state, yaitu keadannya tidak berubah oleh waktu. Keadaan atau konsep ini sangat membantu dalam tugas analisis dan sintesis. 4. Proses-proses kecepatan (rate balance) Dari konsep neraca bahan, energi panas dan kesetimbangan statis, tidak kita perhatikan tentang ubahan waktu, kecuali pada aliran fluida kita masukkan energi kinetika pada penyusunan neraca energi. Untuk memperkirakan ukuran atau kapasitas alat perlu diperhitungkan pengaruh ubahan waktu, karena ukuran alat ada kaitan langsung terhadap proses pengolahan sejumlah bahan pada suatu batasan waktu. Jadi ukuran alat proses secara langsung ditentukan oleh jumlah bahan (kapasitas) da lamanya proses berlangsung (ubahan waktu). Kapasitas maksimal sesuatu alat proses ditentukan oleh kecepatan transfer dan transformasi masa dan energi pertahun waktu. Maka dapat dinyatakan bahwa kecepatan atau laju proses (rate process) merupakan ubahan esensial pada perancangan alat, misalnya alat dan perhitungan efisiensi alat pemisah. Pada perancangan reaktor kimia misalnya, paling tidak ada dua pertanyaan yang perlu dijawab: 1) Perubahan apa saja yang terjadi bila ada suatu variabel yang berubah? Dalam hal ini diperlukan penggunaan dasar termodinamika. 2) Bagaimana kecepatan perubahan itu terjadi? Jelas bahwa untuk menjawab pertanyaan ini diperlukan peninjauan tentang rate proces yaitu kinetika reaksi kimia. 5. Neraca Ekonomi (economic balance) Suatu industri atau perusahaan selalu berusaha untuk mencapai keuntungan yang maksimal disetiap periode waktu kerja. Berarti bahwa dalam tugas perancangan, tidak hanya peninjauan dari segi kinetik saja, tetapi juga diperlukan pertimbangan dari segi ekonomi (biaya, harga dll) Misalnya dalam pemilihan peralatan, selain tipe dan spesifikasi alat yang diperhatikan, maka keamanan dan kemudahan operasional, perawatan, biaya operasi dan seterusnya juga perlu dipertimbangkan. Maka perlu dijawab pertanyan: 1. 2. 3. 4. Apa yang harus dikerjakan dalam pabrik agar diperoleh keuntungan? Berapa besarnya biaya operasi, penanaman modal? Berapa keuntungan yang diperoleh? Dan lain-lain
Sehingga perlu dibuat neraca ekonomi agar diketahui secara pasti bahwa perancangan pabrik tersebut dapat menghasilkan keuntungan.
5. Humanitas (Human balance) Selain aspek teknis dan ekonomis, dalam perancangan pabrik ternyata masih ada aspek non teknik yang perlu dipehitungkan. Misalnya aspek lingkungan, perhatian terhadap bahan buangan/limbah lebih-lebih limbah berbahaya (B3), pengamanan terhadap alat-alat proses terhadap para karyawan, fasilitas ibadah, rekreasi, olah raga dll.
C. KEPPLINGS KEY WORDS Kata kunci utama terhadap kippling sebenarnya alat untuk pengembangan maupun peningkatan analisis dan sintesis masalah. Kata-kata tersebut dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, sehingga merupakan bentuk pasangan tanya jawab. 1. Apa (What) 2. Mengapa (why) 3. Bagaimana (How) 4. Siapa (Who) 5. Kapan (When) 6. Dimana (Where)
Bentuk ynya jawab tersebut dapat dipergunakan dalam analisis dan sintesis berbgai masalah dalam jangkauan yang cukup luas. Berikut diberikan contoh pertanyaan-prtanyaan yang perlu dijawab, baik dalam tugas perancangan pabrik, perancangan alat dll. Contoh pertanyaan pada tugas perancangan. 1. Apa? Pabrik dan proses apa yang akan di rancang? Data apa saja yang harus dicari? Langkah apa saja yang harus dikerjakan? Dst2. Mengapa? Mengapa proses inikita pilih? Mengapa dipilih proses dengan pengendalian otomatis? Mengapa harus dipilih kapasitas ditas kapasitas ekonomi? Dst3. Bagaimana? Bagaiman cara memilih alat-alat proses? Bagaimana cara menyusun tata letak pabrik atau alat? Bagaimana realisasi rancangan yang telah dibuat? Dst-
4. Siapa? Siapa yang dapat memberikan informasi perancangan ini? Siapa yang memiliki paten, pengalaman perancangan pabrik? Siapa yang pernah membangun pabrik tersebut? Dst-
5. Kapan? Kapan pabrik ini pernah dibangun? Kapan proses atau alat , juga paten itu mulai berlaku dan berakhir? Kapan tugas perancangan ini harus diselesaikan? Dst6. Dimana? Dimana pabrik ini akan dibangun? Dimana letak sumber bahan baku? Dimana letak daerah pemasaran produk? DstUntuk tanya jawab seperti contoh diatas perlu dipergunakan, baik dalam perancangan pabrik, alat-alat proses dan pembantunya serta tugas analisis dan sintesis, sehingga ada dorongan berpikir ke arah lebih kreatif dan sistematis.
Kegiatan-kegiatan perancangan pabrik yang harus dikuasai oleh seorang Chemical Engineer yaitu dimulai dari suatu gagasan yang direalisasikan melalui penelitian, dilanjutkan dengan pengembangan sampai tahap realisasi yaitu tahap operasi dan produksi. Kegiatan tersebut meliputi: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Penelitian proses (process research) Pengembangan proses (process development) Teknik proses (process engineering) Analisis dan evaluasi ekonomi (economic analysis and economic evaluation) Teknik proyek (project engineering) Teknik konstruksi (construction engineering) Teknik operasi (operation engineering) Teknik penelitian pasar (market research engineering)
1. Penelitian proses (process research) A. Penelitian lapangan: Kegiatan penelitian proses diawali dengan adanya ide, misalnya adanya bahan baku yang melimpah, pangsa pasar yang potensial serta adanya teknologi baru
Karena ketersediaan bahan baku yang berlimpah Motivasi membangun pabrik karena ketersediaan bahan baku, merupakan motivasi yang sangat diharapkan dan didukung oleh pemerintah Indonesia. Fakta bahwa negara Indonesia punya sumber daya alam yang beraneka ragam dan berlimpah tidak perlu dipertanyakan lagi. Penggunaan bahan baku yang hanya ada di Indonesia akan meningkatkan daya saing pabrik tersebut. Bahan baku dari bidang pertanian menjanjikan keunggulan tersebut karena ada banyak jenis tumbuhan yang hanya bisa tumbuh alami di Indonesia. Hanya saja motivasi seperti ini memerlukan pemikiran yang kreatif, pemahaman terhadap teknologi kimia yang handal serta orang-orang yang memiliki visi tangguh. Bahan baku yang melimpah seperti: basis minyak/gas bumi, basis oleokimia (minyak jarak, sawit), basis lignoselulose, basis karbohidrat dsb.
Karena permintaan pasar Pembangunan pabrik karena permintaan pasar yang meningkat merupakan motivasi yang sangat lazim dan sesuai dengan hukum ekonomi. Hal yang perlu diselidiki lebih lanjut adalah apakah lonjakan permintaan pasar tersebut akan stabil terus meningkat di masa datang, atau ada alasan-alasan khusus yang mempengaruhi pasar, seperti alasan tidak stabilnya politik negara, embargo ekonomi, atau kecelakaan-kecelakaan yang dialami produsen lain, calon saingan, yang menyebabkan produsen tersebut menurunkan produksi. Perlu data akurat dan analisis pasar yang jeli dari orang-orang yang berpengalaman untuk memastikan kestabilan peningkatan permintaan pasar. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kapasitas produksi calon-calon saingan dari pabrik yang akan dibangun. Bisa jadi saingan tersebut sudah mengantisipasi lebih dahulu dan sudah mulai meningkatkan kapasitas produksi sebagai usaha mencuri start.
Karena tersedianya teknologi baru Tantangan lain adalah teknologi yang akan digunakan bisa jadi teknologi yang benar-benar baru atau teknologi lama yang perlu banyak modifikasi. Literatur juga terbatas disebabkan negara-negara maju jarang menyelenggarakan penelitian pengembangan teknologi untuk mengolah bahan baku yang tidak ada di dalam negerinya. Karena itu motivasi jenis ini memerlukan serangkaian penelitian dan pengkajian teknologi sebelum pabrik yang dicitacitakan akan didirikan. Negara-negara maju saat ini berlomba-lomba membangun pabrik karena motivasi tersedianya suatu teknologi baru. Ketersediaan teknologi baru tidak hanya sekadar menyuguhkan suatu teknologi proses yang lebih hemat tapi bisa juga suatu produk baru. Hal ini bisa meningkatkan prestise negara tersebut di mata dunia. Pembangunan pabrik Compact Disc (CD) misalnya, adalah sebuah contoh pabrik yang dibangun karena ketersediaan suatu
teknologi dan pengetahuan yang menyeluruh mengenai sinar laser dan apa yang mampu sinar laser akibatkan pada struktur kristal. Tapi tetap saja motivasi jenis ini butuh ide-ide yang cemerlang dan inovatif, yang percaya kalau fenomena sinar laser bisa digunakan sebagai sarana penyimpanan dan pembacaan data digital. Tidak semua teknologi baru bisa dikembangkan menjadi pabrik dengan produk baru. Intinya, ketiga motivasi itu bisa berbuah menjadi sebuah pabrik apabila motivasi itu terdapat pada diri orang yang paham teknologi, punya visi tangguh, berani bersaing, memperhitungkan resiko dan berani menerima resikonya serta mau bekerja keras. b. Penelitian Laboratorium Dalam mendirikan suatu pabrik baru, dapat dimulai dari penemuan reaksi kimia, kemudian diubah ke suatu proses yang praktis dapat dilaksanakan secara komersial, baik ditinjau dari segi teknis maupun ekonomi. Timbul pertanyaan apakah dari penemuan reaksi kimia tersebut cukup memberikan jaminan bahwa realisasi pabrik skala komersial dimungkinkan dan memberikan keutungan? Kemungkinan data informasi dari penelitian proses masih terbatas sehingga belum cukup untuk memutuskan suatu jawaban keberhasilan pendirian pabrik. Bahkan untuk merancang pilot plant juga belum dapat. Pengembangan masih diperlukan dan dipelajari lebih lanjut. Data informasi dari penelitian proses akan dipelajari pada tahapan pengembangan proses.
Tugas dan usaha apakah yang perlu dilakukan pada tahapan penelitian proses untuk memberikan dukungan dalam pengembangan proses? 1. Mencari kondisi proses yang diperkirakan dapat dipakai secara operasional menurut skala komersial (kondisi yang operable). Beberapa variabel proses yang penting masih perlu dipelajari, karena kemungkinan data dari exploratory dan fundamental research masih kurang cukup. Hubungan antara variabel dan pengaruhnya, kisaran kondisi oprasi masih perlu dipelajari.
2. Memberikan data kuantitatif, perhitungan neraca bahan dan energi, sehingga evaluasi ekonomi dapat dijalankan. Evaluasi ekonomi ini menyangkut antara lain : perkiran biaya pembangunan/konstruksi hingga biaya operasi. Akhirnya perlu dipertanyakan apakah proses yang sedang diamati itu prlu dikembangkan dan perlu diteruskan ke tahap pengembangan proses? Jika ternyata kurang menguntungkan sebaiknya tidak dilanjutkan, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.
3. Kemungkinan juga dapat disarankan untuk menyususn pilot plant , untuk memperoleh data informasi yang lebih mantap. Misalnya data : kinetika (kecepatan reaksi kimia), panas reaksi, efek kimia dsb.
Contoh : penelitian proses dari proses hidroforming Hidroforming adalah proses katalitik reforming petroleum naphta menjadi aromatik konsentrat dan gasoline dengan angka oktan tinggi.
Apa saja yang perlu dipelajari? 1. Proses a. Reaksi Kimia Kemungkinan reaksi kimia yang terjadi:
naphtane
Aromatik
N. Parafin
Parafin bercabang
Perubahan yang terjadi antara umpan dan hasil reaksi perlu dipelajari.
Bagaimana pengaruh suhu dan tekanan terhadap konversi siklohexan? Hal ini dapat diketahui dari eksperimen maupun perhitungan teoritis.
Pengaruh suhu dan tekanan terhadap konversi siklohexan ke benzena (H 2 : siklohexan ; 4 mole umpan) Tekanan Psi 300 Suhu oF 800 900 950 600 800 950 % mol benzena dalam produk Vol/vol/jam terhitung 70 72 90 93 33 92 89 96 31 94
hidrogen
C 6H 12 Siklohexane (SH)
2. Variabel Proses Variabel penting pada proses hidroforming adalah : Suhu Tekanan * H 2/naphta * naphta * katalisator * kotoran (S,H,O dan Metal) Waktu * space rate * regenerasi
Bagaimana pengaruh variabel ini terhadap hasil dan operasi perlu juga dipelajari. Kondisi operasi optimum dan batas-batas kerjanya perlu ditetapkan.
3. Sifat dan Spesifikasi Bahan Spesifikasi bahan diperlukan untuk keparluan pembelian atau penjualan, sedang sifatsifat bahan penting untuk perancangan, transportasi dan penyimpanan. Contoh: berat molekul, titik didih, tekanan uap, fase, kekentalan, dst.
4. Pengaruh Kotoran Adanya senyawa belerang dapat menurunkan hasil aromatik, selain meracuni katalisator.
5. Data lainnya Data lainnya yang dipandang penting untuk diberitahukan dapat juga dimasukkan. Misalnya untuk penentuan kondisi operasi atau pengendalian variabel diberikan data suhu dan pengaruhnya. Contoh : pada suhu = 600 875 oF, terjadi reaksi isomerisasi Pada T > 875 oF terjadi proses perengkahan/cracking Dari data eksperimen diusahakan untuk menarik kesimpulan. Jika perlu dihitung pula data lain untuk keperluan pengembangan data untuk mendukung perancangan. Suatu hal yang penting untuk dicacat yaitu dengan dukungan data minimum kita harus mampu mengembangkannya sehingga dapat menyelesaikan tugas pemecahan masalah dan perancangan alat proses. Karena itu maka seorang perancang harus mampu mengembangkan daya imaginasi, keterampilan, analisis dan sintesis serta ketekunan.
6. Kesimpulan Dari analisis dan sintesis data penelitian, pengembangan data, hasil kalkulasi dan studi lainnya tentang proses hidroforming data, dapat ditarik kesimpulan seperti dibawah ini (hanya sekedar suatu contoh). Diperkirakan bahwa proses yang dipelajari dapat diteruskan pengembangannya ke arah skala komersial. Evaluasi ekonomi didukung oleh data yang cukup lengkap. Dari evaluasi variabel proses menunjukkan bahwa studi lanjutan dapat dilakukan ke kelompok pengembangan. Operasi menurut skala komersial dapat disiapkan setelah dipelajari dari tahapan :
penelitian proses, pemgembangan proses dan pilot pant. Dapat diusulkan diagram alir proses sederhana, dan masih dilakukan pengembangan lebih lanjut.
2. Pengembangan Proses Suatu tugas yang dapat dikatakan tidak pernah berakhir adalah pengembangan proses untuk memperoleh proses maupun produk yang lebih baik. Karena itu supaya industri dapat bertahan dalam situasi bersaing, kemampuan penelitian dan pengembangan sangat diperlukan sebagai pendukung sasaran tugas tersebut. Tetapi bagaimanapun efektifitas laboratorium penelitian, bila hasilnya langsung ditranslasi ke operasi berskala komersial, kemungkinan dapat berkhir pada kegagalan fatal. Maka dari tahapan penelitian masih perlu dilanjutkan ke tahapan pengembangan yang mempelajari bagaimana kemungkinan untuk diterapkan ke skala komersial. Data dari laboratorium harus dipelajari kembali dan diinterpretasi kembali. Jika ternyata kurang menguntungkan dan tidak mungkin ditranslasi ke skala komersial, sebaiknya proyek ini ditunda dulu, bahkan dibatalkan.
Grup pengembangan proses harus mengadakan komunikasi tetap dengan grup penelitian, perancangan, evalusi dan manufakturing. Walaupun pada tahap laboratorium telah diadakan evaluasi ekonomi, penelitian dari segi ekonomi masih perlu ditinjau kembali. Tugas-tugas pengembangan proses adalah: Interpretasi data-data lab. penelitian untuk tujuan perancangan pabrik berskala komersial. Mendifinisikan kondisi operasi yang optimal. Menentukan kebutuhan alat-alat yang akan dipergunakan pada perancangan akhir (final design). Evaluasi proses untuk dipergunakan pada skala komersial.
Secara sederhana pada pengembangan proses perlu dibuat suatu landasan kerja sebagai berikut: Merencanakan program kerja. Perancangan dan konstruksi pilot pant Pengoperasian pilot plant Presentasi dan mempelajari korelasi data dari pilot plant
Butir-butir tersebut diatas akan dibahas secara ringkas dibawah ini: 1. Merencanakan Program Kerja Selain intrepretasi data lab. penelitian, tugas pokok pada pengembangan proses ialah menyempurnakan atau melengkapi data informasi yang berguna untuk perancangan akhir dari pabrik berskala komersial. Maka tugas dari developmen engineering menjadi jelas, yaitu: a. b. c. d. Memberikan dan melengkapi data informasi yang lebih lengkap untuk perancangan akhir. Memeriksa, mempelajari kembali hasil penelitian lab. Menentukan variabel proses yang kritik. Mencari data informasi atau konsultasi dengan process design engineering tentang kebutuhan data untuk perancangan detail yang terakhir.
2. Perancangan dan Konstruksi pilot plant Untuk mempelajari kemampuan suatu proses yang akan ditranslasi ke skala komersial dan pengaruh variabel-variabel operasi dapat dipergunakan pilot plant Menurut Vilbrandt: pilot plant atau prototype plant lengkap merupakan rangkaian dari elemen-elemen produksi yang esensial
3. Teknik Proses (process Engineering) Teknik proses (process engineering) dilakukan setelah selesai tahapan penelitian dan pengembangan proses. Hasil-hasil penelitian dan pengembangan proses sebelumnya akan dipergunakan sebagai dasar peramalan sampai dimana proses yang dipelajari akan berhasil bila dibangun menurut skala komersial.
Alat-alat pross disusun spesifikasinya secara jelas tanpa melupakan pertimbangan faktor ekonomi dan dapat berfungsi dengan baik. Tata letak alat dan sistem pemipaan disusun seefisien mungkin. Fasilitas luar seperti: boiler, cooling tower harus diperhitungkan pula. Hasil pemikiran dari kelompok ini akan dipergunakan sebagai landasan perancangan selanjutnya yang lebih teliti.
Tugas seorang Teknik proes atau perancang proses Seorang perancang proses biasanya tidak langsung mengerjakan perancangan detail dari alat-alat proses, tetapi lebih memperhatikan peninjauan proses secara keseluruhan hingga evaluasi ekonomi. Beberapa tugas pokok yang dijalankan antara lain sebagai berikut: 1. Menyusun diagram alir proses yang memuat semua alat-alat dan instrumen, termasuk kondisi proses dan operasi, seperti suhu, tekanan dan laju aliran. 2. membuat neraca bahan disetiap unit alat maupun neraca bahan keseluruhan, misalnya kebutuhan jumlah bahan baku yang akan diolah, serta jumlah produk yang diperolah. 3. Membuat neraca panas di setiap alat yang memiliki beban panas maupun neraca panas keseluruhan. Misalnya beban panas dan ukuran dari alat penukar panas (heat exchanger) . 4. Menentukan spesifikasi peralatan seperti ; spesifikasi pompa, spesifikasi reaktor , spesifikasi tangki pengumpan dan penyimpan. 5. Menetapkan kondisi optimum dari alat-alat pemisah, alat-alat proses, berdasarkan pertimbangan segi teknik dan ekonominnya. 6. Evaluasi kebutuhan utilitas, misalnya: kebutuhan steam, air industri, tenaga listrik, bahan bakar dan udara instrumen. 7. Melakukan evaluasi investasi modal, biaya pengolahan atau produksi dan biaya yang berkaitan dengan performance dari proses 8. Menyusun alat-alat pabrik, tata letak alat, menentukan material konstruksi yng dipandang paling sesuai berdasarkan pertimbangan segi korosi, kekuatan dll. 9. Hal lain yang masih perlu mendapatkan perhatian ialah: pemeliharaan dan perawatan alat-alat, performance dan sebagainya.
Tingkatan Teknik proses/Perancang Proses Pada garis besarnya perancangan proses dapat dibedakan dalam 3 katagori perancangan: 1. Quick atau horseback process design Pekerjaan ini sering dikerjakan pada tahapan penelitian dari suatu proyek. Karena\ data yang tersedia biasanya tebatas atau minim sehingga hasilnya masih kurang teliti. Ketelitian biaya hanya mencapai 25 %.
2. Preliminary peocess design Kemungkinan pekerjaan ini dilakukan pad tahap pilot plant dari suatu proyek. Sesuai dengan waktu dan dat yang tersedia, hasil perhitungan perancangan cukup terperinci (detail). Misalnya perhitungan neraca bahan dan neraca panas telah dapat disusun cukup
lengkap. Maka evaluasi ekonomi sudah lebih mendekati ketelitian (fairly accurate) 3. Final design Pada tahap perancangan ini, perhitungan perancangan proses sudah lengkap dan terperinci. Gambar alat-alat lebih detail dan evaluasi biaya sudah mencapai yang paling teliti (most accurate). Walaupun demikian, sampai pad tahap konstruksi dan tahap operasi masih dimungkinkan adanya petubahan peralatan.
4. Analisis dan evaluasi ekonomi (economic analysis and economic evaluation) Suatu industri atau perusahaan selalu berusaha untuk mencapai keuntungan yang maksimal disetiap periode waktu kerja. Berarti bahwa dalam tugas perancangan, tidak hanya peninjauan dari segi kinetik saja, tetapi juga diperlukan pertimbangan dari segi ekonomi (biaya, harga dll) Misalnya dalam pemilihan peralatan, selain tipe dan spesifikasi alat yang diperhatikan, maka keamanan dan kemudahan operasional, perawatan, biaya operasi dan seterusnya juga perlu dipertimbangkan. Maka perlu dijawab pertanyan: 1. 2. 3. 4. Apa yang harus dikerjakan dalam pabrik agar diperoleh keuntungan? Berapa besarnya biaya operasi, penanaman modal? Berapa keuntungan yang diperoleh? Dan lain-lain
Sehingga perlu dibuat neraca ekonomi agar diketahui secara pasti bahwa perancangan pabrik tersebut dapat menghasilkan keuntungan.
5. Teknik proyek (project engineering) Project engineering adalah kegiatan setelah proyek perancangan yang telah dikerjakan oleh kelompok sebelumnya. Project engineering sebagai bagian yang akan dibangun dan bahkan dianalisis sebagai proses lagi. Perancangan dan pembangunan pabrik tidak dapat diselesaikan secara baik hanya oleh satu cabang ilmu teknik saja. Tetapi perlu koordinasi terkoordinasi 7. Teknik konstruksi (construction engineering) 8. Teknik operasi (operation engineering) 9. Teknik penelitian pasar (market research engineering)
Kegiatan proses mengubah suatu bahan menjadi produk secara keseluruhan dapat dipandang sebagai sebuah struktur sistem proses yang terdiri atas sub-sub sistem yang menggambarkan suatu tahapan perancangan proses. Penggambaran rangkaian struktur system proses diperlukan untuk memudahkan suatu pemecahan masalah perancangan proses.
Aliran informasi merupakan nilai peubah-peubah yang terlibat dalam perancangan, seperti komposisi, suhu, tekanan, laju alir, enthalpi. Komposisi, suhu dan tekanan merupakan peubah intensif, yang bebas terhadap jumlah bahan (laju alir).
1. Unit-unit yang ada dalam proses produksi Dalam proses produksi, diinginkan hasil dengan efisiensi yang setinggi-tingginya baik dari segi teknis maupun ekonomis. Tujuan ini diwujudkan dalam praktek dengan jalan melakukan operasi dengan upaya hasil yang sebanyak-banyaknya, waktu singkat dan biaya rendah. Pengolahan/proses yang dilakukan meliputi pengolahan fisika yaitu perubahan-perubahan fisika yang dihubungkan dengan penanganan secara industri terhadap bahan-bahan kimia maupun lainnya, inilah yang disebut UNIT OPERASI (UO) sedangkan UNIT PROSES (UP) adalah pengolahan yang melibatkan reaksi kimia pada suatu kondisi tertentu dimana secara ekonomis menguntungkan. Berdasarkan pengolahan yang dilakukan dalam proses produksi dapat dibagi dalam tiga unit, yaitu Unit I Unit II Unit III : Unit persiapan bahan baku : Unit sintesis/reaksi : Unit finishing
Tugas dari masing-masing unit berbeda, namun secara keseluruhan mempunyai beban yang sama, dan satu sama lain saling berhubungan dalam menghasilkan produk yang diinginkan.
Adapun tugas masing-masing unit adalah sbb: I. Unit Persiapan bahan baku. Unit ini bertugas mempersiapkan bahan baku/raw material agar sesuai kondisinya dengan kondisi yang dipersaratkan oleh unit II (Unit pengolahan). Persiapan ini dapat berupa: 1. 2. 3. 4. 5. Penyesuaian bentuk dan fasa : besar, kecil, serbuk, cair, gas dsb Penyesuaian konsentrasi/komposisi : murni, pekat, encer, larutan dsb Penyesuaian kondisi operasi : tekanan, suhu, perbandingan komposisi dsb Transportasi bahan dasar, penampungan sementara sebelum diolah di unit II Dan lain-lain
Untuk melaksaksanakan tugas persiapan bahan baku, maka pada unit I ini pada umumnya digunakan alat-alat: Alat penyesuaian bentuk dan fasa Contoh : crusher, ball mill, melter, condensor, evaporator, sublimator dll Alat penyesuaian konsentrasi/komposisi Contoh : kolom fraksinasi, kolom distilasi, screen, absorber dll Alat penyesuaian kondisi operasi Penyesuaian suhu : heat exchanger (HE), cooler, heater, preheater dll Penyesuaian tekanan: kompresor, pompa, valve, expansion valve dll Penyesuaian komposisi: mixer, blender, tangki berpengadul dll Alat transportasi dan penempungan
Contoh: belt conveyor, elevator, pompa + pipa Tanki-tanki penampung, silo dll
II. Unit Pengolahan/sintesis/reaksi Unit ini bertugas mensintesis/mereaksikan bahan dasar untuk mengubah menjadi senyawa hasil yang diinginkan. Pengolahan dapat bersifat fisika maupun kimia. Untuk pengolahan bahan dasar, pada umumnya diperlukan tenaga dalam bentuk panas listrik, cahaya maupun tenaga fisik (pukulan, gesekan dll). Panas sebagai tenaga, sebagian besar diperlukan dari pembakaran bahan bakar (gas alam, minyak bumi, arang batu), tenaga matahari, tenaga panas reaksi kimia, tenaga nuklir dsb. Dalam industri efisiensi penggunaan energi ini penting sekali. Pada unit pengolahan, bahan baku diubah menjadi hasil/produk. Sedang alat untuk tempat terjadinya reaksi kimia disebut REAKTOR. Pada umumnya reakstor dilengkapi dengan alatalat penyesuaian kondisi operasi. Kondisi operasi yang dimaksud adalah : suhu, tekanan, perbandingan pereaksi/komposisi. Hasil dari unit pengolahan ini masih berupa campuran dengan sisi bahan baku yang tidak bereaksi, hasil samping, inert dan lain-lain, yang masih emerlukan pemurnian atu pengolahan lanjut agar diperoleh spesifikasi hasil yang diinginkan yang di proses lanjut pada unit III (unit finishing).
III. Unit finishing Hasil yang diperolah dari unit II, kemungkinan masih memerlukan penyesuaian kualitas, berupa: Penyesuaian bentuk dan fasa Penyesuaian komposisi/konsentrasi Penyesuaian kondisi : suhu dan tekanan Pengantongan, penyimpanan/gudang Pada unit ini peralatan yang digunakan sama dengan unit I
Serangkaian alat-alat yang ada dalam masing-masing unit dapat digambarkan dalam bentuk diagram alir (flow diagram)
PROSES KIMIA DALAM UNIT PENGOLAHAN/SINTESIS Untuk mempelajari proses kimia dalam unit pengolahan, dapat ditinjau dalam 2 segi, yaitu: 1. Alat/tempat 2. Sintesis atau reaksi
1. Alat/tempat
Sebagai tempat terjadinya reaksi pengolahan, siperlukan alat yang disebut REAKTOR. Reaktor ini harus bisa memenuhi persyaratan tertentu yang harus disesuaiakan dengan sifat bahan yang diolah dan sifat bahan yang dihasilkan. Misalnya: alat harus tahan terhadap korosi, tahan terhadap tekanan, tahan terhadap suhu tinggi dsb. Demikian juga karena kondisi reaksi (tekanan, suhu dan konsentrasi dsb) untuk suatu reaksi perlu diatur dan diawasi untuk menghasilkan hasil yang diinginkan, maka biasanya reakstor dolengkapi dengan alat-alat penunjuk/indikator dan alat-alat pengontrol/pengatur. Termasuk sebagai alat penunjuk antara lain: termometer, pH meter dsb. Indikator: Flow indikator (FI), thermo indikator (TI); pressure indikator (PI) Alat kontrol : flow indicator and control (FIC), thermoindicator and control (TIC), pressure indicator and control (PIC).
2. Sintesis/reaksi Kondisi reaksi yang tepat sangat penting untuk berlakunya suatu reaksi kimia . Reaksi kimia seringkali dapat berlangsung dengan cepat pada kondisi tertentu dan tidak dapat berlangsung sama sekali pada kondisi yang lai, sehingga pengetahuan tentang kondisi operasi ini sangat penting dalam penanganan reakstor. Mengungat hal tersebut diatas, maka sangatlah penting untuk mempelajari/mengetahui kinetika dan termodinamika dari reaksi kimia yang terjadi dalam sintesis tersebut.
Kinetika Digunakan antara lain 1. Memahami mekanisme reaksi 2. Menghutung ukuran reaktor 3. Memperkirakan usaha-usaha yang dapat ditempuh untuk mempelajari reaksi yang berjalan lambat dan reaksi yang berjalan terlalu cepat agar dapat dikontrol
Termodinamika Digunakan antara lain untuk: 1. Memperkirakan energi/panas yang diperlukan (endotermis) atau energi/panas yang dikeluarkan (eksotermis) dari reaksi kimia 2. Memperkirakan konversi maksimum yang dapat dicapai pada kesetimbangan 3. Memperkirakan usaha-usaha yang dapat ditempuh untuk memperbesar konversi kesetimbangan
Usaha-usaha untuk mempercepat reaksi dan memperbesar konversi ditinjau dari kinetika: Misalnya reaksi: aA + bB cC + dD
Kecepatan reaksi: rA = k (A)a (B)b Keterangan: - rA k (A) : kecepatan berkurangnya A : konstanta kecepatan reaksi : konentrasi reaktan A (B) a,b : konsentrasi reakstan B
: pangkat/tingkat reaksi
Keterangan: A E R T : faktor frekwensi tumbukan : tenaga aktifasi : Tetapan gas : suhu reaksi (oK)
Terlihat bahwa k, dipengaruhi oleh A, E dan T 1. Faktor Frekwensi tumbukan (A) Faktor frekwensi tumbukan dipengaruhu oleh: Sifat pencampuran pereaksi. Jika pereaksi tidak saling melarutkan atau tidak dapat bercampur secara sempurna maka diperlukan pengaduk, sirkulasi Luas permukaan Untuk memperbesar faktor tumbukan diusahakan pereaksi berupa gas atau cair. Jika pereaksi berupa zat padat maka perlu dilakukan gasifikasi atau dibuat partikel-pertikel kecil (penumbuka) Salah satu pereaksi dibuat excess Pemihihan pereaksi yang dibuat excess adalah pereaksi yang lebih mudah didapatkan, harga lebih murah, jumlah melimpah dll.
2. Tenaga aktivasi
Tenaga aktivasi adalah tenaga awal yang diperlukan agar reaksi dapat berlangsung . Tenaga aktivasi ini dapat diperbesar atau diperkecil oleh suatu katalisator. Katalisator positif: memperkecil tenaga aktivasi sehingga mempercepat reaksi. Katalisator negatif (inhibitor) : memperbesar tenaga aktivasi sehingga memperlambat reaksi. Inhibitor ini digunakn untuk reaksi yang berjalan sangat cepat seperti: reaksi polimerisasi, reaksi inti, nuklir dan reaksi rantai. Inhibitor dapt bekerja sebagai: Penghalang bertemunya pereaksi Bereaksi dengan salah satu pereaksi membentuk senyawa yang lebih stabil Menurunkan keaktifan Mempengaruhi kestabilan sususunan elektron 3. Suhu (T) Dari persamaan Nilai k dipengaruhi oleh suhu (T). Bila T dinaikkan, maka harga kecil dan k makin besar (reaksi berjalan makin cepat). Disamping dipengaruhi oleh besarnya harga k, kecepatan reaksi juga dipengaruhi oleh konsentrasi peraksi (A) dan (B), yang dapat ditempuh dengan menggunakan konsentrasi pereaksi yang tinggi dan memperkecil/meniadakan inert dari campuran pereaksi.
Usaha memperolah hasil yang besar di tinjau dari termodinamika Contoh reaksi:
Maka,
Keterangan:
a, b, c, d
: koefisien reaksi
nA, nB, nC, nD : jumlah mol komponen P nt : tekanan : jumlah mol total (nA + nB + nC + nD + ninert)
Besarnya harga k dipengaruhi oleh suhu reaksi, sedangkan dari persamaan K dapat dilihat bahwa untuk memperoleh C dan D yang banyk, dapt ditempuh dengn memakai (A) dan (B) yang tinggi, dan perbandingan pereaksi yang baik,sehingga hasil perkalian (A)a x (B)b maksimum. Usaha lain yaitu mengusir salah satu hasil C atau D dari campuran hasil reaksi. Jika hasil yang diinginkan adalah D, maka C yang segera diusir atau sebaliknya. Pengusiran salah satu hasil akan mengakibatkan hasil yang terbentuk terus-menerus (maksimum).
Untuk memperoleh hasil D yang banyak dapat ditempuh dengan: 1. K dibuat besar : Jika reaksi eksotermis, makin rendah suhu, K makin besar. Jika reaksi endotermis, makin tinggi suhu, makin besar harga K. 2. 3. 4. 5. Konsentrasi A dan B yang dipakai diusahakn tinggi Salah satu hasil diusir, misalnya C sehingga nC kecil, maka nD menjadi besar. Perbandingan pereaksi yang tepat Tekanan: Bila (a + b) ( c + d) positif, maka tekanan tinggi menguntungkan. Bila (a + b) ( c + d) negatif, maka tekanan tinggi tidak menguntungkan. Bila (a + b) ( c + d) adalah nol, maka tekanan tidak berpengaruhi. kesetimbangan 6. Jumlah mol total dipengaruhi inert: - Bila (a + b) ( c + d) positif, maka adanya inert tidak menguntungkan
Kadang-kadang usaha dari segi termodinmika bertolak belakang dengan usaha ditinjau dari segi kinetika, maka perlu dicari optimasi melalui penelitian. Demikian juga kemampuan alat, kestabilan senyawa-senyawa dan efisiensi tenaga akan menjadi batasan usaha yang ditempuh untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu singkat. Sebagai contoh. Penentuan suhu (T), jika ditinjau dari segi kinetika semakin tinggi suhu, hasil (produk) semakin tinggi, namun penentuan suhu (T) jika dilihat dari segi termodinamika belum tentu jika suhu tinggi akan menghasilkan produk yang besar, bahkan bisa sebaliknya justru mengurangi hasil (produk).
Flow Diagram
BAB, IV
A. Tahapan Sintesis proses Perancangan proses adalah suatu kegiatan berurutan secara sistematis dan terpadu dalam bentuk sintesis. Pendekatan atau pola sintesis yang menjadi ciri perancangan adalah bagaimana suatu masalah yang sulit dan kompleks diurai menjadi beberapa masalah yang lebih mudah. Dasar perancangan proses kimia, yaitu masing-masing dikembangkan oleh Rudd dan Waston (1973), Douglas (1988) serta Seider, et al (1999), meliputi lima tahapan yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pemilihan proses Pemilihan jalur proses Alokasi bahan atau pereaksi Pertimbangan teknik pemisahan Pemilihan operasi pemisahan Pemaduan atau integrasi rancangan tahap 1 sampai 5
1. Pemilihan Proses Hampir dapat dipastikan bahwa produk-produk yang kompetitif dan berhasil diproduksi secara komersial senantiasa berasal dari perjalanan panjang yang bermula dari strategi penelitian dalam memilih proses yang tepat. Hal ini berkaitan dengan proses kimia atau biokimia, bahwa suatu produk dapat dihasilkan atau disintesis melalui berbagai alternatif reaksi atau proses. Sebagai contoh: Syntesa phenol dapat dilakukan melalui 5 (lima) macam proses yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. Proses sulfonasi Proses chlorobenzena Proses katalitik Proses oksidasi toluene Proses hidroperoksid cumen
Syntesa Vinil Chlorida dapat dilakukan melalui 3 (tiga) macam proses yaitu: Proses 1:
Proses 2:
Proses 3:
Dari masing-masing proses tersebut diatas dipilih salah satu proses yang terbaik. Bagaimana cara memilihnya? Berikut ini diberikan beberapa faktor pertimbangan untuk pemilihan proses, tanpa harus membuat kalkulasi teliti atau perancangan detail. Beberapa faktor pertimbangan sebagai pembanding pemilihan proses antara lain sebagai berikut: Faktor Teknis Kemudahan operasi (kondisi operasi/proses, seperti tekanan, suhu dll) Kemungkinan pengembangan dimasa mendatang Keamanan dan bahaya Bahan Baku Persediaan bahan baku saat ini dan masa yang akan datang Persediaan bahan pembantu seperti Katalis Penyimpanan yang diperlukan Cara pengangkutan Hasil /Produk Peralatan
Rancangan peralatan
2. Pemilihan jalur reaksi atau proses Jalur reaksi atau proses merupakan tahapan yang sangat penting dalam sintesis atau perancangan proses. Pada pemilihan awal jalur reaksi atau proses, dua pertimbangan pokok selalu dijadikan kriteria utama, yaitu teknis dan akonomis. Pertimbangan teknis berkaitan dengan stokiometri reaksi dan jalur sintesis atau proses (reaction-path). Pada tahapan ini aspek-aspek teknis yang berkaitan dengan pengubahan reaksi dari skala laboratorium ke teknik operasional skala yang lebih besar perlu diperhatikan dan dipecahkan. Oleh sebab itu pada umumnya seorang perancang proses, biasanya berkonsultasi dengan pakar proses (kimia dan biokimia). Dalam pertimbangan jalur proses, pendaur ulangan (recycling) reaksi juga menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan kinerja proses. Pertimbangan ekonomi jalur reaksi atau proses dapat ditentukan secara cepat dengan analisis produk konsumsi atau analisis nilai tambah. Analissi ini dilakukan dengan menghitung berapa nilai tambah yang dapat dihasilkan dari suatu rangkaian reaksi/proses. Dengan mengetahui neraca massa proses atau stokiometri reaksi, serta nilai masing-masing
bahan tersebut secara mudah dapat diprakirakan nilai tambah yang dihasilkan dari proses atau jalur yang dipilih adalah jalur yang mempunyai nilai tambah positif. Semakin tinggi nilai tersebut, semakin besar peluang untuk dipilih.
Contoh: 1. Pemilihan jalur proses dengan recycle hal 46 (Produksi isopropil alkohol) 2. Proses solvey (2.4.1) hal 42
Contoh: Suatu reaksi esterifikasi untuk menghasilkan ester (isopropil asetat) dari isopropil alkohol dan asam asetat, akan dikaji kemungkinan pengembangannya Reaksi:
Konversi pembentukan isopropyl asetat adalah 60%, sedangkan nilai masing-masing pereaksi dan produk sebagai berikut ; (Rupiah/kg) Asam asetat = Rp 75.000,-/kg ; isopropyl alcohol = Rp 60.000,-/kg dan isopropyl asetat = Rp 100,000,-/kg Tunjukkan bahwa reaksi tersebut secara awal dapat dipertimbangkan untuk diterapkan pada pengembangan proses lebih lanjut.? Harga asam asetat = 75.000x , isopropyl alkohol= 60.000
3. Alokasi bahan atau pereaksi Dalam alokasi bahan pertimbangan utama adalah bagaimana dapat menyediakan berbagai bahan yang diperlukan dalam jalur proses yang akan dikembangkan. Bahan yang diperlukan sebagai pereaksi kimia harus dapat diperoleh pada semua jalur proses , baik dalam aliran sumber bahan dasar maupun aliran buangan (purging) dari reaktor. Demikian pula produk reaksi dan pereaksi yang tak terkonversi (sisa) dapat dialirkan sebagai daur
ulang (recycle) sebagai produk proses. atau sebagai limbah untuk diproses. (Suryani, A dan Mangunwidjaya, D. 2002) Informasi tentang bahan yang digunakan dalam proses dan neracanya digunakan lebih lanjut untuk melakukan sintesis aliran bahan, sehingga dapat diperoleh rancangan proses yang paling efisien dan menguntungkan. Tatacara sintesis secara sederhana dapat dilakukan dengan menganalisis aliran bahan berupa asal (bahan dasar) dan tujuan (sistem peroses) dan bahan yang terdapat dalam keluaran proses (produk). Berdasarkan penggambaran sederhana aliran tersebut, selanjutnya disusun neraca massa. Pada suatu sistem pemroses dengan melibatkan reaksi kimia , untuk bahan tertentu berlaku kesetimbangan massa sebagai berikut:
Laju akumulasi = laju masukan laju keluaran + laju reaksi pembentukan laju perusakan
Dalam proses yang tidak mengalami reaksi kimiadan atau biokimia, maka persamaan neraca menjadi:
Dalam penyajiannya sebagai informasi untuk perancangan, neraca massa dapat ditampilkan dalam bentuk tabel serta penggunaan komponen pengikat (tie component) Contoh : 3-3-5 Hal 70 (ammonia production)
4. Pertimbangan teknik pemisahan atau proses hilir Proses yang diterapkan untuk mengubah bahan dasar menjadi produk, selain proses utamanya juga melibatkan operasi pemisahan baik yang dilakukan pada persiapan, jalur proses maupun pemurnian produk. Agar supaya dapat menerapkan pemisahan secara ekonomis, maka perancang proses harus dapat memilih dengan tepat proses pemisahan tersebut berdasarkan sifat fisika dan kimiawi bahan yang terlibat dalam proses. Berdasarkan perbedaan yang sangat nyata antar bahan-bahan tersebut, dapat dipilih suatu alternatif pemisahan yang ekonomis. Terdapat banyak ragam teknik pemisahan yang dapat diterapkan dalam suatu proses, dan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar yaitu: a. Pemisahan berdasar peristiwa kesetimbangan fasa (equilibrium seperation process).
Pemisahan berdasarkan kesetimbangan fasa meliputi: evaporasi, distilasi, ekstraksi, penyerapan (absorpsi), kristlisasi, penjerapan (adsorpsi), pengeringan, pencucian, osmosis, fraksinasi, flotasi (pengapungan), pemisahan magnetik, kromatografi, pengeringan beku, filtrasi gel.
b. Pemisahan yang terjadi sebagai akibat laju (rate governed separation) Pemisahan yang terjadi sebagai akibat laju meliputi: difusi gas, difusi termal, spektrometri massa, dialisis, elektroforesis, permeasi gas, elektrodialisis, ultrasentrifugasi, osmosis balik (reverse osmosis), ultrafiltration, distilasi molekuler. c. Pemisahan secara mekanik, meliputi : filtrasi, pengendapan, siklon dan pengendapan elektrostatis.
Dari ketiga kelompok pemisahan, dapat di lihat pada Tabel 4-1-1 (halaman 106-110) Dan
Contoh buku pak jumali contoh 5,5 hal 174 , atau hal 187 process synthesis
5. Pemilihan operasi pemisahan Pemilihan operasi pemisahan sangat diperlukan untuk melakukan tahapan/urutan pemisahan sehingga diperoleh penyelesaian yang tepat, mengingat begitu ragamnya sifat fisika dan kimia pada bahan serta produk dan jenis pemisahan yang dapat diterapkan. Cara yang dikembangkan oleh Rudd dan Watson, 1973; Douglas, 1988 ; Seider et al, 1999, adalah teknik heuristik, yang merupakan urutan pemilihan yang dilakukan bertahap sampai diperoleh penyelesain yang paling baik. Pokok-pokok dalam tatacara heuristik pemilihan operasi pemisahan adalah sebagai berikut: Apabila dalam aliran bahan antara sumber dan tujuan terdapat perbedaan komposisi, maka pemisahan merupakan tahap awal yang harus dikerjakan Lakukan pengurangan beban pemisahan (separtion load) sedapat mungkin, Apabila memungkinkan, lakukan pengurangan beban pemisahan dengan cara pemisahan (splitting) dan pencampuran Dalam pemisahan, komponen yang paling berharga dilakukan pemisahan paling awal Tahapan yang pemisahan yang tersulit, tempatkn paling akhir dari rangkaian proses Apabila dalam proses, digunakan bahan bantu atau bahan asing, lakukan pemisahan bahan tersebut sesaat selesai dari proses yang bersangkutan Pada operasi distilasi, usahakan bahan berharga dan yang diperlukan terdapat di dalam fraksi distilat
6. Pemaduan rancangan Pekerjaan sistesis merupakan perpaduan antara tahapan reaksi proses dan tahapan pemisahan. Dua tahapan tesebut pada akhir sintesis harus dipadukan menjadi suatu rangkaian aliran proses yang efisien, dan ekonomis. Oleh karena itu tingkat efisiensi dan ekonomis proses juga sangat bergantung pada seberapa jauh efisiensi penggunaan energi. Selain itu dalam pemaduan proses juga harus dimasukan atau dirancang operasi-operasi alat bantu yang mungkin terlibat dalam proses, seperti penyiapan bahan dasar (pemanasan/pendinginan, penghancuran, kompresi dan lain-lain), pada tahapan proses (alat kontrol/indikator : suhu, tekanan, laju/aliran), serta penanganan produk (pemanasan/pendinginan, pemurnian, penggilingan, pembubuhan aditif, penggumpalan, penepungan dan lain-lain) Pemaduan rancangan tersebut dibuat suatu diagram alir proses yang melibatkan diagram peralatan secara lengkap, dalam teknik kimia disebut Process Engineering Flow Diagram/PEFD)