JURNAL INFORMATIKA
SETTING ROUTER DENGAN MENGGUNAKAN CISCO PACKET TRACER
Gagas Andi Prasetyo M. Syahriyal Afif Ahmad syaiful Arif Irsyad Maulana Program studi Teknik Informatika Universitas Darul Ulum Jombang Jl. Gus Dur No. 29 A jombang Telp. 0321-8671141 Fax. 0321-881142 Abstrak Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, peralatan-peralatan pendukung jaringan komputer masih sangat diperlukan. Peralatan tersebut pun kini menjadi komponen penting dalam pembangunan jaringan komputer. Router adalah salah satu komponen pada jaringan komputer yang mampu melewatkan data melalui sebuah jaringan atau internet menuju sasarannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atu lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan kejaringan lainnya. Router sendiri berharga tinggi dan masih sulit dijangkau oleh kalangan masyarakat kita. penulis merasa perlu membahas tugas tentang KAJIAN PENGGUNAAN ROUTER PADA JARINGAN KOMPUTER . Latar Belakang Jaringan komputer saat ini sangat dibutuhkan untuk menghubungkan berbagai instansi pemerintahan, kampus, dan bahkan untuk bisnis dimana banyak sekali perusahaan yang memerlukan informasi dan data-data dari kantor-kantor lainnya dan dari rekan kerja, afiliasi bisnis, dan konsumen. Sering kali terjadi permasalahan pada jaringan komputer antara lain data yang dikirimkan lambat, rusak dan bahkan tidak sampai ke tujuan. Komunikasi sering mengalami time-out, hingga masalah keamanan. Oleh sebab itu, jaringan komputer memerlukan sebuah router, yaitu alat yang berfungsi sebagai pengatur jalur lalu-lintas data sehingga tepat pada sasarannya. Router mampu menjawab tantangan daripada permasalahan jaringan komputer itu sendiri. Dengan berbagai fasilitas yang dimiliki router, maka komunikasi pada jaringan komputer dapat berjalan dengan baik. Tujuan Adapun tujuan dari pembahasan jurnal ini adalah mengenalkan dan memberikan langkah- langkah untuk setting Router sehingga diperoleh suatu pengetahuan dasar tentang Router.
UNIVERSITAS DARUL ULUM JOMBANG
JURNAL INFORMATIKA
Batasan Masalah Dalam jurnal ini yang dibahas adalah setting dua jaringan berbeda dan saling terkoneksi via router. Pembahasan ini merupakan langkah-langkah umum dalam setting router . Metodologi Penelitian . Untuk studi pustaka diambil dari buku-buku dan referensi lain yang berhubungan dengan pokok bahasan. Adapun metodologi rekayasa perangkat lunak yang digunakan adalah Cisco Packet Traser. Cisco Packet Tracer adalah tools e-learning yand dibuat oleh Cisco yang akan mensimulasi cara kerja suatu jaringan berdasarkan topologi dan konfigurasi yang diberlakukan oleh penggunanya persis seperti aslinya. dua interface, yaitu: 1) Interface dengan IP address [Link] yang terhubung secara fisik ke network address192.168.1.0 2) Interface dengan IP address [Link] yang terhubung secara fisik ke network address [Link]
Gambar Ilustrasi Untuk Dua Jaringan Berbeda Terhubung dengan Router0 1. Double-klik Router0 hingga muncul jendela properties Router0. Pilih tab Config. Pada menu sebelah kiri, klik FastEthernet0/0 (di bawah judul submenu Interface) untuk melakukan konfigurasi IP address pada interface 1 Router0. Isikan IP address yang sesuai dengan network address yang terhubung secara fisik dengan interface tersebut. Misalkan FastEthernet0/0 terhubung secara fisik ke network address [Link], maka FastEthernet0/0 yang akan mendapatkan IP gateway [Link]. Setelah itu aktifkan interface dengan cara mencentang pilihan On pada field Port Status. Begitu juga dengan interface 2 Router0 (FastEthernet0/1) yang terhubung secara fisik dengan network address [Link] akan mendapat IP gateway [Link]. Pada gambar 25 dapat dilihat hasil konfigurasi salah satu interface, sebagai berikut.
SIMULASI ROUTING (INTERCONNECT-NETWORK) I. PERSIAPAN Persiapan simulasi routing dalam contoh ini adalah dengan menggunakan 2 workstation, 2 switch, dan 1 router sehingga terlihat seperti gambar 23 berikut.
Gambar 23 Dua Jaringan Berbeda dan Saling Terkoneksi via Router Sehingga dapat diilustrasikan penjelasan untuk gambar 23 adalah seperti terlihat pada
UNIVERSITAS DARUL ULUM JOMBANG
JURNAL INFORMATIKA
Dapat dijelaskan sebagai berikut (lihat baris 1): Jika ada IP address yang melewati Router0 dan akan menuju Network [Link] dengan mask /8 ([Link]) -dengan kata lain menuju jaringan atau host 10.* (* = berapapun)-- maka akan melaui port interface FastEthernet0/1. Type C berarti Connected atau alamat yang dituju terhubung langsung dengan Router0 tersebut sehingga tidak membutuhkan Next Hop IP (IP router lain). egitu Gambar 25 Konfigurasi Routing Pada Interface FE0/0 Router0 II. Jangan lupa mengkonfigurasi interface Router0 yang lainnya. Sehingga semua jaringan dapat terkoneksi dengan benar. 2. Pastikan semua telah terkoneksi dengan cara memeriksa routing table. Untuk memeriksa routing table, pada jendela utama perangkat lunak Cisco Packet Tracer sebelah kiri, pilih menu Inspect (dengan gambar kaca pembesar) atau tekan hotkey I (i) pada keyboard. Jika kursor mouse telah berubah menjadi gambar kaca pembesar, arahkan kursor ke Router0, klik Router0, dan pada menu yang muncul, pilih Routing table. Jika semua telah dilakukan dengan benar, akan terlihat ada entry pada routing table Router0 seperti terlihat pada gambar 26. KONFIGURASI ROUTER VIA CLI CISCO IOS Cisco IOS(Internetwork Operating System) adalah sistem operasi yang berfungsi menjalankan dan mengontrol Router dan beberapa Switch milik Cisco. Dengan adanya IOS, sistem operasi pada Switch/Router Cisco, segala sesuatu di dalamnya dapat dengan mudah diatur oleh manusia untuk tujuan tertentu (manageable). Pada perangkat lunak Cisco Packet Tracer juga terdapat simulasi IOS dalam bentuk CLI (Command Line Interface). Bisa dilihat pada gambar 27, ketika Router pertamakali dinyalakan
Gambar27cisco,CLIIOS
UNIVERSITAS DARUL ULUM JOMBANG
JURNAL INFORMATIKA
Untuk mengkonfigurasi Router0 pada contoh awal, akan dicoba mengkonfigurasi Router0 tersebut via CLI IOS. 1. Double-klik Router0 hingga muncul jendela properties Router0. Kemudian klik tab CLI sehingga tampilan seperti gambar 27. 2. Ketik n pada prompt Continue with configuration dialog? [yes/no]: agar IOS langsung masuk ke CLI. 3. Tekan tombol ENTER ketika tulisan Press RETURN to get started! muncul. 4. Kemudian muncul prompt Router>. Mulai dari sini, disebut sebagai user mode. Anda bisa mengetikkan perintah-perintah dasar biasanya dipakai untuk melihat statistik yang ada pada Router [Link] masuk ke mode privileged, ketikkan enable setelah prompt Router> [Link] muncul prompt Router# (tanda > pada prompt telah berubah menjadi tanda#), berarti anda telah memasuki mode priviledged. [Link] kembali ke user mode, tinggal mengetikkan perintah disable [Link] keluar dari console, ketikkan perintah logout [Link] memulai mengkonfigurasi Router0. Ketikkan config pada mode priviledged. Akan ada pertanyaan Configuring from terminal, memory, or network [terminal]? Tekan ENTER lan gsung untuk memilih opsi default yang berada dalam kurung siku (terminal) -Hal ini akan sama saja jika mengetikkan perintah:Router# config terminal 10. Prompt CLI akan berubah menjadi Router(config)#
[Link] perintah "interface FastEthernet0/0 setelah prompt Router(config)#untukmulai mengkonfigurasi FastEthernet0/0. 12. Prompt CLI akan berubah menjadi Router(config-if)# 13. Ketikkan perintah ip address [Link] [Link]. Ini untuk setting ip address pada interface tersebut menjadi [Link] dengan subnet mask [Link] 14. Selanjutnya ketikkan perintah no shutdown, sehingga interface FastEthernet0/0 tersebut menjadi On. Pada konfigurasi cara biasa, ini sama halnya dengan mencentang field Port Status. 15. Ketikkan exit sehingga prompt CLI kembali berubah menjadi Router(config)# 16. Sampai tahap ini selesai untuk konfigurasi interface 1 Router0. Lakukan hal yang sama untuk FastEthernet0/1 Jika kedua interface telah dikonfigurasi, maka seharusnya kedua network sudah dapat terhubung langsung. Tidak dibutuhkan entry route manual karena koneksi antara dua network ini adalah bertipe C atau Connected
UNIVERSITAS DARUL ULUM JOMBANG
JURNAL INFORMATIKA
III.
MELAUKAN PING KE HOST DI NETWORK LAIN
KESIMPULAN Dari hasil percobaan yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa: 1. Koneksi antar dua host atau lebih yang berbeda segmen jaringannya membutuhkan peran dari Router/Gateway. 2. Router selalu memiliki interface yang terhubung secara fisik dengan network lainnya. 3. Next Hop Router dimanfaatkan jika Router tidak terkoneksi secara fisik dengan alamat tertentu. Sehingga selain sebagai gateway, router juga berperan sebagai tempat relay paket.
Untuk menguji kebenaran dari routing table Router0, bisa dengan melakukan ping dari host satu ke host lainnya. Untuk contoh kali ini akan dilakukan ping request dari PC0 ([Link]) menuju ke PC1 ([Link]). .
Lakukan ping dengan cara mengetikkan: ping [ip_address_tujuan] Untuk melakukan ping menuju PC1 yang memiliki IP address [Link] adalah dengan cara mengetikkan: ping [Link] Dari hasil perintah yang anda lakukan akan dihasilkan output seperti ini:
UNIVERSITAS DARUL ULUM JOMBANG