100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
250 tayangan5 halaman

Pengantar Program Linear Kelas 11

Program linear digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan persamaan atau pertidaksamaan linear untuk mendapatkan solusi optimum. Model matematika adalah sistem persamaan yang menggambarkan syarat-syarat suatu masalah. Nilai optimum didapat dengan mensubstitusi titik sudut pada fungsi tujuan atau menggunakan garis selidik.
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
250 tayangan5 halaman

Pengantar Program Linear Kelas 11

Program linear digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan persamaan atau pertidaksamaan linear untuk mendapatkan solusi optimum. Model matematika adalah sistem persamaan yang menggambarkan syarat-syarat suatu masalah. Nilai optimum didapat dengan mensubstitusi titik sudut pada fungsi tujuan atau menggunakan garis selidik.
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

3.

PROGRAM LINEAR
. 1. Pengertian Program Linear Program Linear adalah suatu cara untuk penyelesaian masalah dengan menggunakan persamaan atau pertidaksamaan linear yang mempunyai banyak penyelesaian, dengan memperhatikan syarat-syarat agar diperoleh hasil yang maksimum/minimum (penyelesaian optimum). Contoh : Diketahuipertidaksamaan linear sebagai berikut : x+ y 3 2 x 5 y 10 x0 y0 Tentukan : a. Grafik dari sistem pertidaksamaan tersebut. b. Nilai maksimumnya jika Z= 3x + 2y

3 B 2 A

-5

C 3

a. Grafik dari pertidaksamaan linear berbentuk suatu daerah yaitu daerah yang diarsir. b. Nilai maksimum dari pertidaksamaan linear dapat diperoleh dari mensubstitusi koordinat-koordinat titik A , B dan C ke persamaan : Z = 3x + 2y sebagai berikut A(0,2) maka Z = 3(0) + 2(2) = 4 C(3,0) maka Z = 3(3) + 2(0) = 9 Untuk koordinat B(x,y) dapat dicari dengan mengeliminasi persamaan linear : x + y = 3 | x5 | 5x + 5y = 15 2x 5y = 10 | x1 | 2x 5y = 10 + 7x = 5 5 x = 7 5 5 16 5 16 x+y=3 +y=3 y=3 = sehingga B( , ) 7 7 7 7 7

5 16 15 32 47 6 ) + 2( ) = + = =6 7 7 7 7 7 7 Dari substitusi A, B , dan C tersebut disimpulkan bahwa nilai maksimumnya adalah 9 yang diperoleh untuk x = 3 dan y = 0 ( atau pada titik B) Z = 3( 2. Model Matematika Model matematika adalah sistim persamaan atau pertidaksamaan yang mengungkapkan semua syarat yang harus dipenuhi oleh x dan y. Model matematika ini merupakan cara sederhana untuk memandang suatu masalah dengan menggunakan persamaan atau pertidaksamaan matematika. Contoh 1 : Jika harga tiga buku dan lima pensil Rp. 30.000,00 sedangkan harga dua buku dan satu pensil Rp. 13.000,00. Buatlah model matematikanya. Penyelesaian: Misalkan satu buku = x Satu pensil = y Maka model matematikanya 3x + 5y = 30.000 2x + y = 13.000 Contoh 2 : Seorang pedagang akan membuat 2 jenis roti dengan menggunakan bahan tepung 200 gram dan mentega 25 gram untuk jenis A. Sedangkan untuk jenis B digunakan bahan 100 gram tepung dan 50 gram mentega. Jika bahan yang tersedia 3 kg tepung dan 1,1 kg mentega, tentukan : a. Model matematikanya b. Sketsa grafiknya c. Fungsi tujuan untuk keuntungan maksimum jika roti A seharga Rp. 3.600,00 dan roti B Rp. 2.400,00. Penyelesaian: Misal roti A = x dan roti B = y Jenis roti A B Persediaan Tepung 200 gr 100 gr 3 kg = 3000 gr Mentega 25 gr 50 gr 1,1 kg = 1100 gr Harga 3600 2400

a. Model matematika: Roti A 200 x + 100 y 3000 2 x + y 30 x + 2 y 44 Roti B 25 x + 50 y 1100 Banyaknya roti A adalah x 0 Banyaknya roti B adalah y 0

b. Sketsa grafik 200 x + 100 y 3000 2 x + y 30 25 x + 50 y 1100 x + 2 y 44 x0 y0

30

22

15

44

Daerah penyelesaiannya adalah daerah yang diarsir. c. Fungsi tujuan Z yang berupa keuntungan maksimum berdasarkan banyaknya roti yang dibuat yaitu : Z = 3600 x + 2400 y 3. Nilai Optimum Nilai optimum diperoleh berdasarkan nilai fungsi tujuan yang dikehendaki, yaitu berupa nilai maksimum atau nilai minimum. Cara mencarinya bias dengan : a. Mensubstitusi koordinat titik-titik sudut dalam daerah penyelesaian terhadap fungsi tujuan. b. Menggunakan garis selidik. a. Mensubstitusi koordinat titik-titik sudut dalam daerah penyelesaian terhadap fungsi tujuan. Contoh : Model matematikanya 2 x + y 12 x + 2 y 12 x0 y0 Fungsi tujuan yang maksimum/minimum , Z = 5 x + y

12 A

B(4,4) C

2x + y 1 2
6 12

Periksa koordinat titik O, A, B dan C sebagai titik-titik sudut dalam daerah penyelesaian (x,y) Z = 5 x + y O(0,0) Z = 5(0) + 0 = 0 (minimum) A(0,6) Z = 5(0) + 6 = 6 B(4,4) Z = 5(4)+4 = 24 C(6,0) Z = 5(6)+0 = 30 (maksimum) Jadi nilai maksimum sebesar 30 dicapai pada x = 6 dan y = 0, sedangkan nilai minimum sebesar 0 dicapai pada x = 0 dan y = 0 b. Menggunakan garis selidik Garis selidik adalah garis yang diperkirakan berpotongan dengan garis lain yang mendekati nilai optimum. Bentuk umum garis selidik : ax + by = k ; k R ax + by diperoleh dari bentuk fungsi tujuan garis selidik ini semakin jauh dari 0 harganya makin besar (maksimum). Contoh : Model matematikanya 2 x + y 12 x + 2 y 12 x0 y0 Fungsi tujuan yang maksimum/minimum , Z = 5 x + y Maka garis selidik ; k = 5 x + y , dengan k R

x + 2y 1 2

12 2 x + y 12 A B(4,4) C 12
5x + y = k x + 2 y 12

Tampak bahwa garis selidik terjauh dari titik O(0,0) adalah garis yang melalui titik C(6,0) yaitu Z = 5(6)+0=30.

Anda mungkin juga menyukai