0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan41 halaman

Tugas Komputer dan Cerita Bahasa Indonesia

Teks tersebut memberikan ringkasan tentang kejadian di sekolah dimana seseorang dengan sengaja memotong pensil berharga milik Nindi dan mengobrak-abrik tas teman-teman sekelasnya sehingga beberapa siswa kehilangan uang jajan mereka. Kemudian terungkap bahwa pelakunya adalah Ati.

Diunggah oleh

Putri Alfatih
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan41 halaman

Tugas Komputer dan Cerita Bahasa Indonesia

Teks tersebut memberikan ringkasan tentang kejadian di sekolah dimana seseorang dengan sengaja memotong pensil berharga milik Nindi dan mengobrak-abrik tas teman-teman sekelasnya sehingga beberapa siswa kehilangan uang jajan mereka. Kemudian terungkap bahwa pelakunya adalah Ati.

Diunggah oleh

Putri Alfatih
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC atau baca online di Scribd

TUGAS

KOMPUTER
NAMA : INTAN SHOFIYYAH ARTHA HIDAYAH
KELAS : V B ( LIMA )
No. Urut : 23 ( DUA PULUH TIGA )

Intan Shofiyyah A.H.


Vb/24

No. Nama Kode Jumlah Harga Total Harga

1. Pulpen 101 24 3000.55 72013.2


2. Spidol 360 24 4000.45 96010.8
3. Pensil 2B 556 36 2500.10 90003.6
4. Pensil HB 134 36 1000.25 36009
5. Penghapus 223 24 500.50 12012
6. Lem 876 24 1500.30 36007.2
7. Penggaris(15cm) 112 24 1200.05 28803.2
8. Penggaris(30cm) 106 12 1500.75 18009
9. Buku Tulis 454 24 5000.50 120012
Burung kecil itu mencoba menggerak–gerakkan kaki
terbang. Ia merentangkan dan seperti burung
mengepakkan sayap. Ia meloncat mengapakkan
dari ranting pohon. Sayangnya, ia
jatuh keranting yang lebih
rendah. Ia terus mencoba.
Akhinya, ia berhasil terbang. Si
belang ingin mencoba terbang. Ia
memanjat pohon yang sama. Ia sayap.
meloncat dari ranting pohon. Ia Sesaat kemudian, ia jatuh
menggerak – gerakkan kaki ketanah, sakit sekali
seperti burung mengapakkan rasanya. Ia mencoba
sayap. Sesaat beberapa kali, tapi ia
kemudian, ia No Nama Pelajaran Nilai jatuh.
jatuh 1 Si doel [Link] 90 Akhirnya, ia
ketanah, sakit 2 Mandra PPKN 80 sadar bahwa
sekali rasanya. Ia 3 Atun MAT 85 ia tidak
mencoba beberapa kali, tapi ia punya sayap
jatuh. Akhirnya, ia sadar bahwa karna ia bukan burung
ia tidak punya sayap karna ia dan ia tidak dapat
bukan burung dan ia tidak dapat terbang. Burung kecil itu
terbang. Burung kecil itu mencoba terbang. Ia
mencoba terbang. Ia merentangkan dan mengepakkan
ANAK
merentangkan dan sayap. Ia meloncat
BERPRESdari ranting
mengepakkan sayap. Ia pohon. Sayangnya,
TASI ia jatuh
meloncat dari ranting keranting yang lebih rendah. Ia
pohon. Sayangnya, ia terus mencoba. Akhinya, ia
jatuh keranting yang lebih berhasil terbang
rendah. Ia terus mencoba.
Akhinya, ia berhasil INTAN S. / 23
ELISA N. / 13
terbang. Si belang ingin
mencoba terbang. Ia
memanjat pohon yang
sama. Ia meloncat dari
ranting pohon. Ia
WAKTU SENIN SELASA RABU
06.30-07.10 UPACARA IPA KTK(Dramband
)
07.10-07.50 AGAMA IPA KTK(Dramband
)
07.50-08.30 AGAMA [Link] MATEMATIKA
08.30-09.00 AGAMA [Link] MATEMATIKA
09.00-09.30 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
09.30-10.10 MATEMATIKA [Link] IPS (Sejarah)
10.10-10.50 MATEMATIKA [Link] IPS (Sejarah)
10.50-11.30 IPS KTK [Link]
11.30-12.10 IPS KTK [Link]

WAKTU KAMIS JUM`AT SABTU


06.30-07.10 OLAH RAGA Lingkungan KOMPUTER
Hidup
07.10-07.50 OLAH RAGA Mega Braind KOMPUTER
07.50-08.30 IPA MATEMATIKA IPS
08.30-09.00 IPA MATEMATIKA IPS
09.00-09.30 ISTIRAHAT ISTIRAHAT ISTIRAHAT
09.30-10.10 [Link] IPA [Link]
10.10-10.50 [Link] IPA [Link]
10.50-11.30 KTK(Tari) PEMBINAAN
11.30-12.10 BD(Daerah) PRAMUKA
ROHMAH
CHOIRUL
ANAM
Oleh : [Link]

Nindi & Lia mengempaskan badan mereka ke atas bangku taman di sudut
lapangan bola. Murid2 kelas 6 baru saja selesai berolahraga di lapangan bola.
Walaupun melelahkan, mata pelajaran tadi sangat asyik.
Pak Sito, guru olahraga, baru saja memerintahkan anak2 beristirahat sebentar
sebelum mereka masuk kelas.
Lia merasa sangat haus. Karena itu, timbul seleranya melihat es sirop di dalam
toples plastik pada gerobak dorong penjual es. Warnanya ada yang hijau & ada pula
yang merah menggiurkan. Titik2 es yang melekat pada dinding luar toples itu sungguh
tampak menyegarkan. Ketika Lia akan bangkit menuju ke tempat penjual es, Nindi
cepat2 menarik bajunya.
“Eh, eh, kenapa sih ‘Ndi, nanti sobek baju seragamku” seru Lia
“Sabar, sabar Lia coba lihat tuh! Warna hijaunya itu kan karena diberi zat
pewarna. Siapa tahu zat pewarna itu termasuk jenis zat pewarna terlarang. Aku tahu
karena aku pernah melihat penjual es itu sedang membubuhkan zat pewarna itu
dalam jumlah yang banyak.”
“Aduh, aduh mentang2 anak orang kaya, tidak mau membeli minuman pinggir
jalan seperti itu ya? Kalau aku sih mau saja, habis uang jajanku tidak sebanyak
kepunyaan kalian.”
Nindi & Lia menoleh ke arah suara yang bernada mengejek tadi. Tampaknya
itu Ati musuh Nindi & Lia.
Lia menjadi berang.
“Ah kau selalu mengejek kami. Apa kesalahan kami? Itu bukan soal kaya atau
miskin, akan tetapi soal sehat atau tidak sehatnya minuman itu.
“Ya Ati kapan kami pernah mengejekmu sebagai………
Perkataan Nindi tadi cepat dipotong Ati. “Ah, kalian bukan mengejek dengan
kata , tetapi sikap kalian seolah-olah tidak mau bergaul dengan kami, anak orang
2

miskin! Uh dasar Cu’ang. . . !


“Sudahlah sudah ,”kata Lia sambil menarik tangan Nindi. “Ayo kita ke kantin!”
Nindi menahan langkahnya. “Sebentar Ti! Apa maksudmu dengan kata Cu’ang
yang sering kamu ucapkan akhir-akhir ini. . .”
Kata Ati. “Mau tahu? Cu’ang itu adalah Cucu Pejuang. ‘Kan itu yang kamu
banggakan?”Teman2 Ati tertawa riuh,akan tetapi ke2 anak itu sudah pergi ke kantin.
∗∗∗
Di kantin sekolah, Nindi memesan segelas teh manis sedangkan Lia memesan
es teh. “Lega rasanya dapat terlepas dari suara ocehan Ati yang memuakkan itu”. Lia
berkata setelah minum es tehnya.
“Ah sudahlah, biarkan saja dia. Apakah kau mau kue bolu? Nanti aku pesankan
ya, sekalian aku ingin ke kamar kecil dulu,” Kata Nindi sambil meniggalkan Lia.
Delapan menit telah berlalu. Ketika Lia sedang asyik makan kue, tiba2 Nindi
muncul dengan wajah cemas.
“Lia, ada sesuatu yang aneh.”
“Ada apa?” Tanya Lia agak kaget. “Tenang sajalah. Makanlah dahulu, nanti
kuemu berantakan,”candanya.
“Lihat Lia! Siapakah yg tega melakukan perbuatan seburuk ini kau tahu ini?”
Nindi seperti hendak menangis.
“Ya ya aku tahu.” Lia berkata lemah.”Bukankah itu pensil yang pernah kamu
bawah ketika pelajaran mata pelajaran PSPB waktu itu? Kau menceritakan kepada
seisi kelas akan jasa pensil itu serta kakekmu dalam perjuangan melawan NICA.
Mungkin ada anak yang tidak menyukai hal itu. Kau sih suka pamer,”kata Lia terus
terang.
“Kau tahu Lia, betapa berharganya pensil itu bagiku,”kata Nindi dengan geram.
“Hmm…awas kalau saja aku tahu siapa yang melakukannya! Anak pengecut, tidak mau
menantangku terang-terangan!”
“Coba kita simak Ndi, siapa dari teman2 kita yang memusuhi kamu?”kata Lia.
“Rasa-rasanya tidak ada,” jawab Nindi bingung.
“Ah pelupa,” kata Lia agak keras sehingga temannya yang sedang duduk di
sebelah kiri mereka memandang dengan heran.
“Si Ati itu ‘kan sangat membencimu. Ah Pardi yang selalu ingin menyontek
ulanganmu dan selalu kamu tolak mungkin merasa sakit hati kepadamu. Lalu ah Moni
dua hari yang lalu dia ingin meminjam uangmu, tetapi kau tolak juga, bukan?
Kelihatannya dia tidak mendendam, tetapi dalam hatinya siapa tahu?” Lia berbicara.
“Sudahlah, sudah Tidak baik menuduh orang lain yang belum tentu bersalah.”
Kata Nindi.
∗∗∗
Anak2 telah kembali ke kelas. Mereka sedang membereskan baju olahraganya.
Lia berkata di depan kelas dengan didampingi Anto, ketua kelas. “Teman-teman, tadi
ada sesuatu kejadian kecil yang sangat berarti bagi teman kita, [Link] teman
ketahui, Nindi mempunyai sebatang pensil kenang2an dari kakeknya ketika berjuang
di Bandung selatan pada zaman revolusi [Link],seseorang telah memotongnya
dan sebagian dari potongan itu terdapat di atas meja Nindi. Entah itu perbuatan
siapa tapi itu menunjukan bahwa dirinya pengecut!”
“Teman2, kita tahu bahwa Nindi tidak pernah bermusuhan dengan siapapun.
Jadi, untuk apa perbuatan itu dilakukan terhadapnya?”Lia melanjutkan perkataannya
Tiba-tiba Susi yang duduk dekat jendela berkata, “Eh, mengapa dalam tasku
ada potongan pensil Nindi?” Hampir bersamaan Lodi, Narsih, dan Tini berteriak pula
dengan nada yang sama: “Aku juga!”
Anak-anak yang lain jadi sibuk memeriksa tasnya masing-masing.
“Tenang teman2! Sekarang terbukti ada tangan jahil yang mengobrak-abrik
tas kita. Coba teliti sekali lagi mungkin ada barang-barang yang hilang.
Yang pertama kalinya berteriak adalah Tini. “Uangku! Uangku di dalam dompet
hilang!” bibirnya bergetaran ketika mengucapkan kata-kata itu.
Anto cepat-cepat mendekatinya dan bertanya “Tenang Tini, berapa uangmu?”
“Lima belas ribu” jawab Tini hampir tidak terdengar.
Kembali kegaduhan terjadi. Lodi, Lusi, dan Narsih juga kehilangan uang jajan.
“Siapa lagi yang kehilangan uang?” Tanya Anto. Sekilas Anto melihat sesuatu
yang aneh pada diri Ati. Anak itu sejak tadi tidak pernah memeriksa tasnya. “Eh,
Ati,” tegurnya. “Mengapa tidak kau periksa tasmu?”
“Ah, buat apa? Aku tidak punya uang banyak. Uangku hanya recehan saja!”
Anto tidak meladeninya, ia malah bertanya kepada Lodi, Susi, dan Narsih
“Berapa uang kalian yang hilang?”
Lodi empat ribu. Susi tiga ribu. Dan Narsih lima ribu.
Anto berkata, “Aneh pada mereka yang kehilangan uang terdapat satu potong
bagian pensil Nindi”
Tiba2 terdengar suara sinis dari sampung kelas. Ati berkata dengan suara
mengejek, “Ah, soal itu mudah sekali Anto. Pada setiap anak yang kehilangan uang, si
pencuri meninggalkan jejak yaitu potongan pensilnya. Jadi, mudah ditebak siapa
pencurinya, bukan?
Nindi dan Lia menjadi berang. Lia melotot pada Ati, ia berdiri sambil
menantangnya “Apa? Jadi kau menuduh Nindi yang mencuri uang itu. Pasti ada sese-
orang atau komplotan anak2 yang menfitnah dia. Aku tahu siapa orangnya!”
“Tenang-tenang jangan saling menuduh. Pelakunya mungkin saja dari anak
kelas lain atau orang luar yang masuk ke dalam sekolah kita.
∗∗∗
Walaupun istirahat sudah hampir usai, penelitian masih tetap berlanjut.
“Sekarang teman2 yang mempunyai potongan pensil mohon diserahkan kepada
saya dan diberi nama masing-masing.
Anak2 menjadi heran. Tidak lama kemudian Anto sudah menerima keenam buah
potong. Potongan pensil itu dicoba disatukan.
Anto memperhatikan potongan pensil itu, lalu berkata, “Rupanya pensil ini
mula-mula dibelah dua. Lalu masing2 belahan itu dipotong menjadi empat buah,tetapi
ke mana yang dua potong lagi?”
Seorang anak2 laki2 berseru. “Si Ati belum memeriksa tasnya. Ayo diperiksa!”
Ati terpaksa memeriksanya walaupun agak segan. Ia mengeluarkan satu demi
satu dan meletakkannya di atas meja.
Ia mengguncang-guncang sekali lagi tasnya dan tiba-tiba terdengar suara
berdetak di atas meja. Teman-temannya yg duduk berdekatan dengannya & melihat
benda itu.
“Astaga!” seru mereka serentak. Itulah dua potong pensil yang dicari. Wajah
Ati berubah pucat seperti kapur.
Dengan geram Lia berkata spontan, “Hmmm sekarang aku mengerti padamu,
tukang fitnah!”
“Lia diamlah!” Anto menyuruh lia duduk kembali ditempatnya.
“Apakah sebelum olahraga tadi uangnya ada didalam tas?”Tanya Anto.
Mereka menjawab benar-benar masih ada.
“Mungkin ada teman kita yang tidak ikut olahraga lalu masuk ke dalam kelas,”
kata juju sinkat.
Anak-anak langsung memandang Ati yang tadi tidak ikut olahraga karena sakit
perut. Dengan gugup Ati membela “A…aku kan tadi bersama kalian di lapangan itu…
“Tetapi kau sempat menghilang beberapa saat. Ke mana?” Lia cepat berkata.
“A…aku tadi ke kamar kecil karena perutku sakit,” kata Ati terbata-bata
“Hem,ati adakah saksi yang melihatmu?” Lia cepat berkata.
“Sudah2! Ini bukan sidang pengadilan.” Anto segera menengahi.
Sementara ketegangan belum mereda., tiba-tiba ibu Kurniati sudah berada di
dalam kelas dan langsung bertanya, “Ibu ingin mendengarkan selengkapnya apa yang
telah terjadi di sini. Siapa yang dapat membantu?”
Jono si juara lomba puisi menerangkan semuanya. Dan akhirnya Ibu Kurniati
mengerti.
∗∗∗
Istirahat kedua telah tiba, akan tetapi anak kelas 6 masih ada di dalam kelas.
Suasananya cukup mencengkam.
Terdengar suara ibu Kurniati:”Anak2, saya tahan kalian dalam kelas kurang
lebih sepuluh menit.
Beliau mendekati Nindi, kemudian bertanya, “Nindi, betulkah potongan pensil
itu kepunyaanmu?”
Nindi mengangguk lemah. Lia cepat menjelaskan semua tentang pensil itu dan
Bandung Lautan Api tampaknya ibu Kurniati mengerti.
Ibu Kurniati mempercayai Nindi. Sebaliknya beliau kini agak mencurigai Ati
dan beliau menanyai Ati dengan mendadak
“Ati, coba kamu terangkan kepada ibu, mengapa potongan pensil itu ada di
dalam tasmu sedangkan kau tidak kehilangan apa-apa?”
Ati menjawab , “Bu, Ati katakan yang sebenarnya bahwa Ati sama sekali tidak
mengetahui potongan pensil itu ada di tas Ati.”
“Untuk membuktikannya, apakah Ati bersedia bila Gito memeriksa tasmu
kembali dan rita memeriksa kantong-kantong pakaianmu?” kata Ibu Kurniati.
Walaupun sedikit keberatan Ati akhirnya menganggukkan kepalanya juga. Gito
dan Rita memeriksa dengan sangat teliti. Ternyata tidak diketemukan uang yang
hilang itu.
Wajah Ati mulai sedikit berseri.
Supaya adil, ibu minta Anto dan Gito memeriksa tas kalian semua. Bagaimana?
“Ada yang terlupa Bu,” kata Anto
“Apa?” Tanya Ibu Kurniati agak heran.
“Benda yang dipergunakan untuk memotong-motong pensil itu juga kita cari.”
“Ya, karena itu juga merupakan salah satu barang bukti.”
Hasil penggeledahan itu tidak menghasilkan apa-apa.
∗∗∗
Waktu istirahat kedua hanya tinggal lima menit lagi. Ibu Kurniati meminta
agar anak-anak tidak menceritakan peristiwa yang memalukan menjurus kepada
kejahatan ini kepada anak-anak kelas lain.
Anto dan Gito bertanya kepada Nindi siapakah orang selain Ati yang kurang
senang padanya. Nindi hanya mengatakan mungkin Moni atau mungkin juga Pardi.
Anto dan Gito tidak mau asal menuduh mereka sebelum mendapatkan
buktiyang kuat. “Aha! Aku punya siasat, Gito, Si pencuri kemungkinan besar dari
kelas kita sendiri sebab ia mengetahui siapa saja teman kita yang banyak membawa
uang jajan ke sekolah. Begini Gito. Kalau pencuri itu teman sekelas kita, tentu uang
itu masih disembunyikan di suatu tempat dalam kompleks sekolah kita. Karena itu
kita harus mengawasi mereka yang kita curigai. Jika terdapat seorang dari mereka
yang sedang mengambil uang yang disembunyikan itu, harus buru-buru kita sergap
sehingga ia tertangkap basah!Setuju? Kalau perlu kita minta Lia dan Rita membantu”
“Begini Gito kau kuntit pardi karena kau pintar memata-matai.”
Waktu istirahat hampir habis, karena itu Anto menceritakan siasatnya kepada
Lia dan Rita untuk memata-matai Moni dan Ati seusai sekolah nanti.
∗∗∗
Ketika anak-anak mulai meniggalkan kelas, Gito cepat2 menguntit Pardi. Lia pun
tak kalah gesit ia terus mengikuti Moni. Rita yang berwajah lugu membuat Ati.
tidak mencurigainya.
Sementara itu, Anto mengajak Nindi bercakap-cakap dekat ruang guru. Nindi
mulai gelisah karena Lia belum juga kembali. Anto berusaha menghibur Nindi.
Dan akhirnya Anto mengajak Nindi di bangku taman. Ketika mereka berjalan
dan sudah hampir sampai di bangku Nindi, terus saja melangkahkan kakinya.
“Eh Nindi, kok jalan terus, mau ke mana?” Tanya Anto terheran-heran.
“Aku mau ke WC dulu sebentar,” jawab Nindi tanpa menoleh. Kebetulan dari
jauh terlihat Gito mendatangi.
“Bagaimana?”tanya Anto dari jauh dengan tidak sabar. Gito hanya mengangkat
bahu.
“Gito, ada sesuatu yang aneh baru saja melintas di benakku, tetapi nanti saja
kau akan tahu sendiri.” Kata Anto
gito masih hendak bertanya, tetapi Nindi tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
Beberapa saat kemudian anto bangkit dari tempat duduk.
“Kalian berdua bercakap-cakap di sini dulu ya. Aku juga hendak ke WC. Gito
tolong pegang tasku dulu.”
“Wah Nindi, maaf ya. Aku gagal menemukan anak yang jahat itu,” kata Gito.
“Ah, tidak apa-apa Gito,” jawab Nindi pendek
∗∗∗
Ketika suasana sangat sepi Anto muncul setengah berlarian.
“Gito aku sudah tahu siapa pencurinya!” kata Anto sambil teriak.
“Siapa? anak laki-laki atau perempuan? Gito mendesak.
“Perempuan,” jawab Anto
“Ati? Moni?”
“Bukan!”
“Lalu siapa?” Nindi bertanya.
Anto berkata, “Sudah mengambil uang, memfitnah orang pula.” Kata Gito
sengit. “Ya, kasihan Nindi jadi korban fitnah.”
“Bukan.”Anto memotong. “Yang benar2 difitnah adalah Ati padahal ia tidak tau
apa-apa.”
Anto memandang Nindi yang tubuhnya bergemetaran dan tiba-tiba Nindi
melompat bangun dari tempat duduknya sambil berteriak. “Sudah, sudah cukup! Aku
mengaku bersalah karena telah memfitnah Ati dan mencuri uang teman-teman.”
“Baiklah, akhirnya kau mengaku juga, aku mengetahui karena aku mengecek di
kamar kecil tadi.” Kata Anto.
“Tetapi Nindi, mengapa kau berbuat seperti itu? Coba jelaskan kepadaku!”
Nindi menceritakannya, “Waktu aku itu menginginkan boneka yang sedang di
pajang di sebuah toko. Tetapi ayah ibuku tidak [Link],aku mencuri
uang teman2 dan memfitnah Ati kalau dia yang mencuri uang itu. Karena, dia selalu
mengejekku dengan kata Cu’ang.
Akhirnya mereka ke ibu Kurniati dan menceritakan semuanya. Ibu Kurniati
mengerti dan bilang kepada Ati “Kau tidak perlu menyesali dirimu dan sekarang mana
uang teman-temanmu itu. Sebagai hukuman, ibu minta kau wajib melapor setiap hari
pada ibu di ruang ini dan berjanji tiak akan melakukan lagi hal-hal yang kurang baik.”

TAMAT
Oleh : Ny. P.E. Gazuli

Nama : Intan Shofiyyah A. H.


Kelas : Vb ( LIMA)
No :23
( 11-13 H / 632-634 M )

A bu bakar adalah kholifah yang pertama. Setelah rosul wafat, para


sahabat memilih Abu bakar sebagai kholifah. Aby bakar menjadi
kholifah selama 2 tahun.

S ebelum masuk islam, namanya Abdul Ka’bah. Abu bakar digelar Ash
Shiddiq karena selalu membenarkan semua yang dikatakan rosul.
Abu bakar dilahirkan 2 tahun sebelum kelahiran nabi MUHAMMAD.

S ebelum masul islam, Abu bakar adalah saudagar yang kaya, satu
komplek dengan Khodijah. Abu bakar bersifat ramah, dermawan,
dan tidak suka minuman keras.

Perjuangan Abu bakar setelah menjadi kholifah :


1. Memerangi orang murtad ( keluar dari agama islam )
2. Memerangi orang yang enggan membayar zakat.
3. Memerangi nabi palsu, misalnya Musaillamah Al Kadzab, Sajah
Naminah, Aswad Al Ansi, dll.
4. Mengirim pasukan Usamah ( berusia 20 tahun ) untuk melawan
tentara Romawi.
5. Menghimpun Al-qur’an. Karena dalam peperangan melawan Romawi
banyak Khuffadz ( orang yang hafal Al-Qur’an ) gugur bersama
1.200 Syuhada’ ( orang yang mati syahid ). Maka dibentuklah
panitia penghimpunan Al-qur’an yang diketahui oleh zaid Bin Tsabit.
6. Memperluas wilayah sampai ke Irak, Syiria, Palestina, Lebanon,dll.
Kholifahnabu bakar wafat pada saat terjadi perang yarmuk pada
tahun 13 H.
( 13 – 23 H / 634-644 M )

S ebelum Abu bakar wafat, beliau agar Umar bin Khottob sebagai
penggantinya ( menjadi kholifah kedua ). Usul tersebut disepakati
oleh para sahabat.

U mar lahir 13 tahun sesudah kelairan nabi Muhammad. Ayahnya


bernama Khothob dan ibunya bernama Khotimah. Umar bin Khothob
terkenal sebagai pemuda yang berani, gagah, keras, dan cerdas.

Perjuangan Umar setelah menjadi Kholifah :


1. Melanjutkan perluasan wilayah sampai ke Iran ( ke arah timur )
dan Mesir ( kea rah barat ).
2. Pembebasan Baitul Maqdis dari tentara Romawi.
Baitul Maqdis merupakan kota suci bagi kaum muslim, yahudi, dan umat
nasrani. Sebelum berkiblat ke Ka’bah, Umat Islam berkiblat ke Baitul
Maqdis.

Pembangunan dimasa umar bin Khotthob :


1. Mengangkat Gubernur di setiap wilayah propinsi.
2. Membentuk lembaga pemerintahan seperti : lembaga keuangan
(Baitul Mal), lembaga militer, lembaga pengadilan, mengeluarkan
alat tukar yang sah ( uang ), mengatur pasar dan pos, menetapkan
tahun baru Hijriyah sebagai kalender islam yang dimulai dari
Hijriyah nabi Muhammad SAW ke Madinah.
K holifah Umar bin Khotthob adalah kholifah yang pertama kali
mendapat gelar “ Amirul Mukminin “ artinya pemimpin orang-orang
mukmin. Beliau juga bergelar “ Al-Faruq “ artinya orang yang dapat
membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

B eliau adalah kholifah yang pertama kali memperindah bangunan


Masjidil Harom ( di Mekkah ) dan Masjid Nabawi ( di Madinah ).

B eliau wafat ketika sholat subuh ditikam dari belakang oleh Firiz
yang biasa disebut Abu Lu’luah dengan menggunakan pisau beracun.

Sebelum wafat berpesan agar memilih salah satu seorang dari 6


sahabat yang utama :
1. Ustman bin Affan 4. Sa’ad bin Abi Waqosh
2. Ali bin Abi Tholib 5. Abdur Rohman bin Auf
3. Zubair bin Awwan 6. Tholhah bin Ubaidillah

U mar bin Khotthob juga berpesan “ Putranya yang bernama Abdullah


bin Umar boleh memilih, tapi tidak boleh dipilih”.

K holifah umar bin Khotthob wafat pada tanggal 26 Dzul Hijjah 23 H


(644 M) pada usia 63 tahun. Beliau menjadi kholifah selama 10
tahun 6 bulan.

Anggota : Intan Shofiyyah


AH.
Elisa Nabila Fajarini
Asri Dhea Pratiwi
Debby Chevira
1. Berbicara yang sopan
2. Sopan santun
3. Menyayangi guru
4. Patuh pada guru
5. Mengucapkan salam bila bertemu dengan guru
6. Melaksanakan perintah guru
7. Meninggalkan apa yang dilarang oleh guru
8. Memerintahkan nasihat gurunya
9. Janganlah menentang guru
10. Mengerjakan PR dari guru

1. Bertegur sapa jika bertemu


2. Selalu membantu tetangga jika tetangga minta bantuan
3. Selalu memberi makanan jika masak lebih
4. Selalu menengok tetangga yang sedang sakit
5. Selalu bertenggang rasa
6. Tidak boleh bertengkar jika bertemu
7. Mengucapkan salam bila bertemu
8. Tidak boleh mengganggu tetangga bila tidur
9. Menjaga anak tetangga bila dititipkan kepada kita
10. Menjaga rumah tetangga bila sedang pergi ke luar kota

WILDAN ABDILLAH
2b / 45

PT. SURYA SANA INDAH


JL. MARGO MULYO 12
SURABAYA
ILMU YANG DIDAPAT DI SEKOLAH TIDAK BERGUNA TANPA
PENGEMBANGAN

DIAN INSTITUTE SURABAYA


Jl. Raya Manukan Kulon No. 36

Menerangkan bahwa :
Kursus Komputer
Kursus Akutansi
Kursus Mengetik
Kursus Bahasa Inggris
Kursus Modes
Bimbel

4 2
H2 + SO = H SO4

S
eiring dengan perkembangan teknologi, maka kini anda bisa
mengolah data untuk keperluan statistic dengan paket
program STATISTICA paket program ini berbaris pada
WINDOWS, sehingga sangat mudah dioperasikan dan tebtu saja
dengan hasil yang akurat.
Jenis pengolah data STATISTICA yang dapat dilakukan oleh
STATISTICA cukup banyak seperti :
 Statistik dasar / table
 Non paramedie / distribusi
 ANOVA MANOVA
 Regresi linier
 Estimasi non linier dsb

Contoh tabel data :

Populasi (X1) Ratusan Ribu Pendapatan Perkapita Hasil Penjualan


( Ratusan Ribu ) ( Jutaan Rupiah ) ( Ratusan Juta Rupiah )
X1 X2 Y

2.7 4.4 1.7


1.8 5.2 1.3
3.8 6.8 2.1
2.0 9.9 1.2
0.5 1.0 0.5

Pengolah data STATTISTIK dapat dikelompokkan sebagai berikut :

Yaitu kegiatan memstatistik


untuk mengolah deskriptif.
data, kemudian
menyajikan data
obsrvasi agar dapat
dengan mudah Menampilkan
diperoleh gambaran dalam bentuk grafik,
mengenai sifat agar dapat terlihat Analisa
( karakterisrik ) dari distribusi dan proses REGRESI adalah
data tersebut. pengelompokkannya, perubahan nilai suatu
dapat menggunakan variable yang
sceherplot. Perintah dipengaruhi /
ini dijalankan dengan diakibatkan oleh
menggunakan pengolahan nilai
variable lain salah
satu contoh analisis
regresi yang paling
sederhana adalah
analisis regresi linier.
BAGAN ALUR PROSES
PENYELESAIAN PERSELISIHAN INDUSTRIAL
( Undang-Undang Nomor 2 tahun 2004 )

Jenis- Jenis Perselisihan :


1. Perselisihan Hak
2. Perselisihan PHK
3. Perselisihan Kepentingan
4. Perselisihan Antara SP/SB dalam perusahaa

Putusan Pembatalan
Mahkamah Agung
Jakarta

30 Hari

Pengadilan Negeri
Pengadilan Hub Industrial
50 Hari

1. Konsiliator 3. Mediator 2. Arbitase

50 Hari

Disnaker

7 Hari

Bipartit
DIAN INSTITUTE Surabaya

H.U.T R.I Ke 60
Secretariat :
Jl. RAYA MANUKAN KULON 36 Tlp. (031) 7406349 Fax. 7406349 Surabaya
30 Hari

Capai Prestasimu Pekerja/Sp><Pengusaha


Raih Hadiahnya !!!!!
ALUR PENGENDALIANNYA ADALAH SEBAGAI BERIKUT :
Disini tempatnya ….. !!!!
Hasil Konseling
Gerak Pos Pantau Penduduk Indonesia
penduduk Tahun 2004-2005

READING CONTEST
18 Agustus s/d 23 Agustus 2004, Pukul 08.00
Tingkat- SD
Selesai
di Kampus Dian Institute Surabaya
SPEECH CONTEST
Tingkat
SLTP/SMU/Sederajat

Se Surabaya &
Sekitarnya

Buat kamu-kamu yang


HADIAH UTAMA ngerasa mahir & hobby
cas, cis, cus pake’
bahasa inggris
BURUAN !!!!
Daftarkan diri kamu/
temen kamu
Dalam lomba berbahasa
Inggris ini Panitia Pelaksana
Batas Akhir Pendaftaran
16 Agustus 2004
Biaya pendaftaran :
 SD Rp. 10.000,-
 SLTP Rp. 15.000,-
 SMU Rp. 20.000,-
YUK, BURUAN DAFTAR GUYS…!! EN RAIH HADIAHNYA…
N’TAR KEBURU TELAT, INGAT PESERTA TERBATAS !!!!

Tempat Pendaftaran :

 Jl. Raya manukan Kulon No. 36


Tlp. 7406349
 Jl. Manukan Dalam 14J No. 8 Tlp.
7413884
 Jl. Simo Kwagean No. 29 Tlp.
SOAL PRAKTEK MICROSFT WORD
” DIAN INSTITUTE “ SURABAYA

S eiring dengan perkembangan teknologi, maka kini anda bisa mengolah data untuk keperluan statistic dengan paket
program [Link] paket program ini berbaris pada WINDOWS, sehinnga sangat mudah dioperasaikan dan
tentu saja dengan hasil yang akurat.
Jenis pengolah data STATISTIK yang dapat dilakukan oleh [Link] cukup banyak seperti :
 Statistik dasar/table
 Nonparametric/Distribusi
Prof. Rafud
 ANOVA/MANOVA
 Regresi Linier
 Estimasi Non Linier dsb

Pengolah data STATISTIK dapat dikelompokkan sebagai berikut :


ANALISIS REFRESI
SCATTERPLOT
Analisis REGRESI
Statistik Deskriptif Menampilkan dalam adalah perubahan
bentuk grafik, agar da nilai suatu varia-ble
Yaitu kegiatan untuk me- pat terlihat distribusi yang dipengaruhi/
lah data, kemudian menyajikan dan proses penge- diaki-batkan oleh
data observasi agar dapat lompokkannya, dapat perubahan nilai
dengan mudah diperoleh menggunakan Scater- variable lain salat
gambaranmengenai sifat plot. Perintah ini dija- satu contoh analisis
( karakteristik ) dari lankan dengan meng- Regresi yang paling
gunakan memstatistik sederhana adalah
data tersebut
Deskiptif. analisis Regresi
Linier .

Echo = Jumlah nilai yang diperoleh dari variable


D/A = kuadrat dari variable
Sampler = Sampling Contoh
Ge(t) = Jumlah Responden
Sehingga didapatkan grafik di bawah ini :

D/A

Echo Ge (t)
Canceller

Sampler
PT. PANDA INDONESIA
Mengetahui :
JL. KH. WAHID HASYIM NO. 67
SURABAYA

Nomor : 33/DI/VII/00 Surabaya, 26 Mei 2008


Perihal : Pengiriman AC PANDA

Kepada,
CV. GUNUNG BROMO
Jl. Gunung Kelud No. 10
Medan

Dengan hormat,

Kami beritahukan bahwa pesanan saudara 10 buah AC merk PANDA telah kami kirimkan ke alamat saudara pada hari ini
dengan kereta api barang. Seorang ahli AC kami yaitu Ir. Suwirot Rusfandi yang akan memberikan domonstrasi dan
petunjuk pemasangan Ac itu akan tiba disini dengan Pesawat Garuda Indonesia.

Kedatangan ahli kami itu selain untuk memberikan demonstrasi dan petunjuk pada saudara tentang
pemakaian AC merk Panda, juga bermaksud untuk mengadakan latihan bagi pegawai Perusahaan
Saudara yang nanti akan ditunjuk sebagai teknisi pemasang AC PANDA di tempat pembeli, dan
sekaligus pegawai tersebut akan dilatih sebagai montir untuk service dan reparisi.

Untuk keperluan itu kami minta kepada saudara mulai sekarang mengadakan persiapan yang diperlukan,
khususnya yang menyediakan tempat-tempat untuk latihan dan alat-alat yang diperlukan dalam latihan.

Selain itu kami minta diberkanmengenai jumlah pegawai saudara yang akan ditugaskan mengikuti latihan
tersebut, mengenai brosure AC PANDA telah kami masukkan dalam setiap dos AC yang ada dalam peti.

Kemudian dalam salah satu AC terdapat copy faktur penjualan untuk saudara, dengan harapan agar sisa
pembayaranyya segera dikirimkan melalui Bank Bumi Daya di cabang Medan.

Hormat Kami,
SUDJITo

Geby

Pernah ada rasa cinta


Antara kita kini tinggal kenangan………
Ingin kulupakan semua tentang dirimu
Namun tak lagi kan seperti dirimu
Oh Bintangkuuuuu……………
Reff : Jauh kau pergi meninggalkan diriku
Disini aku merindukan dirimu
Kini ku coba mencari penggantimu
Namun tak lagi kan seperti dirimu
Oh Kekasih…………
D’Massiv

Kau membuat ku berantakan, Kau membuat ku tak karuan


Kau membuat ku tak berdaya, Kau menolakku acuhkan diriku……
@ Bagaimana caranya untuk, meruntuhkan kerasnya hatimu
Kusadari ku tak sempurna, Ku tak seperti yang kau inginkan……
Reff : Kau hancurkan aku dengan sikapmu
Tak sadarkah kau telah menyakitiku
Lelah hati ini meyakinkanmu
Cinta ini membunuhku……

Kembaki Ke @
Ada band feat Gita Gutawa

Teringat mas kecilku, Kau peluk & kau manja


Indahnya saat itu, Buatku melambung, Disisimu teriang
Hangat nafas segala runtuhbuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu
Kau ingin ku menjadi, Yang terbaik bagimu
Patuhi perinyahmu, Jauhkan godaan
Yang nanti kulakukan, Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku, Terbelenggu jatuh & terinjak………
Reff : Tuhan tolonglah………
Sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku trus berjanji takkan khianati pintanya
Ayah dengarlah………
Betapa sesungguhnya kumencintaimu
Kan kubuktikan tuk mampu penuhi maumu
Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih& sayangmu
Kau wujudkan segala, Sesuatu yang kau lewati

Kembali Ke Reff
ABSENSI SISWA DIAN INSTITUTE
JL. Manukan Kulon No. 36 Surabaya
PROGRAM COMPUTER
JURUSAN MICROSOFT OFFICE

BULAN MEI - JUNI


No. NAMA SISWA NIS
1. Lenny 05340101
2. Sujatwati 05340102
3. Tabri 05340103
4. Sumali 05340104
5. Toyib 05340105
6. Akbar 05340106
7. Robi 05340107
8. Irham 05340108
9. Siswati 05340109
10. Rahmawai 05340110

BULAN MEI - JUNI


No. NAMA SISWA NIS
1. Lenny 05340101
2. Sujatwati 05340102
3. Tabri 05340103
4. Sumali 05340104
5. Toyib 05340105
6. Akbar 05340106
7. Robi 05340107
8. Irham 05340108
9. Siswati 05340109
10. Rahmawai 05340110
LAMPIRAN 1 – A
SPT TAHUNAN PPh 21 LBR 1 : UNTUK
PENGHASILAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 KPP
LBR 2 : PAJAK
PEGAWAI TETAP ATAU MENERIMA PENSIUN FORMULIR
HARI TUA / TABUNGAN HARI TUA (THT) 1721 – A1
DEPARTEMEN  LAMPIRAN PADA FORMULIR 1721 – A
KEUANGAN  BERI TANDA X DALAM (KOTAK) YANG
SESUAI

a ) NOMOR URUT : ………………………………………………………

b ) NAMA PEMOTONGAN PAJAK : ………………………………………………………

c ) NPWP PEMOTONGAN PAJAK :

d ) ALAMAT PEMOTONGAN PAJAK : ……………………………………………………....

e ) NAMA PEGAWAI / PENERIMA PENSIUANAN : ………………………………………………………

f ) JABATAN : ………………………………………………………

g ) STATUS DAN JENIS KELAMIN : PRIA WANITA

h ) JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA : 1 2 3


Kepada
Yth. Bpk/Ibu/Sdr………………...
di-

SURABAYA

Assalamu’alaikum [Link].

Bersama ini kami sekeluarga mengundang dengan homat kepada Bpk/Ibu/Sdr


untuk hadir dalam acara syukuran anak kami yang baru lahir. Dan Insya Allah
dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Minggu / 10 January 2005
Alamat : Jl. Manukan Kulon 36 Sby
Pukul : 19.00 WIB
Pengisi Acara : KH. MANSUR ALIF
Besar harapan kami kiranya Bpk/Ibu/Sdr berkenan hadir dalam acra tersebut.
Atas nama keluarga kami ucapkan teriMA KASIH
COKELAT

Biar saja ku tak sehebat matahari


Tapi s’lalu ku coba tuk menghangatkanmu
Biar saja ku tak setegar batu karang
Tapi s’lalu ku coba tuk melindungimu
* Biar saja ku tak seharum bunga mawar
Tapi s’lalu ku coba mengharumkanmu
Biar saja ku tak seelok langit sore
Tapi s’lalu ku coba mengindahkanmu
Dipertahankan kau demi kehormatan bangsa
Dipertahankan kau demi tumpah dara
Semua pahlawan – pahlawanku
Reff : Merah putih teruslah kau berkibar
Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini
Merah putih teruslah kau berkibar
Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini
Merah putih teruslah kau berkibar
Ku akan s’lalu menjagamu………

Kembali ke

Acha Septriasa

Embun di pagi buta, Menebarkan bau basah


Detik demi detik ku hitung, Kini kah saat ku pergi
* Oh tuhan kucinta dia, Berikanlah aku hidup
Takkan ku sakiti dia, Hukum aku bila terjadiiiiiiiii……………
Reff : Aku tak mudah untuk mencintai
Aku tak mudah mengakuku cinta
Aku tak mudah mengatakan aku jatuh cinta………………
Senandungku hanya untuk cinta
Tirakatku hanya untuk engkau
Tiada dusta sumpah kucinta
Sampaiku menutup mata
Kembali ke *
Cintaku sampai ku Sampaiku menutup mata…
Intan

Kehidupan adalah hal terpenting dalam diri manusia.


Bisa melihat matahari terbit esok hari, merupakan karunia besar.
Banyak yang tidak menyadari hal itu.
Banyak orang menyia-nyiakan hidup mereka,
Atau bahkan menyia-nyiakan hidup orang lain,
Merampas hak hidup seseorang.
Padahal kita semua tahu,
Kehidupan yang kita miliki adalah pemberian dari tuhan.
Oleh karena itu,
Hanya tuhan pulalah yang berhak mengambil kehidupan itu,
Dan bukan manusia.

SeMOgA :
[Link] UmUR
[Link] REjEki
[Link] NaIk KeLaS
[Link] LuPa TrakTiRaNNya

Best Friend,
INTAN
NO NAMA I II III IV V I
1. Debby C. 1000 1000
2. Elisa N.F. 1000 1000 1000 1000 1000 1000
3. E. Nadia 1000 500
4. Erwin Tri D. 1000 1000 1000 1000
5. Eka Putri 1000
6. Elsa N. 1000 1000
7. Emir B. 1000 1000 1000
8. Erick M. 1000 1000
9. Fitra P. 1000 1000
10. Fitri M. 1000 1000 1000 1000 1000
11. Harini R. 1000 1000
12. Husna A. 1000 1000 1000 1000
13. Intan S. 1000 1000 1000
14. Jesika L. 1000 1000 1000 1000
15. Khaidir B. 1000 1000 1000 1000
16. Moch. 1000 1000 1000 1000 1000
Akbaryan
17. Maya A. 1000 1000 1000 1000
18. Marshal A.P. 1000 1000
19. Moch. Dani F. 1000 1000
20. Nindya 1000 1000 500
21. Neny L. 1000 1000 1000 1000
22. Novia W. 1000 1000 1000
23. Nugrah Nur A. 1000
24. Octavian H. 1000 1000 1000 1000 1000
25. Peggy G.D. 1000 1000
26. Pradipa 1000 1000 1000
27. Riski S. 1000 1000 1000
28. Rinaldi I. 1000 1000
29. Rio A. 1000 1000 1000
30. Robby 1000 1000 500
31. Rahma A. 1000 1000 1000 1000
32. Raditya A. 1000 1000 1000
33. Rida A. 1000 1000
34. Syaharuddin 1000 1000
35. Tri Sapto 1000 1000
36. Viandrito 1000 1000
37. Galang 1000 1000
38. Ramadian 1000 1000
39. Ratih 1000 1000 1000
40. Renadya A. 1000 1000 1000 1000 1000
41. Devita D. 1000 1000
42. Ananda 1000 1000
43. Oka 1000
44. Asri D. 1000 1000
45. Novita P. 1000 1000
46. Arbi 1000 1000 1000 1000
47. Pasogit 1000 1000
48. Aina 1000 1000 1000

49. Vicky A.S. 1000 1000 1000 1000 1000


50. Ayu Endah 1000 1000 1000

Anda mungkin juga menyukai