PERCOBAAN FAKTORIAL
HASMIANDY HAMID JURUSAN HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN PS. AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ANDALAS
PENDAHULUAN
Pengertian dasar
Faktor
Taraf Perlakuan Respon Layout percobaan dan pengacakan Penyusunan data Analisis ragam
Faktor
Variabel bebas (X) yang dikendalikan
oleh peneliti Misalnya : varietas, pupuk, jenis kompos, suhu, jenis tanah dll Biasanya disimbolkan dengan huruf kapital, misalnya varietas yang disimbolkan dengan V
Taraf/level
Faktor terdiri dari beberapa taraf/level
Biasanya disimbolkan dengan huruf kecil
yang dikombinasikan dengan subscript angka Misalnya 3 taraf dari varietas adalah v1 , v2, v3
Perlakuan
Merupakan taraf dari faktor atau kombinasi taraf
dari faktor Untuk faktor tunggal
Perlakuan = taraf faktor Misalnya v1 , v2, v3
Apabila > 1 faktor
Perlakuan = kombinasi dari masing-
masing taraf faktor Misalnya v1 n0, v1 n1, v1 n2
Respons (Variabel tak bebas)(Y)
Variabel yang merupakan sifat atau
parameter dari satuan percobaan yang akan diteliti Sejumlah gejala atau respons yang muncul karena adanya peubah bebas. Misalnya: Hasil, serapan nitrogen, Ptersedia, pH dsb.
Contoh kasus faktor tunggal
Contoh kasus faktorial
Faktor Tunggal vs Faktorial
Misal ada tiga percobaan faktor tunggal untuk
mengetahui perbedaan hasil padi akibat pemberian dosis pupuk N yang berbeda dengan menggunakan rancangan dasar RAK Percobaan #1: Dosis Pemupukan Nitrogen (tanpa diberi pupuk P): 0, 150, 300 kg/ha Percobaan #2: Dosis Pemupukan Nitrogen (pupuk dasar P = 50 kg/ha): 0, 150, 300 kg/ha Percobaan #3:
Percobaan di atas merupakan Percobaan Faktor Tunggal,
perlakuannya adalah 3 dosis pemupukan (0, 150, 300 kg/ha) yang dicoba pada berbagai pupuk dasar P. Terdapat tiga kali percobaan
Kesimpulan yang bisa diambil bersifat parsial, hanya
berlaku terhadap dosis pemupukan Nitrogen pada penggunaan pupuk dasar P tertentu. Peneliti 1: menyimpulkan hasil padi tertinggi (6.0 ton) diperoleh pada dosis 150 kg N/ha, Peneliti 2: menyimpulkan hasil padi tertinggi (6.50 ton) diperoleh pada dosis 150 kg N/ha, Peneliti 3: menyimpulkan hasil padi tertinggi (7.2 ton) diperoleh pada dosis 300 kg N/ha,
Bagaimana apabila kita ingin memilih kombinasi
pemupukan N dan P yang terbaik?? Pada dosis berapakah N dan P yang memberikan hasil padi tertinggi??
PERCOAAN
Faktorial
Apabila kita melakukan percobaan dengan
menggunakan lebih dari satu Faktor, kita namakan dengan percobaan Faktorial Faktorial: bukan Rancangan melainkan susunan perlakuan Percobaan faktorial adalah suatu percobaan yang perlakuannya terdiri atas semua kemungkinan kombinasi taraf dari beberapa faktor.
Faktorial
Percobaan dengan menggunakan f buah faktor dengan
t taraf untuk setiap faktornya disimbolkan dengan percobaan faktorial ft.
Faktorial
Percobaan faktorial 2 juga sering ditulis dalam bentuk
2
percobaan faktorial 2x2. Penyimbolan percobaan faktorial m x n sering digunakan untuk percobaan faktorial dimana taraf dari masing-masing faktornya berbeda Percobaan faktorial 2x3: artinya percobaan faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 2 taraf untuk faktor A dan 3 taraf untuk faktor B
Keuntungan Faktorial
Lebih efisien dalam menggunakan sumber-sumber
yang ada Informasi yang diperoleh lebih komprehensif karena kita bisa mempelajari pengaruh utama dan interaksi Hasil percobaan dapat diterapkan dalam suatu kondisi yang lebih luas karena kita mempelajari kombinasi dari berbagai faktor
Kerugian Faktorial
Analisis Statistika menjadi lebih kompleks Terdapat kesulitan dalam menyediakan satuan
percobaan yang relatif homogen pengaruh dari kombinasi perlakuan tertentu mungkin tidak berarti apa-apa sehingga terjadi pemborosan sumberdaya yang ada
Percobaan Faktorial bisa menggunakan rancangan dasar:
RAL RAK RBSL
Contoh kasus
Peneliti ingin meneliti bagaimana pengaruh
pemberian pupuk nitrogen dan fosfor terhadap hasil padi. Rancangan Respon Rancangan Perlakuan Rancangan Lingkungan Rancangan Analisis
Contoh kasus
Rancangan Respon Hasil Padi Rancangan Perlakuan
Dosis Pupuk Nitrogen (N) tiga taraf:
0, 50, 100 kg/ha Dosis Pupuk Fosfor (P) tiga taraf: 0, 20, 40 kg/ha Perlakuan dirancang secara Faktorial dan diulang 3 kali
Contoh Kasus- Rancangan Lingkungan:
24
Hipotesis RAL/RAK
RAL Faktorial
Pengacakan dan Tata Letak
Cara pengacakan sama seperti
rancangan acak lengkap Penempatan perlakuan-perlakuan yang merupakan kombinasi dari taraf faktor yang akan dicobakan dilakukan dengan cara yang sama seperti RAL Faktor Tunggal.
Percobaan RAL Faktorial
Perhatikan contoh kasus berikut. Suatu percobaan ingin mempelajari pengaruh
pemupukan Nitrogen dan Varietas terhadap hasil produksi yang dilaksanakan di Rumah Kaca. Kondisi lingkungan diasumsikan homogen. Faktor pemupukan terdiri dari 2 taraf, yaitu: 0 kg N/ha (n0) dan 60 kg N/ha (n1). Faktor Varietas terdiri dari dua taraf, yaitu: Varietas IR-64 (v1) dan Varietas S-969 (v2).
Percobaan RAL Faktorial
Percobaan dirancang dengan menggunakan
rancangan dasar RAL yang diulang 3 kali. Percobaan tersebut merupakan percobaan RAL Faktorial 22 atau 2x2 sehingga terdapat 4 kombinasi perlakuan: n0v1; n0v2; n1v1; dan n1v2. Karena diulang 3 kali, maka satuan percobaannya terdiri dari 4x3 = 12 satuan percobaan.
Denah RAL Faktorial
Buat 12 petak (satuan percobaan) dan beri nomor (1 sampai 12). Langkah pengacakan sama dengan pengacakan pada RAL tunggal.
Model Linier RAL Faktorial:
Model linier aditif untuk rancangan faktorial dua faktor dengan rancangan lingkungannya RAL adalah sebagai berikut : Yijk = + i + j + ()ij + ijk i =1,2,a; j = 1,2,,b; c = 1,2,,r
Analisis Ragam RAL Faktorial
Perhitungan Analisis Ragam RAL Faktorial
Tabel Analisis Ragam RAL Faktorial
Contoh Percobaan RAL:
Perhitungan:
Perhitungan:
Perhitungan:
Langkah 6: Buat Kesimpulan