0% fanden dieses Dokument nützlich (0 Abstimmungen)
7 Ansichten5 Seiten

Modul 4

B

Hochgeladen von

sistagrihryni
Copyright
© All Rights Reserved
Wir nehmen die Rechte an Inhalten ernst. Wenn Sie vermuten, dass dies Ihr Inhalt ist, beanspruchen Sie ihn hier.
Verfügbare Formate
Als PDF herunterladen oder online auf Scribd lesen
0% fanden dieses Dokument nützlich (0 Abstimmungen)
7 Ansichten5 Seiten

Modul 4

B

Hochgeladen von

sistagrihryni
Copyright
© All Rights Reserved
Wir nehmen die Rechte an Inhalten ernst. Wenn Sie vermuten, dass dies Ihr Inhalt ist, beanspruchen Sie ihn hier.
Verfügbare Formate
Als PDF herunterladen oder online auf Scribd lesen
MODUL 4 INVESTASI Investasi sering disebut penanaman modal atau pembentukan modal. Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran penanam-penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modalatauperlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian (Sukirno, 2004:121). Peran penting investasi, yaitu: 1. Peran jangka pendek; berupa pengaruh terhadap permintaan agregat yang akan mendorong meningkatnya output dan kesempatan kerja. 2. Peran jangka panjang; investasi akan meningkatkan potensi output dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Faktor yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan investasi, antara lain: 1. Pendapatan 2. Biaya 3. Harapan Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, salah satu kebijakan yang penting adalah meningkatkan nilai investasi, baik melalui PMDN maupun PMA. Guna menarik para investor dari dalam dan luar negeri, diperlukan perbaikan lingkungan bisnis. Faktor yang mempengaruhi lingkungan bisnis, yaitu: 1. Produktivitas tenaga kerja Perekonomian daerah Infrastruktur fisik Kondisi sosial-politik . Institusi veer Masyarakat harus selalu dirangsang untuk melakukan investasi melalui kebijakan- kebijakan dan peraturan yang pro-ekonomi rakyat. Patut dipahami bahwa PAD hanyalah derivasi dari perkembangan ekonomi masyarakat daerah yang salah satu unsur penggeraknya adalah investasi, terutama yang berbasis sumberdaya domestik. Investasi ekonomi rakyat perlu mendapatkan fasilitas yang memadai dari pemerintah karena beberapa alasan. Pertaman, ekonomi rakyat dapat menyerap banyak tenaga kerja dan mengghunakan sumber daya alam lokal. Ekonomi rakyat menimbulkan implikasi positif seperti meningkatkan serapan tenaga kerja, mengurangi jumlah kemiskinan, pemerataan distribusi pendapatan dan pembangunan ekonomi di pedesaan. Kedua, ekonomi rakyat memegang peranan penting dalam ekspor nonmigas yang menempati rangking kedua setelah ekspor dari kelompok aneka industri. Ketiga, ekonomi rakyat perlu dikembangkan dengan serius karena berdasarkan_hasil perhitungan PJPT I dalam piramida ekonomi posisi tengah dan bawah ditempati oleh perusahaan rakyat yang beroperasi dalam iklim yang sangat kompetitif, hambatan masuk rendah, Perusahaan semacam ini tidak membebani negara karena negara tidak perlu membiayai kerugian yang mereka derita seperti halnya perusahaan besar. Ketangguhan ekonomi rakyat juga tidak perlu dipertanyakan lagi ketika mereka PERDAGANGAN INTERNASIONAL, Pada beberapa tahun terakhir, perekonomian dunia telah tumbuh dengan pesat sekaligus memainkan peranan penting dalam perekonomian global. Meningkatnya rasio ekspor terhadap PDB suatu negara merupakan salah satu indikator keterbukaan negara tersebut dalam perdagangan internasionalnya. Peran perdagangan internasional cukup penting sehingga mendorong sejumlah negara khususnya negara- negara eksportir termasuk Indonesia untuk berusaha mencari seluas-luasnya pasar yang potensial untuk dikembangkan menjadi negara tujuan ekspor. Secara makro-global dapat dikatakan peningkatan perdagangan bebas merefleksikan kesejahteraan masyarakat dunia. Namun hal itu dipertanyakan manakala dilihat negara mana sebenarnya yang mengalami peningkatan. Data menunjukkan ekspansi perdagangan terutama terjadi di negara-negara maju. Konsentrasi perdagangan dunia masih berpusat di negara-negara utara dan eropa barat, sementara untuk negara Asia hanya dinikmati Jepang dan Cina. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa dilihat dari aspek perdagangan internasional, perdagangan bebas lebih berpihak dan menguntungkan negara-negara maju. Liberalisasi perdagangan telah menjadi ujung tombak globalisasi ekonomi. Apalagi sejak dibentuk General Agreement on Trade and Tariff (GATT), perkembangan perdagangan dunia sangatlah pesat. Dimasukkannya sektor jasa dalam liberalisasi ekonomi, sebagai implementasi General Agreement on Trade and Services (GATS), semakin menyudutkan posisi banyak negara sedang berkembang, termasuk Indonesia yang umumnya sangat lemah dalam sektor jasa. Persaingan yang lebih bebas tanpa antisipasi yang memadai berpotensi meningkatkan defisit perdagangan sektor jasa. Kerangka ketentuan global dalam perdagangan internasional yang menjadi ruang gerak negara-negara berkembang sebagian besar ditentukan oleh negara-negara industri. Berkaitan dengan tatanan perdagangan internasional yang baru dimana WTO, APEC dan AFTA mempunyai ketentuan-ketentuan dasar yaitu "keterbukaan Pasar” harus dilaksanakan dengan konsekuen agar negara berkembang seperti Indonesia benarbenar mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan dampak-dampak positif dari Peranan Bidang Perkapalan dan Pelayaran Niaga dalam Perdagangan 15 perdagangan bebas, terutama keterbukaan perdagangan antara negara ASEAN yang memberikan kesempatan kepada tiap negara untuk saling mengisi peluang pasar yang ada sesuai kemampuan produksi masing-masing negara. Keuntungan dari keterbukaan pasar dapat menyebabkan peningkatan produksi barang untuk dipasarkan ke Negara yang membutuhkan. Jadi peranan industri pelayaran semakin penting di dunia, karena kapal merupakan sarana yang sangat tepat dalam perdagangan internasional. MASALAH STRUKTURAL PERDAGANGAN INTERNASIONAL Era globalisasi dan perdagangan bebas yang terjadi saat ini merupakan grand design dari negar-negara kaya, yang menggunakan kekuatannya sendiri atau melalui lembaga- lembaga ekonomi keuangan global yang berada di bawah pengaruhnya. Atau dengan kata yang ‘keras’ Swasono (2005:1) melukiskan globalisasi yang terjadi saat ini sebagai faham liberalisme baru untuk menjadi topengnya pasar bebas, yang justru mengabaikan cita-cita globalisme ramah untuk mewujudkan keadilan, kesetaraan dan kesejahteraan mondial. Dalam kegiatan perdagangan internasional(antar-negara) sering kali suatu negara mengalami hambatan. Hambatan perdagangan internasional adalah regulasi atau peraturan pemerintah yang membatasi perdagangan bebas. Berikut ini beberapa hambatan yang sering muncul dalam perdagangan internasional. a. Perbedaan Mata Uang Antarnegara Mata uang yang berlaku di setiap negara berbeda - beda. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda-beda Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional. b. Kualitas Sumber Daya yang Rendah Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional karena jika sumber daya manusianya rendah, maka kualitas dari hasil produksi(produk) akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas produk rendah akan sulit bersaing dengan barang - barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Hal ini tentunya menjadi penghambat bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional. c. Pembayaran Antarnegara Sulit dan Risikonya Besar Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila pembayarnya dilakukan secara tunai maka negara pengimpor akan mengalami kesulitan dan resiko yang tinggi, seperti perampokan. Oleh karena itu, negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran secara tunai tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer atau menggunakan L/C. d.. Adanya Kebijaksanaan Impor dari Suatu Negara Setiap negara tentunya akan selalu melindungi hasil produksinya sendiri. Mereka tidak ingin hasil produksinya tersaingi oleh hasil peoduksi dari luar negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan untuk melindungi barang-barang dalam negeri. Salah satunya dengan menetapkan tarif impor. Apabila tarif impor tinggi maka produk impor tersebut akan menjadi lebih mahal daripada peoduk dalam negeri sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi kurang tertarik untuk membeli produk impor. Hal itu akan menjadi penghambat bagi negara Jain untuk melakukan perdagangan. e. Terjadinya Perang Terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara terputus. Selain itu, kondisi perekonomian negara yang sedang berperang tersebut juga akan mengalami kelesuan. Hal ini dapat menyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat. £, Adanya Organisasi - Organisasi Ekonomi Regional Biasanya dalam satu wilayah regional terdapat organisasi - organisasi ekonomi. Tujuan organisasi - organisasi tersebut adalah untuk memajukan perekonomian negara ~ negara anggotanya. Kebijakan serta peraturan yang dikeluarkannya pun hanya untuk kepentingan negara - negara anggota saja. Sebuah organisasi ekonomi regional akan mengeluarkan peraturan ekspor dan impor yang khusus untuk negara anggotanya. Akibatnya apabila ada negara di luar anggota organisasi tersebut melakukan perdagangan dengan negara anggota akan mengalami kesulitan. Bentuk - bentuk hambatan perdagangan yang muncul akibat adanya kebijakan ekspor- impor, antara lain: a. Tarif atau bea cukai Tarif adalah pembebanan pajak (custom duties) terhadap barang-barang yang melewati batas kenegaraan. Tarif dapat digolongkan menjadi beberapa bagian, antara lain: + Bea ekspor = pajak atau bea yang dikenakan terhadap produk yang diangkut menuju negara lain. * Bea transit = pajak yang dikenakan terhadap produk yang melalui wilayah negara lain dengan ketentuan bahwa negara tersebut bukan merupakan tujuan akhir dari pengiriman. + Bea impor = pajak yang dikenakan terhadap produk yang masuk dalam suatu negara dengan ketentuan negara tersebut adalah merupakan tujuan akhir dari pengiriman produk. + Uang jaminan impor = persyaratan bagi importir suatu produk untuk membayar kepada pemerintah sejumlah uang tertentu pada saat kedatangan produk di pasar domestik sebelum penjualan dilakukan. b. Kuota Impor Kuota membatasi banyaknya unit yang dapat diimpor. Tujuannya adalah untuk membatasi jumlah barang tersebut di pasar dan menaikkan harga produknya. [Link] Subsidi adalah bantuan pemerintah untuk produsen lokal. Subsidi dihasilkan dari pajak yang dipungut pemerintah dari rakyat. d. Exchage Control Biasanya, negara - negara yang menggunakan kontrol devisa adalah mereka yang ekonomi lemah. Kontrol ini memungkinkan negara - negara yang ekonominya lebih stabil membatasi jumlah volatilitas nilai tukar mata ang yang masuk / keluar. e. State Trading Operasion State Trading Operasion adalah pemerintah dalam perdagangan melakukan kegiatan ekspor. f. Peraturan anti-dumping Politik Dumping adalah menjual suatu barang yang nilainya lebih tinggi dari harga beli, baik dijual di luar negeri maupun dalam negeri tetap mendapat untung. Adapun beberapa motif dari Politik Dumping, yaitu antara lain: + Barang-barang yang diminati oeh negara asal, supaya dapat terjual di luar negeri. + Memperkenalkan suatu produk dalam negeri ke negara lain. + Berebut pasar luar negeri. Hambatan perdagangan mengurangi efisiensi ekonomi. Pihak yang diuntungkan dari adanya hambatan perdangan internasional adalah produsen dan pemerintah. Produsen mendapatkan proteksi dari hambatan perdagangan, sementara_pemerintah mendapatkan penghasilan dari bea-bea.

Das könnte Ihnen auch gefallen