Modul 3
Modul 3
Daftar Isi
ID2
1029.4
OD2 - ID2
1029.4
Hydrostatic Pressure (HP)
HP = Pressure karena berat fluida
Pressurepsi
Mengembalikan
barrier ke primary WC
Killing Operation
Penyebab & Deteksi
KICKS
Penyebab KICKS
• Abnormal pressure
• Berat fluida yang kurang
• Efek loss circulation
• Swabbing dan surging saat tripping
• Kegagalan mekanis
• Proses pengerasan semen
• Human error / Lack of crew training
Kick dapat terjadi kapan saja dan dari type formation apa saja
Human Error
KurangnyaTraining
Proper certification dari kompetensi kru.
Well Control Drills
Komunikasi yang Buruk
Perencanaan Kerja yang tidak bagus.
Pre job meetings harus mereview rencana
kontigensi jika hal di luar prosedur terjadi
Tugas tanggung jawab kru perlu di berikan
secara jelas di awal.
Stop
Setiap kru diberikan mandat untuk melakukan Stop
ketika dijumpai kondisi beresiko.
Positive Kick Indicator
Ketika Drilling / Circulating
Flow ketika pompa mati
Bertambahnya Flow
Pit gain
Ketika Tripping
Deviasi Trip log
Short fill-ups tripping out
Excess pit gain tripping in
Positive flow ketika kondisi pipa static
After Bottoms-up
Peningkatan koneksi/ trip / background gas
Perubahan jumlah cutting/ ukuran / bentuk
Perubahan sifat lumpur (Pemeriksaan / pengujian lumpur)
Perubahan suhu di flowline
MINIMIZE INFLUX
Minimize Surface Pressures
Tripping Shut in Procedure (3S’s)
1. Driller membunyikan alarm (alert crew)
2. Stab full opening safety valve & CLOSE
3. Spaceout (posisi string di BOPE)
4. Shut-in (BOP teratas)
[Link] positive shut-in di drill string dan annulus
[Link] toolpusher / operator’s rep
7. Baca & catat informasi kick :
SICP / Pit Gain / Waktu
8. Persiapan untuk striping string ke bawah sumur
Drilling Shut in Procedure (3S’s)
Driller dan kru harus mempunyai tanggung jawab mandiri untuk shut-in
secepat mungkin, menggunakan prosedur yang selamat.
Shut-in sumur
Cek apakah sumur benar-benar shut in
Beritahu Coreps dan Toolpusher
Prosedur
Coy man/ toolpusher memulai drill dengan memberi tanda kick palsu.
C O O
O
O Normally Open
C Normally Closed
C C
C
Master
C
C C
Pertimbangan
Memerlukan bump float untuk
membaca SIDPP
Tidak bisa digunakan untuk wireline
Float valve HARUS dipasang
pada operasi drilling Meningkatkan surge / trip-in time
Menambah potensi kolaps pada string
Pastikan arah pemasangan
float benar (tidak terbalik)
Full Open Safety Valve (FOSV, TIW, DSSV)
Adalah manual block valve yang
dibuka tutup dengan wrench.
Perlu dilengkapi handling tools yang
sesuai seperti small crossover dengan
handle atau rings untuk memudahkan
proses stabbing di string.
Posisinyaopen di atas rig floor di
lengakapi dengan wrench yang sesuai.
Jangan RIH dengan kondisi close.
Pastikan FOSV tersedia untuk semua
ukuran string yang digunakan.
Inside Blow Out Preventer (IBOP)
Check valve untuk menahan tekanan fluida
masuk ke dalam string
- IBOP selalu dalam posisi open di rig floor
- IBOP distab di atas FOSV
- Lepaskan dart / float dan lepas setting tool
body.
-
IBOP OD / xo’s harus sesuai dengan ukuran BOPE,
WH, casing.
Wireline tidak dapat melewati profil dalam
iBOP
Annular packed off
Steam/kick yang keluar dari string
akan lebih kuat pada saat annular
ditutup. Kemungkinan kontak dengan
Annular BOP presonal yang ada di floor lebih besar
closed on Well Kick
Penyumbatan
Annulus
Zona Steam
tidak
mendapatkan
air pendingin
42
Mechanical Barrier di String
Steam/kick lewat string ditahan
oleh float vave.
Annular BOP
closed on Well Kick + sumur di shut in lebih cepat
dengan menutup annular
Penyumbatan
Annulus
1. Sebelum nipple down X-tree. Tahap ini adalah awal proses killing sebuah sumur.
Proses Cooling down untuk mendapatkan tekanan stabil
Proses killing dengan menggunakan kill fluid/ lumpur berat
Pastikan sumur dapat berada dalam keadaan aman selama waktu yang diperlukan
untuk pekerjaan n/d x-tree
Observasi
Menggunakan back pressure valve untuk well Injector
Puncher sebelum untuk Venturi Choke Injector
2. Selama pekerjaan mencabut/ running tubing
Pastikan sirkulasi sumur dengan air selalu dilakukan
Jika fluid level tidak dapat dideteksi (lost circulation), pastikan pemompaan air untuk
mengisi sumur dilakukan secara terus menerus +/- 3bpm
3. Running dan Mencabut Venturi Choke packer
Cooling down dan observasi. Pastikan pemompaan air dapat dilakukan melalui
tubing ataupun annulus setiap waktu (Tubing puncher, memancing bull plug)
Sebelum menurunkan/ mencabut VC, pastikan sumur sudah tidak bertekanan
Selama menurunkan/ mencabut VC, pastikan air secara terus menerus
dipompakan melalui tubing dan atau annulus
Pekerjaan harus dihentikan apabila persediaan air tidak mencukupi. Persediaan
air harus direncanakan dan dipersiapkan sebelum pekerjaan dimulai
Situasi Well Control dalam
pekerjaan Work over
3. Saat running dan mencabut screen liner
■ Annular BOP tidak dapat meng-isolasi tekanan sumur melalui screen liner
■ Pastikan sumur dalam keadaan aman sebelum mencabut/ running liner.
■ Pastikan pemompaan air secara terus menerus dilakukan
■ Apabila terjadi kick: ERP kick
■ Bila Kick tidak terkendali Tutup sumur dengan Blind-Shear ram
4. Saat memancing retrievable/permanent packer
■ Pastikan pemompaan air secara terus menerus dilakukan
■ Selalu memasang circulating sub. Dengan alat ini proses pemompaan air lewat
annulus akan selalu dapat dilakukan, dan juga akan sangat mengurangi
kemungkinan terdorongnya tubing dan packer karena tekanan sumur
■ Selalu menggunakan inside BOP, alat ini untuk melindungi kita dari semburan sumur
melalui string
ERP (Emergency Response Plan)
jika ada steam
PENANGGULANGAN SEMBURAN LIAR
1. Bunyikan alarm
2. Semua personel meninggalkan rig floor dan monkey board
dengan selamat untuk menghindari kontak dengan air
panas/ uap atau gas H2S. Dilarang berusaha memasang
Poor Boy !!!!
3. Tutup Annular BOPE dari accumulator
4. Tingkatkan kecepatan pemompaan air menjadi 5 BPM,
diset langsung dari Pompa
5. Observasi semburan
6. Segera Lapor kepada Team Leader untuk penanganan
berikutnya
Annular packed off - Steam/kick yang keluar dari
string akan lebih kuat pada saat
annular ditutup. Kemungkinan
kontak dengan presonal yang ada
Annular BOP di floor lebih besar
closed on Well Kick
Penyumb
atan
Annular
Zona Steam
tidak
mendapatkan
air pendingin
51
Mechanical Barrier in
String
Steam/kick thru string is blockage
by the inside BOP.
Annular BOP
+ Well can be close immediately
closed on Well Kick by a single action; closing annular
Annular
packed
off
53
Proses Cooling Down di Sumur
Produksi
(Untuk well yang di-hand over dari WCT/Flow back tank dan/atau well dengan shut in pressure rendah)
STEP - 1
Decrease/ constant
Increase
If Increase, go
If Increase, go
Decrease to Pumping step
to bleed off step Trend of Decrease
Trend of
SICP/SITP SICP/SITP
Stabilize Stabilize
No Yes Yes
3 x stabilize? 3 x stabilize? No
Yes Stabilized No
EMW<11 ppg
Setelah total volume pemompaan mencapai 1500 bbls, bila tidak ditemukan indikasi
penurunan pressure, atau pressure stabil dengan EMW diatas 11 ppg, diskusikan langkah
selanjutnya dengan Coyman
55
Perhitungan Kill Fluid
Berat KF (ppg) =
TVD : Adalah kedalaman (feet) vertikal bahagian sumur paling dangkal yang
terbuka ke formasi.
1. Pressure gauge
Tubing pressure: 0 – 600 psi
Annulus Pressure : 0 – 600 psi
Pump control panel (floor): 0 – 2500 psi
2. Pumping manifold Memiliki akses untuk melakukan:
Pemompaan dari annulus – bleed off dari tubing
Pemompaan dari tubing – bleed off dari annulus
3. Kondisi hose dan connection dalam keadaan baik
4. Kondisi pompa dalam keadaan baik
Pemompaan s/d 4 bpm, 500 psi
5. Killing water tersedia dengan cukup
Rig up Operasi Killing
Mitigasi:
Menghindari clearance string-sumur yang kecil
BHA saat fishing
Sand wash job
Monitor tripping speed. Berapa speed sekarang?
Primary Well Control: Hydrostatic
Annular
packed
off
64
Primary Well Control: Hydrostatic
Kegagalan Primary Well Control pada umumnya terjadi bila
zona loss dan zona steam flow terdapat dalam satu wellbore.
65
Secondary Well Control:
Mechanical
Bagian yang harus memiliki mechanical barrier
Annular:
BOP stack saat operasi wellwork
Casing valve, tubing head saat operasi sumur
String
Solid float (iBOP, FOSV, check valve) workover string
Wireline plug/ check valve production string
Back Pressure Valve install BOP Masih OK
dengan
Fullbore Master Valve install rod BOP Monitor
Rod BOP sucker-rod Hidrostatik?
Secondary Well Control:
Mechanical
Annular Mechanical Barrier:
Menutup anulus dengan beberapa diameter string
Dapat menutup dengan cepat
Mampu memegang string saat kondisi pipe-light
Ketinggian BOP stack
Ketahanan terhadap temperature
Kemampuan stripping back
v.s.
Harga preventer
Secondary Well Control:
Mechanical
Annular Mechanical Barrier:
Personal Assessment
Secondary Well Control:
Mechanical
Annular Mechanical Barrier
Industry practice merekomendasikan penggunaan SBR
SBR, dua fungsi yang bisa diaplikasikan
bypass pressure memotong (3,000 psi)
Perlu booster?
regular pressure hold string saat pipe light (1,500 psi?)
Resiko: string tetap akan rusak.
Rate cooling water impact pada preventer rating (temperature)
Diperlukan kecepatan reaksi untuk memulai increase cooling water
VBR lebih tahan panas karena metal to metal contact
No industry practice available untuk high temp VBR atau annular.
Secondary Well Control:
Mechanical
String Mechanical Barriers:
Industry practice merekomendasikan adanya string mechanical
barriers.
2 mechanical barriers bisa bekerja bersamaan. General aplication:
Float/ check valve
Stab FOSV& iBOP selama well control event
Secondary Well Control:
Mechanical
String Mechanical Barriers:
Dampak tidak adanya string mechanical barriers:
Tumpuan barriers hanya pada cooling rate, acceptable?
Resiko spill hot water+oil, tujuan operasi WC tidak tercapai.
Menurunkan surface pressure:
Kecepatan steam flow out bertambah (diameter kecil)
Fase steam lebih tidak terkontrol (lihat pada steam table)
Secondary Well Control:
Mechanical
String Mechanical Barriers:
Kondisi Pipe-light:
Operasi well control harus didesain untuk mampu
memberikan fasilitas dengan mechanical barrier yang
cukup agar tidak terjadi flow.
Annular – VBR – SBR harus bisa memegang string
Adjust closing pressure untuk hold pipe
Annular : tidak reliable
VBR: more reliable
SBR: reliable tapi merusak string adjust closing pressure
Secondary Well Control:
Mechanical
String Mechanical Barriers:
Issue seputar
Well Control
Konfigurasi BOP disesuaikan dengan kondisi, Class 2 atau Class 3?
Penentuan kelas BOP harus didasarkan pada mitigasi dan assessment plan terhadap resiko
operasi yang dihadapi. Disamping kelas BOP harus juga diperhatikan pemilihan jenis
preventer, pressure rating dan temperature rating, ketahanan rubber element, termasuk
infrastruktur yang mendukung untuk membuat mechanical barrier yang cukup serta faktor
lainnya.
BOP harus didesain mampu untuk menahan flow secara mekanis baik dari sisi annulus/ inside
casing dan inside tubing. Tidak terpasangnya float valve di dalam string dan
diperbolehkannya flow terjadi via tubing pada operasi sekarang menjadi tidak sesuai dengan
filosofi ini.
Penentuan konfigurasi BOP di dilakukan assessment dan sesuai dengan kondisi setempat.
Kelas BOP pada konfigurasi BOP menunjukkan jumlah preventer yang terpasang pada well
control system. Kelas 3 berarti sistem mempunyai 3 preventer dalam satu stack yang tentu
akan memiliki ketahanan yang lebih bagus dibandingkan BOP kelas 2.
Apakah choke manifold diperlukan dan apa bisa digunakan circulating
manifold?
Choke manifold adalah alat untuk mengontrol aliran balik (pressure & rate) yang biasa digunakan
pada well control untuk menjaga BHP relatif konstan selama operasi well control (Driller’s, wait&weight,
lube&bleed etc). Metode yang tidak mempunyai aliran balik adalah bullhead yang banyak dijumpai
pada operasi workover pada daerah subnormal.
Drilling harus menggunakan Driller methods sehingga setiap sistem well control harus mempunyai
fasilitas termasuk di dalamnya choke manifold. Demikian pula standard API RP 53 membahas
diperlukannya manifold ini. Bagaimanapun fasilitas ini tetap diperlukan untuk memberi alternatif jika
metode bullhead gagal dilakukan.
Circulating manifold terpasang pada discharge killing pompa/ tangki, dipakai untuk mengontrol
besarnya aliran masuk ke dalam sumur (Cooling rate). Manifold ini banyak digunakan pada mechanical
pump, dimana sulit untuk mendapatkan rate kecil meskipun digunakan setting pompa paling rendah.
Dengan mengatur split mengembalikan sebagian rate kembali ke tangki, desain rate yang masuk ke
sumur bisa dikontrol.
Apakah Koomey / accumulator system harus terpasang disetiap well
control? Apakah bisa digunakan hydraulic rig engine?
API RP53 & API SPEC 6D menghendaki agar accumulator system mempunyai syarat-syarat
tertentu seperti kecukupan closing volume, closing time, redundant pressure system, precharge
pressure yang bisa dipenuhi oleh koomey/ accumulator system. Meskipun API ini untuk aplikasi
drilling, filosofi utamanya adalah memberikan system yang capable dan responsif saat
dibutuhkan.
Praktek penggunaan hydraulig rig engine (bahkan dengan manual closing) masih ditemui pada
operasi workover di beberapa negara seperti Venezuela, Midland, Minas dan daerah lainnya.
Pertimbangan resiko daerah operasi, prediksi perilaku reservoir harus di analisa untuk memperoleh
mitigasi yang jelas untuk hal ini.
Apa keuntungan dan kerugian dipasang float valve
dibanding open ended?
Float Valve Open Ended
Sebagai mechanical barrier menahan flow Tanpa Well Control mechanical barierrs, tidak
melewati string punya proteksi di string karena tidak cukup
waktu memasang FOSV
Sebagai deteksi dini kick (pipe-light) Tidak mempunyai alat deteksi dini terjadinya
terutama pada reservoir berkondisi sub kick, waktu untuk bereaksi menjadi sedikit
normal. Karena well tidak mempunyai return, atau tidak ada
deteksi kick lewat flow tidak bisa didapatkan
dengan cepat
Membatasi operasi wireline/ CT di dalam Bisa dilakukan operasi wireline/ CT di dalam
string string
Tidak bisa/ membatasi dilakukan reverse Bisa dilakukan reverse circulation
circulation
Meningkatkan potensi surging saat RIH & Dampak surging lebih sedikit
juga swabbing untuk aplikasi blind plug. Pada
loss zone hal ini tidak begitu berpengaruh.
Hambatan aliran saat sirkulasi lewat string Sedikit hambatan saat sirkulasi melewati
string
Kapan dan mengapa harus dipasang circulating sub?
Circulating sub adalah alat agar terdapat hubungan/ komunikasi antara tubing dengan
annulus. Sub ini bisa diganti dengan perforated tubing dengan ukuran lubang dan space
yang cukup untuk memungkinkan aliran tanpa hambatan dari annulus ke string. Letaknya di
bawah Float Valve untuk memastikan tidak ada back flow di dalam string.
Circulating valvedipasang saat desain program mengidentifikasi terdapat potensi
penyumbatan aliran di annular seperti saat running BHA dengan casing clearance kecil,
sand washing job, packer retrieve dsb.
Fungsi utama:
Mempertahankan kecukupan kolom cooling water pada daerah dibawah string saat
kejadian annular packoff . BHP>FP.
Membuka jalan flow lewat annulus saat kejadian kick. Operasi killing lebih efektif karena
kill line berada di daerah annular, jarang pompa ready untuk kill lewat string.
Menghidari trap pressure di bawah string pada aat annular packoff dan kick terjadi
bersamaan.
Lebih baik bullhead atau driller methods?
Dari wawancara dengan representatif workover di beberapa daerah, sekitar 90% operasi
killing di workover dilakukan dengan bullhead. Pada update sertifikasi IADC 2009, porsi
metode bullhead disetujui untuk diperbesar tanpa mengecilkan porsi operasi killing dengan
metode driller atau metode lainnya.
Semua metode well control mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing
sehingga tidak bisa dikatakan mana yang lebih baik. Beberapa oil company menyatakan
Driller Methods sebagai pilihan utama untuk operasi Drilling tetapi tidak menutup
kemungkinan penggunaan metode yang lain.
Metode bullhead banyak menjadi pilihan terutama pada kondisi reservoir subnormal di
daerah operasi yang depleted. Tetapi ada kalanya operasi bullhead tidak berhasil
mengembalikan influx, seperti pada saat terjadi perforation plug, broken u-tube, sand-off
dan sebagainya.
Untuk itu infrastruktur untuk circulating methods (driller, reverse, w&w, volumetric,) tetap
harus disediakan untuk memberi alternatif jika operasi bullhead mengalami kendala.
Hal hal yang perlu diperhatikan
Menginspeksi dan mengawasi operasi perawatan sumur dan PSL
Menginspeksi dan mengawasi oeprasi perawatan sumur dan Pencegah semburan liar (PSL) :
• Menyiapkan peralatan
Peralatan unit dan PSL diidentifikasi terlebih dahulu
Schema alat unit & PSL disiapkan
Form laporan dipersiapkan dan schema peralatan
Perlengkapan inspeksi seperti Unit perawatan, schema peralatan, tool kit, prosedur operasi
Siapkan peralatan :
• Peralatan kerja diidentifikasi terlebih dahulu
• Data tekanan dan fluida sumur disiapkan, tekanan sumur, sifat fisik fluida.
• Perlengkapan perhitungan tekanan fluida, data tekanan, sifat fisik fluida,Well
profile dan prosedur perhitungan
• Perlengkapan penyusunan program analisis seprti data peralatan
permukaan, data problema sumur, well profile, SOP, Prosedur prosedur
lainnya
• Perlengkapan untuk pemeriksaan kondisi pekerjaan seperti alat tulis,
computer .
Tugas memilih alternatif, jika menghadapi kesulitan pada setiap tahap operasi, meliputi :
• Menyiapkan peralatan
• Memprediksi problema operasi
• Memilih alternatif pekerjaan
• Memeriksa kondisi pekerjaan
TERIMA KASIH