0% fanden dieses Dokument nützlich (0 Abstimmungen)
4 Ansichten6 Seiten

Review Artikel

Die Studie untersucht die Entwicklung und Validierung des Student Career Readiness Index (SCRI), um die Karrierebereitschaft von Schülern in England zu messen. Die Ergebnisse zeigen, dass aktive Teilnahme an Karriereberatung signifikant mit einer höheren Karrierebereitschaft korreliert ist, und betonen die Notwendigkeit, die Häufigkeit solcher Interventionen zu erhöhen. Die Forschung bietet ein kulturell spezifisches Instrument, das die Effektivität von Karriereberatung in Schulen quantifizieren kann.

Hochgeladen von

Terian Rama
Copyright
© All Rights Reserved
Wir nehmen die Rechte an Inhalten ernst. Wenn Sie vermuten, dass dies Ihr Inhalt ist, beanspruchen Sie ihn hier.
Verfügbare Formate
Als PDF, TXT herunterladen oder online auf Scribd lesen
0% fanden dieses Dokument nützlich (0 Abstimmungen)
4 Ansichten6 Seiten

Review Artikel

Die Studie untersucht die Entwicklung und Validierung des Student Career Readiness Index (SCRI), um die Karrierebereitschaft von Schülern in England zu messen. Die Ergebnisse zeigen, dass aktive Teilnahme an Karriereberatung signifikant mit einer höheren Karrierebereitschaft korreliert ist, und betonen die Notwendigkeit, die Häufigkeit solcher Interventionen zu erhöhen. Die Forschung bietet ein kulturell spezifisches Instrument, das die Effektivität von Karriereberatung in Schulen quantifizieren kann.

Hochgeladen von

Terian Rama
Copyright
© All Rights Reserved
Wir nehmen die Rechte an Inhalten ernst. Wenn Sie vermuten, dass dies Ihr Inhalt ist, beanspruchen Sie ihn hier.
Verfügbare Formate
Als PDF, TXT herunterladen oder online auf Scribd lesen

Nama : Terian Rama Daniswara

NIM : 23050330005

Kelas : PTE A

Judul Artikel:
Increasing students’ career readiness through career guidance: Measuring the impact with a
validated measure

Penulis:
Vanessa Dodd; Tristram Hooley; Jennifer Hanson

Nama Jurnal:
British Journal of Guidance & Counselling

Volume & Tahun:


Vol. 50, Issue 2 (2022) Pages 260-272 Published online: 15 Jun 2021

Penerbit:
Taylor & Francis

ISSN:
0306-9885

DOI: [Link]
Review Artikel: Peningkatan Kesiapan Karir Siswa Melalui
Bimbingan Karir: Pengukuran Dampak dengan Instrumen
Tervalidasi

A. Latar Belakang Permasalahan

Transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja bagi kaum muda di Inggris saat ini berada
dalam titik nadir yang mengkhawatirkan. Fenomena transisi yang semakin panjang, jalur karir
yang terfragmentasi, serta stagnasi upah riil bagi lulusan baru telah menciptakan ketidakpastian
masif dalam lanskap ekonomi makro. Dalam konteks pasca-Brexit, kebutuhan untuk
menyelaraskan keterampilan domestik dengan permintaan pasar kerja menjadi agenda prioritas
nasional. Hal ini mendorong pengembangan instrumen pengukuran kesiapan karir sebagai
kebutuhan strategis guna mengevaluasi efektivitas intervensi pendidikan secara kuantitatif.

Secara kritis, pendorong utama penelitian ini adalah kegagalan alat ukur yang ada dalam
menjawab kebutuhan lokal. Selama ini, mayoritas instrumen psikometrik bimbingan karir berakar
pada budaya Amerika Utara dan dirancang khusus untuk mahasiswa tingkat akhir atau orang
dewasa. Di Inggris, terdapat kesenjangan instrumen yang memiliki spesifisitas budaya (cultural
specificity) dan relevansi kebijakan bagi siswa usia 11-18 tahun dalam sistem sekolah menengah
dan vokasi. Alat ukur lama sering kali mengabaikan nuansa standar kualitas bimbingan nasional
yang ditetapkan pemerintah. Kesenjangan inilah yang memicu urgensi penetapan tujuan penelitian
yang mampu menjembatani metodologi psikometrik dengan realitas kebijakan bimbingan karir di
lapangan.

B. Tujuan Penelitian

Penetapan tujuan penelitian ini memiliki signifikansi tinggi dalam kerangka evaluasi
kebijakan "Gatsby Benchmarks", sebuah standar emas bimbingan karir yang diadopsi secara
formal oleh pemerintah Inggris melalui Careers Strategy (DfE, 2017). Tanpa alat ukur yang
tervalidasi secara psikometrik, pengambil kebijakan tidak memiliki dasar empiris untuk
menentukan apakah pencapaian standar organisasi sekolah benar-benar bertransformasi menjadi
kapasitas internal siswa dalam mengelola masa depan mereka.

Adapun tiga tujuan utama yang disintesis dalam penelitian ini adalah:

1. Pengembangan instrumen Student Career Readiness Index (SCRI): Menciptakan alat


ukur yang ringkas, parsimonius, dan relevan bagi konteks sekolah di Inggris.
2. Validasi struktur faktor instrumen: Memastikan secara statistik bahwa instrumen
tersebut memiliki reliabilitas dan validitas konstruk yang stabil di berbagai kelompok
demografis.
3. Pengujian hubungan antara bimbingan dan kesiapan: Menganalisis secara hierarkis
hubungan antara partisipasi siswa dalam aktivitas bimbingan karir dengan tingkat
kesiapan karir yang mereka miliki.

Pencapaian tujuan-tujuan ini menjadi fondasi krusial bagi pemilihan landasan teori yang
secara sengaja memadukan prinsip-prinsip psikometrik dengan standar kebijakan nasional yang
berlaku.

C. Landasan Teori dan Sumber Pustaka

Dalam membangun instrumen psikometrik, integrasi landasan teori yang relevan secara
budaya sangatlah vital agar hasil pengukuran tidak sekadar menjadi abstraksi teoretis, melainkan
representasi kompetensi yang diharapkan oleh pasar kerja lokal.

Kerangka kerja utama yang menjadi pilar penelitian ini meliputi:

 Definisi Kesiapan Karir (Gysbers, 2013): Memandang kesiapan karir sebagai


kepemilikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk memetakan serta merencanakan
masa depan secara holistik, yang secara konseptual berbeda dari kompetensi akademik
murni.
 Kerangka Kebijakan Nasional: Mengacu pada Gatsby Benchmarks (2014) dan Careers
Strategy (DfE, 2017) yang menekankan pentingnya informasi pasar kerja (LMI) dan
pertemuan dengan pemberi kerja.
 Model Praktik Bimbingan: Mengintegrasikan model DOTS framework (Law & Watts,
2015) yang mencakup Decision learning, Opportunity awareness, Transition learning,
dan Self-awareness, serta CDI Framework (2015).
 Mekanisme Pengembangan Item: Menggunakan item dari skala efikasi diri
pengambilan keputusan karir Betz et al. (1996) sebagai titik awal, yang kemudian secara
inovatif dipetakan (mapping) ke dalam empat kerangka kerja lokal (Gatsby, DOTS,
Blueprint, dan CDI) untuk menghasilkan butir pertanyaan yang memiliki spesifisitas
budaya tinggi.

Sebagai contoh, instrumen ini mencakup pertanyaan praktis seperti: "Saya dapat mencari
tahu berapa penghasilan orang di berbagai jenis pekerjaan" dan "Saya dapat memilih karir
yang sesuai dengan keahlian saya." Integrasi berbagai kerangka kerja ini mengarahkan peneliti
pada desain metodologi tiga tahap yang sangat ketat.

D. Metode Penelitian
Pendekatan multi-studi diperlukan untuk menjamin validitas dan reliabilitas instrumen
SCRI sebelum diimplementasikan sebagai alat evaluasi kebijakan nasional. Berikut adalah
rincian metodologi penelitian:

Tahapan Fokus Utama Metodologi & Sampel


Pemetaan kebijakan, uji kognitif terhadap siswa
Pengembangan &
Studi 1 (usia 12-17), dan Principal Axis Factoring (PAF).
Eksplorasi
(N=1508)
Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan uji
Validasi Konstruk
Studi 2 invariansi pengukuran berdasarkan gender, etnis, dan
& Invariansi
jenjang sekolah. (N=2240)
Analisis regresi hierarkis untuk menguji
Analisis Dampak
Studi 3 hubungan antara aktivitas karir dan skor kesiapan
Kebijakan
karir. (N=5242)

Ketertautan antara prosedur metodologis ini menjamin bahwa SCRI bukan sekadar
kuesioner biasa, melainkan instrumen dengan kredibilitas ilmiah yang mampu menangkap
dampak nyata dari intervensi pendidikan.

E. Hasil Penelitian

Temuan empiris penelitian ini memberikan validasi teknis yang kuat terhadap SCRI dan
membuktikan bahwa kebijakan berbasis standar Gatsby memiliki korelasi linear dengan
kapasitas siswa.

Temuan kunci yang diperkuat dengan data psikometrik adalah:

1. Struktur dan Kualitas Instrumen: Terbentuk skala 9-item dengan struktur satu faktor
yang sangat stabil. Secara teknis, nilai Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) mencapai 0,90
(sangat baik) dan Bartlett's test of sphericity menunjukkan signifikansi (<0,001).
2. Kesesuaian Model (Fit Indices): Analisis CFA pada Studi 2 menunjukkan model yang
fit dengan data, dibuktikan dengan nilai CFI = 0,93, TLI = 0,91, dan RMSEA = 0,10,
yang memenuhi ambang batas profesional untuk validasi instrumen.
3. Invariansi Lintas Grup: SCRI terbukti berfungsi secara konsisten di berbagai kelompok
gender, etnis, dan jenjang pendidikan (key stages).
4. Dampak Intervensi & Mediasi Usia: Terdapat hubungan positif signifikan antara
jumlah aktivitas karir yang diikuti siswa dengan skor kesiapan karir. Menariknya, analisis
mediasi menunjukkan bahwa pengaruh usia terhadap kesiapan karir (IE = 0,7019)
sebagian besar dimediasi oleh partisipasi dalam aktivitas bimbingan, bukan sekadar
faktor kematangan biologis.
Hasil ini memberikan mandat kuat bagi sekolah untuk meningkatkan frekuensi intervensi
bimbingan karir mereka.

F. Pembahasan: Analisis Kelebihan dan Kekurangan

Artikel ini memberikan kontribusi metodologis yang substansial dengan menawarkan


pendekatan policy-driven dalam pengembangan instrumen psikometrik.

Kelebihan: Kekuatan utama penelitian ini terletak pada triangulasi data yang
menggabungkan laporan mandiri siswa dengan audit sekolah terhadap pencapaian Gatsby
Benchmarks. Selain itu, SCRI memiliki spesifisitas budaya yang luar biasa; ia tidak sekadar
mengadaptasi alat ukur AS, melainkan dibangun dari nol menggunakan kerangka kerja praktisi
Inggris. Peneliti juga menawarkan Proses 6-Tahap yang strategis bagi pengembangan instrumen
kebijakan di masa depan: (1) Identifikasi outcome, (2) Generasi & Pemetaan item, (3) Review
Ahli, (4) Uji Kognitif, (5) Pilot & PAF, dan (6) CFA untuk finalisasi.

Kekurangan: Keterbatasan utama terletak pada homogenitas sampel. Pada tahap awal,
sampel didominasi oleh kelompok kulit putih (95,8%), yang kemudian menurun sedikit menjadi
91,3% pada Studi 2. Hal ini membatasi generalisasi temuan untuk populasi perkotaan yang
multikultural seperti London. Selain itu, sifat data yang cross-sectional menghalangi penarikan
kesimpulan kausalitas jangka panjang, dan keberlakuannya di luar sistem pendidikan Inggris
masih memerlukan validasi ulang.

G. Kesimpulan

Penelitian ini secara ilmiah mengonfirmasi bahwa partisipasi aktif dalam bimbingan karir
yang terstruktur secara nyata meningkatkan kesiapan karir siswa. Pengembangan Student Career
Readiness Index (SCRI) memberikan alat evaluasi yang valid bagi sekolah untuk mengukur
efektivitas investasi bimbingan mereka secara periodik.

Sebagai rekomendasi kebijakan, sangat krusial bagi sekolah untuk memastikan akses yang
adil dan luas terhadap aktivitas bimbingan karir sesuai standar Gatsby. Peningkatan jumlah
aktivitas bimbingan terbukti menjadi katalis utama bagi kesiapan siswa dalam menghadapi
transisi dunia kerja yang semakin kompleks. SCRI kini berdiri sebagai instrumen standar yang
siap digunakan oleh praktisi untuk memantau perkembangan kompetensi navigasi karir siswa di
seluruh Inggris.

Das könnte Ihnen auch gefallen